Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Pertemuan


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Serkhan dan rombongan sudah sampai didepan sebuah rumah tua namun terlihat bersih mungkin karena ada yang menempatinya, ya perjalanan serkhan tempuh kurang lebih 1 jam berjalan kaki dari mereka memarkirkan kendaraan, jadi serkhan harus berjalan kaki sebab jalanan hanya jalan setapak dan tak bisa kendaraan masuk.


"Tuan muda"...


Ucap seseorang yang tak lain adalah yuda, laki-laki yang beberapa hari ini memantau keadaan rumah tua tersebut tanpa disadari oleh penghuninya...


"Ya bagaimana?"...


"Nona sekali keluar rumah namun hanya berada diteras saja, em... dan... dan..."...


Jawabnya ragu-ragu, apakah dirinya harus memberitahukan tentang keadaan nona yang dipantaunya itu ataukah tidak...


"Dan apa yuda"...


Bukan serkhan yang bertanya melainkan abbas, sebab dirinya merasa ada sesuatu soal calon nyonya mereka sedangkan serkhan masih mengamati rumah tersebut siapa tau orang yang dirindukannya dapat dilihatnya baik-baik saja.


"Emm...maaf Tuan, sepertinya terjadi sesuatu dengan kaki kanan nona muda, sebab saya melihat nona berjalan menggunakan tongkat"...


Degh...


Jantung serkhan serasa berdetak dengan cepat saat mendengar penuturan dari anak buah abbas begitupun dengan abbas dirinya sangat kaget mendengarnya...


"Apa kamu tidak bohong"...


Ucapnya penuh penekanan sambil memegang erat kerah baju yang digunakan yuda, membuat pemuda tersebut ketakutan saat meliat aura yang Tuan mudanya itu dan seketika menundukkan pandangannya.


"Be...benar...Tuan muda"...


"I..ini sa...saya ambil gambar no...nona.. ke..kemarin"...


Ucapnya terbata-bata sambil menyerahkan ponsel miliknya dan serkhan langsung melepaskan kerah baju yuda serta langsung menerima ponsel itu dengan tangan gemetaran, ya dirinya takut akan kenyataan yang sesungguhnya betapa menderitanya calon istrinya itu jika hal tersebut benar adanya.


Degh...


Dadanya berdenyut nyeri saat melihat gambar seorang gadis sedang berdiri diantara pintu dengan menggunakan tongkat disisi tubuhnya, diperhatikan terus gambar tersebut hingga tak sadar jika sekarang matanya nampak berkaca-kaca, membuat yang lainnya hanya diam sedangkan abbas walau dirinya tak melihat gambar tersebut namun abbas dapat merasakan kesakitan yang Tuan mudanya alami.


"Tuan"...


Ucapnya pelan dan mampu didengar oleh Serkhan yang masih memperhatikan gambar orang yang dirindukannya.


"Hm..."...


Dehemnya lalu menyudahi melihat gambar wajah nessa dan mengalihkan pandangannya ke arah abbas.


"Sebaiknya kita bergerak sekarang Tuan muda, sepertinya hujan akan turun"...


Ucapnya saat memperhatikan bahwa mendung tengah menyelimuti tempat mereka berada.


Serkhan hanya menganggukkan kepalanya pelan, sedangkan abbas memberi komando kepada yuda untuk mulai bergerak dan beberapa anak buahnya serta orang yang dibawa dari desa pun ikut membantu.


Setelah menunggu beberapa saat, serkhan yang sudah tidak sabar pun langsung maju menuju rumah tua itu dan abbas yang mau menghalanginya terpaksa tak jadi dilakukannya sebab Tuan mudanya tersebut sudah memberinya peringatan lewat tatapan yang diberikannya.


Serkhan sudah tiba didepan pintu dan mendengar suara samar-samar dari dalam dna diyakini bahwa itu adalah suara laki-laki.


Diketuknya pintu tersebut dengan sopan layaknya orang yang sedang bertamu, ya tadi awalnya dirinya langsung ingin mendobrak pintu tersebut namun diurungkan saat mengedar sekelebat pembicaraan orang yang berada didalam.


Tok...tok...tok...

__ADS_1


Tok...tok...tok...


Diketuknya pintu tersebut terus menerus namun sepertinya orang yang didalam tak ingin membukanya, entahlah serkhan tak dapat menyimpulkan tentang situasi yang ada namun berharap mereka tak menyakiti gadisnya lagi.


"Buka, bisa kita berbicara dengan baik-baik"...


Ucapnya dengan sedikit keras namun diyakininya orang yang didalam dapat mendengar suaranya.


"Saya tau didalam ada seorang gadis dan gadis tersebut adalah calon istriku.."...


Ceklek...


Belum selesai serkhan berkata namun orang yang didalam telah membukakan pintu tersebut.


Dilihatnya dua orang pemuda dengan salah satu rambutnya gondrong serta mereka mempunyai tatto.


"Apa benar yang kamu ucapkan barusan?"...


Tanya seorang pria yang berambut gondrong tersebut dan diangguki olehnya...


"Mana buktinya?"...


Sambil menyodorkan tangan kanannya guna meminta sebuah bukti.


Serkhan lalu memperlihatkan cincin pertunangan mereka serta merogoh ponsel miliknya dan langsung dicarinya sebuah foto yang akan membuktikan bahwa benar mereka yengah bertunangan, lalu diserahkannya ponsel miliknya ke tangan pemuda yang usianya jauh dibawahnya itu.


Baron langsung menerima ponsel dari laki-laki yang penampilannya terlihat dewasa tersebut, awalnya dirinya ragu dengan apa yang diucapkan oleh pria bule yang berdiri dihadapannya ini, namun karena tak ingin hanya menebak-nebak akhirnya dirinya melihat isi ponsel mahal yang dipegangnya...


Ya baron dapat melihat sepasang kekasih yang tengah tersenyum bahagia dengan memamerkan cincin yang digunakan masing-masing, digesernya lagi foto tersebut dan dijumpai mereka tengah melakukan foto bersama dan diyakini oleh baron bahwa itu adalah foto keluarga besar mereka yang sedang berkumpul, setelah yakin jika gadis yang dibawanya tersebut adalah tunangan dari laki-laki yang masih berdiri dihadapannya dan pandangan mereka bertemu, lalu baron mengembalikan ponsel milik laki-laki itu.


"Masuklah"...


"Duduklah dulu disini, akan aku ceritakan soal tunanganmu sebelum kamu berjumpa dengannya"...


Sambungnya lagi lalu duduk dikursi lusuh yang ada diruang tamu, sedangkan dedi berdiri disamping baron.


Serkhan memberi kode ke abbas dan langsung di setujui oleh abbas, jadi mereka semua menunggu diluar sambil berjaga-jaga sedangkan serkhan melangkahkan kakinya dan duduk dikursi yang ada didalam ruangan tersebut.


"Kenalkan nama ku baron dan ini dedi"...


Ucapnya sambil menunjuk kearah rekan kerjanya.


"Saya serkhan"...


Ucapnya dan mengulurkan tangannya dan disambut oleh baron.


"Langsung saja ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?"...


Sambungnya karena sudah tak sabar ingin berjumpa dengan gadis yang dirindukannya...


Baron lalu mengarahkan pandangannya ke dedi dan dedi yang paham seolah memberi kode untuk langsung bercerita.


Baron menghembuskan nafasnya dengan pelan lalu menceritakan tentang asal mulanya mereka bertemu dengan seorang wanita, baron menceritakan tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun.


Sedangkan serkhan setia mendengar cerita dari pemuda tersebut dan dadanya seakan tertimpa reruntuhan saat mendengar tentang kondisi sang calon istri.


"Bisakah saya bertemu dengannya sekarang"...


Potongnya saat baron masih bercerita...

__ADS_1


Baron menganggukkan kepalanya pelan.


"Bisa, tapi jangan terlalu dipaksakan jika nanti bella belum dapat mengingat tentangmu"...


Ucapnya sambil mengingatkan serkhan soal kondisi bella lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar bella.


Serkhan menganggukkan kepalanya dan ikut berdiri lalu mengikuti langkah baron yang berdiri didepan sebuah pintu.


Tok...tok...tok...


"Bel, abang boleh masuk"...


Teriaknya saat selesai mengetuk pintu...


"Masuklah bang"...


Sahutnya dari dalam...


Degh.


Suara itu, suara yang sangat dirindukan oleh serkhan, saking tak sabarnya belum lagi baron berucap dirinya langsung membuka pintu dengan cepat.


Ceklek.


Dilihatnya seorang gadis tengah duduk sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding yang berada diatas tempat tidur.


Meneteslah air mata yang ditahannya sejak tadi saat melihat sendiri kondisi gadisnya yang sangat jauh dari bayangannya, hilang sudah rambut panjangnya, pipi chubynya, tubuh berisi...


Yang dilihatnya sekarang adalah seorang gadis dengan berambut pendek, pipi tirus serta tubuh yang terbilang kurus menurut serkhan.


"Bang, ada apa"...


Ucapan dari gadis tersebut menyadarkan dirinya, ditutupnya pelan pintu kamar nessa dan berjalan kearah ranjang dimana nessa berada sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya.


"Bang"...


Degh.


Dada bella berdetak lebih cepat kala mencium aroma dari bayangan yang diyakini adalah seorang pria yang sedang duduk di samping tempat tidurnya, sedangkan bella tiba-tiba saja merasakan rindu akan wangi aroma itu.


"Sayang"...


Ucapnya parau sambil menahan airmatanya agar tak menetes sedangkan bella masih terdiam apalagi mendengar suara itu, suara yang sering berada didalam mimpinya namun tak bisa melihat dengan jelas wajah pemiliknya.


"Mas kangen"...


Grep...


ASSALAMUALAIKUM READERS...


AHHH...MINGGU PAGI INI AUTHOR LAGI BERSEMANGAT UNTUK MENGUPDATE EPISODE BARU...


TETAP SEMANGAT YA READERS UNTUK SETIA MENGIKUTI KARYA AUTHOR...


JANGAN LUPA SETIAP SELESAI MEMBACA HARAP BAGI LIKENYA YA, SERTA BERI GIFT SEBANYAK-BANYAKNYA...


SALAM SAYANG


MOM OLLA

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2