
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Bocil skip banyak 🔥🔥🔥
Jomblo jangan bacaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Yang punya pasangan, gaskeun mumpung cuaca mendukung🤣🤣🤣
Gai rah seorang pria dewasa berumur 35 tahun itu seketika meningkat, bahkan hanya karena gerakan tak beraturan dari gadis yang ada diatas pangkuannya dan tengah di cum bunya membuat sang burung yang berada dalam sarang hitam terasa sesak bahkan menggeliat hebat ingin keluar agar bisa terbang bebas menuju sangkar yang sesungguhnya.
"Aaahhhh Tu...aannn..."...
Suara lembut mendayu ditelinganya seolah nyayian yang semakin membuatnya ber gai rah, Abbas semakin memperdalam lu matan nya pada puncak bukit milik Jeni yang terasa sangat nikmat, bak bayi kehausan dirinya me raup dengan sedikit kasar secara bergantian.
Ploph.
Abbas melepaskan puncak bukit Jeni, wajahnya sayu bahkan memerah menandakan bahwa dirinya benar-benar merasakan has rat yang membuncah.
Seperti Abbas, Jeni pun begitu pandangannya telah sayu bahkan nafasnya masih terengah-engah.
Keadaan mereka saat ini sungguh sangat berantakan, kemeja Jeni yang sudah terlepas dari kancingnya dan penyanggah kedua bukit kembarnya telah diturunkan hingga menyembullah bukit yang sungguh padat dan menantang, rambut acak-acakan, bibir merah dan membengkak, rok span yang telah robek bagian belakang, sepatu yang entah terlempar dimana.
Sedangkan sang pria tak jauh berbeda namun kemejanya hanya terlepas dua kancing serta rambut yang sangat berantakan karena remasan Jeni dan entah sejak kapan dirinya sudah melepaskan sabuk berharga puluhan juta yang melingkar manja diperutnya bahkan kaitan celana serta resreting sudah terbuka namun masih tetap pada tempatnya hanya terlihat sebuah gundukan besar yang dibalut oleh kain hitam bermerk terkenal.
Abbas memandang lembut Jeni, gadis yang telah dicum bunya beberapa detik lalu, gadis yang mampu menarik perhatiannya padahal jelas-jelas dia tahu jika Jeni sempat menggoda atasan mereka namun terlepas dari itu dirinya bahagia ternyata Jeni tidak lah seburuk itu.
Tangan kekar Abbas terulur dan perlahan merapikan anak rambut yang dengan nackal menutupi sebagian wajah cantik Jeni.
Wajah Jeni memanas dan dirinya segera memalingkan wajah saat melihat tatapan lembut dari pria yang sering menunjukkan wajah datar dan dinginnya saat mereka berpapasan.
Bahkan dirinya dapat merasakan sesuatu yang keras yang bergerak-gerak tepat didepan gundukan mungil yang masih terhalang dengan kain segitiga bermuda.
__ADS_1
"Apa kamu merasakannya?"...
Tanya Abbas dengan nada beratnya bahkan dirinya sangat menikmati wajah Jeni yang memerah itu.
"Tuan"...
Cicitnya pelan bahkan kini tubuhnya semakin meremang kala Abbas perlahan menggerakkan pinggulnya hingga membuat burung yang masih didalam sangkar bergesekan dengan tempat tinggalnya yang baru walau masih terhalang oleh kain.
"Heum"...
Abbas hanya bergumam bahkan dia kembali mendekat erat tubuh Jeni hingga mereka tak berjarak, dengan pelan Abbas menelusuri leher jenjang Jeni tanpa menghentikan gerakan pinggulnya bahkan terkadang dirinya sedikit memberi tekanan untuk mencari sensasi yang nikmat.
Jeni jangan ditanya lagi, gadis itu kembali bergerak gelisah kala bukit terbelahnya bergesekan dengan manja dibawah sana.
Nafas Jeni memburu bahkan dirinya semakin mendongakkan wajahnya saat Abbas kembali menelusuri lehernya dan menyesapnya, dirinya yakin jika saat ini lehernya telah tertinggal stempel berwarna merah gelap itu.
Abas semakin kuat menggerakkan pinggulnya bahkan kini bibirnya kembali me lu mat dan menye sap dengan penuh gai rah, rasa nikmat yang diciptakan dibawah sana membuat tubuhnya semakin tak karuan.
Rasanya dia ingin memasuki sarang mungil milik Jeni namun dia sadar bahwa dia belum bisa melakukannya, Abbas semakin memacu gerakan pinggulnya dengan posisi duduk saat merasakan sesuatu yang hendak menyembur keluar.
"Aacchhh Tuann...ak...kuhh...tak tahaannn"...
"Bersam...mahh...sa...yaannngg..."...
"aarrggghhh"...
Lenguhnya panjang secara bersamaan ketika penyemburan terjadi bahkan Jeni langsung ambruk didada bidang Abbas saat baru pertama kali merasakan yang namanya pipis enak.
Wah...wah...wah...kasus ini ya, kawin...kawin... othor buat undangan online dulu lah kalau gitu, bahaya dah ada yang nyuri start🤣🤣🤣🤣
"Hosshhh...hosshhh..."....
Nafas keduanya memburu, Abbas merengkuh erat tubuh Jeni yang masih berada diatas pangkuannya, sesekali dirinya mencium pucuk kepala Jeni, gadis yang sudah membuatnya melakukan aksi gila, gadis yang tidak berani menatapnya.
Laaa...jelas nggak berani bambang kan mukamu nyeremin gitu🤣🤣🤣
Wajah Jeni seketika bersemu merah namun tak urung dirinya juga tersenyum didalam didalam dekapan Abbas.
__ADS_1
Sepasang anak manusia itu masih larut pada fikiran masing-masing namun tetap dalam posisi yang seperti tadi dimana kedua gundukan beradu perang hingga menyembur cairan kental yang bila mana nanti bisa masuk kedalam gundukan berbelah akan menghasilkan sesuatu yang bernyawa.
Keringat saling membasahi tubuh keduanya dan sudah bisa dipastikan jika mereka nantinya akan mengenakan pakaian yang baru.
Degh
Jeni yang sadar bahwa apa yang telah mereka lakukan adalah salah, salah besar walau miliknya masih utuh namun tetap saja ini salah karena bagaimanapun mereka tidak memiliki hubungan apapun.
"Tuan, bisa tolong lepaskan saya"...
Cicitnya pelan dan berusaha untuk melepaskan belitan tangan kekar Abbas bahkan secara tidak sadar dirinya kembali bergerak diatas pangkuan Abbas.
Abbas menggeram tertahan kala gerakan yang Jeni lakukan lebih seperti gerakan ero tis yang membuat miliknya kembali on.
"Jen"...
Abbas memanggil Jeni dengan suara beratnya bahkan Abbas menjatuhkan kepalanya pada ceruk leher Jeni karena posisi gadis itu sedang memberi jarak dan Jeni lebih tinggi darinya.
Tubuh Jeni menegang kala merasakan sesuatu yang mengganjal dibawah sana kembali on bahkan dirinya baru menyadari jika kain yang menutupi miliknya basah dan terasa lembab.
Wajahnya kembali merona, bahkan kini has ratnya pun ikut on, gila memang tapi entah mengapa dia tidak pernah menyesali yang baru terjadi.
Abbas menegakkan badannya dan memandang teduh gadis yang kini memalingkan wajahnya, dieinya terkekeh sebab dia bisa melihat wajah merona Jeni.
Perlahan tangannya terulur untuk merapikan kain penyangga kedua bukit kembar milik gadis yang telah membuatnya bisa merasakan pipis enak walau tidak masuk kedalam sangkarnya.
Jeni semakin menegang kala bukit kembarnya sengaja dimainin oleh Abbas bahkan tangan nackal itu kembali menyusup kedalam celah penyangga dan mere mas perlahan membuat dieinya mengeluarkan suara yang dirimya sendiri merasakan geli.
Abbas menikmati pemandangan indah itu, rasanya tubuh Jeni kini menjadi candu untuknya bahkan dirinya menampilkan senyum saat melihat maha karya yang bertaburan diarea dada serta leher Jeni.
Saat tangan lentik Jeni memegang kedua bahunya, tangan kekar yang satunya perlahan turun untuk menyentuh kain segitiga yang kini sudah terasa basah sama seperti miliknya.
Diusapnya perlahan naik turun membuat gerakan sen sual bahkan tak jarang memberi tekanan sungguh dirinya sangat menikmati wajah tersiksa milik Jeni.
"Ayo menikah"....
Aaahhhh...ayo bang, dede mau🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Astaga lamaran apa itu🤣🤣🤣
Lamaran disela ke nik matan kali yaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤