Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - DiFel 1


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Jika kedua pasangan pengantin baru dan pengantin lawas sedang mereguk indahnya surga dunia lain halnya dengan seorang wanita dewasa yang setengah mati menahan gugup saat melihat pantulannya didepan cermin.


Gaun berwarna peach dengan model tanpa lengan yang panjang dibawah lutut dan berdada tertutup menjadi pilihannya malam ini, gaun yang melekat pada tubuh rampingnya membuat wanita yang sudah berumur 38 tahun nampak seperti usia 30 tahun, apalagi dengan sentuhan make up tipis dan rambut yang dibiarkan terurai yang berbentuk curly menambah kecantikannya malam ini.


Bibir soft pink, bulu mata lentik alami, mata indah membuat penampilannya sempurna namun sayang kisah percintaannya tidaklah secantik wajah serta kemolekan janda dua kali itu.


Jika dulu dia sering mengenakan polesan make up yang mencolok, sekarang tidak lagi bahkan kebanyakan pakaiannya sudah banyak yang berubah, berubah untuk masa depannya kelak apalagi saat ini dia sudah memiliki seorang putri.


"Semoga pilihan ini yang terbaik." Gumamnya sembari menghela nafas pelan dan menatap kembali kearah kaca lalu tersenyum tipis.


Ya, malam ini dia sudah bersiap untuk menentukan masa depannya dan masa depan buah hatinya, berharap jika pilihannya kali ini adalah yang terakhir dan terbaik untuk keluarga kecilnya.


Jika bisa memilih, dia ingin sekali hidup bertiga dengan sang mama namun apa yang pernah mamanya tuturnya ada benarnya juga dan dia tak ingin egois untuk mental masa depan sang putri.


"Mama tidak melarang kamu untuk tidak berumah tangga lagi Fel, tapi sekarang ada bidadari kecil yang pasti maaih sangat membutuhkan sosok orang tua lengkap, untuk sekarang mungkin Aya belum mengerti namun jika dia sudah bisa berinteraksi sama teman-teman sebayanya dia pasti akan mengalami sedikit guncangan aaat dia sendiri yang tidak memiliki sosok ayah, tidak semua lelaki itu breng s*k sayang, cobalah membuka hati dan hidup bersama seorang yang mencintai kita dengan tulus yang paling utama kamu merasakan nyaman dahulu walau belum mencintai, mama yakin lambat laun kamu pasti akan bisa mencintai orang tersebut."


Beberapa hari yang lalu dia sempat mengutarakan segala keresahan hatinya pada sang mama yang sudah kembali ke Negara I, mama menganjurkan dirinya untuk mengambil semua keputusan lewat hati bahkan dirinya disuruh untuk melakukan shalat malam agar diberi jawaban yang terbaik untuk mereka.


Dan hari inilah penentuannya, setelah memantapkan hati serta fikirannya dia memutuskan sesuatu yang akan menjadi masa depannya kelak.


Langkah kakinya memutar perlahan dirinya menghampiri sang buah hati yang sedang menggeliatkan badan diatas ranjang miliknya dengan tangan yang dikeluar masukkan kedalam mulut kecilnya.

__ADS_1


Senyumnya terukir saat menatap sang putri yang sangat menggemaskan itu, lalu dia mendudukkan ditepi ranjang dan segera mengangkat Aya untuk dibawa kedalam dekapannya.


"Doakan mami ya sayang, semoga dia bisa menjadi papi yang baik untuk Aya". Gumamnya sembari mengelus pipi Aya yang terlihat lebih chuby.


Bibir Aya seketika membentuk senyuman bahkan matanya mengerjap-ngerjap lucu membuat Feli terkekeh dibuatnya.


Ya, bidadari kecilnya inilah pengobat kesepiannya selama berada di Negara I, bahkan dia tidak lagi memikirkan untuk mencari nafkah sebab tak ingin meninggalkan sang putri yang masih sangat membutuhkannya namun jika nanti Aya sudah menginjak usia 6 bulan ia akan membuka sebuah usaha dengan uang simpanan yang dia punya apalagi dia masih menyimpan uang harta gono gini yang diberikan mantan suaminya dahulu yang sama sekali belum digunakan hingga detik ini.


Ceklek.


"Sayang, sudah siap". Tanya Denia saat membuka pintu dan menyembulkan kepalanya sedikit.


Feli seketika menoleh lalu tersenyum.


"Sudah mah". Ucapnya dan segera bangun dari duduknya dengan tangan menggendong Aya.


"Cantiknya putri mama." Ucapnya dengan haru saat melihat penampilan sang putri.


"Sudah mantap dengan pilihan hatimu Fel?" Tanya mama Denia memandang sendu sang putri dengan kedua tangan mengayun pelan saat cucunya menggeliat didalam gendongannya.


"Semoga ma, doakan Feli mudahan ini jalan yang terbaik untuk kami berdua." Ucapnya dengan pelan dan memandang wanita yang telah melahirkannya itu.


"Doa mama selalu menyertaimu sayang, mama juga yakin jika papa kamu diatas sana pasti mendoakan kebaikan putrinya, mama berharap dia bisa mencintai dan menyayangi kalian dengan tulus." Doa mama Denia dengan nada tertahan sebab saat ini air matanya sudah menetes.


Feli menganggukkan kepalanya pelan dan mengusap lembut air mata sang mama lalu memeluk kedua kesayangannya.


Beberapa saat kemudian Feli keluar dari apartemen miliknya meninggalkan sang putri bersama dengan sang oma dan ARTnya, kaki jenjangnya membawa tubuh langsingnya untuk menuju ke loby apartemen untuk masuk kedalam sebuah taksi yang sudah dipesankan oleh penjaga apartemen sebab dia meminta tolong beberapa menit yang lalu.


Sedangkan didalam sebuah ruangan, seorang pria tampan yang mengenakan setelan jas berwarna hitam serta kemeja berwarna putih sedang menunggu dengan gelisah dan gugup.

__ADS_1


Berulang kali dia melihat kearah jam yang melingkar dipergelangan tangannya, namun lagi-lagi dia berdecak kesal saat waktu yang ditunggu masih 30 menit lagi dari janji temu.


Lelaki tersebut menghela nafas dengan pelan sambil berjalan mondar-mandir, ketakutannya ditolak membuat tangannya menjadi dingin dan baru kali ini dia merasakan gugup.


Yaelah baru juga menanti keputusan belum juga ehem-ehem😜😜😜


Ya, pria yang sedang menunggu dengan gelisah itu adalah Dito, malam ini dia akan mendengar jawaban dari lamaran minggu lalu dan dia sangat-sangat gugup jika kenyataan tidak sesuai dengan angannya namun dia akan tetap menerima segala keputusan yang akan diberikan pada wanita yang telah memenuhi hampir seluruh ruang hatinya.


Dito mengedarkan ke sekeliling ruangan, bibirnya tersenyum tipis saat melihat ruangan yang sudah disiapkan oleh pihak hotel.


Disana ada sebuah meja serta dua buah kursi yang sudah dihias sedemikian rupa untuk acara makan malam romantis yang memang sesuai dengan keinginannya.


Ceklek.


Suara pintu terbuka mengalihkan pandangannya kearah sumber suara tersebut dan kegugupannya semakin bertambah saat melihat sosok yang muncul dengan gaya anggunnya serta kecantikan yang terkesan alami mampu membuat seorang Dito Alansyah terpaku sejenak untuk menatap keindahan seorang wanita dewasa yang berjalan pelan kearahnya.


Setelah bisa mengusai kegugupannya, Dito dengan langkah gagahnya segera menghampiri wanita yang begitu cantik malam ini.


Sungguh dia sangat terpesona akan kecantikan seorang Felisa Aurora Alexander.


"Cantik."


Satu kata yang cukup ampuh membuat wanita dewasa itu tersipu malu bahkan wajahnya kini nampak merona jika saja lampu diruangan ini menyala dengan terang.


Dito menampilkan senyum manisnya dan mempersempit jarak antara mereka.


"Terima kasih sudah mau datang." Ucapnya dengan lembut dengan tangan langsung melingkar dipinggar ramping Feli membuat wanita itu seketika menegang bahkan kini matanya mengerjap lucu saat mendapatkan sesuatu.


Cup.

__ADS_1


Selamat bermalam minggu semua🤗🤗


__ADS_2