Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Persahabatan yang hancur


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Sudah satu jam lamanya Serkhan masih memandangi wajah cantik sang istri yang saat ini bagian mata tertutup oleh perban putih yang melingkar dan masih tak sadarkan diri akibat pengaruh obat bius, wanita yang sudah sepekan menjadi istri SAHnya, wanita yang selalu membuatnya gemas disetiap tingkah lakunya, walau memiliki kekurangan namun tak membuat Nessa terpuruk atau bersedih, namun justru wanitanya itu selalu ceria, bahkan dirinya bisa secara gamblang bicara jika tak menyukai maka dia akan mengucapkan secara jujur dan terbuka, seperti peristiwa tentang perawat lama istrinya.


Jika dulu Nessa dikenal sebagai gadis pendiam serta pemalu, namun sekarang berbanding terbalik.


Perubahan istrinya tentu tak menyurutkan cintanya justru semakin lama semakin bertambah rasa cinta terhadap sang istri.


Dielusnya punggung tangan mungil itu dengan sayang dan dibawanya punggung tangan tersebut untuk dikecup.


Satu jam sudah sang istri berada diruangan khusus yang sudah di persiapkan untuk istrinya beristirahat setelah selesai dilakukannya operasi dan beberapa jam lagi sang istri akan sadar.


Ceklek.


Pintu ruangan terbuka membuat Serkhan seketika mengalihkan pandangannya ke arah pintu tersebut.


Serkhan menerbitkan senyuman tipisnya saat melihat dua orang wanita paruhbaya yang sama-sama berarti dalam hidupnya sekarang.


"Makan dulu boy, sedari pagi kamu belum makan kan, kan nggak lucu kamunya ikutan sakit nanti?"...


Ucapnya sedikit terkekeh kecil sambil meletakkan makanan yang baru maid bawa dari rumahnya, sebab sang putra selalu makan masakan rumahan sama seperti suaminya.


"Iya, makan dulu nak, biar kami yang menggantikan menjaga Nessa"...


Ibu mertuanya ikut menimpali ucapan besannya.


Serkhan mau tak mau menuruti perintah mereka dan segera menganggukkan kepalanya pelan lantas memandang kembali sang istri yang belum sadarkan diri.


Cup..


"Mas makan dulu sayang"...


Ucapnya lembut setelah mencium kening sang istri.


Serkhan lantas berdiri dari duduknya dan segera menuju kearah sofa dimana anne meletakkan makanan diatas meja tersebut.


"Baba sama bapak kemana?"...

__ADS_1


Tanya Serkhan saat tak melihat mereka sejak tadi.


"Mereka sedang ada diluar boy"...


Jawab anne sambil mengikuti besannya yang sudah mendudukkan tubuhnya disamping menantunya itu.


"Cepat sadar sayang, kami menunggu"...


Ucapnya dengan pelan sambil mengelus pipi nessa dari samping kiri sang menantu.


Ibu mengulas senyum tipisnya mendengar ucapan besan perempuannya itu, dirinya cukup bersyukur sang putri mendapatkan suami sekaligus mertua yang begitu menyayanginya, jadi jika suatu saat mereka tak bisa mendampingi putrinya hingga memiliki anak-anak yang lucu, ibu tak perlu merasakan khawatir berlebihan sebab sudah ada yang selalu menyayanginya dan mendampingi putrinya itu.


β˜†β˜†β˜†


"Brengs*k....tunggulah jika aku sudah kembali rujuk dengan Tuan kalian, aku akan memecat kalian semua yang sudah berani-beraninya mengusir diriku dari kantor mantan suamiku"...


Geramnya tak terima dirinya tadi diseret secara paksa agar meninggalkan kantor milik sang mantan suami.


Feli sungguh sangat kesal pagi itu, dia sudah membulatkan tekadnya untuk menampakkan kembali kehadirannya didepan sang mantan suami, walau dirinya sudah mengetahui jika disamping mantan suaminya ada seorang gadis yang selalu menempel seperti perangko namun tak menyurutkan niatnya untuk mendekati Serkhan, bahkan dirinya masih menebak jika mantan suaminya itu masih mencintainya.


Ya...dia masih belum tau perihal status mantan suaminya itu yang saat ini sudah memiliki seorang istri, yang ditahunya... semenjak perceraian mereka dulu, mantan suaminya itu menjadi penjajah wanita jadi dirinya masih percaya jika sang mantan suami masih mencintainya hingga kini.


Jika dirinya tau wajah dari gadis yang selalu berada didalam gendongan serkhan, mungkin feli akan syok setengah mati nantinya.


Bruk.


Feli mendudukkan tubuh rampingnya disofa mahal itu, sambil menghela nafasnya dengan kasar dan memikirkan bagaimana cara agar bisa berjumpa kembali dengan mantan suaminya.


"Kamu dari mana sayang?"...


Tanya wanita paruh baya saat melihat putrinya sedang duduk sambil bersandar dengan mata tertutup.


"Dari kantor Serkhan mah"...


Jawabnya malas sambil membuka kedua matanya dan melihat mamanya sedang duduk tak jauh dari posisinya.


"Buat apa lagi kamu menemui dia fel?"...

__ADS_1


Tanya wanita tersebut saat mendengar nama mantan menantunya disebut oleh sang putri.


"Feli ingin minta rujuk"...


Ujarnya dengan santai.


Wanita paruh baya yang bernama Denia Alexander itu menghela nafas dengan kasar saat mendengar kata rujuk yang diucapkan oleh putrinya sendiri, tak taukah akibat perbuatan putrinya dulu menghancurkan semuanya termasuk kerjasama sekaligus persahabatan dengan mantan besannya.


"Mama nggak setuju feli, jangan lempar kembali kotoran ke muka kami, apa kamu tidak sadar dengan perbuatanmu 10 tahun silam, sudah cukup kami menanggung malu selama ini feli sampai kami tak sanggup untuk menemui sahabat kami"...


Ucapnya tegas dengan melototkan matanya ke arah putrinya yang masih duduk dengan santai.


"Terserah mama, yang penting feli ingin rujuk, karena feli yakin jika serkhan masih mencintai feli"...


Ucapnya lantas pergi meninggalkan mamanya yang masih terpaku diatas sofa.


"Ya Tuhan...kenapa kamu menjadi wanita yang keras kepala dan egois, maafkan aku helen..."...


"Mas, bagaimana aku bisa menghadapi feli dengan tingkahnya sekarang"...


Ucapnya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya saat mengingat sosok lelaki yang telah pergi meninggalkannya duluan 3 Tahun silam.


Denia dan Helena dulunya adalah sahabat dekat bahkan saking dekatnya mereka mendapatkan suami yang ternyata bersahabatan juga hingga mereka memutuskan menikah ditahun yang sama namun berbeda tempat serta bulan.


Sultan dan Helena mereka langsung dikaruniai seorang putra ditahun pertama pernikahan mereka, sedangkan pasangan Michell dan Denia mereka harus sabar menanti sang buah hati ditahun kedua pernikahan mereka dan secara kebetulan dianugerahi seorang putri.


Mereka masih berkomunikasi dengan baik walau mereka tinggal dinegara berbeda, hingga di tahun ke 15 keluarga Michell Alexander memutuskan menetap di Turki dan dari sanalah rencana perjodohan itu tercetus namun tanpa mengatakan dahulu kepada putra-putri mereka.


Namun siapa sangka rencana perjodohan yang akhirnya terwujud hingga tahap pernikahan merusak segalanya, persahabatan dan kerja sama apalagi dari putrinya yang membuat ulah, sungguh saat itu Michell dan Denia sungguh malu dengan kelakuan sang putri yang ternyata memiliki kekasih selama ini.


Setelah perceraian putrinya, pasangan Michell dan Denia harus menepis dahulu rasa malunya untuk menemui mantan besannya dan meminta maaf atas nama putri mereka, walaupun mereka dulu enggan untuk menatap wajahnya.


Karena merasa malu, akhirnya michell dan denia meninggalkan Turki dan membiarkan putrinya bertingkah sesuai keinginannya dengan menikahi kekasihnya tersebut.


LIKE.VOTE.GIFT


😘😘😘😘

__ADS_1


SELALU SEMANGAT READERS TERSAYANG...


__ADS_2