Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Pelukan kerinduan


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Kurang lebih 1 jam perjalanan mereka menuju desa, kini rombongan telah sampai didesa tepatnya rumah kepala desa.


Serkhan bertemu dan mengucapkan terima kasih kepada kepala desa tersebut, kepala desa menyambut hangat pasangan calon suami istri yang terpisah sekian bulan lamanya dan menyuruh kembali kemari jika kelak ada waktu senggang tentu saja serkhan mengiyakan permintaan dari pasangan paruh baya ini.


Mereka lantas meninggalkan rumah kepala desa dan tentunya hanya sepasang calon suami istri serta abbas yang akan menggunakan helikopter sedangkan baron dan yang lainnya mereka menggunakan jalur laut yang sudah disiapkan oleh yuda.


Selama mengudara bella menempel bak diberi lem, sedangkan serkhan nampak menikmatinya sambil tersenyum lebar.


Dan sepertinya cuaca masih berpihak kepada mereka saat mengudara menggunakan helikopter karena hujan tak kunjung turun padahal awan sudah gelap seperti waktu senja.


Akhirnya mereka telah mendarat sempurna dan serkhan mengisyaratkan akan kembali ke hotel dulu untuk beristirahat karena begitu sampai tadi sang pujaan hatinya telah terlelap, mungkin efek obat yang diminumnya saat akan mengudara.


"Bas, bukakan kamar untuk baron dan temannya, kita akan istirahat dahulu sebelum kembali."....


Ucapnya saat sudah berada di dalam kamar hotel yang di tidurinya semalam.


"Baik Tuan muda"...


Jawabnya sambil membungkukkan badannya dan berlalu keluar dari kamar Tuannya itu.


Serkhan merebahkan pelan-pelan tubuh kurus bella lalu disingkirkannya anak rambut yang menutupi seputar wajah tirus itu.


"Mulai sekarang mas akan lebih menjaga mu dan kita akan secepatnya melangsungkan pernikahan karena mas tidak mau kehilangan lagi untuk kedua kalinya."...


Lirihnya sambil mengusap dengan lembut pipi bella.


Cup.


Kecupan lembut serkhan berikan dikening bella, kemudian berlalu meninggalkan bella yang masih terlelap untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Setelah selesai dengan aktifitasnya serkhan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos putih dan celana pendek hitam sambil mengusap-usap rambutnya yang basah.


Dihentikannya usapan di rambutnya dan melihat ke arah tempat tidur dimana pujaan hatinya masih terlelap hingga dirinya menarik kedua sudut bibirnya.


Bahagia tentu saja sebab pujaannya telah ada didekatnya tinggal selangkah lagi dia dapat memiliki jiwa dan raga bella, dan soal ingatan bella yang hilang perlahan-lahan nanti dia akan berusaha menceritakan sedikit-sedikit tentang kisah mereka.


Serkhan lalu meraih ponsel miliknya yang berada di atas nakas samping tempat tidur dan berjalan menuju balkon kamar.


Ditekannya nomor seseorang untuk mengabari tentang keadaannya serta keadaan gadis yang dirindukan oleh kedua keluarganya.


"Halo assalamualaikum"...


Ucapnya salam saat panggilannya diangkat oleh seseorang disana.


📞 Waalaikum salam nak, nak serkhan dimana? tadi kata penjaga nak serkhan pergi dari semalam? apa ada masalah?"...

__ADS_1


Tanya seorang pria paruh baya disebrang telepon yang tak lain adalah calon mertuanya.


Serkhan yang mendapatkan rentetan pertanyaan dari calon mertuanya tersenyum senang, ya semenjak hubungan mereka berstatus tunangan calon mertuanya itu sungguh sangat menyayanginya begitu juga dengan calon bumernya sebelum beliau jatuh sakit karena selalu memikirkan putrinya yang hilang.


"Alhamdulillah serkhan baik-baik saja pak dan semuanya baik tak ada masalah apapun"...


Ucapnya terjeda.


"Serkhan sekarang ada dikalimantan dan kemungkinan malam ini kembali ke jakarta mudahan saja cuaca mendukung"...


Sambungnya.


📞Looo di Kalimantan, jauh sekali nak?"....


Ucapnya dengan kaget saat mendengar laki-laki yang akan menjadi anak menantunya berada dipulau lain.


"Iya pak"...


Sambil tersenyum tipis walau bapernya tak dapat melihatnya sebab mereka melakukan panggilan suara.


"Bagaimana kabar ibu pak?"...


Tanyanya pelan.


📞Ya begitulah ibu mu, masih seperti biasa cuma sekarang sudah lebih baik dan kemungkinan besok sudah bisa kembali pulang"...


"Ya sudah pak, serkhan usahain sebelum ibu keluar dari rumah sakit serkhan sudah ada disana"...


"Assalamualaikum"...


Ucapnya sambil mematikan ponselnya secepatnya karena tak ingin mertuanya tau akan perubahan nada suaranya yang seakan ingin menangis.


Digenggamnya kuat-kuat pembatas balkon dikamar itu dan berulang kali menetralkan perasaannya saat mendengar ucapan sendu dari bapernya itu.


"Tunggu pak... bu... sebentar lagi ibu bisa kembali sembuh seperti sedia kala karena obatnya sudah serkhan temukan"...


Ucapnya lirih sambil mendongakkan wajahnya agar air matanya tak menetes, namun tetap saja air mata itu menetes tanpa bisa dicegah.


Diusapnya dengan segera air mata itu lalu mengalihkan pandangannya ke dalam kamar dimana bella masih terlelap.


Dihembuskannya nafas dengan kasar lalu beranjak menuju kedalam kamar karena cuaca semakin dingin karena tiupan angin yang kencang dan sepertinya akan turun hujan.


Dan tak lama hujan benar-benar turun membasahi kota Tarakan disertai angin kencang hingga serkhan menutup pintu pembatas antara balkon dan kamarnya.


Srek....


Setelah terkunci serkhan lalu menuju tempat tidur dan sepertinya dia akan beristirahat sebentar sebelum keberangkatan nanti malam dan mudah-mudahan saja hujan bisa reda nanti sebelum malam tiba.

__ADS_1


Serkhan merebahkan tubuh besarnya tepat disamping bella, gadisnya, pujaan hatinya, cintanya.


Dipandanginya raut wajah cantik bella yang sedang tidur, nampak polos sekali seperti anak remaja yang tengah terlelap.


Author : Hey...sadar ya mas duda, dia memang masih remaja looo... jangan dipungkiri itu, dirimu saja yang sudah ketuaan🤣🤣🤣


Mas duda : Ckkkk... bukan tua tapi dewasa... catat D E W A S A...😡😡😡


Author : Jiah sensitif kali kau itu...🤣🤣🤣


Mas duda : 🤬🤬🤬🤬


Author : 🤣🤣🤣🤣🤣🤣


"Selamat istirahat sayangku, mas hanya ingin tidur sambil memelukmu, semoga nanti pas kamu bangun nggak marah sama mas"...


Ucapnya lirih.


Cup...


Cup...


"Nanti cemburu bibir indahmu kalo mas nggak kecup juga"...


Ucapnya pelan sambil terkekeh geli akan kegiatannya mencuri-curi ciuman di bibir bella yang sedang terlelap dengan pulasnya.


Tak lama kemudian serkhan menutup kedua matanya, mungkin efek lelah serta berada didekat pujaannya jadinya dia mudah tidur.


Dipeluknya tubuh mungil bella agar mereka berdua semakin rapat apalagi cuaca diluar sedang hujan dan di tambah AC yang menyala menambah kesan syahdu, sayangnya mereka belum halal jadinya hanya pelukan saja untuk menyalurkan kehangatan diantara mereka berdua.


Sedangkan bella yang merasa kedinginan lantas membalas pelukan yang dikiranya guling walau kakinya tak dapat leluasa memeluk setidaknya tubuh atasnya bisa bergerak dengan leluasa.


Sore hari dengan cuaca yang dingin membuat sepasang calon suami istri yang baru bertemu ini tidur dengan saling memeluk, entah bagaimana nanti jika sang gadis terbangun dari tidurnya.


ASSALAMUALAIKUM READERS...


TERIMA KASIH YANG SUDAH SUDI SINGGAH DI NOVEL PERDANA AUTHOR SERTA NINGGALIN JEJAK...


JANGAN LUPA IKUTIN TERUS YA KISAH PERCINTAAN MEREKA BERDUA, DAN BEBERAPA EPISODE KEDEPAN MEREKA AKAN SAH KOK..🤭🤭🤭


NGGAK SABAR YAAAA....


JANGAN LUPA LIKE SEHABIS MEMBACA SERTA BERI GIFT DAN DUKUNGAN SEBANYAK-BANYAKNYA...


SALAM SAYANG


MOM OLLA

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2