Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Mertua idaman


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Like.


Vote.


Gift.


Serkhan menghembuskan nafasnya dengan lega setelah merebahkan tubuh mungil sang istri yang sekarang bertambah dibeberapa titik membuat Nessa begitu menggemaskan apalagi dengan perut buncitnya diatas ranjang.


Disingkirkannya anak rambut yang menutupi wajah chuby Nessa lalu diusap pipi tersebut dengan lembut agar tidurnya tidak terganggu, setelah drama perihal tusukan sate dirinya harus menahan telinga serta dadanya yang sedikit sakit, karena Nessa menangis kencang sedangkan dadanya kena sasaran pukulan sang istri yang sedang menangis histeris, dirinya pasrah menghadapi amukan sikucing manisnya yang tiba-tiba berubah menjadi singa betina yang kejam.


Cukup lama dia menenangkan sang istri yang berada dipelukannya hingga lama kelamaan pukulannya melemah dan beberapa saat kemudian terdengar dengkuran halus namun masih menyisakan isakan kecil dan Serkhan menundukkan wajahnya ternyata sang istri telah tertidur membuatnya seketika tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Mau sate mas"...


Gumamnya pelan namun tetap menutup matanya dan ternyata Nessa sedang mengigau.


Serkhan menghembuskan nafas dengan kasar saat ngidam sang istri belum terpenuhi bahkan kini dirinya mendengar sendiri gumaman sang istri padahal dalam keadaan tidur, dirinya memperbaiki selimut untuk dikenakan sang istri.


Dia beranjak dari duduknya dan langsung berjalan menuju ditempat Abbas.


"Carikan tusukan sate yang diinginkan oleh istriku bas, cari sampai dapat dan masak ulang"...


Titahnya dengan tegas namun tetap mengecilkan volume suaranya lalu mendudukkan tubuhnya disofa.


"Baik Tuan muda"...


Jawab Abbas dengan nada pelan juga lalu dirinya mengundurkan diri dan meninggalkan Tuannya yang kini sedang bersandar disandaran sofa sambil menutup kedua matanya menggunakan lengannya.


"Untung cinta"...


Gumamnya pelan tanpa membuka tangannya yang menutupi kedua matanya.


Beberapa saat kemudian Serkhan terlelap dalam mimpi bahkan posisinya tidak berubah, masih bersandar di sandaran sofa, dirinya memang hari ini sangat lelah bahkan belum ada istirahat sama sekali jadi saat dia menutup mata tak taunya dia langsung tertidur begitu cepat.


Ceklek.


Pintu ruangan Nessa terbuka dengan sangat pelan dan tak lama kepala melongo melihat situasi didalam yang ternyata pada terlelap ditempat yang berbeda.

__ADS_1


"Hon, ayo masuk...kenapa kita jadi kayak maling gini sih"...


Gerutunya dibelakang sang istri yang kini mengintip layaknya maling yang takut ketahuan.


"Ssttt....diem napa sih, itu lihat mereka tertidur"...


Bisiknya pelan sambil menengokkan kepalanya kebelakang untuk melihat sang suami lalu kembali melihat kedepan kembali.


Sulthan hanya mampu menggelengkan kepalanya perlahan, sumpah demi apapun dirinya saat ini sangat mengantuk karena tidurnya tadi sempat terganggu sebab ulah sang istri yang membangunkannya saat mengarungi mimpi.


Helena dengan pelan melangkahkan kakinya sebelum beranjak lebih jauh dirinya kembali menengok kebelakang dimana sang suami masih terdiam ditempat dan tidak mengikuti langkahnya.


"Psstt..."...


Helena memberi kode sang suami dan Sulthan hanya menghela nafas pelan lalu melangkahkan kakinya.


Helena lalu menarik tangan sang suami agar mengikutinya dan memberi kode agar menutup kembali pintu ruangan sang menantu.


Sulthan menghentikan langkahnya saat berada disebrang sofa tempat putranya sedang tertidur lalu memberi kode agar sang istri melepaskan tangannya dan dia akan duduk disofa saja.


Melihat anggukan kepala dari sang istri dan tangannya sudah tidak digenggam lagi dirinya lantas berbelok arah menuju tempat putranya dan duduk di single sofa agar tak mengganggu tidur putranya itu lantas dirinya menyenderkan tubuh tuanya disandaran sofa sambil melihat kelakuan istrinya itu.


Helena masih terus berjalan hingga dia sampai disisi ranjang Nessa dimana posisinya saat ini Nessa sedang tertidur miring menghadap kearahnya.


"Maafkan Anne sayang, anne nggak tahu kalau kamu ingin menggunakan tusukan yang terbuat dari bambu"...


Lirihnya dengan nada bersalah.


Dihempaskannya tubuh tuanya itu tepat dikursi samping ranjang.


Dirinya sungguh merasa bersalah sebab selama kehamilan Nessa baru kali ini dia meminta sesuatu dan lebih parahnya lagi tidak bisa menuruti keinginan nyidam menantunya.


Sate yang dibawa oleh Abbas tadi sebenarnya dia sendiri yang membuatnya, sewaktu Abbas ke manssion kebetulan mereka berdua baru selesai makan dan Helena bertanya pada Abbas apa yang dilakukannya malam-malam begini ke rumah utama sebab Abbas tak pernah kemari jika tidak ada kepentingan apalagi ini sudah malam.


Dan betapa bahagianya dia saat mendengar apa yang dikatakan oleh Abbas jika menantunya menginginkan sate dan segera saja dirinya bilang jika dia yang akan memasak untuk menantu serta calon kedua cucu kembarnya.


Hampir satu jam dirinya berkutat didapur sendirian sebab dia tak mengijinkan siapapun untuk membantunya memasak sate.


Bahkan dia berpesan jika terjadi sesuatu pada menantunya Abbas diminta untuk memberi tahunya dan disini lah dirinya berada saat me dengar kabar dari Abbas jika sang Nyonya muda menginginkan sate yang ditusuk oleh tusukan bambu bukan tusukan besi yang digunakannya tadi dan Helena sempat terkejut saat menantunya menangis histeris bahkan menurut penuturan Abbas, Nyonya mudanya belum makan sama sekali alhasil dirinya membangunkan sang suami yang sempat tertidur saat dirinya menunggu kabar dari Abbas dan meminta untuk kerumah sakit sekarang juga padahal waktu sudah pukul 10 malam, namun Helena tak perduli yang diperdulikan hanya menantu serta twins.

__ADS_1


Helena bukan marah pada keinginan sang menantu justru dirinya terkekeh pelan sebab dulu sewaktu dirinya mengandung Serkhan, diapun menginginkan hal yang sama namun bedanya soal mie, yang diinginkan pop mie sedangkan sang suami memberinya mie instans alhasil dirinya menangis histeris hingga seminggu lamanya dia mendiamkan suaminya tersebut.


Nessa merasakan elusan diperutnya sehingga tidurnya sedikit terusik.


Helena segera mengangkat tangannya saat melihat Nessa menggeliat mungkin elusan tangannya mengusik tidur sang menantu.


Nessa bukannya tidur kembali namun kini matanya perlahan terbuka, pandangannya sedikit kabur sebab dia baru saja membuka mata hingga perlahan menggosok kedua matanya agar melihat lebih jelas.


Senyumnya seketika terbit kala pandangannya melihat sosok mertuanya, dirinya perlahan bangun dan dengan sigap Helena membantunya untuk bangun.


"Kenapa bangun sayang, maaf Anne mengganggu tidurmu nak?"...


Tanya Anne dengan lembut lalu mendudukkan tubuhnya disisi ranjang Nessa dan mengelus dengan penuh kasih sayang pipi menantunya yang kini terlihat chuby.


"Sayangnya mama mau makan apa nak, heum... biar Omar nanti masakkan kembali ya, bukankah menantu cantiknya mama ini belum makan, kasian twins sayang"...


Ucap Helena dengan selembut mungkin sebab dirinya sangat paham dengan mengenai mood ibu hamil.


Nessa bukannya menjawab dirinya kini malah terisak pelan, ya sesungguhnya dia sangat lapar nakun keinginannya belum juga hikang yang menginginkan makan sate dengan tusukan bambu seperti yang dilihatnya di salah satu chanel yang menayangkan siaran di Negaranya.


Grep.


Helena merengkuh tubuh sang menantu, diusapnya pelan tubuh yang kini bergetar, dia tidak menyalahkan apa yang menjadi keinginan ibu hamil nakun dirinya juga bingung mau mencari dimana sebab ini bukan tanah kelahirannya.


Namun tak berselang lama senyumnya mengembang sempurna, hingga dirinya meregangkan pelukan untuk menantunya.


"Tunggu sebentar ya sayang, masih ingin makan sate pake tusukan bambu kan?"...


Tanyanya sambil mengusap lembut pipi yang dialiri air mata.


Nessa menganggukkan kepalanya pelan tanoa berani menatap ibu mertuanya, dirinya sungguh merasa bersalah pada mertuanya pasti mereka kerumah sakit karenanya.


"Jangan sedih nak, Anne dan Baba baik-baik saja, okey"...


Helena meyakinkan menantunya seolah tau kenapa menantunya itu tak berani menatapnya.


"Tunggu ya"...


Ucapnya kembali sembari mengambil ponsel miliknya yang berada disaku baju tidurnya.

__ADS_1


Uhhh senengnya ya punya mertua begitu๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Like.Vote.Gift


__ADS_2