
Happy Readingπ€π€π€
"Saya terima nikah dan kawinnya Vanessa putri wijaya binti Adi wijaya dengan mas kawin seperangkat perhiasan dengan berat 500 gram serta sebuah mansion dibayar TUNAI"...
Ucapnya dengan lantang.
"Bagaimana para saksi SAH"...
Ucap Pak Penghulu.
"SAAAHHHHH"....
Teriakan menggema di ballroom hotel tersebut saat sang duda mengucapkan kata sakral tersebut didepan penghulu dan para saksi serta orang-orang yang berada di dalam ruangan yang jumlahnya tak mencapai 50 orang itu.
Serkhan berucap syukur dalam hati saat mengucapkan kata ijab qobul hanya sekali tarikan nafas saja, walaupun diawal dirinya sempat gugup namun semua terbalaskan setelah mendengar kata SAH.
Ya, statusnya kini telah berubah menjadi seorang suami dan tentu banyak tugas kedepannya untuk membuat rumah tangganya selalu harmonis dengan bersama sang istri Vanessa putri wijaya.
Serkhan memberikan mahar mansion yang ditempati oleh nessa beberapa hari yang lalu, ya... rumah impian nessa sebenarnya hanya sederhana namun serkhan buat semegah mungkin untuk sang istri tercinta.
Sedangkan didalam sebuah kamar seorang gadis langsung meneteskan airmatanya saat pendengarannya menangkap kata SAH dari suara seorang laki-laki yang selalu berada didekatnya yang kini merubah statusnya menjadi seorang istri dari laki-laki bernama Serkhan bassam ozcivid.
Didalam kamar memang sengaja dipasang sebuah televisi dengan menayangkan keadaan di ballroom, walaupun sang mempelai tak dapat melihat namun dirinya dapat mendengar dengan baik.
Tangis haru seketika didalam ruangan itu, dan mereka mengucapkan selamat kepada nessa dengan diiringi airmata, ya...air mata kebahagiaan mereka.
"Yuk...kita keluar"...
Ucap ayu dengan suara serak saat mendengar instruksi dari pihak WO untuk membawa sang pengantin wanita.
Nessa menganggukkan kepalanya pelan saat akan menyeka airmatanya, tangan ayu ditahan oleh seseorang.
"Selamat sayang, putri ibu sudah menjadi seorang istri"....
Ucapnya lirih sambil menyeka air mata nessa menggunakan tissu.
"Hiduplah yang baik nak, ikut kemanapun suamimu pergi, temani dia dalam suka maupun duka, dalam sedih maupun senang dan layani dia dengan sebaik-baiknya, jangan lupa untuk memberi kami seorang cucu yang lucu-lucu"...
Ibu mengusap pelan pipi putrinya yang saat ini sudah menjadi seorang istri sambil menggodanya untuk mengurai kesedihan.
Ingin rasanya dia memeluk putrinya namun apa daya mereka sama-sama sedang duduk dikursi roda, dan ibu belum terlalu kuat untuk berdiri dan berjalan seperti sedia kala.
"Terima kasih bu, nessa akan selalu ingat nasihat ibu"...
Ucapnya dengan lirih.
"Emang bagaimana caranya buat cucu bu?"...
Pertanyaan polos dilontarkan oleh nessa.
Mereka yang ada di dalam ruangan nampak terperangah mendengar pertanyaan polos dari nessa, ingin rasanya mereka tertawa ngakak namun sepertinya harus ditahan oleh mereka.
Sedangkan sang ibu nampak mengulum senyum mendengar putrinya yang nampak polos itu.
__ADS_1
"Ekhem"...
Ibu berdehem sambil menetralkan suaranya.
"Nanti suamimu yang akan mengajari hal itu sayang"...
"Yaudah gih keluar, nanti suamimu lama menunggu"...
Ucapnya untuk mengalihkan percakapan mereka.
Ibu memberi kode kepada ayu yang saat ini tengah menahan tawanya agar tak pecah, ya ayu sudah paham akan hal tersebut namun tidak dengan nessa mungkin karena dia kehilangan ingatan batin mereka.
Ayu lantas mendorong nessa, diikuti oleh mama ayu yang mendorong ibu nessa serta orang-orang yang tadinya membuat nessa cantik bak bidadari.
Serkhan duduk dengan gelisah sambil terus melihat ke arah pintu dimana seharusnya nessa keluar dari sana namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda istrinya akan masuk.
"Sabar boy, bentar lagi istrimu akan datang kemari"...
Ucapnya saat melihat putranya duduk gelisah dan terus melihat ke arah pintu masuk.
"Iya nak serkhan, istrimu tak akan kemana-mana kan sudah sah"...
Sambung pak adi yang saat ini sudah menjadi mertua serkhan.
"Wahhh....rupa-rupanya ada yang sudah tak sabar nih"...
Goda pak penghulu setelah menyelesaikan surat menyurat pernikahan mereka.
Lanjutnya lagi sambil terkekeh geli.
Serkhan lantas tersipu malu karena mendapatkan godaan tersebut.
"Bro, nanti malam pelan-pelan saja merawanin istri loe yang daun muda itu"...
Bisik seseorang dari arah belakang.
Degh.
Malam pertama, bathinnya.
Serkhan nampak mengulum senyum mendengar kata perawan.
Ceklek.
Pintu ruangan itu seketika terbuka, muncullah seseorang gadis yang cantik seperti bidadari yang saat ini sedang duduk dikursi roda dengan didorong oleh sahabat nessa.
Degh.
"Cantik"...
Gumamnya dengan pandangan yang tak lepas dari gadis yang saat ini berada diatas kursi roda, gadia yang sudah sah menjadi istrinya dan tinggal selangkah lagi menjadikannya seorang wanita dengan mengandung buah cinta mereka nantinya.
Serkhan lantas bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kearah istrinya menghiraukan cuitan dari orang-orang yang berada di dalam sana.
__ADS_1
Saat sudah tiba di depan nessa yang juga sedang berhenti lebih tepatnya ayu menghentikan langkahnya saat suami dari sahabatnya ada dihadapan mereka.
Serkhan lantas memberi kode ke ayu untuk membawanya dan ayu menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis.
Nessa yang sudah tak merasakan bahwa kursi rodanya berhenti nampak bingung saat sudah akan bersuara namun diurungkan ketika suara lelaki yang dikenalinya masuk kedalam indra pendengarnya.
"Cantiknya istri mas"...
Ucapnya lembut sambil berjongkok dihadapan sang istri dengan membelai lembut pipi nessa.
Degh.
Jantung nessa berdetak kencang mendengar suara berat suaminya, ya lelaki ini adalah suaminya saat ini.
"Mas"...
Cicitnya.
Cup.
Sebuah kecupan lembut dan lama serkhan berikan di kening sang istri, untuk kali pertamanya sebagai seorang suami dari gadis yang dicintainya ini dengan status yang sudah berbeda.
Saat sudah melepaskan ciuman penuh kasih sayang itu, serkhan melihat sang istri menyodorkan tangannya dan tentu saja di menerima uluran tangan tersebut.
Nessa merasakan tangan besar itu sudah menerima uluran tangannya dan langsung saja di bawa tangan besar itu untuk diciumnya sebagai seorang istri.
Serkhan menghangat seketika mendapat ciuman tangan pertamanya dari sang istri tercinta.
"Ayo kita kesana"...
Ajaknya dengan lembut saat nessa melepaskan tangannya.
Serkhan lantas berdiri dari posisinya dan langsung mengatur posisi untuk membawa sang istri didalam gendongannya.
Hap...
Tubuh mungil nessa seketika melayang membuatnya terpekik seketika dan langsung mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami.
Ayu dengan sigap memperbaiki kebaya penganti nessa karena panjang bagian belakangnya, saat sudah selesai dirinya memberi kode serkhan.
Dengan gagahnya serkhan membawa sang istri menuju dimana dirinya tadi melakukan ijab qobul.
ISTRI, sungguh serkhan merasa sangat bahagia sekali, gadis belia yang mampu membuatnya merasakan yang namanya jatuh cinta kembali dan saat ini mereka sudah SAH menjadi sepasang suami istri.
LIKE...MANA LIKE...
KASIH SEMANGAT AUTHOR DONG READERS DENGAN MEMBERI HADIAHπππ
SALAM SAYANG
MOM OLLA
πππ
__ADS_1