
Happy Reading🤗🤗🤗
Puk...
Viona melempar segepok uang yang dibalut dengan amplop coklat diatas meja yang barusan anita keluarkan dari dalam tasnya dan di sambut dengan wajah sumringah oleh dua orang laki-laki bertubuh besar dan bermuka sangar yang dapat dilihat bahwa mereka adalah preman bayaran, salah satu dari mereka langsung membuka amplop tersebut dan keluarlah sebuah foto dari seorang gadis cantik nan polos terpampang di sana, viona sudah mencari tau tentang serkhan saat mereka bertemu di pantai tempo hari saat dirinya melakukan pemotretan...
"Aku harap kalian berdua dapat melakukan tugas dengan baik dan jangan sampai aku mendengar bahwa aku adalah yang menyuruh kalian berdua"...
Ucapnya dengan ketus sambil meminum juice yang dipesannya...
"Anda tenang saja nona, kami akan melakukan yang terbaik untuk anda"...
Ucap salah satu dari pria yang ada dihadapannya...
"Hmmm.... jangan membunuhnya, yang aku inginkan jauhkan gadis ini dari serkhan, jika sudah beres nanti akan aku transfer sisanya plus bonusnya"...
Ucapnya tanpa menunggu jawaban lalu bangkit bersama sang asisten dan meninggalkan kedua preman tersebut yang sedang bahagia mendapatkan segepok uang...
"Nona, apa tidak sebaiknya anda pikirkan lagi?"...
Tanya anita dengan cemas saat mereka sudah berada didalam mobil...
"Diamlah anita, sudah kesekian kalinya kau berkata seperti ini"... "Jalan"...
Titahnya dengan kesal saat sang asistennya bertanya terus tentang apa yang dilakukannya...
*Ya tak ada yang bisa menolak pesona seorang viona dan kaupun akan bertekuk lutut saat itu tiba, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkanmu termasuk menyingkirkan hidup gadis itu... gumam viona dalam hati sambil menyeringai...
Saya harap anda tak menyesal dikemudian hari nona... gumamnya dalam hati saat sang nona berniat buruk kepada seseorang...
¤¤¤*
Ceklek...
Pintu mobil telah dibuka oleh danu dan dirinya langsung masuk...
"Bagaimana danu?"...
Tanya seseorang yang berada dibangku belakang sambil memangku sebuah laptop...
"Maaf Tuan muda, saya tak menemukan keberadaan nona viona beserta sang asistennya disana"...
Ungkapnya dengan jujur, danu begitu mendapatkan panggilan dari tuan mudanya saat berada di dalam toilet bergegas menyelesaikan urusannya dan langsung melakukan perintahnya namun sesampai disana dirinya tak melihat siapun jadi danu langsung pergi menuju mobil dimana sang tuan kuda pasti menunggunya...
"Hmm...rupanya ada yang berniat menggodaku"...
Gumamnya sambil tersenyum tipis...
Jika saja viona menggodanya dulu mungkin dia akan langsung membawanya keatas ranjang namun berbeda sekarang karena jiwa dan raganya hanya terpaut oleh satu gadis yang tak lain adalah tunangan sendiri, gadis belia yang mampu membuat dunianya berubah seketika padahal tak ada yang spesial saat pertemuan pertama mereka...
"Kembali ke hotel danu dan suruh siska untuk mencarikan gaun calon istriku untuk nanti malam"...
Titahnya saat melihat jam dipergelangan tangannya menunjukkan pukul 4 sore...
"Baik Tuan muda"...
__ADS_1
Jawabnya sambil mengotak-atik ponselnya kemudian menyalakan mobil dan berlalu meninggalkan lokasi...
¤¤¤
Sedangkan disebuah kamar hotel seorang gadis baru saja menggeliatkan badannya saat dirasa sudah cukup mengistirahatkan tubuhnya...
"Eunghhh"...
Lenguhnya saat berada diatas tempat tidur dan perlahan-lahan sepasang mata mengerjap lucu guna menyesuaikan penglihatannya...
Nessa seketika bangun dari tidurnya saat sudah bisa beradaptasi matanya dan dirinya menengok kesana kemari guna mencari seseorang yang tadi menemaninya tidur...
"Kemana kak siska, kok nessa ditinggal pergi sendirian"...
Gumamnya pelan saat tak menemukan sosok yang dicarinya...
Ting...
Suara notif pesan masuk terdengar dari ponsel miliknya yang ada diatas nakas samping tempat tidurnya...
*From kak siska
Nona, saya keluar sebentar karena ada sesuatu yang akan saya beli*
Nessa membaca isi pesan dari siska saat ponselnya sudah ada didalam genggamannya...
"Ckkk...keluar nggak ngajak-ngajak ihhh"...
Decaknya sebal saat selesai membaca isi pesan dari siska...
"Huaaaa...kayaknya seru kalo sore gini jalan-jalan dipantai"...
Ucapnya sambil melihat-lihat pantai dari atas tempatnya berada...
"Pantai i'm coming"...
Teriaknya kecil dan langsung berlari masuk kedalam kamar dan menuju kekamar mandi untuk membasuh muka sambil membuang hajat kecil...
Setelah dirasa sudah selesai, nessa buru-buru memakai sneakers putih miliknya dan langsung menyambar tas kecil yang berada di atas nakas...
Brak...
Nessa menutup pintu kamar hotel dan berlalu menjauh untuk menuju lift yang akan membawanya turun kebawah, sepertinya nessa melupakan titah yang diberikan sang calon suami untuk tidak bepergian sendirian karena sudah melihat indahnya pantai yang seakan memanggil-manggil dirinya untuk bermain disana dan sialnya lagi nessa tak membawa ponselnya karena dirasa sudah meletakkannya didalam tas miliknya, sedangkan kenyataannya ponsel tersebut dia letakkan begitu saja diatas tempat tidur dan kebetulan berwarna sama dengan seprei yang membalut tempat tidurnya tadi...
Dengan riang nessa melangkah keluar hotel menuju pantai tak jauh dari hotel tempatnya menginap disana nessa dapat melihat para pengunjung yang menikmati senja dipinggir pantai dan berbagai pedagang yang sedang menawarkan jualannya...
Sambil terus tersenyum kecil nessa menelusuri pantai seorang diri dan bermain kecil bersama anak-anak yang ada dipantai tanpa takut sedikitpun akan bahaya yang akan menghampirinya nanti, ya nessa merasa pantai ini aman sebab tak jauh dari tempatnya dan sang calon suami menginap...
Degh...
Nessa menghentikan aktifitasnya saat melihat sepasang kekasih yang tak jauh darinya dan saat itupula nessa mengingat calon suaminya...
"Aduhh... kan tadi mas serkhan sudah bilang kalo nggak boleh keluar sundirian"...
Gumamnya pelan sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 5.30 sore hari dan cuaca tiba-tiba menggelap...
__ADS_1
Nessa kemudian merogoh isi tasnya untuk mencari ponsel miliknya...
"Loooohhhh kok nggak ada, kayaknya tadi sudah nessa masukkan deh"...
Gumamnya pelan sambil terus mencari ponsel miliknya didalam tas...
"Ckkk... kayaknya ketinggalan deh diatas tempat tidur"...
Ucapnya lalu bersiap melangkah meninggalkan pantai namun disaat dirinya berjalan di tempat yang agak sepi nessa mendengar suara tangisan seorang anak kecil yang sedang kesakitan dan disampingnya seperti barang jualan anak tersebut...
"Hei...kamu kenapa nak"...
Ucapnya saat berjongkok didepan anak tersebut...
"Kaki aku sakit kak, ketusuk pecahan kerang"...
Ungkapnya sambil menangis dan memegangi kakinya yang berdarah...
"Sini kakak lihat lukanya"...
Ucapnya sambil melihat kaki anak tersebut yang luka dan membantunya mencabut pecahan kerang tersebut....
"Auuuwww..."...
Pekiknya saat nessa sudah selesai mencabut pecahan kerang yang menancap di kaki anak perempuan ini...
"Udah tenang, kakak udah mencabutnya, tunggu sebentar ya"...
Ucapnya menenangkan anak perempuan tersebut yang menangis dan langsung mencari sesuatu yang ada didalam tasnya...
"Nah sudah selesai, bisakah berjalan"...
Ucapnya saat sudah membersihkan luka serta membalut luka anak tersebut menggunakan plester yang selalu ada didalam tasnya...
"Bisa kak, terimakasih ya kak"...
Ucapnya riang saat kakinya merasa lebih baik walau masih sedikit sakit...
"Sama-sama cantik, yasudah kakak tinggal ya soalnya sudah mau turun hujan, lebih baik kamu segera pulang"...
Ucapnya sambil tersenyum tipis dan langsung beranjak dari jongkoknya tadi dan berlalu meninggalkan gadis kecil yang sudah lebih baik dari sebelumnya...
Nessa berjalan dan berhenti dipinggir jalan untuk menyebrang baru beberapa menit dirinya disana tiba-tiba mobil jeep berwarna hitam berhenti didepannya namun dirinya cuek saja dan berfikir positif...
Namun tiba-tiba saja mulutnya dibungkam oleh sebuah sapu tangan dan dirinya meronta-ronta hingga sesaat kemudian pandangannya tiba-tiba menggelap...
ASSALAMUALAIKUM READERS...
TETAP SEMANGAT YA, JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AUTHOR YA...
LIKE...LIKE...LIKE...
SALAM SAYANG
MOM OLLA
__ADS_1
😘😘😘