
Happy Reading๐ค๐ค๐ค
Like.
Vote.
Gift.
Sepasang suami istri yang baru beberapa saat lalu sudah resmi menjadi pasangan pengantin baru, kini keduanya memasuki sebuah kamar yang sudah dipesan secara khusus untuk mereka sebagai salah satu hadiah pernikahan dari sang calon daddy twins yaitu Serkhan.
Dito melebarkan senyum ketika melihat pemandangan didepannya walau tidak dipungkiri jika saat ini dalam hatinya dilanda kegugupan yang luar biasa, sebuah ranjang yang sudah dihias sedemikian rupa seperti pada umumnya bagi sepasang pengantin baru, ranjang yang akan menjadi saksi bisu keperjakaan seorang Dito Alansyah berakhir di angka 33 tahun.
Lain halnya dengan pengantin wanita, saat ini dia sangat gugup sekali walau hal ini bukan pertama untuknya entah mengapa baru kali ini dia merasakan hal seperti ini.
Bahkan kini tangannya terasa dingin karena kegugupan yang melanda membuat sang suami langsung peka.
Dito membalikkan tubuhnya hingga kini mereka saling berhadapan tanpa melepaskan sebelah tangan yang saling bertautan, dia mengulum senyum saat melihat wajah malu-malu dari sang istri.
Tangannya terulur untuk mengangkat dagu Feli sebab saat ini sang istri sedang menundukkan pandangannya, dapat dilihat wajah sang istri yang tengan malu-malu dan gugup, ingin rasanya dia tertawa namun sebisa mungkin dia tahan.
Cup.
Sebuah kecupan mendarat mesra dikeningnya membuat Feli seketika memejamkan matanya, menikmati kecupan halal yang diberikan oleh sang suami, kata suami rasanya masih terasa asing namun dia sudah bertekad dalam hati jika dia akan mencoba membuka hati untuk pria yang saat ini sudah sah menjadi suaminya.
"Feli mau mandi dulu mas." Cicitnya dengan rasa gugup.
Dito segera memberi jarak dan mengusap lembut pipi sang istri dan tak lama dirinya menganggukkan kepalanya pelan.
Feli segera berlalu meninggalkan suami berondongnya itu, dengan tergesa-gesa dirinya ingin cepat sampai didalam kamar mandi karena rasa gugup yang mendera.
__ADS_1
"Nggak butuh bantuan kah yang?" Goda Dito dengan senyum jahilnya saat melihat tingkah menggemaskan sang istri.
Sedangkan sang empu wajahnya seketika merona saat mendengar godaan dari sang suami bahkan kini dirinya berhenti mematung saat sudah berada didepan pintu kamar mandi.
Gleuk.
Dito perlahan melangkah menuju dimana sang istri seketika berhenti, dapat dilihat jika bentuk dari kebaya yang digunakan oleh istrinya pasti akan sulit jika dibuka tanpa bantuan.
Feli menahan nafas saat merasakan sesuatu melingkar diperut rampingnya dan hembusan nafas hangat menerpa batang kulit lehernya membuat tubuhnya seketika meremang.
Perlahan tangan besar itu terulur untuk melepaskan kancing demi kancing yang berada dibalik tubuh sang istri dan kini dirinya yang menjadi tak karuan saat melihat betapa putih dan halusnya kulit punggung wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.
Gai rahnya seketika meninggi saat merasakan betapa halusnya kulit mulus tanpa cacat itu hingga dia merasa tak sanggup untuk menahannya lagi.
Cup.
Sebuah kecu pan namun mampu menyengat tubuh Feli bahkan tangannya kian berpegangan erat pada gagang pintu kamar mandi.
Gleuk.
Feli menelan saliva dengan susah payah saat merasakan sesuatu yang mengeras mengenai bagian atas pinggulnya dan dia tahu jika saat ini gai rah sang suami telah bangkit.
Ceklek.
Dito meraih tangan sang istri yang maish berada digagang pintu kamar mandi dan dia menekan untuk membuka pintu kamar mandi tanpa melepaskan bibirnya dari punggung mulus sang istri.
Dan entah sejak kapan kebaya yang dikenakan oleh Feli teronggok mengenaskan dilantai bahkan suara yang sangat menggoda keluar dari bibir seksi sang istri membuat gai rahnya semakin tak terkendali lagi.
Kini tubuh Feli sudah setengah naked sebab yang dikenakannya saat ini hanya sepasang pakaian dalam berwarna hitam sangat kontras dengan kulit putih miliknya.
__ADS_1
Dengan pelan Dito membawa tubuh sang istri untuk masuk kedalam kamar mandi dan tangan satunya yang sedang menganggur mencoba untuk melepaskan kemeja putih yang masih terpasang.
Setelah upaya pelepasan kain yang menempel di tubuh kekarnya dan kini hanya tersisa boxer berwarna putih yang menutupi pusaka ting-ting miliknya, kini mereka berdua sudah berada dibawah shower dan mengatur suhu air untuk mengguyur tubuh keduanya.
Dito membalikkan tubuh lemas sang istri dan ketika sudah saling berhadapan dirinya segera membungkam bibir seksi yang sungguh dinantinya sejak tadi.
Sesa pan dan luma tan dia berikan dengan penuh kelembutan sebab dia ingin snag istri merasa nyaman selama mereka berhuhungan.
Feli hanya mampu membalas dengan perlahan dan kedua tangannya mencengkeram sedikit kuat saat kedua tangan kekar sang suami menekan pinggulnya membuatnya merasakan betapa kerasnya milik sang suami.
Dibawah guyuran air hangat yang membasahi keduanya, Dito merapatkan tubuhnya agar sang istri bersender didinding tersebut dan dengan perlahan kedua tangan kekarnya mengangkat tubuh sintal sang istri membuat siempu terpekik saat tau tan bibir mereka terlepas.
Karena takut jatuh, Feli melingkarkan kedua kakinya dipinggang sang suami dan kedua tangan mulusnya melingkar sempurna dileher Dito.
Dapat Feli lihat jika mata sang suami sudah dipenuhi kabut gai rah dan dia sebagai seornag istri hanya mampu menyanggupi keinginan sang suami sebab dia ingin pernikahan kali ini untuk seumur hidupnya.
Seolah paham dengan keinginan sang suami, tangan mulusnya beralih kebelakang tubuhnya yang dia condongkan sedikit hingga belahan bukit sintal mengenai wajah Dito membuat pria tersebut menghirup dalam aroma yang dihasilkan dari kulit mulus snag istri.
Matanya kian melebar saat penyangga kedua bukit tersebut sudah dibuang oleh sipemilik membuatnya melihat pucuk bukit berwarna kecokelatan itu terpampang nyata dihadapannya.
"Aku milikmu malam ini mas." Bisiknya dengan sen sual bahkan dengan beraninya dia mencondongkan sebelah bukitnya hingga pucuk bukit berwarna kecokelatan itu mengenai mulut Dito yang terbuka sedikut.
Bagai terhipnotis oleh godaan didepan matanya, kini mulutnya sedikit melebar dan segera memasukkan pucuk tersebut kedalam mulut hangatnya hingga membuat sang empu mendesis hingga memejamkan mata menikmati rasa hangat yang berada disalah satu bukit kembar miliknya.
Dito segera mengu lum, men ye sap dan sedikit memberi gigitan hingga membuat Feli semakin tak tinggal diam saat berada digendongan Dito, seolah memacing has ratnya tangan Dito meraih tali yang terikat disisi pinggul wanitanya.
Sedikit mengangkat badan sang istri tanpa melepaskan kegiatan mulutnya, kini dia berhasil membuat kain pembungkus inti dari sang istri dan dirinya pun meloloskan kain terakhir yang masih melekat di pusaka ting-ting miliknya.
"Let's play, honey?" Tanya Dito setelah melepaskan ku lumannya dan memandnag sayu sang istri.
__ADS_1
Sedangkan Feli yang juga sudah diliputi gai rah hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan hingga tak lama suara de sahan keduanya menggema didalam kamar mandi.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, semoga ibadah pertama kita besok berjalan dengan lancar...amiinn๐๐๐