
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Masih area 🔥🔥🔥, othor lanjut lagi yaaa soalnya lawannya dah pulang dinas🤣🤣🤣 yang jomblo skip aja nanti pengen berabe😜😜😜
Dengan pelan Abbas menggesek-gesekkan kepala rajawali miliknya membuat sang pemilik sarang meleng uh dan men de sah bahkan tangan mungilnya mencengkeram sedikit kuat saat kepala burung tumpul itu sedikit menekan hingga dirinya merasakan sedikit sakit dan perih.
"Maass". Ucapnya dengan terbata-bata bahkan matanya kian terpejam saat sesuatu menekan diarea pribadinya.
"Sabar saayaannggg". De sahnya saat dirinya semakin menekan kepala rajawali miliknya agar bisa masuk kedalam sangkar yang sesungguhnya.
"Oouucchhh susah sekali yang". De sahnya sembari terus menekan hingga.
Bles.
Yeiii....akhirnya perjaka dan perawan menyatu sempurna, ayo gaskeun Bas...buat hotel bergoyang layaknya gempa jangan kalah sama simantan duda yang berhasil menggoyang pesawat🤣🤣🤣
Abbas segera membungkam bibir mungil sang istri saat Jeni hendak mengeluarkan suaranya, perlahan air mata Jeni pun menetes merasakan badannya seolah terbelah menjadi dua apalagi pada bagian intinya yang terasa amat sakit sebab kepunyaan sang suami yang berukuran jumbo.
Perih dan sakit melebur menjadi satu namun kini dirinya senang akhirnya sang pemilik sesungguhnya lah yang merenggut mahkota yang selama ini dijaganya dengan hati-hati, pemilik yang mungkin sebentar lagi mungkin akan diberikan cinta serta kasih dan sayangnya bahkan seluruh tubuhnya itu.
Perlahan Abbas melepaskan pagu tannya dan menjauhkan wajahnya, dapat dilihat ekspresi sang istri yang masih meringis sakit oleh sebab itu dirinya tak berani untuk bergerak dahulu agar sang istri menyesuaikan penya tuan mereka karena dia sadar jika burung rajawali miliknya yang jumbo.
Diusapnya dengan lembut air mata yang menetes, dengan pandangan lembut dirinya menatap sang istri yang masih terpejam.
"Terima kasih, sudah menjaganya untuk ku". Ungkapnya dengan penuh rasa bahagia, rasa yang membuncah didalam dadanya.
Cup.
__ADS_1
Satu kecupan dikening Jeni dirasakannya. teramat lembut penuh dengan kasih sayang yang tulus.
Jeni seketika membuka mata dan melihat sang suami tengah menatapnya dengan pandangan lembut dan tersenyum membuat kedua sudut bibirnya pun ikut tertarik keatas.
"Sama-sama suamiku". Ucapnya dengan pelan bahkan kini wajahnya nampak merona dibalik ekspresi kesakitannya.
Senyum Abbas kian melebar saat dirinya mendengar panggilan baru untuknya, panggilan yang membuat hatinya berbunga-bunga.
"Bolehkah aku lanjutkan sayang". Pintanya dengan suara seraknya menandakan has ratnya kian membara apalagi saat merasakan pergerakan sang istri walau pelan.
Dengan pelan Jeni menganggukkan kepalanya membuat Abbas seketika memajukan wajahnya dan segera mema gut lembut bibir sang istri dan disambut hangat oleh Jeni.
Perlahan Abbas menggerakkan pinggulnya dengan lembut sembari menikmati bibir yang menjadi candunya, seolah tak ingin menganggur tangan satunya digunakan untuk mera ba dan mere mas salah satu bukit milik Jeni membuat sang empu semakin tak karuan dibuatnya.
Abbas melepaskan tau tan bibir mereka dan kini bibirnya kembali berlabuh pada leher sang istri untuk kembali menye sap dan meninggalkan jejak-jejak percintaan panas mereka hingga bibirnya kembali turun dan seketika memasukkan puncak bukit yang begitu menantang untuk dilahap.
Seperti bayi yang kehausan, Abbas terus memainkan bukit sintal sang istri bahkan tak segan ping gulnya sedikit memberi tekanan membuat Jeni semakin mengeluarkan suara indahnya.
Mereka saling mele nguh dan men desah, ruangan malam itu sudah semakin memanas bahkan AC saja tifak mampu untuk meredam hawa panas akibat penyatuan kedua insan yang baru sah menjadi suami istri itu.
Dan tak dipungkiri oleh Abbas, demi apapun rasanya dia ingin lagi dan lagi hingga didetik terakhirnya dia menyemburkan ****** ***** yang kelak akan menjadi calon penerusnya bahkan dia tidak akan menunda untuk segera memiliki momongan seperti sang kakak yang akan dianugerahi baby twin.
"Yang, akuhh mau kelu arr". Ucapnya dan semakin cepat menghentakkan pinggulnya hingga Jeni merasakan sesuatu yang hendak keluar seperti tadi.
Dan tidak lama mereka berdua menge rang secara bersamaan.
"Aaarrrggghhhh"....
Dengan pelan Abbas menjatuhkan tubuhnya diatas sang istri namun tetap tangannya menumpu disisi badan Jeni agar tak menindis tubuh langsingnya, nafasnya memburu begitupun dengan Jeni.
Abbas menjauhkan wajahnya dari ceruk leher Jeni dan dilihatnya wajah sang istri yang dipenuhi lelehan keringat dan nafas yang masih tersengal.
Tangannya terulur untuk mengusap peluh yang membasahi wajah sang istri membuat Jeni seketika membuka mata dan mereka bertatapan.
__ADS_1
"Terima kasih sayang". Ucapnya dengan lembut dan memandang sang istri penuh cinta.
Sedangkan sang empu hanya mampu tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan lalu menutup matanya akibat rasa lelah dan mengantuk.
Bayangkan saja dua jam mereka merajut cinta hingga dia keluar berkali-kali sedangkan sang suami mampu bertahan hingga selama itu yang hanya keluar sebanyak dua kali saja.
Kelamaan mendam jadinya lama🤣🤣🤣
Cup.
Abbas melabuhkan kecupan dikening sang istri dan setelahnya melepaskan penyatuan mereka hingga membuat Jeni mendesis dan mencengkeram kembali lengannya.
Abbas terkekeh pelan lalu ditariknya tubuh sang istri masuk kedalam dekapan hangatnya membuat Jeni meringsekkan tubuh nakednya didada bidang sang suami dan mencari kehangatan didalam sana.
Abbas yang juga merasakan lelah akhirnya ikut larut dalam kesunyian malam sembari mendekap sang istri.
Sungguh dirinya bahagia bisa mempersunting Jeni walau awal kesannya kurang enak namun kini sepertinya dia akan membuang seluruh pemikiran buruk selama ini dan dia akan fokus pada keluarga kecilnya bersama dengan ibu mertuanya yang sedang melakukan pengobatan di LN.
Jika sepasang pengantin baru sedang merengguk indahnya madu dimalam pengantin tak jauh beda dengan pasangan yang akan menyandang gelar orang tua tersebut, seolah tak mau kalah dengan pengantin baru, Serkhan ikut memesan salah satu paket honey moon dihotel ini.
"Ooouuuggghhh....terus yaannggg, aacchhh kau semakin liar". Erangnya dengan merem melek saat sang istri mengambil kendali atas dieinya yang kini sednag bergerak liar dan tak beraturan diatas tubuhnya sedangkan sang joki juga tak kalah ekspresi dengan sang suami bahkan gai rahnya juga kian tersulut saat kedua pinggulnya semakin ditekan kebawah oleh kedua tangan kekar Serkhan.
"Maasss...Nessa cape". Adunya dengan nafas ngos-ngosan dan gerakan pinggulnya melambat.
seolah paham apa yang dirasakan sang istri perlahan dirinya bangun dan meraih tubuh basah sang istri dan dibaringkan diatas ranjang dengan pelan tanpa melepas penyatuan mereka berdua.
Dan Nessa memiringkan tubuhnya agar posisinya nyaman selama ber cin ta hingga Serkhan melebarkan senyum dan mulai menggerakkan pinggulnya.
Tak butuh waktu lama kini gerakan pinggulnya semakin cepat sebab dia akan mencapai puncak bersama sang istri.
"Oouuuggghhhh". Leng uhnya secara bersamaan menandakan mereka telah sampai.
Udah ya, seharusnya semalam tapi....🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1