Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
First Kiss


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


"Lepas..."...


"Lepaaasss"...


Jeritnya sambil meronta-ronta didalam dekapan seorang pria dan dari suara yang terdengar bahwa pria ini memiliki suara ngebas dan sexy, dekapan hangat dirasa bella dan tak terasa asing dengan tubuh pria yang sedang memeluknya sambil mengungkapkan kata kangen berulang kali.


"Sayang, ini mas...ini mas yang"...


Ucapnya lirih sambil memegang kedua sisi wajah yang sangat dirindukannya saat serkhan melepaskan pelukannya tadi sebab bella memberontak sejak tadi...


Dihapusnya air mata yang mengalir tanpa henti ke pipi yang terlihat tirus itu, betapa sakitnya hati serkhan saat ini.


"Abaannggg...abaaannngggg"...


Teriaknya lebih kencang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan berusaha menjauhkan tangan kekar pria yang tengah memeluknya tadi dan berusaha untuk melepaskannya.


Sebuah tepukan mendarat di pundak serkhan membuat dirinya melihat ke arah samping yang ternyata telah berdiri sesosok pria.


Sedangkan baron mengkode untuk melepaskan dulu bella, sebab jika dipaksakan akan membuat bella tersakiti, seolah paham dengan kode yang diberikan baron dirinya pun mengangguk pelan lalu mengarahkan lagi pandangannya ke arah bella yang nampak ketakutan.


Cup..


Dikecupnya singkat kening gadis yang sangat dirindukannya ini lalu bangkit tanpa bersuara sedikitpun, sedangkan bella nampak tegang karena mendapatkan ciuman itu, ya seolah ciuman itu sangat familiar sekali apalagi sosok yang tadi memeluknya beranjak pergi dari sisinya seolah ada yang hilang dari dirinya dan bella mencoba untuk mengingat membuat kepalanya sakit seketika.


"Argghhh..."...


Rintihnya sambil memegangi kepalanya sedangkan baron langsung memeluk tubuh gadis yang sedang meringis kesakitan.


Dan serkhan jangan ditanya lagi bagaimana perasaannya saat ini, yang pastinya sakit melihat gadisnya lebih nyaman berada dipelukan laki-laki lain daripada dirinya, namun dirinya memaklumi keadaan nessa/bella nya saat ini.


"Hei...bel, tenang ini abang..."...


Ucapnya sambil mengelus-ngelus belakang bella untuk menenangkannya.


"Aab...bannggg...Bella takut"...


Lirihnya sambil membalas pelukan dari baron, ya dekapan sebagai seorang kakak yang dirasakan oleh bella berbeda dengan laki-laki bersuara ngebas nan sexy namun mampu membuat dirinya berdebar-debar.


"Hei dengar abang"...


Ucapnya lembut sambil melepaskan pelukanny dan menangkup wajah bella, dihapusnya pelan air mata yang menetes ke pipi bella, sedangkan bella nampak terdiam dan mata berkedip-kedip namun air mata tak hentinya menetes.


"Dengerin abang".


Ucapnya dengan kedua tangannya masih menangkup wajah bella.


"Laki-laki tadi bukan orang jahat namanya Tuan Serkhan, dia yang akan mengobati bella nantinya... dan suatu saat nanti jika bella sudah sembuh dan mengingat kembali semuanya, abang berharap bella mau memaafkan semua kesalahan abang".


Bella menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar penuturan abangnya ini.


"Bella mau sama abang...hu..hu...hu"...


Lirihnya sambil menangis.


Baron seketika mengalihkan pandangannya kearah Serkhan, seolah tau apa maksud dari baron, serkhan menganggukkan kepalanya pelan sambil memandang kembali ke arah bella.


Ingin rasanya dia yang menggantikan memeluk serta menenangkan bella namun sepertinya dia harus banyak-banyak bersabar.

__ADS_1


"Ya, nanti kita akan pergi bersama"...


Ucapnya sambil menghapus lagi air mata bella kemudian merapikan penampilannya bella.


"Abang keluar dulu ya, mau siap-siap"...


Ucapnya sambil berdiri dari duduknya namun saat akan melangkahkan kakinya, tangan satunya ternyata dipegang oleh bella.


"Ada apa...hmm?"...


Ucapnya lembut.


"Abang jangan pergi ninggalin bella"...


Cicitnya kembali.


"Nggak kok, nanti ada Tuan serkhan yang menemani bella".


Seakan tau bella akan membantah ucapannya buru-buru baron melanjutkan ucapannya.


"Tuan serkhan, tolong jaga adik saya"...


Ucapnya sambil mengedipkan matanya sebelah sebagai kode.


Seolah tau akan kode yang barusan baron berikan, serkhan pun langsung menjawabnya.


"Ya, anda tenang saja tuan, saya akan menjaganya"...


Ucapnya tegas.


"Abang tinggal ya"...


Ucapnya sebelum berlalu, baron mengusap pelan surai rambut bella sedangkan bella seolah tak bisa menolak lagi ucapan dari orang yang sudah dianggapnya abang itu.


"Ekhem"...


Dehemnya lalu berjalan mendekat ke arah bella yang sedang mengarahkan wajahnya kesembarang arah.


"Emm...hay, bolehkah saya duduk"...


Ucapnya dengan pelan saat berada didekat bella, ya karena bella mengalami lupa ingatan paling tidak dirinya ingin berkenalan kembali dengan calon istrinya itu.


"Duduk aja om nggak ada yang ngelarang"....


Tukasnya sambil berwajah cemberut dan kedua tangannya sedang bersedekap.


Serkhan yang mendengar panggilan dari gadis pujaannya itu langsung terpelongo seakan tak percaya panggilan itu ditujukan untuknya dari gadis yang akan menjadi calon istrinya nanti, namun lagi-lagi serkhan harus bersabar menghadapi bella.


"Terima kasih, emmm... boleh kita berkenalan"...


"Kenalkan nama sa..."...


Belum lagi serkhan meneruskan ucapannya namun sudah dipotong oleh bella...


"Ckk..Nggak usah nyebutin nama lagi om, lagian juga bella udah tau nama om"...


Decaknya dengan sebal dengan laki-laki yang menurutnya seolah sedang berbasa-basi dengannya.


Jangan tanyakan lagi bagaimana ekpresi serkhan saat ini, yang jelas dirinya merasa bella berubah 180Β° dari bella yang dulu, jika dulunya bella yang dibuat tak berkutik oleh serkhan sebab serkhan yang agresif kini berbanding terbalik karena dirinya tak berkutik oleh ucapan bella.

__ADS_1


Serkhan menghembuskan nafasnya dengan kasar dan itu terdengar ditelinga bella.


"Om sebel sama bella?"...


Tukasnya dan masih dalam posisi yang sama namun arah wajahnya tepat ke arah serkhan duduk.


"Ohhh nggk kok"...


Cengirnya sambil mengusap tengkuknya yang tak gatal, ya menghadapi bella sepertinya saat ini harus dengan penuh kesabaran.


"Untung cinta"...


Ucapnya pelan namun bella samar-samar mendengarnya.


"Om...ngomongin bella ya"...


"Awas ya bella laporin ke abang kalo om ngomongin yang enggak-enggak soal bella"...


Ancamnya sambil tanganya bertolak dipinggang dengan wajah masam namun membuat serkhan terkekeh lucu akan ekspresi yang sedang dibuat oleh bella.


"Ikhhh....kok om malah ketawain bella sih?"...


Sungutnya lalu membuang mukanya kearah lain sambil mengerucutkan bibirnya dan bersedekap tangannya didada.


"Iya...iya maaf saya nggak bermaksud ketawain kamu kok"...


Ucapnya saat sudah bisa mengontrol kekehannya.


"Ayo, sepertinya abang mu sudah siap...kita akan pergi secepatnya dari sini"...


Ajaknya sambil berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah bella untuk bersiap menggendong bella...


"Ehh...ehh...om mau ngapaen?"...


Tanyanya panik saat merasakan hembusan nafas laki-laki tersebut menerpa kulit wajahnya sambil tangannya meraba-raba sekitarnya.


Hap...


Ditangkapnya tangan bella satu dan seketika diletakkannya di pipi kirinya.


Degh.


Jantung bella seakan berdetak lebih kencang kala tangan mungilnya menyentuh kulit membuat wajahnya memerah seketika bercampur gugup.


"Mas kangen sayang"...


Lirihnya.


Cup...


ASSALAMUALAIKUM READERS...


DAH HAMPIR 60 EPISODE, AUTHOR MINTA DUKUNGANNYA DONG PLISπŸ˜”πŸ˜”


BIAR SEMANGAT AUTHOR MANAMBAH..


LIKE SEHABIS MEMBACA YA READERS...


SALAM SAYANG

__ADS_1


MOM OLLA


😘😘😘


__ADS_2