Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Tangisan rindu


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Like.


Vote.


Gift.


Seorang pria dewasa sedang berdiri didepan sebuah rumah berlantai dua dengan bernuansa eropa membuat rumah tersebut terlihat mewah, dengan menggunakan kacamata hitam menambah kadar ketampanannya, dirinya menghela nafas pelan lalu pandangannya tak lepas dari rumah didepannya ini, sudah lebih dari 10 tahun dia tidak bertandang kerumah yang dulunya menjadi menjadi keluarga, ya...saat ini Serkhan berdiri disini setelah sekian tahun lamanya sebelum dan sesudah dirinya menikah dengan anak pemilik rumah ini, dirinya baru kemari lagi.


Serkhan meninggalkan sang istri sebentar setelah sadar dari siumannya dan tentu ditemani oleh maria dan bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga bidadarinya karena dirinya ingin mempertegas sesuatu agar tidak terjadi lagi, bukan karena dirinya masih ada rasa untuk sang mantan namun dirinya yang tak tega kepada mantan mama mertuanya walau bagaimanapun Serkhan sangat menyayangi bibi Denia sejak dulu, jika suatu saat putrinya akan berbuat hal yang lebih nekat lagi dan tentu sel adalah pilihan terakhirnya.


Seorang pria paruh baya berlari tergopoh-gopoh setelah membukakan pagar untuk mobil berwarna hitam yang kini tengah terparkir indah dihalaman rumah majikannya.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan"...


Ucapnya dengan sopan sambil menundukkan tubuh tuanya bahkan dirinya tidak mengenali siapa lelaki dewasa yang kini ada dihadapannya.


Serkhan lantas menoleh dan mendapati pria paruh baya yang dulunya sempat menemaninya bermain catur bersama saat menginap dirumah ini.


"Apa kabar pak Amat?"...


Tanya Serkhan sambil membuka kacamata hitamnya dan menampilkan senyumnya.


Pak Amat langsung terpaku saat mendengar suara tersebut, suara yang sepertinya tidak asing baginya namun dirinya lupa siapakah pemilik suara berat itu, pak Amat menengadahkan wajahnya perlahan untuk menjawab rasa penasarannya dan seketika matanya membulat saat melihat wajah pria yang ada dihadapannya sedang tersenyum.


"Tuan muda Serkhan"...


Pekiknya sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.


"Ya...ini saya pak, Serkhan"...


Jawabnya pelan sambil melangkahkan kakinya untuk mendekati pria yang kurang lebih seusia babanya itu.


Grep.


"Apa kabar pak?"...


Tanyanya dengan pelan sambil memeluk tubuh tua pak Amat.


"Ya...Allah Gusti, huhuhu...bapak senang Tuan muda sehat-sehat saja, jika istri saya masih ada mungkin beliau akan sangat senang bisa melihat Tuan muda kembali...huhuhu"...


Tangisnya pecah dipelukan Serkhan, dirinya dan almh. sang istri memang dekat dengan pria yang tengah memeluknya ini karena mereka bekerja pada keluarga Alexander (keluarga felisa) sedari muda atau lebih tepatnya setahun setelah menikah dan mereka berasal dari Negara I sebagai TKI.


Serkhan menepuk pelan punggung pak amat, dirinya juga merasa sedih apalagi baru mendengar kabar kematian wanita paruh baya yang sangat baik kepadanya selama dia berada dirumah ini, namun bukan berarti mantan kedua mertuanya tidak baik, mereka sama-sama baik bahkan memperlakukannya seperti anak mereka sendiri walau pada akhirnya harus terpecah belah.


Serkhan perlahan melepas pelukannya dan memandang sendu pria paruh baya dihadapannya yang sedang menangis itu.


"Saya turut berduka pak, sungguh saya tidak tau jika bu aminah telah berpulang"...

__ADS_1


Ucapnya lirih.


"Terima kasih Tuan muda, beliau meninggal saat kami pulang kampung 5 tahun lalu, tentu Tuan muda tidak mengetahuinya"...


Jelasnya sambil mengusap air matanya.


"Emm...Mama ada pak amat?"...


Tanya Serkhan agar pak amat berhenti menangis dan tidak terlalu bersedih karena mengingat almh. istrinya.


"Nyonya besar ada Tuan muda, bahkan Nona Felisa juga ada"...


Ucapnya pelan saat diakhir kalimat.


"Santai saja pak amat, saya sudah tidak apa-apa kok, oh ya kapan-kapan saya akan kenalkan bidadari saya ke bapak"...


Ucapnya sambil tersenyum.


"Tuan muda sudah akan menikah lagi?"...


Tanyanya dengan antusias.


Serkhan menggelengkan kepalanya pelan namun masih tetap tersenyum.


"Kalau menikah lagi berarti ini pernikahan saya yang ketiga dong"...


"Saya sudah menikah pak, 6 bulan yang lalu dan sekarang istri saya sudah mengandung"...


Sambungnya dengan melebarkan senyumnya.


"Alhamdulillah Ya Allah,semoga Istri Tuan muda selamat sampai lahiran nanti ya Tuan, bapak berdoa semoga rumah tangga Tuan muda sampai akhir hayat dan selalu dalam lindungan Gusti Allah"...


Doa tulus seorang pria paruh baya itu.


"Amiinn...terima kasih pak"...


"Mari saya antar kedalam, apa Tuan muda langsung saja"...


Ucapnya sedikit menggoda.


Serkhan tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Saya bukan bagian dari keluarga ini lagi pak amat, nggak etis rasanya kalau saya langsung nyelonong masuk kedalam, entar saya dikira maling lagi"...


Jawabnya sambil terkekeh.


Pak amat ikut terkekeh pelan dan langsung membawa mantan menantu dirumah ini dulunya untuk masuk kedalam rumah yang menjadi tempatnya mencari rejeki sedari dulu.


"Silahkan duduk dulu Tuan muda, saya panggilkan Nyonya Besar dulu"...

__ADS_1


Ucapnya dengan sopan sambil sedikit membungkukkan badan tuanya dan segera berjalan menuju dapur sebelum kekamar majikannya.


Serkhan lantas mendudukkan tubuhnya disofa tersebut sambil menatap ke sekeliling area yang masih sama seperti sepuluh tahun silam.


Dirinya menghela nafas dengan kasar mengingat peristiwa lampau yang dulunya sering main kerumah ini sedari kecil bahkan pernah beberapa kali menginap namun dia juga tidak pernah menyesali ke retakan rumah tangganya sebab kini dia bisa mendapatkan seorang bidadari yang sudah mengandung kedua buah hatinya, hasil benih cinta mereka berdua.


Seorang wanita paruh baya berjalan sedikit cepat dan dibelakangnya diikuti oleh pria paruh baya yang mengabdi dirumah ini sedari dulu.


Denia menghentikan langkahnya saat melihat sosok lelaki yang sangat dirindukannya dari belakang, bentuk tubuh yang banyak berubah serta memiliki rambut panjang yang diikat rapi.


Perlahan Denia melangkahkan kakinya menuju sosok yang pernah menjadi putranya walau hanya menantu namun Denia sangat menyayangi putra dari sahabatnya ini, banyak pertanyaan yang bersarang dibenaknya saat melihat sendiri sosok yang kini menjulang membelakanginya berada di kediamannya, namun terlepas itu semua dirinya begitu rindu bahkan Denia terakhir ketemu saat peristiwa memalukan bagi keluarganya dulu hingga kini dia tidak sanggup untuk berjumpa dengan sosok pria yang pernah disakiti hatinya oleh putrinya sendiri.


"Serkhan"...


Ucapnya pelan namun masih terdengar ditelinga lelaki tersebut hingga sosok itu membalikkan tubuhnya.


Mata Denia seketika memanas dan tak terbendung lagi hingga tetesan air mengalir dipipi tuanya sambil membekap mulutnya sendiri menggunakan kedua tangannya, sungguh ini seperti mimpi baginya.


Serkhan lantas melangkahkan kakinya dan berjalan mendekat kearah wanita yang disayanginya sejak dulu, bahkan bisa dibilang kalau wanita paruh baya yang tengah menangis itu adalah ibu kedua baginya.


"Mama"...


Panggilnya dengan nada serak dan mempercepat langkah kakinya.


Grep.


Serkhan segera merengkuh tubuh wanita paruh baya yang kini nampak kurus itu hingga dirinya merasakan tubuh wanita yang dipeluknya bergetar diiringi suara tangisan, tangisan akan kerinduan membuat dia pun tak kuasa untuk membendung air matanya.


Wanita yang selalu menjaganya dulu saat kedua orang tuanya pergi keluar kota dan keluar negeri, wanita yang menyayanginya seperti Anne, wanita lemah lembut sama seperti Anne, wanita baik hati yang selalu mengajarinya banyak hal sama seperti Anne, wanita yang sangat dia rindukan namun tak kuasa untuk menemuinya, kini dirinya menyesal kenapa harus ikut menjauhi wanita paruh baya yang kini tengah menangis pilu.


"Maaf nak, maafkan mama, maaf...mama rindu, mama rindu sekali putraku"...


Lirihnya dengan suara tercekat dan bergetar karena tangisan kerinduannya.


Pak Amat pun tak kuasa untuk tidak menangis melihat pemandangan yang begitu memilukan itu dan dirinya memilih untuk menyingkir karena tidak sanggup lagi melihatnya.


"Maafkan boy ma, maaf...maafkan boy"...


Hay...hay...selamat malam semua para readers๐Ÿค—๐Ÿค—


Tetap semangat dukung terus.


Like.


Vote.


Gift.


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2