Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Pasar malam


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Klik...


Bunyi seatbelt terdengar membuat nessa mengalihkan wajahnya.


"Kita dimana mas?"...


Tanyanya.


Saat nessa sudah mengganti bajunya dengan baju yang biasa dia pakai saat menuju butik, serkhan mengajaknya untuk kesuatu tempat.


Dan disinilah mereka berada didepan sebuah pasar malam, ya salah satu keinginan nessa ingin berada di tempat ini bersama orang terkasihnya.


Setelah peristiwa penculikan itu serkhan selalu rutin untuk menjenguk calon mertuanya itu dan selalunya dia akan senantiasa berada dikamar nessa dan itupun atas ijin dari kedua orang tua nessa.


Saat berada di dalam kamar nessa waktu itu, netranya menangkap sebuah benda yang terselip di bawah bantal tak jauh darinya.


Dan disanalah serkhan membaca beberapa keinginan nessa yang belum terwujud, dan dirinya berusaha untuk mengabulkan setiap keinginan yang tertulis diatas kertas sebuah diary jika suatu hari sang pujaan hati kembali kesisinya.


Pasar malam inilah salah satunya, dengan situasi yang ramai akan suasana hingar binar aneka permainan dan banyaknya para penjual kecil serta banyaknya suara-suara anak kecil yang saling bertautan.


Karena nessa anak tunggal, jadi dia ingin merasakan yang namanya suasana keramaian apalagi jika anak kecil dan dirinya sangat menyukai anak kecil namun sayang kedua orang tuanya tak dapat mengabulkannya untuk mempunyai seorang adik.


Ceklek...


Pintu mobil penumpang bagian depan dibuka oleh serkhan membuat nessa semakin mengeryitkan dahinya saat pendengarannya menangkap suara bising dan suara-suara anak-anak serta orang dewasa sayup-sayup terdengar tak jelas disebabkan oleh suara musik.


Hap.


Serkhan tanpa aba-aba mengangkat tubuh nessa membuat sang empu terpekik langsung karena tiba-tiba tubuhnya melayang diudara dan secara reflek nessa langsung mengalungkan kedua tangannya di leher serkhan.


"Maaasss"...


Pekiknya sambil memukul apapun yang dapat digapai dengan tangan mungilnya.


"Nessa kaget tau, coba bilang kek kalo mau angkat nessa"...


Cebiknya sebal terhadap sang calon suami.


Sedangkan sang pelaku hanya terkekeh kecil saal mendengar ucapan sebal nessa serta mendapatkan pukulan tepat di dada atasnya namun tak terasa sakit sedikit pun.


Cup.


Sebuah kecupan singkat menempel dibibir nessa membuat sang empu semakin mendelik sebal akibat kelakuan serkhan yang tak tau tempat itu.

__ADS_1


"Kebiasaan banget suka cium-cium"...


"Nah kita sampai"...


"Ini pasar malam tak jauh dari tempat kita tinggal nantinya, banyak lampu berwarna warni, banyaknya permainan, ada komedi putar, mandi bola, lempar kaleng, kereta-keretaan, tembak-tembakkan, dan ada juga bianglala berukuran besar, aneka jajanan, ada bakso, sate, ayam lalap, nasi pecel, pecel lele"...


Serkhan menyebutkan satu persatu apa yang tertera berdasarkan nama di baliho setiap gerobak penjual makanan, hingga nama permainan pun dirinya hafalkan saat mengetahui bahwa sang pujaan hati tak dapat melihat untuk sementara waktu dan tentu saja itu semua campur tangan dari asistennya abbas yang saat ini sedang dipusingkan oleh acara pernikahan dadakan yang Tuan mudanya akan gelar esok malam.


Ya, mereka sepakat untuk mengadakan pernikahan secara privat dikarenakan keadaan nessa yang tak memungkinkan untuk di pajang di depan para tamu, bukan karena malu memperistri dengan keadaan yang tak sempurna namun serkhan lebih menjaga hati pujaannya agar tak tersakiti nantinya oleh ucapan serta hinaan orang-orang nantinya.


Nessa seketika berbinar saat mendengar penuturan dari serkhan, sebagai seorang wanita dirinya merasa sangat bahagia saat ada seorang lelaki mampu membuatnya menjadi seorang ratu, menuruti segala keinginan seorang wanita bukan berarti menjadikan lelaki tersebut sebagai budak dari wanitanya, namun hal tersebut demi membuat sang wanita merasa dihargai dan tidak dipandang rendah.


"Terima kasih mas, tapi ngomong-ngomong dari mana mas tau kalo nessa ingin sekali pergi ke pasar malam seperti ini?"...


Tanyany.


Cup.


Sebuah kecupan sayang mendarat dikening nessa, gadis yang akan menjadi istrinya sehari lagi, gadis yang ditunggunya selama 6 bulan lamanya, gadis sederhana yang mampu membuatnya seperti orang gila saat dirinya menghilang dulu.


"Tak perlu berterima kasih, sebisa mungkin mas akan mewujudkan keinginan sayang, kalo itu rahasia"...


Jawabnya sambil melangkahkan kakinya untuk memasuki pasar malam tersebut dan hanya melirik untuk melihat bahwa pujaan hatinya telah sebal terhadapnya namun dia hanya tersenyum saja.


"Sayang mau apa?"...


Nessa hanya menggelengkan kepalanya pelan dan terus tersenyum.


Serkhan yang melihatnya hanya menghela nafas dengan perlahan, ya sepertinya dia yang harus sedikit peka apalagi nessa buka type gadis yang ingin ini dan itu.


"Apa mau naik bianglala?"...


Tawarnya.


"Emang kita boleh naik?"...


Tanya nessa balik.


"Boleh, tuh mas lihat sepertinya ada orang dewasanya juga yang naik, tenang sayang bianglalanya besar sekali kok"...


Terangnya.


Nessa lantas tersenyum senang, ya walau dirinya tak dapat melihat namun serkhan menepati janjinya untuk menjadi mata baginya.


Serkhan lantas berjalan mendekati petugas bianglala tersebut, sepanjang perjalanan baik dari pintu masuk hingga tiba didepan bianglala besar, mereka menjadi pusat perhatian sebab ada seorang lelaki dewasa yang sedang menggendong tubuh mungil gadis muda.

__ADS_1


Krasak-krusuk terdengar namun serkhan menulikan pendengarannya, begitu pula dengan nessa, walaupun awalnya sangat sulit namun setelah mendapatkan semangat dari serkhan dirinya mencoba untuk menulikan setiap suara yang akan menyakitkan hatinya nanti.


"Mas, kami mau naik"...


Ucapnya pada petugas bianglala tersebut.


"Siap mas mbak, tapi mohon tunggu sebentar ya, karena sedang penuh tapi sebentar lagi akan ada yang turun kok"...


Terangnya sang petugas bianglala tersebut sambil memandang sepasang manusia yang ada dihadapannya.


Serkhan hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil tetap menggendong tubuh mungil nessa dan setelahnya memberi kode bodyguardnya, ya serkhan tetap membawa bodyguard namun tak mencolok dan mereka memantau dari arah jauh.


Cape tentu saja tidak bagi serkhan sebab dironya selama ini ngegym jadinya tak ada kata lelah jika untuk orang tercintanya.


Setelah menunggu sekitar 5 menit, kini giliran mereka berdua menaiki bianglala tersebut, dengan hati-hati serkhan melangkah memasuki benda yang seperti kurungan namun berukuran sedikit besar hingga mereka berdua bisa masuk kedalamnya.


Nessa mengeratkan rangkulannya saat merasa tubuhnya sedikit bergoyang dan itu bukan dari serkhan melainkan bianglala tersebut mulai dijalankan.


"Saat ini kita sudah mulai naik pelan-pelan, dan dari sini orang-orang mulai terlihat semakin jauh"...


Jelasnya dengan nessa tetap berada diatas pangkuannya tanpa memindahkan ke bangku samping atau sebrangnya.


Nessa meraba-raba tangannya hingga dirinya menemukan wajah serkhan, entah seperti apa rupa dari lelaki tersebut.


Ditelusuri wajah itu menggunakan jari mungilnya, dimulai dari alis yang tebal, bilu mata yang sepertinya lentik, hidung mancung, pipi sedikit tirus, kumis tipis, bulu-bulu kasar disekitar rahang yang tegas itu, dan bibir seksi, bibir yang selalu menciumnya di sembarang tempat, bibir pertama yang mengambil ciuman pertamanya sedangkan sang empu hanya memperhatikan apa yang nessa lakukan sambil menikmati setiap sentuhan-sentuhan jari mungil tersebut.


Perlahan tapi pasti nessa menangkup wajah itu menggunakan kedua tangan mungilnya sambil wajahnya saling berhadapan, dan ditariknya kebawah wajah serkhan dan sang empu mengikuti apa kemauan nessa.


Cup.


Kedua bibir tersebut menempel hingga beberapa saat kemudian serkhan merasakan pergerakan bibir yang dilakukan oleh nessa, dan dia hanya ingin melihatnya dahulu, ini kali pertama nessa mencium serta sedikit memberi *******.


Karena nessa masih nampak kaku, alhasil dirinyalah yang memegang kendali, dilumatnya perlahan bibir nessa dan saat nessa membuka mulutnya sebagai tanda hijau, tak menyia-nyiakan serkhan lantas memasukka benda lunak nan panjang untuk mengobrak-abrik rongga mulut nessa, dirapatkannya tubuh mereka berdua dan mereka saling ******* satu sama lain seperti tak pernah bosan.


Diatas ketinggian dengan disinari sinar rembulan menambah keintiman mereka diatas bianglala tersebut.


LIKE...MANA LIKE...


VOTE DAN HADIAH JANGAN LUPA READERS😚😚😚


SALAM SAYANG


MOM OLLA


😘😘😘

__ADS_1



JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL AUTHOR SATUNYA😍😍😍


__ADS_2