Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Buka puasa


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


"Bagi El status duda maupun perjaka tidak masalah yang pasti bukan suami orang maupun tunangan orang lain karena El tidak ingin merebut sesuatu yang bukan milik El dan El hanya ingin menjadi satu-satunya tanpa menyakiti hati wanita manapun, terima kasih atas kejujurannya, El juga bukan gadis yang sempurna namun El akan mencoba untuk menjadi istri Tuan dengan sebaik mungkin dan beri El waktu untuk belajar mencintai." Ucapnya lirih sambil menundukkan wajahnya agar bisa menyembunyikan wajah meronanya.


"Bisa kah jangan panggil tuan, bukankah hubungan kita sudah lebih dekat." Pinta Jo dengan penuh harap.


"Lalu El harus panggil apa?" Tanya El sambil menengadahkan wajahnya hingga tatapan mereka bertemu.


Angin sore berhembusan kesana kemari menerbangkan helai demi helai rambut hitam berkilau milik Elly, mata mereka saling terkunci bahkan sejenak mereka saling mengagumi wajah lawan bicaranya dan baru ini mereka bisa memandang dari jarak dekat betapa indahnya karunia Sang Pencipta.


"Cantik." Ucapnya pelan namun mampu menembus pendengaran Elly.


Blush.


Pipi gadis itu seketika merona saat mendengar kalimat pujian dari pria yang menjadi calon suaminya hingga dia tak sanggup untuk tidak menundukkan wajahnya.


Tangan kekar Jo terulur dan menyentuh dagu calon istrinya dengan perlahan naik hingga kini tatapan mata mereka kembali bertemu.


"Aku harap kita tidak lagi sungkan dalam berbicara." Jo menatap teduh wajah polos sang calon istri.


"Jadi El harus panggil apa?" Tanya Elly dengan nada pelan.


"Panggil oppa saja jika kamu tidak keberatan, honey."


Blush.


Wajah Elly kembali blushing ketika mendengar panggilan baru dari lelaki yang menjadi calon suaminya itu.


"Coba panggil seperti yang aku ucapkan." Pintanya dengan mengusap lembut pipi Elly.

__ADS_1


"Oppa." Panggilnya pelan namun mampu menambah rona merah dipipinya.


"Aku suka dengan wajahmu yang menggemaskan seperti ini, jangan tunjukkan wajahmu yang seperti ini dengan pria lain honey." Ucapnya dengan posesif.


Wah om duda korea udah mulai posesif niye🤣🤣🤣


Elly seketika tergelak pelan tak disangka pria yang belum genap sehari dikenalnya bahkan kini menjadi calon suaminya sudah terlihat posesif, jika wanita lain mungkin orang tersebut akan marah atau yang lainnya namun tidak dengannya yang amat menyukai jika pasangannya menunjukkan rasa memiliki dan enggan berbagi dengan yang lain.


Mereka menikmati senja dengan saling bercengkeramah ringan, mencoba untuk membuat keadaan semakin akrab apalagi mereka yang baru kenal.


Saat malam tiba, siduda dari negeri korea langsung mengutarakan niat untuk tidak menunda hal baik dan setelah menentukan tanggal pernikahan yang telah disepakati yaitu satu bulan lagi, Jo langsung meminta ijin untuk membawa sang pujaan hati ke kampung halamannya, walau berat hati keluarga Elly akhirnya menyetujui setelah sang putri juga menyetujui niat duda tersebut walau harinya belum ditentukan sebab Jo sendiri masih memiliki beberapa pekerjaan penting.


Jika sepasang calon pengantin sedang menikmati masa berbunga-bunga lain halnya dengan sepasang suami istri yang sudah dikarunia dua bayi sekaligus dimana sang suami sedari tadi meneguk saliva dengan kasar ketika melihat bukit sintal favoritnya kini berpindah ke mulut lain yang sayangnya adalah putra pertamanya yang bernama Gaara.


Pugh.


Sebuah pukulan kecil mendarat cantik dibahu sang pria hingga membuat siempu terkejut dan mengalihkan pandangannya pada sang pelaku hingga netranya menangkap sepasang mata yang kini sedang menatapnya tajam.


"Yang." Rengeknya sambil mengelus pelan bahunya.


"Apa." Sentak Nessa dengan pelan sebab dia tau akan fikiran suami me sumnya itu.


Nessa juga paham, suaminya pasti sudah merindukan dirinya namun kini prioritasnya adalah kedua buah hatinya terlebih dahulu baru setelah itu dia akan memanjakan bayi besarnya.


"Mas, kembalilah kekamar nanti Nessa kesana setelah baby twins tidur, okey." Ucapnya dengan lembut dan tersenyum teduh, senyuman yang membuat seorang mantan duda teh celup luluh seketika.


"Janji ya, mas sudah rindu." Bisiknya ketika mencondongkan tubuhnya kearah sang istri yang masih memberikan nutrisi pada sang putra.


Cup.


Blush.


Serkhan terkekeh kecil dan beranjak dari duduknya setelah membuat wajah sang istri merona karena aksinya yang tiba-tiba, terkadang dia heran dengan istrinya yang masih saja blushing saat ia melakukan serangan dadakan seperti yang barusan.


Nessa mengulum senyum saat sang suami sudah hilang dibalik pintu penghubung dan beruntung kamar baby twins tidak ada Maria didalamnya jika ada entah gimana malunya saat sang suami memberikan kecu pan singkat pada bibirnya.

__ADS_1


Ceklek.


Nessa mengalihkan pandangannya pada sumber suara tersebut dan setelah melihat siapa yang memasuki kamar baby twins dirinya kembali tersenyum.


"Maria, tolong jaga mereka ya, jangan lupa ketuk aja pintu kalau mereka menangis, sepertinya saya mau memanjakan bayi besar dulu." Kekehnya pelan sambil meletakkan baby gaara yang telah terlelap diatas ranjang besar agar maria dan elly bisa tidur bersama dengan twins.


Maria hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan sebab ia paham dengan maksud Nyonya mudanya itu walau dirinya belum menikah namun hal tersebut bukanlah tabu bagi wanita berusia 25 tahun itu.


"Baik Nyonya muda." Jawabnya patuh.


Nessa segera bangun dari duduknya setelah memastikan kedua buah hatinya terlelap dengan nyenyaknya.


Wanita muda yang usianya belum genap 20 tahun itu segera meninggalkan kamar twins untuk masuk kedalam kamar utama lewat pintu penghubung dan yang pasti dirinya telah ditunggu oleh bayi besarnya.


"Sudah yang?" Tanya Serkhan saat mendengar suara handle pintu.


"Sudah mas." Jawabnya dengan tersenyum tipis.


"Ayo sini." Ucapnya dengan antusias sambil merentangkan kedua tangannya dari atas tempat tidur mereka.


Nessa menggelengkan kepalanya pelan.


"Sebentar ya, Nessa kekamar mandi dulu." Ucapnya dan langsung menuju kamar mandi tanpa melihat raut wajah kesal suaminya itu.


Serkhan mendengus sebal saat melihat pintu kamar mandi telah tertutup, lalu dirinya kembali mengambil ponsel yang sudah diletakkan diatas nakas saat melihat istrinya tadi masuk kedalam kamar.


Didalam kamar mandi Nessa segera membersihkan area bukit kembarnya dengan mengelap menggunakan air hangat setelahnya ia segera mengambil baju dinas malamnya yang telah disiapkan sejak sore hari karena ia tahu malam ini adalah malam bagi suaminya untuk berbuka puasa selama 40 hari.


Tak butuh waktu lama, kini Nessa telah siap dengan baju dinas malamnya yang siap untuk memanjakan bayi besarnya itu.


Dengan pelan dirinya menekan handle pintu dan langakh kakinya perlahan keluar dari dalam kamar mandi namun sepertinya si bayi besar tidak mengangkat wajahnya karena saat ini dia sedang fokus pada pinselnya dan dia tahu jika saat ini suaminya sedang dilanda kekesalan.


"Mas." Suara lembut nan menggoda berhasil membuat si bayi besar menghentikan aktifitasnya yang sedang mengotak-atik ponselnya hingga dia menaikkan wajahnya dan matanya seketika terpaku saat melihat pemandangan yang membuatnya panas dingin.


Gleuk.

__ADS_1


"YESSS...BUKA PUASAAAA."


Udah segitu dulu, selanjutnya traveling sendiri aja ya sama pasangan masing-masing🤣🤣🤣🤣


__ADS_2