Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Flashback End


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Tak terasa waktu bergulir begitu cepat, sudah sejak 3 bulan lamanya seorang gadis masih setia menutup mata indahnya dengan berbagai alat medis yang menempel ditubuh kurusnya, bobot tubuh itu menurun drastis semenjak tak sadarkan diri hingga saat ini...


"Kapan kamu bangun dek, abang berjanji akan selalu menjagamu"...


Ucapnya lirih seorang pria yang saat ini tengah menatap iba kepada seorang gadis yang masih tak sadarkan diri sambil menggenggam tangan kurus itu...


Semenjak gadis itu dinyatakan koma, beberapa hari setelah melakukan operasi dikepalanya, baron menganggap bahwa gadis itu adiknya dan saat ini mereka telah pergi meninggalkan pulau jawa dan sekarang berada di pulau Kalimantan itupun dengan penuh alasan saat akan memindahkan tempat berobat gadis yang tak di tahu namanya itu, jadi dirinya memberi nama alm. adiknya...


"Bang, sebaiknya kita makan dulu, ini sudah saya belikan tadi dikantin"...


Ucap seseorang yang barusan masuk kedalam rawat inap...


Seseorang itu adalah anak buahnya namun sekarang Baron menyuruh Dedi untuk tidak memanggil dirinya bos serta mengubah cara berbicara mereka, sebab baron akan melepaskan predikat preman yang melekat didirinya dan akan berubah untuk lebih baik lagi apalagi ada gadis yang harus dijaga hingga sembuh...


"Ayo"...


Mereka lalu menuju sofa yang sudah tersedia didalam rawat inap tersebut, ya baron menghabiskan banyak uang demi seorang gadis yang dianggap sebagai adiknya tersebut karena rasa bersalah serta mimpi didatangi almh. adiknya yang menangis lalu berkata untuk untuk merubah sifat serta membuat seorang gadis yang dicelakainya kembali seperti semula....


Sewaktu mereka masih berada di Bali, baron mendapatkan bonus besar dari orang yang menyuruh mereka untuk melenyapkan gadis yang diculiknya itu serta orang yang dipanggil nona bos sempat memeriksa ke adaan gadis yang sudah dinyatakan baron meninggal, alhasil dengan segala drama yang dibuatnya akhirnya nona tersebut bisa melihat bahwa gadis yang ingin dilenyapkannya sesuai dengan keinginan darinya itu dan disinilah baron membawa gadis tak berdosa tersebut jauh dari orang yang menginginkannya lenyap...


Beberapa saat kemudian mereka selesai menyantap menu sarapan yang di bawa oleh dedi dan baron beranjak dari duduknya untuk membersihkan tubuhnya...


"Ded, tungguin bella dulu ya, saya mau mandi... udah gerah banget soalnya"...


Ucapnya sambil menuju tempat penyimpanan barang bawaan mereka...


"Siap bang"...


Jawabnya sambil membereskan sisa-sisa makanan yang berada di atas meja...


Baron meninggalkan mereka dan langsung masuk kedalam kamar mandi, sedangkan dedi setelah semuanya beres dirinya berjalan menuju brangkas rumah sakit...


"Ckkk....kasian sekali kamu, cantik-cantik tapi ada yang berniat ingin melenyapkanmu"...


Gumamnya pelan sambil terus memperhatikan wajah pucat yang masih setia menutup matanya...


Dedi lalu memperbaiki selimut yang sedikit tersingkap hingga memperlihatkan tangan kurus itu, lalu disaat bersamaan dirinya melihat ada pergerakan dari salah satu jari itu...


"Alhamdulillah" Pekiknya dengan girang.


"akhirnya ada perubahan juga, tunggu sebentar ya bang ded akan panggilkan dokter dulu"...


Gumamnya dan langsung memencet tombol yang tersedia diatas tempat tidur itu.


Segeralah ditekan tombol khusus untuk memanggil perawat atau suster.


Tak lama kemudian terdengar suara hendle pintu terbuka, dan masuklah dokter beserta dua orang suster dibelakangnya, bersamaan pula dengan seorang pria yang keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sudah nampak rapi dan segar...

__ADS_1


"Loo...ada apa ini?" Tanya baron saat melihat dokter beserta perawat berada didalam ruangan itu padahal pagi tadi mereka sudah berkunjung untuk memeriksa kondisi bella


"Bang, tadi saya liat kalo jari bella bergerak makanya saya langsung panggil mereka" Jawabnya dengan antusias.


"Ya sudah dok totong secepatnya diperiksa" Ucapnya tak kalah antusias dari dedi.


Dokter langsung bergerak untuk memeriksa keadaan bella dan tak lama kemudian mata yang sudah berbulan-bulan tertutup akhirnya perlahan mengerjap-ngerjap membuat orang yang disekitar brangkas sangat bahagia sambil menampilkan senyuman dimasing-masing wajah mereka hingga seketika senyum mereka langsung meredup saat gadis yang sudah membuka matanya dengan sempurna berucap.


"Kokk ge...gelap.. a..aiirr..." Ucapnya dengan lirih dan terbata-bata...


Duarrr...


Dada baron seakan tertusuk ribuan saat mendengar ucapan dari gadis yang baru siuman tersebut dan langsung saja pandangannya beralih ke dokter yang saat itu juga tengah menatapnya seakan baron bertanya lewat sorot mata tajamnya 'Dokter apa maksudnya'.


"Nona"...


Suara seorang pria paruh baya terdengar di gendang telinganya dan langsung saja dokter tersebut memberi kode kepada suster untuk memberinya minum...


"Ini nona, minumlah"...


Ucapnya dengan lembut sambil mengarahkan sedotan ke mulut bella.


Bella menyedot minuman air putih dengan perlahan setelah dirasa cukup, dirinya melepaskan sedotan itu dari mulutnya dan suster langsung menjauhkan gelas tersebut...


"Nona, apa nona bisa mendengar saya?"..


"Ya, saya mendengarnya, anda siapa, kenapa gelap sekali disini?"...


Tanya bella dengan nada lirih...


"Perkenalkan nama saya Dokter Firman, saya yang bertugas selama nona tak sadarkan diri dan saat ini nona sedang berada dirumah sakit, apa nona mengingat siapa nama nona?"...


Jelas dokter tersebut dan sambil bertanya...


"Jadi saya berada dirumah sakit?"...


Ucapnya.


"Saya nggak tau dok"...


Sambungnya dengan nada sendu...


"Baiklah, mohon maaf nona saya akan memeriksa anda terlebih dahulu"...


Ucapnya dan langsung diangguki oleh bella dengan pelan...


Sedangkan baron masih menatap gadis tersebut dengan rasa bersalahnya serta iba dan dirinya berjanji akan membuat gadis tersebut bisa sembuh seperti semula lalu mencari tau latar belakang gadis tersebut dan akan mengembalikannya jika kondisi sudah mendukung.


Setelah melakukan pemeriksaan dokter beserta yang lain pamit untuk undur diri dan sebelum itu dokter tersebut memberi kode kepada baron untuk mengikutinya dan baron tanpa menjawab langsung mengikuti langkah kaki dokter tersebut...

__ADS_1


Sedangkan didalam ruangan itu, bella masih termenung dengan arah mata ke langit-langit kamar inapnya, semakin dirinya ingin mengingat sesuatu rasa sakit itu pun seketika timbul...


"Awwwwsss...."...


Rintihnya sambil memegang kepalanya dan baru tersadar jika kepalanya diperban...


"Bella, jangan banyak berfikir dulu nanti tambah sakit kepalanya?"...


Ucapnya dengan panik saat mendengar rintihan dari bella...


"Bella"...


Beonya sambil menengok kearah sumber suara laki-laki yang terdengar digendang telinganya...


"Ya nama kamu bella, panggil saja saya dedi adik angkatnya bang baron"...


Ucapnya sambil mendudukkan tubuhnya dikursi sebelah brangkas bella...


"Jadi namaku bella, lalu bang baron siapa?"


Tanya bella saat mendengar nama pria asing...


"Bang baron kakak bella"...


Jawabnya.


"Lalu dimana sekarang?"


"Bang baron lagi keluar untuk menemui dokter, kamu istirahat aja lagi bel biar cepat sembuh".


Ucapnya dan dibalas senyuman tipis dari bella, tak lama kemudian bella memejamkan matanya mungkin karena masih pengaruh dari tidur panjangnya membuat dirinya merasa lelah hingga memutuskan untuk menuruti ucapan laki-laki tersebut.


Seorang pria keluar dari dalam ruangan pribadi seorang dokter, dengan langkah gontai dirinya berjalan keluar sambil memikirkan ucapan dokter tentang kondisi bella yang sesungguhnya...


"Maafin abang bel, abang janji jika kamu sudah sembuh nanti abang akan mencari keluarga kamu dan mengembalikan ke mereka dan abang siap untuk menerima hukumannya kelak"..


Gumamnya lirih saat menintip lewat jendela kecil belapis kaca yang berada dipintu rawat inap bella dan melihat seorang gadis sedang terbaring disana...


ASSALAMUALAIKUM READERS


SABAR YA MENANTI KELANJUTAN DARI MAMAS DUDA, TENANG AJA SEBENTAR LAGI AUTHOR AKAN MEMPERTEMUKAN MEREKA...


TETAP BERI LIKE, GIFT, VOTE SERTA SUPPORT SELALU YA READERS BIAR AUTHOR SEMAKIN BERSEMANGAT UNTUK MEMBUAT PART-PART BERIKUTNYA...


SALAM SAYANG


MOM OLLA


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2