
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Kedua wanita berbeda usia itu kini sedang duduk saling berhadap-hadapan disebuah kantin rumah sakit yang memang buka 24 jam tak jauh dari mereka kedua orang berbeda gender dengan usia yang sudah senja sedang menatap kearah meja yang sejak beberapa menit yang lalu belum memulai pembicaraan.
"Mas, apa Lena bakal mau maafin putriku?"...
Tanya Denia dengan pandangan sendu dengan kedua tangan yang saling meremas serta matanya tak lepas dari sang putri yang sedang menundukkan wajahnya sejak tadi.
"Percayalah, Lena bukan wanita jahat tentu kamu pun lebih paham dari mas, Lena mungkin masih memerlukan waktu untuk bisa menerima semua ini tapi percayalah sama Lena jika dia bukan wanita jahat"...
Sulthan mencoba memberi pengertian terhadap wanita yang menjadi sahabat sang istri sejak dulu, pandangannya pun sama seperti Denia namun arah matanya menatap ke wanita yang sudah berpuluh-puluh tahun menemaninya.
Denia menganggukkan kepalanya pelan, ya dia memang sudah paham luar dalamnya seorang Helena dan dari itulah dirinya dulu menghindar agar sang sahabat bisa memaafkannya walau harus menunggu bertahun-tahun sebab begitulah watak Helena sedari kecil.
"Apa kita harus terus diam sampai besok"...
Sentakan datar dari wanita paruh baya membuat seorang wanita yang sempat gagal kedua kalinya dalam membina rumah tangga itu semakin membuat tubuhnya menegang.
Ya...Feli mengantar sang mama untuk memberikan sate hasil mereka berdua walaupun banyakan mama nya yang bekerja namun saat mama nya akan pergi kerumah sakit sendiri padahal waktu sudah menjelang tengah malam jadi Feli memaksa ingin mengantarkan.
__ADS_1
Dan betapa terkejutnya saat akan melangkahkan kaki untuk pulang bersama sang mama, suara wanita paruh baya yang pernah menjadi mama mertuanya menghentikan langkahnya dan disini lah mereka semua berada karena sudah terlanjur akhirnya Feli memberanikan diri untuk berbicara berdua dengan mantan mama mertuanya.
"Maafkan Feli tante, Feli sadar bagaimana pun takdir Feli kini Feli sudah bisa menerima semuanya, maafin atas kesalahan Feli yang membuat menantu tante harus berada disini, sungguh Feli sangat menyesal"...
Lirihnya setelah dirinya mencoba untuk mengungkapkan perasaan menyesalnya bahkan kini dirinya merasa lega saat semua sudah terucap walaupun belum bertemu secara langsung dengan Nessa.
"Apa kamu mencintai putra saya?"...
Helena bertanya dengan nada datar tanpa ingin menjawab pernyataan Feli.
Feli menggelengkan kepalanya yakin karena memang sejak dulu dirinya tidak pernah ada rasa sama sekali terhadap lelaki yang pernah menikahinya 11 tahun silam.
"Feli sama sekali tidak pernah mencintainya sejak dulu tante, karena Feli hanya menganggap Serkhan sebagai teman tidak lebih"...
Ucapnya dengan jujur.
Tanya Helena dengan menaikkan sebelah alisnya yang masih belum paham kenapa mantan menantunya ini berniat untuk menjadi orang ketiga didalam rumah tangga sang putra.
"Jujur pada saat itu Feli memang tidak memikirkan untuk merusak rumah tangga Serkhan, namun karena bathin Feli tertekan bahkan teman-teman Feli membujuk Feli untuk kembali kepada Serkhan walau awalnya Feli tidak menggubris namun lama kelamaan Feli termakan omongan mereka hingga berbuat nekat, Feli berfikir jika saja Feli bisa menikah kembali dengan Serkhan mungkin bukan cuma status sosialita yang Feli dapat melainkan Feli bisa menjadi wanita seutuhnya dengan mengandung seorang bayi, tapi kini Feli sadar dengan segala obsesi gila Feli yang hampir membuat nyawa yang tak berdosa melayang dan Feli sangat menyesal, sungguh Feli menyesal tante...maafkan Feli mungkin selamanya Feli dan mama hanya akan tinggal berdua saja tanpa bisa mendengar suara tangisan bayi, bahkan sebagai seorang wanita Feli iri dengan istri Serkhan yang bisa hamil namun bagai mana lagi jika kandungan Feli yang dinyatakan akan sangat sulit untuk mengandung dan karena masalah itulah mantan suami kedua Feli mempoligami Feli, Maafin Feli tante"...
Lirihnya dengan deraian air mata dirinya mengungkapkan segala yang bersarang didalam hatinya, berharap dan terus berharap bahwa dosa-dosanya bisa diampuni.
Grep.
Helena segera memeluk tubuh wanita yang pernah menjadi menantunya dulu, sesungguhnya dia tidak pernah menyimpan dendam apapun namun rasa sakit dan kecewa dalam hatinya masih membekas seperti itulah dirinya yang akan membutuhkan waktu lama untuk kembali bisa menerima keadaan serta mengobati rasa kecewanya.
__ADS_1
Perih sungguh hatinya merasakan perih seperti yang dirasakan Feli, wanita yang sudah dianggap sebagai putrinya dulu ternyata memiliki kehidupan yang begitu menyedihkan, sebagai sesama wanita Helena paham dengan apa yang dirasakan oleh Feli, tanpa adanya tangisan bayi didalam sebuah rumah tangga memang terasa kurang lengkap namun mereka bisa saling membantu jika sebagai pihak kepala keluarga menyuport wanitanya selalu bahkan sekarang banyak anak diluaran sana yang bisa dijadikan anak sendiri walaupun bukan anak kandung.
Feli memeluk erat punggung Helena, tangisnya seketika pecah saat pelukan hangat Helena dirasakannya bahkan elusan hangat kembali terasa seperti dulu sewaktu dirinya masih remaja.
"Anne berdoa semoga kamu bisa keluar dari masa kelam, jangan bertindak bodoh lagi dengan mengganggu rumah tangga orang lain, dengan kamu berada di antara mereka kamu sama saja seperti wanita perusak, Anne yakin kamu kuat Feli, Feli yang pernah tante kenal memiliki hati yang kuat, soal jodoh, harta dan momongan semua sudah diatur oleh yang Maha Pencipta, kita sebagai manusia hanya bisa menjalankan saja, percayalah Tuhan tidak pernah tidur"...
Bisiknya lirih namun dengan ucapan yang lembut.
"Terima kasih tante, sekali lagi maafin Feli"...
Ucapnya dengan pelan dan tangisan pun masih tersedu-sedu.
"Panggil Anne, sama seperti dulu, kamu tetap menjadi putriku"...
Feli semakin tak kuasa untuk menahan laju air matanya sungguh dirinya sangat-sangat menyesal saat ini dan sesaat kemudian Feli menganggukkan kepalanya pelan.
Sedangkan dimeja satunya seorang wanita paruh baya pun tak kuasa untuk membendung air matanya, sungguh bahagianya dia saat ini melihat semuanya sudah kembali seperti semula begitupun pria disebrang meja itu perasaannya pun ikut lega saat konflik beberapa tahun silam sudah selesai.
"Mike, seandainya kamu masih ada mungkin aku akan mengajak kita semua untuk melakukan camping seperti dulu, tapi aku yakin kamu diatas sana pasti bahagia bisa melihat pemandangan ini sekarang"...
Bisiknya dalam hati dengan bibirnya tersenyum tipis.
"Mas, akhirnya keluarga kita sudah dimaafkan oleh mereka, Nia bahagia mas sungguh, biarkan Nia mendampingi putri kita sampai masa itu datang mas, karena Nia ingin ikut merasakan pedihnya luka yang putri kita alami selama ini, Nia seperti seorang ibu yang tidak becus hingga tidak mengetahui jika putri kita memiliki luka yang teramat dalam"...
Bisiknya dengan air mata yang terus mengalir bahkan pandangan matanya tidak lepas dari dua orang yang berbeda usia masih berpelukan.
__ADS_1
Awal bulan semoga kalian semua diberi kesehatan serta bisa berbagi hadiah dengan memberi giftðŸ¤
Like.Vote.Gift