Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Seblak dan tabrakan maut


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Like.


Vote.


Gift.


Setelah pertempuran sengit beberapa hari yang lalu dan drama si bumil, kini wanita yang sedang mengandung bayi kembar bersenandung ria setelah selesai melakukan senam khusus ibu hamil.


Bahkan tak henti-hentinya Nessa melebarkan senyum saat berpapasan dengan para maid di Manssion Tuan Besar mereka, membuat para maid yang disapa dan diberi senyuman seketika menimbulkan banyak tanya namun dalam hati saja sebab dirinya tidak akan mungkin bertanya kepada Nyonya muda mereka yang nantinya akan merusak mood bumil tersebut.


"Maria, tolong siapkan perlengkapannya, jangan sampai ada yang tertinggal, nanti jadinya nggak enak"...


Titahnya sembari mengerjakan hal yang lainnya.


Gadis yang dipanggil Maria itu lantas mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Nyonya bosnya, walau dirinya merasa heran untuk apa dia menata satu persatu benda yang keras bahkan dirinya tidak tahu apa itu dan banyak pertanyaan dalam hati seperti maid yang lain namun dirinya juga tidak berani jika harus merusak mood Nyonya bosnya.


Padahal yang dipegang Maria adalah kerupuk dengan berbagai macam bentuk serta rasa dan tidak lupa macaroni yang seperti mie.


Bahkan sejak tadi dirinya berdoa semoga Tuan bosnya tidak akan mengamuk kali ini saat melihat istri tercinta Tuan bosnya berada didapur dan seperti perintah Tuan bosnya jika dia sudah mengirim pesan sesuai dengan apa yang ditugaskan oleh Serkhan dan dirinya yakin jika tidak lama lagi pasti Tuan bosnya akan pulang.


Helena berjalan menuju dapur namun seketika dahinya mengeryit kala mendapati meja dapur berantakan bukan marah namun dirinya seketika heran apalagi para maid banyak membicarakan menantunya yang pagi ini menebarkan senyuman karena Nessa semenjak dinyatakan hamil jarang tersenyum sebab kebanyakan menantunya itu akan memulai drama dengan menangis bombay.


"Sedang apa sayang?"...


Tanya Helena secara tiba-tiba dan hal tersebut membuat Nessa seketika terkejut.


"Ihhh Anne, bikin kaget aja"...


Ucapnya sembari mengelus dadanya yang berdetak lebih cepat karena terkejut dan menengok sebentar mendapati mama mertuanya yang berjalan mendekat kearahnya


"Maaf sayang, sedang buat apa heum?"...


Tanya Helena sekali lagi dan mendekat ke arah sang menantu yang sedang sibuk meracik bumbu.


"Nessa mau bikin seblak Anne, minggu lalu Nessa minta kiriman sama ibu dan baru sampai pagi tadi, jadi Nessa mau bikin sendiri, Anne mau?"...


Tawarnya sembari tangannya tidak berhenti mengulek bumbu bahkan si bumil satu itu tersenyum ceria dengan kegiatan barunya ini.


"Tapi sayang, apa suami kamu tahu?"...


Tanya Helena dengan nada khawatir pasalnya sang putra sempat marah beberapa waktu lalu saat Nessa nekat untuk pergi kedapur sendiri bahkan memasak hingga tangannya terluka.

__ADS_1


Degh.


Tangan Nessa seketika terhenti mengulek bumbu bahkan kini dirinya mematung, ya...dirinya lupa akan ucapan sang suami yang tidak memperbolehkannya untuk menginjak dapur.


"Tapi Nessa ingin buat sendiri Anne"...


Nessa berucap dengan lirih bahkan kepala wanita yang akan dianugerahi bayi kembar 3 bulan lagi itu seketika menunduk dan memilin-milin kedua tangannya jangan tanyakan lagi matanya saat ini sudah berkaca-kaca.


Helena seketika terkesiap namun saat akan melangkah tangannya dipegang seseorang membuat dirinya menoleh dan mendapati sang putra yang sedang tersenyum kepadanya membuat dirinya pun ikut tersenyum lalu mengangguk.


Helena memberi kode kepada Maria agar meninggalkan pasangan suami istri tersebut dan tentu Maria dengan senang hati mengikuti perintah Nyonya besarnya sebab dirinya akan merasa menjadi orang ketiga melihat keuwuan pasangan suami istri tersebut membuatnya ingin cepat-cepat menikah namun pertanyaannya dengan siapa karena Maria tidak pernah memiliki kekasih selama beberapa tahun ini.


Grep.


"Mau bikin apa Mommy twins?"...


Tanya Serkhan dengan lembut sembari memeluk tubuh sang istri dari belakang bahkan Serkhan menumpukan dagunya pada bahu Nessa.


"Mas nggak marah?"...


Cicitnya pelan.


"Sebenarnya ingin marah tapi mas tahan"...


"Sini biar mas yang masak aja, okey"...


Ucapnya dan perlahan melepaskan pelukannya setelah mengecup pucuk kepala sang istri.


Nessa seketika berbinar ceria, bahkan dengan senang hati dia menyingkir dan mendudukkan tubuhnya saat sang suami menarik kursi tak jauh dari mereka untuknya duduk.


Mereka akhirnya memasak berdua bahkan Nessa merengek ingin ikut memasak dan hasilnya adalah Serkhan membiarkan sang istri ikut memasak.


Hingga beberapa menit kemudian akhirnya yang dibuatpun sudah jadi bahkan Nessa meminta untuk disuapi dan tentu Serkhan akan melakukan apa saja demi membuat wanitanya bahagia, bahkan Serkhan sampai mengundur rapat agar sang istri tidak terluka lagi karena dieinya mendapat info dari Maria, wanita yang menjaga sang istri selama dirinya bekerja.


β˜†β˜†β˜†


"Ma, Feli ke supermarket dulu ya, popok Aya sepertinya tidak akan cukup dan Feli akan membeli susu tambahan untuk Aya"...


Ujar Feli sembari merapikan penampilannya.


"Iya, mama nitip obat ya, sepertinya mama masuk angin"...


Ucap Denia dengan tangan memijat pelan lehernya .

__ADS_1


"Apa perlu kita pergi kerumah sakit ma?"...


Tanya Feli seketika dengan panik bahkan dieinya bergegas menghampiri mamanya yang bersandar disandaran ranjang.


"Nggak perlu sayang, cukup belikan obat saja nanti juga akan sembuh, pergilah nanti keburu siang"...


Ucapnya meyakinkan sang putri yang terlihat khawatir padanya.


"Yakin ma, lalu Aya bagaimana?"...


Tanya Feli sembari menengok kearah sang putri yang masih tertidur pulas dengan gaya yang berganti-ganti membuat wanita dewasa itu seketika terkekeh gemas.


"Mama bisa jaganya sayang, sudah sana pergilah"...


Usir Denia saat melihat sang putri terlihat ragu.


Feli seketika menghela nafas pelan lalu mengambil tasnya dan berpamitan pada mama serta putrinya membuat Aya menggeliat dalam tidurnya karena terusik dengan kecupan yang diberikan sang mami.


Bayi cantik tersebut tidaklah rewel selama beberapa hari ikut dengan ibu barunya, bahkan bayi yang baru genap seminggu itu nampak menggemaskan dimata Feli.


Feli dan sang mama memang berencana akan tinggal diNegara ini untuk beberapa waktu kedepan dan soal perusahaannya Denia sudah menjual asetnya dan tentu dijual kepada Serkhan.


Dan untuk masalah menetap dirinya belum berani mengambil keputusan, sebab dia akan melihat kedepannya nanti bagaimana akhirnya.


Jika sang putri bisa memiliki pendamping yang bisa menerima dia apa adanya dan tulus mencintainya mungkin Denia akan kembali ke Turki karena disana mendiang alm. suaminya dimakamkan.


Feli berjalan sembari membawa troli untuk meletakkan barang-barang yang dibutuhkan karena saking asyiknya memilih kebutuhan selama di apartemen dirinya tak sadar jika daei arah depan ada seorang pria sedang berhenti di depan rak tak jauh darinya hingga.


Bruk.


Feli seketika membulatkan mata saat ujung trolinya menabrak sesuatu milik seorang pria.


"Aauuww masa depanku"...


Pria tersebut langsung terpekik kesakitan dengan kedua tangan mendekap sela kangannya yang terasa sangat ngilu sekali akibat tabrakan maut itu dan beruntungnya dilorong tersebut hanya ada mereka berdua.


"Aduh...maaf mas maaf saya nggak sengaja sungguh, maafkan saya mas"...


Ucapnya panik sembari mendekat kearah pemuda yang kini sedang terduduk dengan kedua tangan masih berada disana bahkan tanpa sadar Feli memegang tangan pemuda tersebut.


Degh.


"Cantik"...

__ADS_1


Like.Vote.Gift


__ADS_2