
Happy Readingπ€π€π€
Seorang gadis terlihat begitu menyedihkan di dalam sebuah bilik toilet, ini pertama kalinya dia mengalami hal yang begitu menyakitkan ketika melihat kekasihnya sedang berperlukan dengan perempuan lain, niat hati ingin mengucapkan permintaan maaf namun di urungkannya, nessa saat ini sedang kalut dan butuh teman untuk bersandar sedangkan hubungan mereka belum ada yang mengetahui kecuali orang tuanya beserta temannya ayu dan teman dari pria yang sedang dirindukan namun juga telah melukainya...
Hiks...hiks...hiks
Ayolah nes, kok kamu jadi cengeng begini sih, kan belum tentu apa yang kamu lihat seperti yang kamu pikirkan, bukankah kamu sudah mengetahui masa lalunya seperti apa? baru begini sudah cengeng, bagaimana kalo menghadapi masalah yang lebih besar... monolognya dalam hati untuk menyemangati diri sendiri...
Huft...
Nessa menghembuskan nafas dengan perlahan kemudian membuka lock bilik toilet kemudian berjalan menuju wastafel untuk membasuh mukanya agar kelihatan lebih fress...
Ceklek...
Nessa membuka pintu ruangan dimana di dalamnya sudah ada beberapa teman sesama 1 divisi...
"Muka mu kenapa nes?"...
Tanya lia saat nessa mendudukkan tubuhnya di sebelahnya...
"Ohhh...nggak papa, tadi pas turun kesini ada sesuatu masuk kemata jadinya gini deh"...
Ucapnya bohong...
"Ohhh gitu, ohya nes tadi kan kamu yang nganterin minuman kelantai Tuan muda, liat cewe cantik kagak? Denger-denger nih ya, mereka ada someting"...
Ujarnya si tukang gosip alias lia...
"Udah deh nggak usah ngurusin Tuan muda napa sih, ntar Tuan muda denger bisa kena SP, mau?"...
Ucapnya sewot seketika mendengar kekasihnya di gosipin...
"Kok loe yang sewot sih nes, ya kan nggak papa ghibahin Tuan muda, orangnya juga nggak bakalan tau ini"...
Ujarnya saat mendengar nada ucapan nessa yang terkesan seakan tak suka...
"Ckk... ohya mana vita, kok belum balik?"...
Tanya nessa saat tak melihat teman dekatnya yang berada dikantor...
"Ohhh... dia masih di suruh sama pak andi untuk membantu sesuatu katanya"...
Jawabnya santai sambil matanya melihat di layar ponselnya....
"Ohhh gitu, bentar lagi makan siang mau makan dimana?"...
Tanya nessa seakan sudah sedikit melupakan kesedihan yang tak tentu...
"Emmm....gimana kalo makan bakso aja yang ono yang lagi viral"...
Jawab lia sambil mengingat tempat makan yang sedang viral di salah satu akun sosial media...
"Terserah deh, tapi tunggu vita dulu ya, mau apa nggak?"...
"Yoi...."...
Lia mengangkat jari jempolnya tanya setuju dan melanjutkan acara menonton di ponselnya...
Sedangkan nessa saat ini tengah menempelkan mukanya di atas meja sambil berfikir bagaimana caranya untuk meminta maaf dan mendengar penjelasan soal kejadian di ruangan serkhan...
__ADS_1
"Oh ya... kok dari tadi aku nggak periksa ponsel ku sih?"...
Gerutunya pelan saat mengingat semenjak dirinya mengirim pesan ke serkhan, nessa belum melihat kembali ponselnya...
ceklik...
Pintu loker terbuka diambilnya benda pipih berwarna hitam untuk melihat apakah ada pesan atau tidak...
Setelah di ambil dan diperiksa ternyata tak ada notif yang sedang di harapkannya malahan pesan yang dikirimnya tadi pagi hanya centang 1...
Huft...
"Kok, nggak aktif mas ponselnya"...
Gumamnya pelan lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku baju seragam miliknya dan menutup kembali pintu loker lalu berjalan dengan lesu ke arah meja yang tak jauh dari posisinya...
Diletakkannya kembali kepala nessa di atas meja, sambil menerawang jauh dan berfikir tentang bagaimana hubungan mereka nanti kedepannya...
βββ
Sedangkan di dalam ruangan di lantai atas, setelah melakukan pekerjaan Vio harus menelan kekecewaan saat secara langsung menggoda laki-laki yang menarik perhatiannya itu sama sekali tak tergoda contohnya saja yang dilakukannya ini...
Ditumpunya kaki mulus vio ke salah satu kakinya untuk menambah kesan sekseh padahal biarpun tak melakukan hal tersebut sebenarnya sudah sekseh namun memang pada dasarnya si penjajah wanita dah tobat ya dirinya mencoba untuk acuh padahal kalo diturutin dah di bawah perempuan dihadapannya ini untuk menikmati surga dunia...
Karena sudah merasa jengah dengan sikap perempuan di hadapannya ini akhirnya serkhan pun menyudahi pertemuan mereka...
"Oke nona Viona sepertinya sampai di sini saja pembahasan mengenai proyek di bali, karena sebentar lagi saya akan keluar"...
Ucapnya sambil mengangkat tangannya untuk melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan hampir waktu makan siang...
"Ohh oke Tuan muda, maaf jika saya mengganggu"...
"It's oke nona"...
Serkhan kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya supaya vio bisa berjabat tangan dengannya....
"Saya ucapkan terima kadih sudah meluangkan waktu anda, permisi Tuan"....
Ucapnya sambil nenerima uluran tangan serkhan kemudian mereka bersalaman...
Serkhan hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil mengukir senyum tipis....
Brak...
Pintu tertutup setelah vio meninggalkan ruangannya dan tak lama kemudian pintu di ketuk kembali...
Tok...tok...tok...
"Ya masuk"....
Teriaknya saat mendengar pintu ruangannya diketuk...
Ceklek...
Muncul sosok lelaki gagah nan tampan asli indonesia siapa lagi kalo bukan danu sekretaris sekaligus asistennya yang bekerja khusus di indonesia...
"Maaf Tuan muda, mari kita berangkat"....
ucapnya sambil menundukkan tubuhnya sedikit...
__ADS_1
"Hem..."...
Dehemnya kemudian serkhan bangkit dari sofa dan menuju stand hanger yang berada tak jauh dari meja kerjanya, dipakainya jas mahal itu dan merapikannya penampilannya...
Setelah selesai mereka berdua berjalan menuju keluar ruangan untuk menemui calon mertuanya...
Serkhan menghentikan langkahnya saat berada di depan meja santi...
"San, saya mau ada keperluan diluar, kalo ada yang ingin menemui saya bilang saja saya tak kembali"...
Ujarnya kepada sekretaris kantor yang bernama santi...
"Baik Tuan muda"...
Ucapnya ketika berdiri dan membungkukkan badannya sedikit....
Mereka berdua melanjutkan langkah kakinya untuk menuju lantai bawah...
Ting...
Pintu lift terbuka, serkhan berjalan di area loby sambil matanya melihat kesana sini untuk mencari keberadaan kekasih hatinya itu....
"Silahkan Tuan muda"....
Ucap security kantor saat membukakan pintu mobil untuk Tuannya...
"Hmm..."...
Balasnya dan masuk ke dalam kursi penumpang, sedangkan danu langsung masuk di kursi depan sebelah supir, setelah memastikan atasannya duduk dengan tenang sang sopir melajukan kendaraannya menuju lokasi yang sudah di tentukan oleh danu pria yang duduk di sampingnya itu...
Sedangkan di balik tembok seorang gadia yang sedang bersembunyi itu melangkahkan kakinya keluar saat mobil yang dikendarai serkhan sudah meninggalkan kantor...
"Kamu ngapaen sih nes?"....
Ucap vita saat melihat temannya keluar dari balik dinding....
"Hehehe.... nggak papa kok, udah ayo nanti keburu antriannya panjang"....
ajaknya sambil menarik tangan vita dan lia....
..."Kebahagiaan hidupmu bergantung pada kualitas pikiranmu." - Marcus Aurelius...
ASSALAMUALAIKUM READERS...
TETAP SEMANGAT MEMBACA KARYA AUTHOR...
LIKE...
LIKE...
LIKE...
SERTA JANGAN LUPA BERI GIFTπΉ
SALAM SAYANG
MOM OLLA
πππ
__ADS_1