
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Nessa tersenyum sepanjang perjalanan bahkan dirinya sangat antusias sekali selama berada didalam mobil membuat pria dewasa yang sebentar lagi akan menyandang status Daddy itu terkekeh pelan.
"Senang banget kayaknya?"...
Sindir Serkhan dengan memiringkan badannya sembari tangan besarnya mengelus lembut perut sang istri yang sudah membesar padahal baru menginjak 7 bulan.
Ya, pagi ini sang istri merengek ingin ikut kekantor dengan alasan karena sangat bosan berada dirumah terus selama ini bahkan calon Mommy twins itu mengeluarkan jurus andalannya dan berhasil disinilah mereka berada didalam mobil yang akan melaju menuju kantor Serkhan.
Nessa mengalihkan pandangannya saat sang suami berucap seperti itu, dirinya lantas tersenyum ceria dan segera menjatuhkan tubuhnya yang semakin hari semakin padat berisi didalam dekapan sang suami bahkan Serkhan semakin menggilai tubuh itu tak jarang mereka melakukan penyatuan hampir setiap malam dan tentu pada saat sang istri tidak lelah
Grep.
Dihirupnya dalam-dalam aroma tubuh maskulin suaminya, aroma yang sangat membuatnya merasakan kenyamanan bahkan tak jarang dirinya meminta untuk sang suami tak mengenakan baju saat tidur malam agar dirinya bisa memeluk serta mencium aroma tubuh itu.
"Ya tentu saja Nessa senang mas, kan bosan semenjak keluar dari rumah sakit Nessa tidak keluar dari rumah sama sekali"...
Cebiknya sembari menengadahkan wajahnya.
Cup.
"Iya maaf sayang, maafkan mas"...
Ucapnya dengan penuh sesal setelah melabuhkan kecupan singkat pada bibir seksoy Nessa lantas dirinya mengeratkan dekapannya membuat Nessa tersenyum didalam kehangatan yang suaminya ciptakan.
Sungguh Nessa tak ingin apapun selain sang suami tetap berada disisinya, bahkan jika suatu saat sang suami tak memiliki apapun dia tetap akan selalu berada disisi suaminya hingga mereka menua.
Hingga tak terasa mobil yang dinaiki mereka sudah berhenti dan dengan lembut Serkhan melepaskan dekapannya sebelum turun dari mobil.
Serkhan mengulurkan kedua tangannya untuk membantu sang istri turun dari mobil dengan pelan dirinya mengiringi langkah kaki Nessa sembari tangannya memeluk posesif pinggang Nessa.
Sepanjang perjalanan menuju lantai atas, banyak para karyawan menyapa mereka berdua dan tentu Nessa membalasnya dengan sangat ramah sedangkan sang suami hanya menganggukkan kepalanya pelan.
Banyak karyawan yang semakin terpesona dengan Nyonya mereka, selain ramah Nessa juga terkenal dengan kecantikan khas asianya.
Apalagi pagi ini Nessa mengenakan Dress selutut berwarna biru muda namun Nessa mengenakan celana khusus ibu hamil yang melekat dipaha mulusnya dengan panjang sampai dilutut yang berwarna hitam.
Pakaian sederhana namun tak mengurangi pesona Mommy twins tersebut bahkan auranya semakin terpancar.
Kini mereka telah tiba dilantai teratas dimana tempat sang suami bekerja bahkan dirinya bisa melihat wanita cantik yang kini telah berdiri menyambut kedatangan mereka.
"Selamat Pagi Tuan muda dan Nyonya muda"...
__ADS_1
Sapanya sembari menundukkan badannya tanda hormat.
"Selamat pagi Kak Jeni"...
Sapa Nessa dengan ramah bahkan wanita yang dipanggil Jeni tersebut langsung mengangkat badannya hingga tegak dan dirinya melihat senyum tulus yang diterbitkan oleh istri atasannya membuat dirinya meringis dengan sejuta rasa bersalah.
"Ayo sayang"...
Ajak Serkhan kemudian.
"Jen, kalau Abbas sudah datang suruh dia masuk"...
Ucapnya datar sebelum berlalu meninggalkan sekretarisnya yang masih terpaku.
"Ahhh...baik Tuan muda"...
Jawabnya dengan gugup sembari membalas senyum Nessa sebelum meninggalkan dirinya.
Setelah sepasang suami istri itu masuk kedalam ruangan sang bos, Jenifer menjatuhkan tubuhnya dikursinya sendiri lantas dirinya menghantukkan kepalanya dimeja dengan pelan.
"Bo d*h... bo d*h..."...
Uampatnya pada dirinya sendiri, kini dia baru menyadari jika selama ini sikapnya sungguh tidak baik dan dirinya akan bertekad untuk berubah kejalan yang lebih baik lagi.
Memang benar kata orang jika uang bisa membutakan mata seseorang namun Jenifer akan berusaha untuk tidak melakukan sikap bo d*hnya.
Ucapnya dengan sopan sembari bangun dari duduknya saat mendengar suara langkah kaki yang tegas dan dirinya sudah hapal siapa pemiliknya.
"Hem"...
Deheman seorang lelaki terdengar ditelinganya membuat dirinya menahan nafas sejenak lalu menghembuskan perlahan saat mendengar suara pintu telah tertutup menandakan bahwa Asisten datar sedatar triplek sudah memasuki ruangan Tuan muda mereka.
Jenifer menjatuhkan tubuhnya dengan kasar dikursi kerjanya.
"Ckkk...dasar Asisten datar"...
Umpatnya pelan sembari menutup kedua matanya sejenak.
"Apa kau barusan mengumpatku"...
Suara bariton terdengar ditelinganya membuat Jeni seketika membuka matanya.
Degh.
Matanya membulat seketika saat ornag yang baru diumpatnnya kini sudah ada dihadapannya bahkan lelaki tersebut meletakkan kedua tamgannya dipinggiran meja kerjanya serta tubuh yang sedikit mencondong bahkan hembusan nafas beraroma mint tercium dikedua lobang hidung mancungnya.
Jeni tak berkedip sedikitpun bahkan untuk bernafas saja dia seakan kesulitan, bahkan dirinya baru menyadari jika lelaki yang baru diumpatnya memiliki wajah yang rupawan dan jangan lupakan rambut tipis menghiasi rahang tegas seorang Abbas.
"Tampan"...
__ADS_1
Gumamnya pelan namun mampu membuat Jeni betah memandang wajah yang masih memasang wajah datar dan entah mendapatkan keberanian dari mana tangan mungilnya dengan berani menyentuh wajah yang sering diumpatnya itu.
Jari jemari lentik Jeni menelusuri wajah tampan Abbas bahkan dirinya tidak berkedip sama sekali.
"Bibir ini, kenapa kalau berucap pedas sekali"...
Lirihnya sembari tangannya berhenti dibibir seksoy milik Abbas.
Andai Jeni saat ini dalam keadaan sadar mungkin dirinya tidak akan punya keberanian seperti saat ini.
Abbas masih berdiam bahkan jantungnya berdetak kencang, niat hati ingin memarahi sekretaris bosnya namun siapa sangka jika kini dirinya malah tak berkutik dihadapan seorang gadis yang pernah menggoda Tuannya.
Abbas akui jika Jeni memiliki paras cantik khas Negara Paman Sam namun baru kali ini dia memperhatikan bahwa Jeni sungguh cantik bahkan riasannya tidak setebal saat baru pertama kali bekerja disini.
Dan entah dapat dorongan dari mana Abbas memajukan wajahnya apalagi saat Jeni mengitari bibirnya menggunakan jari lentik yang halus.
"Kau akan menyesal"...
Lirihnya saat wajah mereka sudah dekat bahkan arah pandang matanya tak lepas dari bibir berwarna pink yang kemungkinan pemiliknya hanya mengoleskan tipis sebuah benda yang memang dimiliki oleh kebanyakan wanita.
Cup.
Abbas menyatukan kedua benda kenyal milik mereka dan dapat dirinya lihat kekagetan yang terjadi pada reaksi Jeni bahkan kini tubuh langsing Jeni yang masih terduduk di kursi menegang sempurna.
Senyum tipis Abbas terbit disela bibir mereka bersentuhan, dirinya yakin bahwa ini adalah kali pertama Jeni disentuh karena dirinya bisa melihat dari gerak tubuh Jeni.
Dengan perlahan Abbas menggerakkan bibirnya, mema gut dengan lembut bibir milik Jeni yang tidak merespon ciu mannya.
Perlahan sebelah tangannya terulur untuk menjangkau pinggang ramping gadis yang kini masih berdiam seperti patung, tak sulit untuk menjangkau tubuh langsing itu sebab Abbas memiliki perawakan tinggi seperti Tuannya.
"Balas ciu man ku"...
Ucapnya lirih saat melepaskan sesaat pagutannya dan seakan terhipnotis Jeni menganggukkan kepalanya pelan dengan mata berkedip lucu dimata Abbas.
Dan tanpa membuang waktu Abbas segera menyatukan kembali kedua bibir mereka bahkan kini Abbas memutari meja agar bisa mendekap tubuh langsing Jeni.
Grep.
Dengan rakus Abbas melu mat dan menye sap bibir beraroma strawberi itu, entahlah apa yang sedang difikirkan olehnya saat ini.
Abbas yang terkenal sikap dingin dan datarnya bisa mencum bu seorang gadis ditempat terbuka seperti itu, namun ini memang kali pertama dirinya bercum bu bahkan dirinya sangat menikmati cum buan pagi ini.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang menatap mereka berdua yang sedang asyik dengan dunia mereka seolah tak ada orang lain.
"Sialan, bikin pengen aja"...
Umpat seorang pria dalam hati dan kembali masuk kedalam ruangan karena melihat adegan live yang membangunkan gai rahnya juga.
OMG...akhirnya Abbas normal juga🤣🤣🤣
__ADS_1