Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Lagi dan lagi, kamu canduku


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Hadiah mana hadiah๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”


Part ini bocil lewat dulu ya dan bagi yang nggak suka adegan ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ boleh skip dulu๐Ÿคญ๐Ÿคญ


Beberapa jam kemudian sepasang netra mengerjab-ngerjabkan matanya untuk menyesuaikan cahaya disekitarnya.


Blam.


Mata tersebut terbuka sempurna, seketika dirinya menoleh ke samping dimana seorang wanita masih tertidur pulas dengan nafas teraturnya membuat sang suami mengembangkan senyumnya saat teringat kejadian beberapa jam yang lalu.


Disingkirkannya perlahan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik sang istri.


Cup.


Kecupan lembut serkhan labuhkan didahi sang istri dengan penuh cinta di tatapnya wajah yang terlihat tenang dalam tidurnya, ya...dirinya sangat-sangat bersyukur dapat memiliki wanita yang saat ini berada didalam dekapannya, wanita yang masih mampu menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya kelak dan bersyukur bahwa dialah yang mendapatkan semuanya.


Maka dirinya akan berusaha untuk memberikan yang dia punya hanya untuk sang istri tercinta, harta, tahta serta cintanya bahkan duniapun akan dia persembahkan kepada wanita yang saat ini masih berada dialam mimpinya wanita yang beberapa jam lalu menjadi miliknya sepenuhnya.


Saat ini mereka berdua masih dalam keadaan naked hanya selembar selimut putih dan hangat yang membungkus tubuh mereka berdua.


"Terimakasih sayang atas segalanya, mas akan selalu berusaha untuk membahagiakan kamu dan anak-anak kita nanti"...


Ucapnya dengan lembut sambil mengelus pelan perut sang istri dibalik selimut.


Usapannya semakin lama semakin turun hingga dirinya menemukan bulu-bulu halus dipermukaan goa yang belum lama memberinya kenikmatan.


"Euugghhh"...


Lenguhan pelan terdengar ditelinganya, dipandanginya wajah sang istri yang saat ini telah terusik tidurnya akibat ulah tangannya.


"Emm...maass"...


Gumamnya saat **** ************* yang masih terasa perih namun sudah ada yang mengganggunya.


"Apa sayang, maaf sudah mengganggu"...


Ucapnya dengan berat, ya saat ini sinaga sudah tegang karena ulahnya sendiri, jari besarnya masih bermain-main dibawah sana tanpa memasukkan kedalam goa.


"Geli mas, pedih"...


Ungkapnya sambil menahan antara geli dan pedih.


Dibukanya perlahan mata indah itu, sambil tangannya memegang pundak sang suami.

__ADS_1


"Pedihh maass"...


Rengeknya saat dibawah sana sudah terasa basah hingga mengenai luka pada mahkotanya.


Serkhan lantas menyibak selimut yang membungkus mereka berdua hingga jatuh kelantai, segera dirinya berpindah dengan duduk tepat di bawah kaki sang istri, dilihatnya dari sini tubuh indah istrinya terpampang jelas dengan berbagai hasih karyanya tadi.


"Mas"...


Ucapnya dengan wajah memerah saat baru mengingat tentang kejadian beberapa waktu lalu, dimana mahkotanya telah ia berikan kepada sang suami, ya walau dirinya tak mengingat kenangan masalalu mereka, namun pagi tadi dia meminta ayu yang diperkenalkan oleh sang suami sebagai sahabatnya sedari kecil alhasil dia memaksa ayu untuk menceritakan segalanya tentang lelaki yang saat ini berstatus menjadi suaminya, bahkan ayu menyakinkan dirinya bahwa dia juga mencintai lelaki yang telah mengambil mahkota miliknya.


Serkhan mengalihkan pandangannya yang tadinya matanya tertuju di bawah pusar sang istri.


"Emmm"...


Gumamnya pelan sambil memandang wajah cantik istrinya.


"Dingin mass, baju nessa mana?"...


Tanyanya sambil mendekap tubuhnya dan menutupi gunung kembar miliknya yang terasa sedikit nyeri.


"Apa ini masih sakit"...


Tanya serkhan sambil mengusap dengan sensual permukaan goa sang istri tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"Eungh..."...


Serkhan seketika mengembangkan senyum mesumnya.


"Mau mas obati"...


Ucapnya dengan suara parau.


Dan dengan polosnya sang istri mengangguk kembali.


Gotcha!!!


"Masss....."...


Pekiknya saat tiba-tiba area goanya dilumat oleh sesuatu dan langsung membuatnya panas dingin.


Serkhan memegangi pinggang sang istri saat tubuh indah itu menggeliat dan tetap melanjutkan aktifitasnya, bau khas dari sisa percintaan mereka masih tercium namun dirinya tak merasa jijik sedikitpun apalagi dari bau sang istri, bau yang begitu memabukkan untuknya saat dirinya menjulurkan lidahnya untuk menerobos goa yang sudah lembab karena ulahnya.


Nessa sang merasakan hal tersebut terus mendesah apalagi saat ada benda lunak yang tak panjang memasuki goa yang masih perih namun seketika terganti oleh kenikmatan yang diberikan sang suami.


"Uugghhhhhh masssss"...

__ADS_1


Lenguhnya saat ada yang bergejolak dalam tubuhnya dan mendesak untuk dikeluarkan.


Serkhan yang memahami sang istri akan mencapai pelepasan lantas mempercepat gerakan lidahnya bahkan sambil menyesap kuat sesuatu yang menonjol pada goa sang istri.


"Aaahhhh maaassss nessaaaa ma..."...


Ucapnya dengan terbata-bata namun terputus saat sesuatu didalamnya telah mengalir dengan hebat.


Sluppphhh...sluppphh..


Serkhan menelan habis ****** ***** milik istrinya dan langsung mengangkat wajahnya dan melihat sang istri telah terkulai lemas karena permainan lidahnya.


Dirinya merangkak perlahan diatas sang istri yang masih mengatur nafasnya.


"Boleh mas masuk"...


Bisiknya dengan parau.


Nessa yang sudah paham hanya mampu mengangguk pelan, ya...inilah hak yang dimaksud oleh sang ibu, jika sang suami meminta haknya jangan pernah menolaknya, jika kita menolak maka kita sebagai istrinya telah melakukan dosa.


Serkhan lantas memegang kepala naga yang saat ini sudah tegang maksimal dan ingin segera masuk kedalam goa sempit dan hangat.


Digesek-gesekkannya kepala sang naga didepan pintu goa sang istri yang saat ini tengah meringis, hingga perlahan-lahan dirinya menekan kepala goa agar bisa masuk sepenuhnya.


Bless.


"Uuggghhhh"...


Lenguhan mereka berdua terdengar di penjuru kamar yang tak luas itu, serkhan mendiamkan sejenak naganya saat sudah masuk kedalam goa yang sempit dan menggigit milik sang istri membuat dirinya memejamkan mata untuk meresapi kenikmatan yang tiada tara sambil memberi waktu agar istrinya dapat beradaptasi dengan penghuni tetapnya, kenikmatan yang hanya didapat dari sang istri dan seterusnya akan menjadi rumah bagi naga besarnya.


"Bergeraklah"...


Bisikkan lembut dan merdu terdengar di telinga serkhan membuat si empu membuka mata dan melihat wajah sang istri.


Serkhan lantas tersenyum sambil perlahan-lahan menggerakkan pinggulnya, dengan lembut namun pasti.


Dilumatnya bibir seksi nessa yang sedang mendesis entah itu sakit atau nikmat, nessa yang sudah mulai mahir dalam berciuman membalas ciuman sang suami dengan kedua tangannya memeluk tubuh kekar pria yang saat ini berada diatas tubuhnya dan sedang memompa dibawah sana.


"Eeuuggghhh massss"...


Lenguhnya saat salah satu gunung kembarnya masuk kedalam mulut hangat sang suami, ditekannya kepala serkhan yang saat ini sedang menyusu layaknya seorang bayi dengan tak menghentikan gerakan pinggul yang sedang mengeluar masukkan benda lunak kedalam goanya.


Mereka berdua terus mengerang hingga serkhan ingin terus dan terus, jika dirinya tak mengingat kondisi sang istri pertempuran masih akan terus berlanjut hingga mereka tiba di Negara tujuan, namun serkhan tak ingin egois hingga dirinya harus menyelesaikan pertempuran mereka satu jam kedepan, ya durasi yang kurang lama menurutnya.


Hay para readers...mana nih hadiah buat penyemangat author, sudah author kasih yang haredang-haredang ya sejak kemarin, jadi author minta hadiahnya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Sebagai penyemangat ibu dari satu anak, ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2