Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Rujak part 1


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Kini mereka berdua berada ditaman belakang, karena Denia sangat merindukan sosok lelaki yang kini sudah dewasa agar tak ada yang menggangu pertemuan ini, dirinya mengajak putra tersayangnya untuk duduk ditaman belakang, sosok yang sedari kecil selalu disayang layaknya anak kandung sendiri walau sempat pindah karena mengikuti sang suami namun dirinya tidak pernah lupa dengan putra dari sahabatnya ini.


Denia menatap lembut pria yang sedang tersenyum tipis padanya karena mereka duduk dibangku panjang dan saling berhadapan.


"Bagaimana kabarmu boy?"...


Tanya Denia dengan lembut dan tetap memanggil putranya dengan panggilan kesayangan sama seperti sahabatnya yang telah melahirkan pria tampan ini, sambil menerbitkan senyum sedari tadi sebab Denia sangat bahagia bisa melihat kembali bahkan memeluk lelaki yang sudah seperti putranya sendiri terlepas dari apa yang terjadi dimasa lalu.


"Boy baik ma, sangat baik... mama kenapa nampak kurus sekali, mau bersaing dengan miss world"...


Godanya sambil memegang kedua tangan yang sudah mulai keriput itu dan memperhatikan bentuk tubuh yang kurus dihadapannya ini.


Denia lantas terkekeh mendengar godaan putranya sambil menatapnya dengan mata berkaca-kaca, inilah yang sangat dirindukan dari sosok Serkhan, perhatian dan juga menyayanginya dengan tulus.


"Ya...mau bersaing kalau pesertanya cuma ada 2 orang"...


Denia menanggapi godaan Serkhan membuat pria itu terkekeh lalu mengusap lembut air yang menetes kembali.


"Jangan menangis mam, nanti boy dimarahi sama papa didalam mimpi, maafkan boy yang tidak bisa datang"...


Ucapnya dengan penuh penyesalan, karena pada saat mendengar kabar kematian papa Michell (suami denia) dirinya memang sedang berada di Negara lain.


"Papa nggak akan berani marahin putranya sendiri boy, papa akan senang kamu bisa jenguk mama, mama minta maaf boy, maaf..."...


Ucapnya sendu Denia terpotong saat Serkhan menggelengkan kepalanya.


"Jangan pernah meminta maaf sama boy ma, mama dan papa nggak pernah salah sama boy, memang sudah jalan takdirnya boy seperti itu"...


Ucap Serkhan dengan tulus.


Karena memang dirinya tidak pernah bisa marah dengan wanita paruh baya ini, namun kecewa karena takdir menyakitkan itu apalagi semenjak itu dirinya fokus untuk membantu membesarkan perusahaan Babanya jadi dia tidak ada waktu hanya sekedar menjenguk ibu kedua baginya itu.


Denia tersenyum haru mendengar ucapan Serkhan, sungguh dirinya sangat menyayangkan kenapa putrinya tidak bisa menjaga pria sebaik dan setulus Serkhan namun dirinya juga tidak bisa menyalahkan atau menyesali yang sudah menjadi jalan takdir keduanya.


Dret...dret...


"Sebentar ya mam"...


Ucapnya tiba-tiba saat ponsel miliknya bergetar dan dia merogoh ponsel yang berada disaku depan celana yang dikenakannya, senyumnya seketika terbit saat melihat layar ponselnya.


Denia hanya mengangguk dan memperhatikan raut wajah bahagia Serkhan saat menatap layar ponsel itu, hingga dirinya menjadi penasaran sebagai seorang ibu.


📹 My Love❤❤

__ADS_1


Serkhan segera menggeser layar tersebut untuk menerima panggilan video dari bidadarinya.


"Assalamualaikum mas"...


Salam dari sebrang sana dengan nada lemah dan lembut namun senyumnya terbit.


"Waalaikum salam sayang, sudah bangun heum... maaf mas belum selesai"...


Ucapnya dengan wajah sesal karena belum bisa kembali kerumah sakit saat istrinya sudah bangun dari tidurnya dan dia belum ada disisi sang istri.


"Nggak papa mas, mas selesaikan saja dulu, Nessa cuma mau minta untuk dibelikan rujak kalau mas sudah mau menuju kemari, Nessa pengen banget mas"...


Pintanya dengan nada memelas sambil membayangkan betapa enaknya rujak saat berada dimimpinya tadi dan dirinya langsung mencari sang suami namun ternyata hanya ada Maria yang sedang menjaganya membuat dirinya seketika sedih namun tak berselang lama sebab maria memberi usul agar dirinya menghubungi langsung Tuan mudanya.


Gleuk.


Serkhan meneguk ludahnya dengan kasar saat mendengar permintaan sang istri, permintaan pertama kalinya semenjak hamil namun yang dibingungkan adalah mencari rujak di negaranya apakah ada dan makanan apa itu rujak karena dirinya baru pertama kali mendengar nama itu.


"Mas nggak mau belikan ya"...


Ucapnya dengan nada sendu membuat Serkhan seketika kelabakan.


"Ehhh...bukan begitu sayang, maaf..."...


Ucapannya terpotong saat sang bidadari kembali berucap.


"Nggak perlu mas, Nessa sudah nggak mau lagi"...


Denia memperhatikan sejak tadi apalagi melihat betapa gusarnya Serkhan saat ini.


"Halo maria, Nyonya mana?"...


Ucapnya saat sambungan telfon diangkat oleh Maria karena memang dirinya menghubungi maria sedangkan ponsel sang istri sepertinya langsung


dimatikan.


"Anu Tuan muda, Nyonya sepertinya sedang menangis, emmm Tuan kalau bisa tolong usahakan untuk mencari apa yang diinginkan Nyonya supaya debay twins nggak ngeces"...


Ungkap maria diseberang sana dengan nada pelan.


"Apa itu ngeces?"...


Tanya Serkhan saat mendengar istilah asing.


"Itu Tuan muda, bayi akan meneteskan air liur secara terus menerus jika keinginannya selama didalam kandungan tidak dituruti"...


Jelasnya saat pernah membaca artikel tentang ibu hamil di Negara Sang Nyonya muda sewaktu dirinya sedang santai.


Serkhan seketika berdiri dan sangat panik sekali sapalagi mendengar bidadarinya menangis karenanya dan tambah terkejut saat mendengar ucapan maria.


"Benarkah maria, bisa seperti itu?"...

__ADS_1


Tanya Serkhan dengan nada terkejut.


"Mitosnya seperti itu Tuan muda, karena saya pernah membaca artikel tentang ibu hamil yang ada di Negara Nyonya muda"...


Jawabnya disebrang sana.


"Ya...sudah Maria, tolong hibur dulu Nyonya, saya akan segera kesana dan mencari yang diinginkan oleh istriku"...


Ucapnya dengan masih nada terkejutnya dan langsung mematikan panggilan sepihak.


Serkhan segera memasukkan kembali ponsel miliknya dan memutar tubuhnya untuk bisa berhadapan langsung dengan mama Denia yang kini menatapnya dengan penuh tanya, namun bukan sekarang waktunya untuk membicarakan tujuannya datang kemari.


"Maaf mam, sepertinya boy harus kembali, karena ada sesuatu yang urgent"...


Pamitnya sambil memeluk tubuh Denia.


Denia hanya menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum.


Serkhan kemudian melangkah menjauhi Denia namun seketika langkahnya terhenti saat mendengar Denia memanggilnya.


"Boy"...


"Yes mam"...


Jawabnya sambil memutar kembali badannya.


"Bukankah tadi wanita yang ditelfon minta dibelikan rujak?"...


Tanya Denia sambil bangun dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekati Serkhan yang berdiri tak jauh darinya.


Serkhan mengangguk dengan lemas saat mendengar nama rujak itu kembali.


"Iya mam, boy bingung mau mencari dimana"...


Keluhnya dengan kepala tertunduk.


"Ayo mam buatkan, kebetulan mam baru belanja buah tadi pagi sepertinya bisa untuk dibuat rujak"...


Ajaknya sambil memegang tangan Serkhan yang kini menatapnya dengan penuh tanya.


"Mam orang Indo kalau kamu lupa boy, sepertinya yang tadi ditelfon sama seperti mam dan kamu banyak utang penjelasan pada mam?"...


Tudingnya saat melihat wajah berbinar lelaki yang menjulang tinggi dihadapannya ini.


"Hehehe...ayo mam cepetan buatin, entar boy jelaskan ke mam, ayo buruan.... entar calon cucu-cucu mam ngeces lagi"...


Cengirnya sambil menarik lembut tangan Denia membuat wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya dan berjalan mengikuti langkah Serkhan.


"Wah...wah...sepertinya ada yang rindu"...


Hay...hay...para readers othor doakan pagi ini kalian pada sehat semua dan jangan lupa berbagi jempol dan hadiahnya🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2