
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Dahi Nessa mengeryit kala sang suami membuka kamar tempatnya untuk meluruskan tubuh sembari menunggu sang suami selesai meeting namun baru beberapa menit suaminya sudah kembali bahkan menggerutu tak jelas.
"Mas, kenapa sih kok mulutnya kayak gitu?"...
Tanya Nessa dengan heran bahkan mulutnya terasa gatal karena melihat tingkah sang suami yang terlihat kesal itu namun mengacuhkannya saat sudah berada dikamar.
"Ehhh...maaf sayang, itu loo Abbas pagi-pagi dah bikin mas pengen aja, mas baru tahu kalau mereka ada hubungan"...
Jelasnya saat mendudukkan tubuh kekarnya dipinggiran ranjang sebelah sang istri setelah melepaskan kembali jas yang dikenakannya karena tadi niatnya ingin pergi meeting namun siapa sangka moodnya turun ketika melihat Abbas mencum bu seorang gadis yang si alnya adalah sekretarisnya.
"Emang apa yang dilakukan uncle Abbas mas?"...
Tanya Nessa dengan menegakkan badannya lalu tangannya melingkar dilengan sang suami dan menyandarkan kepalanya pada bahu kekar Serkhan, ya Nessa memanggil Abbas dengan sebutan uncle.
Serkhan menghembuskan nafasnya dengan pelan lalu mengelus lembut pipi chubby sang istri.
"Mas kira Abbas nggak punya hubungan spesial dengan seorang gadis nggak tahunya tadi mas melihat dia sedang mencium sekretaris mas"...
Jelasnya sesekali mencium pucuk kepala sang istri.
"Yang bener, Alhamdulillah akhirnya Uncle Abbas ada kemajuan"...
Pekiknya dengan senang sembari mendongakkan kepalanya dan tatapan mereka bertemu lantas saling melempar senyum.
Cup.
"Senang banget kayaknya?"...
Selidiknya setelah mencium sekilas bibir sang istri yang sudah menjadi candu baginya itu.
"Ya seneng dong mas, biar uncle nggak nyebelin plus dingin, heran deh ada ya orang ngalahin kulkas berasa dikutub utara aja kalau didekat uncle"...
__ADS_1
Celotehnya sembari memanyunkan bibirnya.
Cup.
Serkhan mengecup lagi bibir sang istri lantas membelai dengan penuh cinta bibir Nessa yang telah dikecupnya karena merasa gemas dengan celotehan calon mommy twins.
Cup.
"Mas ih"...
Ucapnya sebal saat sang suami mengecup lagi bibirnya sembari memukul dada bidang yang hanya dibalut kemeja berwarna hijau muda pilihannya tadi pagi.
Serkhan terkekeh pelan lantas memandnag sang istri dengan penuh cinta, rasanya dia sangat bahagia bisa memiliki wanita yang memberi warna dalam kehidupannya yang pernah kacau.
Namun dirinya tidak pernah menyalahkan takdir apalagi menyesali pernikahannya dulu, andai sang mantan istri tidak menorehkan luka mungkin dia tidak akan pernah bertemu dengan bidadari dihadapannya ini yang sedang mengandung calon bayi kembar mereka.
"I love you"...
Bisiknya dengan lembut saat dirinya menyatukan kedua kening mereka bahkan hembusan nafas Serkhan menerpa kulit mulus wajahnya.
"Me Too mas"...
Serkhan memajukan bibir seksoy miliknya hingga kini menempel sempurna, perlahan dirinya mema gut bibir sang istri lalu mulai melu mat dan menyesap bibir Nessa hingga menimbulkan suara decapan apalagi sang istri membalas pagu tannya membuat gai rahnya seketika bangkit apalagi sang naga yang perlahan mulai mengeras didalam penjara dna ingin keluar menuju sangkar yang sesungguhnya, sangkar yang hangat bahkan didalam sana dirinya bisa menyemburkan cairan putih kental itu.
Dan apalagi jika sudah seperti itu, didalam kamar selanjutnya yang terdengar adalah suara era ngan-era ngan yang membuat para jomblowers jika mendengar pasti akan merasakan panas dingin.
Jika didalam ruangan itu mereka sedang berbagi peluh dan suara yang saling merintih kenik matan tak jauh beda dengan diluar ruangan CEO.
Abbas semakin memepet tubuh Jeni didinding sedangkan bibirnya masih terus mema gut dan men yesap bahkan Jeni yang memang baru merasakan kali pertama dicum bu dirinya sangat kualahan untuk mengimbangi sesa pan pada bibirnya bahkan Abbas hanya sesekali melepaskan pagu tan mereka.
Jeni ingin menolak dan memukul pria tampan yang selalu bersikap dingin padanya itu namun apa daya tubuh dan mulutnya bertolak belakang.
Bahkan dia merasakan sesuatu yang keras dan sedang menekan perut bagian bawahnya hingga wajahnya merona, dirinya bukan gadis yang tidak tahu menahu soal hubungan badan namun jangan ditanya soal mahkotanya yang sampai saat ini masih terjaga dengan utuh bahkan first kiss nya hanya pria yang sedang mencum bunyalah yang mengambil.
Abbas melepaskan pagutan kala dia merasakan dadanya kembali dipukul, nafasnya tidak beraturan bahkan gai rahnya meningkat namun sebisa mungkin dia mencoba untuk menahan has ratnya.
Jeni pun melakukan hal yang sama, dirinya mengambil pasokan udara sebanyak-banyaknya bahkan pandangannya tak berani menatap pria yang pasti saat ini masih memandanginya.
Malu sudah pasti Jeni sangat malu bahkan dirinya membalas cum buan pria yang terkenal dengan sikap tegas dan dinginnya itu namun dia juga tidak mengelak jika Abbas mempunyai pesona sendiri yang bahkan sejak awal berjumpa dia sempat menaruh hati namun karena sikap dingin Abbas Jeni mengenyahkan fikirannya bahkan dengan bo dohnya dia malah mencoba untuk menggoda pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
__ADS_1
Abbas mengangkat dagu Jeni perlahan hingga tatapan mereka, diusapnya dengan lembut bibir merah Jeni yang kini membengkak karena ulahnya itu.
"Manis"...
Ucapnya dengan lirih bahkan pandangan tajamnya tak lepas dari wajah kemerahan dihadapannya itu.
"Tuan"...
Cicitnya pelan dengan wajah yang masih merona lantaran malu.
"Ssttt...kau milikku, jangan biarkan bibir ini tersenyum pada pria lain"...
Gumamnya sembari jarinya menutup bibir Jeni yang membengkak dengan ibu jarinya, bahkan ucapannya seperti ancaman bagi Jeni hingga membuat gadis itu mengeryitkan dahinya.
"Jadilah milikku"...
Desisnya dan tanpa diguda oleh Jeni tubuhnya seketika berada dalam gendongan Abbas hingga dirinya terpekik entah bagaimana sudah rupa rok spannya sebab dirinya mendengar suara seperti kain robek karena Abbas menggendongnya seperti bayi koala.
"Tuan Hmmppptt..."
Pekiknya.
Cup.
Jeni yang hendak protes tiba-tiba mulutnya sudah dibungkam oleh mulut Abbas bahkan kini ciu mannya semakin liar apalagi Abbas menahan tengkuk dan berjalan yang entah dia akan dibawa kemana.
Abbas dengan beringas memakan bibir milik Jeni dan dia tidak lagi memikirkan tentang keadaan sekitar namun dia berhenti tepat didepan CCTV dan memberi kode untuk dimatikan menggunakan tangannya dalam hitungan detik lampu di CCTV sudah tidak menyala menandakan telah dimatikan.
Abbas melangkahkan kakinya menuju ruangannya sendiri yang tidak jauh dari meja Jeni, entahlah apa yang ada didalam fikirannya kali ini yang pasti dia seperti mendapatkan candunya dan kini dia paham dengan apa yang pernah dilakukan oleh Tuan mudanya saat tak sengaja memergoki mereka tengah bercum bu.
Dan sepertinya diapun kini mulai memikirkan tentang masa depannya bersama dengan gadis yang kini berada diatas pangkuannya bahkan kemeja Jeni sudah berantakan karena ulah tangan nackalnya itu.
Gadis yang sempat dicap sebagai penggoda namun saat dia menelusuri tentang kehidupan gadis itu kini dia paham kenapa Jeni melakukan demikian dan dia sangat bersyukur jika Jeni masih murni belum pernah disentuh oleh siapapun kecuali dirinya.
Tubuh Jeni meliuk-liuk diatas pria yang kini sedang memainkan salah satu bukit kembarnya bahkan secara tak sadar dirinya menekan kepala Abbas agar melakukan hal lebih dikarenakan rasa geli dan tubuhnya seketika memanas.
Abbas menggeram tertahan kala Jeni bergerak tak beraturan diatas pangkuannya membuat burung raja wali miliknya berdenyut ingin keluar dari sangkarnya menuju sangkar yang lain.
Astaga...astaga...panas dingin sendiri jadinya kan🤣🤣🤣
__ADS_1
Tahan bas tahan masih ting-ting looo...🤣🤣🤣