Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - SAH JEBASS


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi seorang pria yang akan melepas masa lajangnya diusia yang terbilang sangat mapan, pria tersebut benar-benar merealisasikan keinginannya untuk mempersunting sang gadis pujaan hatinya secepat mungkin.


Bukan karena hanya naf su semata, dirrinya memang berniat untuk menghalalkan hubungan mereka karena memang dia sudah memantapkan hati dan setelah berbicara dengan orang tua angkatnya akhirnya mereka setuju ketika mendengar penjelasan yang pria itu ungkapkan.


Berulang kali dia menghembuskan nafasnya agar mengurai kegugupan yang melanda namun tetap saja saat ini dirinya setengah mati menahan agar tidak kentara rasa gugupnya.


Dirinya akan berusaha untuk menjadi suami yang akan selalu menyayangi sang istri nantinya.


Masih terekam dengan jelas pembicaraan dengan sang kakak semalam saat dirinya dipaksa untuk menginap di Mansion utama dikediaman kedua orang tua angkatnya.


"Jadilah lelaki yang bertanggung jawab Bas, jangan sekali-sekali membentak dan bermain tangan kepada istrimu nanti, berusahalah semaksimal mungkin untuk membahagiakan wanitamu, jangan pernah sekali-sekali mencoba untuk mendua karena sejatinya penyesalan pasti akan ada dibelakang nantinya, kakak yakin kamu pasti akan bisa membahagiakan istri dan ibu mertuamu"...


Dan pada saat itu Abbas langsung mengangguk patuh kepada pria yang sudah dianggap sebagai kakaknya kandungnya itu sebab masa itu pun dia adalah anak tunggal yang tidak memiliki saudara lain selain dirinya sendiri.


Dikeluarga ini pula dirinya mendapatkan kehangatan dan kasih sayang yang tulus bahkan orang tua angkatnya tidak pernah membeda-bedakan antara dirinya dan anak kandung yang notabennya lebih berhak dari apapun termasuk dirinya namun kedua orang tua angkatnya tidak begitu.


Jika sang kakak akan diberikan mainan kesukaannya tentu dirinya juga akan diberi mainan kesukaannya walau dia tidak pernah meminta namun Anne selalu punya cara agar dia bisa terbuka dan kelemahannya adalah melihat kedua orang tua angkatnya bersedih karenanya dan dari sanalah dia selalu terbuka pada wanita cantik yang baik hati memberikan kasih sayang kepadanya.


"Anne bahagia akhirnya kamu bisa menemukan tambatan hatimu nak, anne berdoa supaya rumah tangga kalian selalu dalam Lindungan-Nya, jangan pernah sakiti istrimu nanti bas, perlakukan dia dengan sebaik mungkin dan jangan lupakan Anne jika kalian sudah menikah nantinya, sering-seringlah berkunjung, kakak kamu tidak lama lagi akan pindah dan menetap di negara I jadi hanya kamu nanti yang Anne punya, jangan jadikan kesibukanmu untuk menjadi alasan agar tak menemui wanita tua ini nak"...


Bahagia tentu dia sangat bahagia bahwa dia benar-benar berarti dalam hidup wanita yang masih cantik walau usia sudah tak lagi muda, bahkan dirinya menangis didalam pelukan Helena pada saat dia tidak sengaja melihat wanita yang penuh kelembutan sedang termenung ditaman.


Bahkan Helena tak segan untuk memberikan hadiah kepada calon menantunya yang isinya sepaket perhiasan yang pasti harganya tidaklah murah dan dia tahu itu.

__ADS_1


Sungguh dirinya sangat-sangat bahagia bisa diterima dengan baik dikeluarga ini dan dia bertekad dalam hati bahwa dia tak akan pernah mengecewakan keluarga angkatny.


Pug.


Sebuah tepukan dibahu mengagetkan dirinya dari lamunan hingga akhirnya dia menoleh dan mendapati sang kakak sedang berada tepat dibelakangnya.


"Santai saja Bas, jangan gugup gitu nanti kamu salah sebut lagi"...


Goda Serkhan sembari menampilkan senyuman ejekan.


Abbas lalu mendengus kesal melihat senyuman sang kakak namun tak lama senyuman tulus pun terukir.


"Terima kasih kak"...


Ucapnya dengan penuh ketulusan.


Serkhan hanya mengangguk pelan dan tersenyum lalu menepuk pundak sang adik sekaligus asisten pribadinya sebanyak dua kali.


Sungguh matanya tidak dapat teralihkan saat melihat betapa cantiknya sang pujaan hati yang diapit oleh Anne serta kakak iparnya.


"Ehem...nanti lagi mandangnya nak Abbas, nak Jeni nggak akan kemana kok"...


Goda sang bapak penghulu saat melihat sang calon pengantin pria sedang menikmati kecantikan wanitanya.


Blush.


Wajah Abbas seketika bersemu merah saat mendengar godaan dari lelaki paruh baya yang akan menikahkan mereka lantas dirinya berdehem sebentar untuk mengurai rasa malu yang melanda apalagi dirinya mendengar sebagian saksi tersenyum kecil termasuk sang kakak yang paling nyaring tertawanya.


Jeni kini sudah duduk tepat disamping sang pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya, bahkan kini tangannya amat terasa dingin sekali.


Dan tak lama sebuah tangan besar nan hangat menggenggam tangan dinginnya hingga dirinya mengalihkan pandangannya kearah samping dan melihat seorang pria tampan berpakaian senada dengan kebaya miliknya sedang tersenyum hangat hingga tak lama senyum itupun menular kepadanya.

__ADS_1


"Sudah...jangan pada senyum-senyum gitu, bikin bapak pengen cepet pulang aja...nanti aja dikamar dilanjut senyumnya sekalian lebih juga boleh"...


Ucap pak penghulu yang menikahkan Serkhan dulu sengaja didatangkan dari Negara I itu mencoba mencairkan suasana dan benar seketika ruangan tergelak karena omongan pak penghulu tersebut.


Abbas dan Jeni kembali blushing karena candaan dari pria paruh baya itu dan tak lama prosesi ijab pun terjadi hingga kata-kata yang ditunggu terdengar menggema secara bersamaan.


"Bagaimana para saksi Sah"...


Tanya pak penghulu.


"SAAAHHHHHH"....


Lega, bahagia dan terharu dirasakan oleh pengantin yang kini sudah sah menjadi pasangan suami itri tersebut bahkan keduanya langsung menangis haru.


Abbas mengulurkan tangannya ke arah Jeni dan disambut hangat oleh sang istri walau dibarengi dengan lelehan air mata namun sesungguhnya itu bukan dari air mata keterpaksaan itu adalah air mata kesedihan sebab disaat hari bahagianya sang papa tidak mendampingi dirinya sedangkan sang mama tetap memaksa untuk melihatnya walau dnegan susah payah duduk diatas kursi roda.


Cup.


Abbas mencium kening sang istri dengan kelembutan dan sama dengan sang istri dirinya pun ikut menangis sebab kedua ornag tua kandungnya tidak menyaksikan secara langsung namun dia yakin bahwa saat ini kedua ornag tuanya bahagia dan melihat dari atas sana pernikahannya.


Sungguh ruangan yang tadinya disambut gelak tawa kini berubah menjadi isak tangis tak jarang para saksi yang tidak menangis saat melihat kedua pengantin terisak seperti itu.


"Putra kita sudah menikah honey"...


Lirihnya sambil terisak didalam dekapan sang suami sungguh dia sangat bahagia akhirnya putra keduanya telah melepas masa lajang dan dengan begitu beban dipundaknya sedikit terangkat.


"Iya sayang, putra kita sudah menemukan tambatan hati masing-masing dan kita sebagai orang tua hanya bisa melihat tanpa bisa mencampuri urusan kedua putra kita lagi"...


Ucapnya dengan serak, ya Sulthan pun merasakan kesedihan sama seperti saat putra pertamanya melepas masa duda.


Walau Abbas bukan terlahir dari darah dagingnya namun dia sangat menyayangi bocah yang dulunya ditemukan dipinggir jalan 25 tahun silam itu.

__ADS_1


Akhirnya SAH juga, kondangan-kondangan yok🤣🤣🤣


__ADS_2