
Happy Reading🤗🤗🤗
Seorang pria dewasa saat ini tengah berkutat dengan berkas yang berserakan diatas meja kerjanya sambil sesekali dirinya mengerutkan kening namun tak urung untuk tetap melanjutkan pekerjaannya.
Saat sedang serius memeriksa berkas terdengar suara ketukan pintu dan seketika mengalihkan pandangannya dari lembaran-lembaran kertas ke arah pintu.
Tok...tok...tok...
"Ya...masuk"...
Serunya sambil fokus kembali dengan para kertas-kertas penghasil dollar.
Ceklek.
Pintu terbuka muncullah sosok pria yang tak kalah tampan dari sang empu yang saat ini tengah serius dengan lembaran kertas, pria berdarah korea melenggang masuk dengan tangan dimasukkan ke dalam saku sambil menggelengkan kepala melihat sahabatnya yang sangat serius jika sudah bergelung dengan kertas penghasil dollar tersebut.
"Sibuk bro"...
Suara seorang pria yang tak asing terdengar ditelinganya dan seketika serkhan mengangkat kepalanya disana sudah berdiri seorang pria yang tak lain adalah sahabatnya yang berasal dari korea.
Yang sudah ngikutin cerita mom pasti tau ya, pria dewasa berwajah korea🤭
"Ya gitu deh"...
Jawabnya setelah melihat bahwa tamunya adalah sahabatnya yang berdarah korea.
Serkhan lantas bangun dari duduknya dan segera berjalan ke arah dimana letak lemari pendingin dan mengambil 2 kaleng minuman didalam sana.
Tak.
Dua kaleng minuman jenis soda diletakkan diatas meja tamu tepat didepan Jo.
Jo yang melihatnya nampak terkekeh kecil membuat atensi serkhan teralihkan kearah Jo yang sedang terkekeh.
"Why?"...
Tanya serkhan sambil menaikkan sebelah alisnya dan menyesap kaleng minuman yang baru dibukanya.
"Sudah berubah sekarang isi lemari pendinginmu"...
Ucapnya lantas mengambil kaleng minuman yang disediakan uantuknya dan dibuka penutupnya.
Serkhan seketika tersenyum mendengar ucapan sahabatnya, dulu lemari pendingin yang berada didalam sana berisikan alkohol yang dikemas dalam kaleng namun setelah menikah sekarang dirinya langsung menyuruh malik untuk membereskan alkohol-alkohol miliknya semua sebab serkhan menginginkan keturunan dan harus dimulai dengan hidup sehat apalagi umur sang istri terlalu muda jadi dirinya harus selalu mengimbangi istrinya agar bisa hidup lama dengannya.
"Ya...setelah menikah aku memang mengurangi yang namanya alkohol, see...seperti yang kamu lihat"...
__ADS_1
Kekehnya sambil mengendikkan bahunya.
"Wah...pengaruh banget ya bini mu"...
Goda Jo sambil menyandarkan tubuh besarnya disandaran sofa tersebut.
"Yahhh gitu, kamu juga akan merasakannya nanti jika sudah dapat yang pas, apa belum ada?"...
Tanya serkhan sambil melihat ke arah sahabatnya yang belum juga berniat untuk berumah tangga kembali.
Jo mengendikkan bahunya acuh, baginya pernikahan saat ini belum terfikirkan kembali dirinya masih menikmati kesendiriannya.
Kring...kring...kring...
Ponsel serkhan berdering diatas meja membuat dirinya seketika menoleh.
"Bentar ya"...
Ucapnya sambil bangun dari duduknya dan berjalan menuju dimana meja kerjanya.
My wife💖 Calling...
Senyum serkhan seketika mengembang saat melihat ID dilayar ponselnya.
"Ya sayang...Assalamualaikum"...
Jawabnya sambil tetap tersenyum walau sang istri tak dapat melihat senyumnya.
Ucapnya dengan nada sedikit memohon.
Serkhan seketika teringat bahwa dirinya belum sekalipun mengajak sang istri untuk berkeliling di Negaranya karena memang kesibukan akhir-akhir ini bahkan Baba ikut turun tangan membantunya.
"Maaf sayang, maafkan mas yang belum sempat membawamu jalan-jalan, bagaimana jika besok mas membawamu untuk berkeliling saat ini pekerjaan mas belum selesai"...
Ucapnya dengan penuh penyesalan dan dirinya merasa sangat bersalah kepada istri tercintanya karena selama berada di Negaranya sang istri bahkan belum keluar rumah terkecuali saat pergi kerumah sakit.
📞 "Mas nggak perlu minta maaf, maafin nessa... nessa hanya ingin pergi bersama anne dan ibu, boleh ya... nessa cuma ingin pergi ke mall"...
Serkhan menghembuskan nafas dengan pelan, perasaan bersalahnya belum lah hilang lantas dirinya mendudukkan tubuhnya diujung meja kerjanya.
"Baiklah..pergilah sayang, nanti jangan lupa selalu kabari mas okey...jangan terlalu lelah bukankah sayang masih berada dirumah sakit?"...
Ucapnya sambil melihat jam yang melingkar ditangannya.
📞"Hehehe iya nessa baru saja keluar dari ruangan, ya sudah nessa berangkat langsung ya... Assalamualaikum mas...love u"...
Bisiknya disana dan langsung sambungan telfon ditutup sepihak oleh nessa.
__ADS_1
Serkhan yang mendengar bisikan kata cinta pertama kali dari sang istri setelah status mereka sah lantas tersenyum lebar sambil memandang layar poselnya yang menampilkan wajah cantik istrinya saat sebelum menghilang, hatinya bagaikan disiram jutaan bunga-bunga.
Jo yang melihat interaksi sahabatnya itu ikut merasakan kebagiaan dan dirinya yakin jika yang barusan menelfon serkhan adalah istrinya, seorang gadis kecil yang mampu membuat serkhan bertekuk lutut.
Jo mendoakan jika rumah tangga sahabatnya itu bisa langgeng hingga maut menjemput dan dirinya juga bisa mendapatkan wanita yang benar-benar mencintai dirinya seperti sahabatnya yang belum lama ini melangsungkan pernikahan.
☆☆☆
Sedangkan di rumah sakit tepatnya didepan ruangan dimana dirinya sehabis melakukan terapi, nessa nampak masih bersemu merah wajahnya setelah mengucapkan balasan kata cinta untuk sang suami.
Baginya tak sulit untuk mencintai sosok suaminya ini, karena serkhan begitu memanjakan dirinya bahkan dari perlakuannya saja sudah sangat terlihat jika suaminya sangat mencintainya dengan tulus dan bukan hanya ucapan saja.
Nessa berharap bahwa dirinya bisa secepatnya untuk mengandung dan memberi kebahagiaan bagi sang suami dan keluarga mereka, walau selama menikah serkhan tak pernah mengungkit soal anak namun dirinya sebagai seorang istri paham akan hal yang sedikit sensitif tersebut.
"Ekhem"...
Deheman seseorang membuyarkan lamunannya membuat dirinya seketika menengok dan disana nessa melihat ibu dan anne sedang memandangi dirinya dan hal tersebut semakin membuatnya malu apalagi mereka dalam keadaan sedang menahan senyum.
"Sudah ijinnya, sebaiknya kita pergi sebelum hari semakin siang"...
Ucap anne setelah melihat menantunya selasai menelfon namun setelahnya wajahnya memerah hingga membuat dirinya mengulum senyum.
Nessa segera mengangguk dan dengan sigap maria mendorong kursi roda Nyonya mudanya dan diikuti oleh anne dan ibunya.
☆☆☆
"Mau kemana kamu?"...
Tanya denia saat melihat sang putri sudah rapi dan seperti sedang ingin bepergian.
"Feli mau pergi belanja ma, ada barang baru yang feli lihat semalam di story teman feli"...
Jawabnya sambil merapikan penampilannya.
"Tidakkah kamu membantu mamah untuk mengurus perusahaan ayah kamu fel, mamah sudah tua seharusnya kamu yang berangkat kekantor untuk membantu om kamu"...
Ucapnya kesal saat melihat putrinya itu selalu pergi jalan-jalan tanpa berniat untuk berkerja.
"Feli nggak mau kerja mah, feli nggak mau cape... nanti aja setelah serkhan kembali menjadi suami feli biar dia saja yang membantu dikantor, sudah feli mau pergi dulu"...
Ucapnya santai lantas melenggang pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan dari ibunya
"Anak itu bener-bener....huft"...
Denia semakin hari dibuat pusing oleh tingkah putrinya yang taunya hanya meminta uang dan seharusnya dirinyalah yang saat ini menikmati masa tuanya namun sepertinya itu hanya angan-angan semata.
Haloha....readers setia, tetap semangat untuk menanti kelanjutan kisah mereka ya...
__ADS_1
Maafkan mom jika telat untuk update, karena ada tugas negara yang wajib dikerjakan sebelum bersantai sambil melanjutkan cerita🤭🤭🤭
Jangan lupa Like.vote.gift dan follow me😍😍