Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Kembali kerumah


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Setelah beberapa hari menginap dirumah sakit, akhirnya sang ratu sudah diizinkan pulang dan tentu si bumil sangat antusias sekali hari ini, bahkan senyumnya terus terukir indah dipagi itu seperti sinar sang mentari pagi dilangit Turki.


"Senang, heum?"...


Suara lembut mengagetkan rasa kesenangannya namun sedetik kemudian senyumnya kian melebar bahkan kini kedua tangannya merentang sempurna saat menengok dan mendapati sang suami diberdiri tak jauh darinya.


Dan tentu lelaki gagah yang baru keluar dari kamar mandi dengan senang hati langsung mendekap tubuh wanita bumil satu ini, sibumil yang semakin manja tapi dia suka.


Grep.


Nessa menghirup dalam-dalam aroma yang keluar dari tubuh sang suami, dia memang melarang suaminya untuk membersihkan diri dan hanya diijinkan cuci muka serta gosok gigi.


"Geli yang"...


Ucapnya tertahan saat kancing bajunya ternyata sudah terlepas 2 dan benda kenyal dirasakan menempel didada bidangnya serta terdengar suara kecupan.


"Isshhh menyebalkan"...


Bugh.


Nessa memukul bahu suaminya sedikit keras sesaat setelah menjauhkan wajahnya dari dada bidang sang suami bahkan kini dia membuang muka dengan bibir mengerucut kesal karena kesenangannya terganggu.


Sedangkan Serkhan nampak menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan dirinya menghirup udara lalu menghembuskan secara perlahan.


Grep.


Serkhan kembali memeluk wanitanya yang di tahu pasti saat ini sednag merajuk karena ucapannya tadi.


Cup.


"Maaf, nanti dirumah saja ya...kan nggak lama pasti akan dokter yang berkunjung"...


Bisiknya pelan setelah memberi kecupan dileher sang ratu bahkan Nessa dengan kuat menggigit bibirnya kala merasakan kecupan diarea leher jenjangnya.


Tok...tok...tok...


Dan benar saja tak berselang lama suara ketukan pintu terdengar.

__ADS_1


"Sebentar ya mas buka pintu dulu"...


Ucapnya lembut dan menyempatkan untuk mengusap perut buncit sang istri sebelum pelukannya terlepas.


Nessa hanya mengangguk pelan dan saat sang suami sudah beranjak dari ranjangnya, Nessa segera memperbaiki duduknya.


Tak berselang lama sang dokter serta perawatnya mendekat kearahnya dan setelah melakukan pengecekan terakhir, mereka lantas langsung undur diri dari ruangan tersebut.


Serkhan perlahan berjalan mendekat kearah sang istri setelah mengantar dokter tersebut sedangkan Nessa langsung memalingkan wajahnya dengan bibir yang kembali mengerucut.


Cup


Mata Nessa seketika melotot saat merasakan benda kenyal menyatu dengan miliknya, bahkan dia merasakan sesapan serta luma tan lembut dari sang suami bahkan dengan perlahan tangan kekar sang suami sudah berada ditengkuknya sedangkan yang satunya melingkar dipinggangnya.


Nessa dengan malu-malu membalas luma tan sang suami sedangkan Serkhan tersenyum disela cumbuannya, cukup lega saat sang istri sudah tidak ngambek lagi dengan cara Nessa membalas cumbuannya menandakan demikian.


Dengan perlahan Serkhan melepas tautan bibir mereka dan tangannya terulur untuk mengusap lembut bibir sang istri dan membersihkan sisa saliva yang menempel karen ulahnya.


"Jangan marah lagi, heum....maafin mas ya?"...


Ucapnya dengan lembut dan memandang sang iatri dengan penuh cinta.


Nessa perlahan menganggukkan kepalanya dengan pandangan mereka tidak lepas satu sama lain.


Serkhan berucap dengan jujur sebab memang seperti itu adanya karena pagi sekali Anne menelfon dan tidak akan kerumah sakit untuk menjemput sang menantunya dan sebagai gantinya Anne menyiapkan hidangan demi menyambut menantu serta calon kedua cucunya itu.


Dengan perlahan Serkhan membantu sang istri untuk berpindah dari tempat tidur ke atas kursi roda yang memang sudah disediakan dari awal menginap disini.


"Mas, Nessa bisa jalan sendiri"...


Tolak Nessa saat tubuhnya akan dipindahkan.


"No sayang, kali ini menurut sama mas, okey"...


Ucapnya dengan lembut namun tetap terdengar tegas.


Nessa hanya mampu menganggukkan kepalanya dengan pasrah saat tubuhnya sudah berpindah ke atas kursi roda.


Dengan perlahan Serkhan mendorong kursi roda tersebut dan saat sudah keluar dari ruangan dirinya segera memberi kode kepada anak buahnya untuk membawa barang bawaan yang masih berada didalam.


Sepanjang perjalanan menuju dilantai dasar mereka menjadi pusat perhatian bahkan tak segan Serkhan menunjukkan perhatiannya terhadap wanita yang menjadi ratu dihidupnya.


Bukan lebay namun Serkhan memang sangat mencintai wanitanya yang saat ini sedang mengandung kedua calon anaknya.


Setelah hampir menempuh waktu 30 menit kini mobil yang dikendarai oleh Serkhan sudah sampai dihalaman Manssion kedua orang tuanya.

__ADS_1


Bahkan mereka ternyata sudah berkumpul di teras tersebut dengan senyuman lebar bahkan mama Denia pun ada diantara kedua orang tuanya.


Mesin mobil sudah dimatikan dan dengan cepat Serkhan keluar untuk membukakan pintu mobil untuk sang ratu, bahkan Baba tak mau berdiam saja dengan tubuh yang sudah berumur dirinya dengan sigap mengeluarkan kursi roda untuk sang menantu yang disimpan di bagasi belakang mobil.


"SELAMAT DATANG"....


Seruan kompak mereka terdengar bahkan para maid sengaja dikumpulkan oleh sang Nyonya besar demi menyambut datangnya kembali menantu di keluarga Bassam.


Nessa tersenyum haru saat mendapatkan sambutan hangat dari mereka semua bahkan Nessa masih tak menyangka jika dia bisa berada ditengah-tengah keluarga yang berada namun juga sangat baik hati.


"Selamat datang sayang"...


Ucapan lembut keluar dari bibir wanita paruh baya saat memeluk tubuhnya dengan hangat yang kini sudah berada diatas kursi roda.


"Terima kasih Anne"...


Ucapnya dengan penuh rasa syukur dan membalas pelukan wanita paruh baya yang sangat menyayanginya seperti ibunya yang berada ditanah kelahirannya, bahkan sampai detik ini ingatan wanita hamil itu belum juga pulih.


Terkadang dirinya ingin sekali mengingat kenangan-kenangan sebelum dirinya bertemu dengan sang suami namun apa daya dia akan merasakan sakit dibagian kepala jika dia bersikeras untuk bisa mengingat kembali.


Mereka lalu mengucapkan selamat secara bergantian dan kini Nessa sudah berada diruang makan dengan mengosongkan satu bangku dan itu hanya untuk si bumil.


Bahkan Serkhan sampai mendengus kesal saat sang ratunya dikuasai oleh kedua emak-emak yang sudah lanjut usia sayangnya dia sangat mencintai keduanya.


"Sabar boy"...


Kekehan terdengar dari mulut lelaki paruh baya siapa lagi jika bukan Baba yang berucap.


Serkhan hanya melirik sang Baba sekilas dengan tatapan malas sedangkan Baba langsung mengangkat kedua bahunya tanda acuh.


Pagi itu kediaman Sulthan nampak ramai bahkan mereka melakukan Video call dengan besan yang berada ditanah air dan langsung terhubung dilayar besar diruang keluarga walau awalnya ada tangisan haru namun lama kelamaan mereka saling melempar canda bahkan dalam waktu dekat kedua orang tua Nessa akan berkunjung dan itu atas saran Serkhan.


Bahkan Ibu Hana sempat memamerkan kucing yang pernah di idam-idamkan oleh sang putri walau Nessa tidak mengingatnya namun dirinya langsung jatuh cinta terhadap kucing berwarna putih polos dengan bulu tebalnya.


Sepanjang obrolan Nessa terus saja tersenyum bahagia sebab dirinya merasakan kehangatan dikeluarga sang suami walau tidak dipungkiri bahwa dirinya juga merindukan kedua orang tuanya.


Cup.


Nessa tersenyum setelah tahu siapa yang mengecup pelipisnya, mereka melewati hari itu dengan penuh rasa bahagia.


Cuaca mendukung, suami kerja, anak masih terlelap....cus langsung pegang hp dan ketik mengetik dengan kaki berselimut...


🤭🤭🤭🤭


Ada yang sama dengan cuaca kalian disana para Readers?

__ADS_1


__ADS_2