Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Jolly_Persiapan


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Acara yang digelar dengan sederhana versi Jo sedikit demi sedikit para tamu undangan sudah tampak mulai berkurang walau tidak banyak undangan namun tak dipungkiri suasa hangat malah lebih terasa sebab sepasang pengantin bisa saling menyapa dan saling berkenalan terutama sang mempelai wanita yang memang baru pertama kali bertemu bahkan perempuan itu hanya kenal segelintir orang-orang yang berada diantara para tamu yang hadir.


Pesta yang terkesan sederhana namun sangat disukai oleh gadis yang sebentar lagi akan menjadi mantan gadis sebab kini statusnya yang sudah menjadi istri sejak beberapa saat lalu.


"Kakak senang?" Tanya seseorang tepat disampingnya ketika dirinya memperhatikan sang putri sejak tadi dari kursi yang disediakan untuknya.


"Emm...Senang, semoga suaminya bisa memberi kebahagiaan buat Elly." Ucapnya pelan sambil memandang sekilas sang adik yang turut hadir pada pesta pernikahan sang keponakan.


"Sari yakin kak, nak Jo bisa membahagiakan putri kakak." Yakin Sari dengan menggenggam tangan sang kakak, saudara satu-satunya yang ia punya.


Marni mengulas senyum haru dan pandangannya kembali kepada sepasang pengantin yang masih menyapa para tamu undangan yang masih bertahan didalam gedung itu.


Waktu sudah menunjukkan pukuk 11 malam dan para tamu sudah sepi sebab acara telah usai.


Setelah memastikan ibu mertua serta sang bibi pulang dengan selamat ke arah apartemen miliknya dan kini dia segera menuju kamar yang akan menjadi malam pertamanya dia memiliki pendamping hidup setelah sekian tahun lamanya dengan status yang baru.


Sepasang pengantin baru keluar dari dalam lift dengan saling bergandengan tangan tak dipungkiri walau kecanggungan ada diantara mereka namun tampaknya sang pengantin pria sedikit harus agresif karena dia paham sang istri masih sangat malu.


Ceklek.


Jantung Elly seketika berdetak lebih kencang ketika pintu kamar hotel tempatnya menginap dibuka oleh sang pemiliknya, kamar yang akan menjadi saksi bisu dirinya melepas keperawanan yang selama ini ia jaga hanya untuk suaminya kelak dan pria inilah yang akan mendapatkannya, tangannya terasa dingin sekali saat tangan kekar itu menarik lembut agar lebih masuk kedalam kamar.


Walau cinta belum tumbuh untuk sang suami namun tak dipungkiri perasaan nyaman sudah ada apalagi setelah lamaran sebulan lalu suaminya kerap menelfon ataupun memberi kabar.


Dugh.


"Awww..." Ringisnya sambil menyentuh keningnya yang terasa sedikit sakit karena terbentur sesuatu yang keras.

__ADS_1


Jo segera membalikkan badannya saat merasakan punggungnya seperti ada yang menabrak dan benar saja istrinya nampak mengusap kening membuat tangannya secara reflek ikut menyentuh.


"Maaf, sakit ya?" Tanyanya sambil mengulum senyum dengan jari yang masih mengusap kening sang istri.


"Ngelamun apa sih sampai-sampai bisa nabrak punggung aku?" Tanya Jo yang kini malah menikmati paras ayu sang istri.


Wajah Elly seketika memanas karena dia memang sempat memikirkan soal malam pertamanya itu, walau belum ada cinta namun ia tak ingin membuat suaminya kecewa, toh bukannya cinta bisa cepat hadir dengan seiring berjalannya waktu seperti pesan yang pernah ibunya berikan beberapa hari yang lalu bahwa berikan hak suami walau belum ada cinta karena walau bagaimanapun itulah haknya dan kita akan sangat berdosa bila menolak dengan alasan belum ada cinta padahal pernikahan mereka sakral.


Jo mengangkat dagu sang istri ketika melihat iatrinya menundukkan pandangannya hingga kedua pasang mata saling menatap.


"Aku tidak akan meminta hakku jika hatimu belum siap sayang, bersihkanlah tubuhmu... pasti kamu lelah bukan." Ucapnya dengan lembut dan memandang sang istri dengan penuh cinta, walau tak dipungkiri dirinya sangat menginginkan malam pertama namun dia juga tidak ingin egois jika sang istri belum siap karena dia paham hubungan mereka masih sangat singkat.


Degh.


Jantung Elly kembali berdetak lebih kencang ketika mendengar ungkapan suaminya membuat dirinya bersalah jika malam ini ia tak memberikan hak, apalagi melihat sorot cinta serta ketulusan dari pria yang kini telah sah menjadi suaminya itu.


"Sayang, kok melamun lagi."


Elly kembali tersentak dan tak lama dirinya memberi senyuman kepada sang suami.


Jo seketika mematung dengan tangan yang masih memegang dagu istrinya tak lama kemudian senyumnya lebar.


"Beneran?" Tanyanya ingin memastikan pendengarannya agar tidak salah menangkap dan semyumnya semakin lebar ketika melihat anggukan pelan dari sang istri.


Grep.


Jo segera menubruk sang istri dan terdengar pekikan kecil istrinya.


"Hehehe...maaf aku terlalu bersemangat sayang." Ucapnya dengan sumringah sembari melerai pelukannya.


Elly perlahan mengembangkan senyum ketika melihat wajah ceria suaminya itu, dalam hatinya jika dia tak memberi hak suaminya pasti malam ini ia tak akan melihat senyum ceria terlukis pada wajah tampan dihadapannya ini.


Cup.


Mata Elly mengerjap pelan saat merasakan kecupan dikeningnya hingga wajahnya kembali memanas membuat si tersangka menjadi gemas sendiri malihat tingkah lucu istrinya itu.

__ADS_1


"Uuhh...bikin geumus deh." Ucapnya kembali merapatkan pelukannya dan sedikit menunduk lalu menamparkan dengan mesra hidung keduanya membuat sang istri tertawa kecil.


"I love you."


Degh.


Tawa Elly seketika lenyap digantikan dengan matanya yang kini memanas saat mendengar ungkapan cinta dari sang suami.


"Ssttt...aku tak ingin mendengar apapun sekarang, aku tahu kamu belum mencintaiku namun aku akan berusaha untuk membuat kamu jatuh cinta padaku sebelum ada calon junior disini." Ucapnya dengan lembut sambil menyentuh perut istrinya yang masih datar.


Tes.


Air mata Elly seketika jatuh dan dieinya langsung menerjang tubuh sang suami, bertambah pecah saat merasakan elusan lembut pria yang sudha menjadi suaminya itu.


Setelah merasa lega sudha mengeluarkan air mata haru, Elly perlahan meregangkan pelukannya dan memandang sang suami yang jauh tinggi darinya hingga membuat dia mendongak agar bisa memandang suaminya itu.


"Jangan menyerah membuatku untuk mencintaimu, karena aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup." Lirihnya.


Jo mengangguk cepat lalu tangannya terulur untuk mengusap air mata yang mengalir dipipi lembut sang istri.


Cup.


Mata Jo berkedip saat dirinya mendapatkan kejutan tak terduga sedangkan sang tersangka langsung membenamkan wajahnya setelah mengecup singkat bibir seksi milik suaminya membuat dirinya malu bukan main.


Jo menyeringai me sum setelahnya tak dipungkiri tubuhnya seketika memanas padahal hanya kecupan.


"Nakal ya sekarang." Goda Jo sambil memiringkan kepalanya agar dapat melihat wajah merona milik istrinya itu.


Hap.


Dengan sekali angkat kini tubuh mungil istrinya sudah berada digendongannya membuat sang empu terpekik tertahan.


"Sepertinya kita tak memerlukan waktu untuk mandi, bukankah kita akan mandi keringat." Ucap Jo dengan menaik turunkan alisnya.


Gleuk.

__ADS_1


Persiapan dulu, masih siang soalnya nanti tambah panas lagi🤣🤣🤣


__ADS_2