
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Part unboxing, yang nggak menuhi kriteria harap sadar diri...oke... part 🔥🔥🔥 soalnya.
Ruangan yang biasanya dipakai hanya untuk bekerja kini sepertinya beralih fungsi ketika sang pasien perempuan dengan suka rela menyerahkan tubuhnya untuk memulai penyuntikan dengan jarum tumpul milik mantan dokter duda yang saat ini masih asik dengan mainan barunya.
"Aaacchhhh maaasss..." De sahnya sembari meremas rambut sang suami yang saat ini berada diantara kedua kulit mulusnya dibawah sana.
Getaran dan rasa aneh yang baru pertama kali dirasanya membuat dia kehilangan kata-kata, cukup menikmati permainan yang baru dari suaminya itu.
Hawa panas menjalar diseluruh tubuh volos yang saat ini sedang terlentang diatas meja yang baru digunakan suaminya beberapa saat lalu.
Tangannya tak henti meremas dan menjambak rambut sang suami ketika tusukan dari benda lunak yang pendek namun bisa membuatnya terombang-ambing semakin cepat hingga tak butuh waktu lama rasa yang entah namun membuatnya ingin sekali mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya.
"Aaacchhhh maaasss....Ay yyu maauu pi ppiisss... aarrggghhh..." Pekiknya dengan suara nyaringnya saat dirinya sudah mengeluarkan cairan itu.
Srupptt... sruupptt..
Dika segera menyapu dan menelan ****** ***** milik sang istri, setelah dirasa bersih dirinya segera menjauhkan wajahnya dari tempat favoritnya.
"Enak?" Tanyanya sembari mengusap peluh sang istri yang menghiasi wajah cantik dibawahnya itu.
Hosh...hosh...
Ayu menetralkan nafasnya yang memburu setelah mengeluarkannya bahkan matanya masih terpejam.
"Cape?" Tanyanya kembali dengan lembut dan memandang sang istri dengan gemas.
"Cape mas, Ayu ngompol ya mas." Pekiknya dengan polos dan langsung membuka mata saat menyadari jika tadi dia mengeluarkan cairan.
Dika terkekeh geli mendengar penuturan sang istri, sungguh istrinya sangat polos sama persis seperti istri sahabatnya yang kini sudah memiliki dua buah hati pada saat dulu mereka masih sering berjumpa dan saling berbagi cerita.
__ADS_1
"Iya, ngompol enak." Bisiknya dengan wajah semakin mendekat dan menyusuri wajah lembab Ayu yang saat ini kembali menutup mata meresapi gesekan kulit yang dilakukan sang suami.
"Emang ada ngompol enak?" Tanyanya kembali dengan suara tertahan sambil kedua tangannya memegang bahu kekar suaminya dan sedikit meremas.
"Ada, mau yang lebih enak lagi?" Tawarnya dengan menghentikan aktifitasnya.
Ayu menggigit pelan bibir bawahnya saat dia membuka mata hingga pandangan mereka saling mengunci.
"Apa sudah siap?" Tanya Dika sembari memastikan kembali.
Keadaan ruangan masih sunyi senyap, hanya terdengar suara detak jantung yang saling bersahutan.
Cuaca rintik-rintik menambah rasa syahdu malam itu, menyaksikan dari balik celah korden dimana kedua insan berbeda jenis sedang menindih dalam keadaan full naked bagi yang dibawah sedangkan yang diatas masih ada sehelai benang yang menutupi aset berharga bagi kaum adam.
"Ayu milik mas malam ini." Ucapnya lirih dengan wajah memerah.
Dika mengulas senyum lebar.
"Awalnya akan sakit sayang, tapi percayalah sama mas jika nanti setelahnya akan terasa nik mat." Ucapnya dengan menempelkan kedua hidung mereka.
Blush.
Wajah Ayu kembali memanas, bahkan dia baru menyadari jika saat ini dia sedang berbaring diatas meja kerja suaminya setelah tadi semua benda yang ada diatas meja telah disingkirkan terlebih dahulu.
Cup.
Dika langsung saja menempelkan kembali benda kenyal mereka, luma tan lembut dia berikan agar sang istri bisa mengimbanginya, luma tan yang awalnya lembut seketika menjadi menuntut bahkan kini tubuh sang dokter sudah full naked sama seperti sang istri dan keluarlah jarum tumpul berurat milik dokter umum berumur 37 tahun itu.
"Aaccchhh maasss..." De sahnya saat sang suami melepaskan tautan bibir mereka dan kini bibir nackal suaminya sudah berpindah pada kedua bukit kembar yang masih berukuran mini itu.
Kedua tangannya kembali meremas dan menekan kepala sang suami agar lebih dalam melu mat salah satu bukitnya.
Ploph.
Dika melepaskan cum buannya pada bukit mini sang istri dan kini dia berdiri tegak lalu tangan satunya terulur untuk memegang jarum tumpul miliknya dan diarahkannya tepat dibelahan lubang yang teramat kecil bagi miliknya yang gagah serta berurat itu.
"Accchhhh maass..." De sahnya kembali sambil kedua tangan mencengkeram lengan kekar suaminya bahkan kepalanya menoleh kekanan dan kekiri ketika bagian intinya ada yang menggesek-gesek dengan begitu menggoda membuatnya ingin sekali langsung dimasuki.
__ADS_1
"Oohhh maass...ayu dah nggak kuat." Ucapnya dengan nada terbata karena meresapi rasa yang menjalar ditubuhnya.
Dika dengan perlahan mendorong pinggulnya, hingga dia ikut memejamkan mata saat baru ujung miliknya sudah merasakan betapa sempit dan menggigit padahal belum ada seperempat yang masuk bahkan baru mengucap salam.
"Oohh yaangg." Ucapnya dengan menggeram dan perlahan kembali mendorong pinggulnya hingga telinganya mendengar pekikan kesakitan dari sang istri membuat dia seketika membuka mata dan langsung membungkukkan tubuhnya kembali.
Cup.
Dika kembali melu mat bibir sang istri dengan pinggulnya yang terus mendorong karena tak ingin istrinya kesakitan lebih lama, akhirnya dengan sedikit kekuatan dia menghentakkan pinggulnya dan.
"Aaaccchhhh...sakit mas." Pekiknya diiringi isak tangis ketika dia melepaskan pagu tan mereka.
Air mata ayu menetes dibarengi dengan darah yang keluar dari intinya dan dengan begitu kini dia sah menjadi seorang wanita, istri dari seorang dokter Dika anggara.
Senyum dika merekah saat melihat ada noda merah pada jarum tumpul miliknya, yang artinya dianya yang pertama memiliki sang istri.
"Maaf sayang." Lirihnya sambil mengusap lelehan air mata yang mengalir disudut kedua mata sang istri.
Ayu hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan dan menggigit bibir bawahnya yang masih merasakan rasa perih dibawah sana.
"Mas lanjutin ya." Ucapnya dengan lembut dan Ayu membuka mata lalu mengangguk kembali.
Perlahan Dika menggerakkan pinggulnya dengan pelan dan lembut, lalu bibirnya kembali membungkam bibir sang istri kemudian menyusuri kembali bagian dada yang begitu menggoda walau bentuknya masih tergolong mungil.
Dan sepertinya itu adalah bagiannya nanti yang akan membuat keduanya besar.
Malam itu akhirnya pasangan yang sudah menikah selama seminggu akhirnya bisa melakukan malam pertama bahkan mereka tidak mau kalah pada pasangan baru yang saat ini juga masih saling mengeluarkan suara ero tis namun sepertinya pihak baik tidak menghampiri pasangan yang kini telah dikaruniai sepasang anak kembar dimana ketika dia membuka kamar namun pemandangan dihadapannya membuatnya lemas seketika yaitu menyaksikan sang istri sudah tenggelam dialam mimpi sambil menyusui salah satu anak mereka.
"Yahhhh padahal pengen malam pertama juga." Gumamnya dengan lesu lalu melangkah gontai setelah menutup kembali pintu kamar mereka.
Cup.
"Selamat malam istriku." Gumsmnya setelah mengecup lembut kening sang istri yang masih setia menutup mata lalu dilanjutkan dengan mengecup kedua kening putra-putrinya ysng saat ini tertidur disatu ranjang dengan sang istri.
"Puasa deh malam ini." Ucapnya sambil melirik miliknya yang saat ini sudah menggembung dibalik celana kain yang masih dipakainya.
Aduh kasiannya🤣🤣🤣 yang nggak bisa main jungkat-jungkit sendiri🤣🤣🤣
__ADS_1