
Happy Reading🤗🤗🤗
"Bella"...
Panggilnya sambil berjalan mendekat ke arah ranjang dan seketika bella mengangkat kepalanya dan terlihatlah wajah penuh dengan air mata sambil menangis sesegukan...
"A...ab...bbangg.."...
Ucapnya sambil terbata-bata dan mengarahkan kepalanya kearah suara laki-laki yang berdiri di pintu sana, ya bella hanya dapat melihat dengan samar-samar namun tak bisa terlihat jelas...
Grep..
Dekapan hangat bella rasakan saat tubuh pria itu mendekapnya dan bertambahlah kencang tangisannya...
"Shutt...sudah jangan menangis lagi, abang sudah memberi peringatan ke dedi untuk tak menyentuhmu"...
Ucapnya pelan sambil mengelus-ngelus punggung bella yang bergetar dan menenangkannya...
"Bella takut"...
Cicitnya pelan sambil mengeratkan pelukannya...
"Iya, sudah diam...ada abang, abang akan menjaga bella"...
Ucapnya...
Krucuk...
Tiba-tiba baron mendengar suara perut berbunyi seketika dirinya melonggarkan pelukannya...
"Kamu lapar?"...
Tanya baron sambil mengangkat dagu bella dan dihapusnya air mata yang mengalir dipipi bella...
Sedangkan bella langsung meringis malu saat abangnya mendengar cacing diperutnya pada berdemo...
"Cacing bella dah pada demo bang"...
Cicitnya sambil mengelus perutnya dan memperlihatkan ekpresi gemasnya...
Baron terkekeh geli melihat tingkah bella seperti itu...
"Tunggu disini ya, abang ambilkan dulu baju ganti setelah itu nanti abang ambilkan sarapan buat kamu"...
Tuturlah lalu mengusap pelan surai rambut bella yang pendek sedangkan bella nampak menganggukkan kepalanya pelan lalu mengerucutkan bibirnya membuat hidup baron seakan berwarna kembali seperti saat adiknya masih bersamanya.
Tak ingin larut akan kesedihan dirinya lantas bergegas menuju tempat dimana baju-baju bella disusun dan mengambil sepasang baju ganti untuk dipakai bella.
"Bel, ini pakai dulu ya, abang akan keluar untuk ngambil sarapan buat bella"...
Ucapnya lembut sambil meletakkan sepasang baju yang diambilnya tadi ke tangan bella kemudian baron melangkahkan kakinya keluar dari kamar bella.
Baron menutup pintu kamar bella kemudian dirinya menuju arah dapur untuk mengambil makanan yang baru.
__ADS_1
Setelah beberapa saat seporsi sarapan untuk bella telah siap dan dirinya meletakkannya diatas nampan beserta air minum putih lalu membawanya untuk bella, ketika hendak kekamar bella tiba-tiba terdengar suara orang memanggilnya.
"Bang"...
"Hmmm..."...
Dehemnya lalu membalikkan tubuhnya dan dilihatnya dedi telah berdiri tepat dibelakangnya dengan raut wajah penyesalan.
"Maafin dedi bang, sungguh dedi sangat menyesal sekali telah kalah sama hasrat yang dedi rasakan, maukah abang memaafkan dedi?"...
Ucapnya dengan tulus dan penuh penyesalan...
"Bukan sama abang kamu meminta maaf ded, tapi sama bella... kasihan bella, takutnya nanti dirinya menjadi trauma...sudah cukup penderitaan yang kita berikan ke dia jangan sampai kita menambahkan luka baru, yang kita harus lakukan saat ini adalah membuat dirinya bahagia diatas kekurangan yang dimilikinya saat ini karena ulah kita, secepatnya abang akan ke kota untuk berkonsultasi soal keadaan bella saat ini sambil mencari informasi tentang keluarga bella, dari yang abang lihat sepertinya bella sudah mempunyai calon atau mungkin suami"...
Tuturnya panjang lebar namun pelan takut bella mendengar ucapannya.
"Iya bang, nanti dedi yang akan meminta maaf langsung ke bella"...
Ucapnya sambil menganggukkan kepalanya pelan...
"Emmm...abang dari mana tau kalo bella sudah ada yang punya?"...
Tanya dedi dengan dahi mengkerut saat mendengar ucapan baron tadi mengenai status bella.
"Dari cincin yang bella kenakan"...
Ucapnya
Sedangkan dedi mengangguk-anggukkan kepalanya sambil memikirkan cincin yang pernah bella kenakan.
Ucapnya dan langsung membalikkan tubuhnya kearah pintu.
Dedi menganggukkan kepalanya dan langsung meninggalkan baron yang akan ke kamar bella.
Tok...tok...tok...
"Bel, ini abang, kamu sudah selesai belum ganti bajunya?"...
Teriak baron sambil mengetuk pintu kamar bella..
"Sudah bang, masuk aja"...
Sahutnya dari dalam kamar.
Ceklek
Baron langsung membuka pintu kamar bella saat mendengar sahutan dari dalam dan langsung berjalan menuju ke arah bella yang berada di atas tempat tidur dengan keadaan sudah berganti baju...
Baron akui, bella cukup mandiri dengan keterbatasan yang dimilikinya saat ini menambah rasa kagum akan sosok bella, seandainya bella tak hilang ingatan mungkin dirinya akan tau sifat asli bella yang sesungguhnya...
Bella mengalami hilang ingatan yang bersifat sementara, mata dan kaki kanan bella bisa disembuhkan jika ditangani oleh dokter yang tepat dan yang pasti biayanya tidaklah sedikit, sedangkan baron harus berhemat dan belum bisa mencari pekerjaan karena takut nantinya mereka akan ketahuan dan nyawa bella taruhannya oleh sebab itu dirinya masih tinggal didalam hutan tak jauh dari desa terdekat.
Hari-hari mereka sibuk untuk merawat bella serta menanam sayur mayur yang mereka butuhkan untuk makan sehari-hari, sedangkan untuk keperluan lainnya baik baron maupun dedi bergantian untuk keluar hutan dan membeli barang yang diperlukan sebisa mungkin salah satu dari mereka ada yang menjaga bella.
__ADS_1
Dari mana uang mereka dapat, tentunya dari hasil kerja mereka serta bonus yang dikasih oleh nona bos itu, sebelum terbang ke Kalimantan baik Baron maupun dedi menguras tabungan mereka menjadikannya berbentuk cash jadi nona bos yang memerintahkannya itu tak bisa melacak dimana posisi mereka saat ini...
Wah niat banget ya mom mereka mau menghilangkan jejak🤭🤭🤭
"Ini, makan dulu bel, biar nggak sakit... beberapa hari lagi abang akan bawa bella kekota untuk memeriksa kondisi bella"...
Ucapnya sambil menyerahkan piring yang berisikan makanan ke arah tangan bella dan bella langsung memegang erat begitu ada benda ditelapak tangannya.
"Makasih ya bang, nggak usah bawa bella berobat lagi bang, nanti uang abang habis"...
Ucapnya sendu.
"Nggak papa bel, abang sudah berjanji untuk membuat bella bisa melihat seperti sedia kala dan berjalan tanpa bantuan tongkat"...
Tuturnya dengan tulus sambil memandang raut wajah sendu bella...
"Ya sudah makan gih, abang keluar dulu ya"...
Ucapnya mengalihkan pembicaraan dan bella menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis dan dibalas senyuman pula oleh baron walaupun bella tak dapat melihatnya...
Baron meninggalkan bella sendirian, ya bella dapat makan sendiri tanpa bantuannya ataupun dedi.
"Ded, sepertinya dua hari lagi kita harus kembali kekota untuk memeriksa kondisi bella"...
Ucapnya saat mendudukkan tubuhnya dikursi lusuh yang ada diruang tamu dimana dedi sedang duduk sambil membaca buku soal otomotif.
Dedi langsung melihat kearah baron saat mendengar ucapan itu.
"Iya bang, lusa dedi akan mempersiapkannya"...
Ucapnya sambil mengalihkan lagi pandangannya ke buku bacaan yang dibelinya diwaktu masih dikota saat akan menuju rumah tua yang mereka tinggali kini.
Baron menyandarkan tubuh kekarnya sambil memejamkan matanya sebentar dan merenungi akan nasib mereka kedepannya namun beberapa saat kemudian telinganya mendengar suara ketukan pintu membuat matanya langsung terbuka.
Tok...tok...tok...
Mereka berdua saling pandang saat mendengar suara ketukan tersebut, baron langsung mengangkat jari telunjuknya dan disimpan didepan bibirnya pertanda supaya mereka diam.
Tok...tok...tok...
NAH HAYO...SIAPA YA YANG KETOK PINTU🤭🤭
ASSALAMUALAIKUM READERS...
SEMOGA SEHAT SELALU YA SEMUANYA DAN TERIMAKASIH YANG SETIA MENUNGGU UPDATENYA MAS DUDA...
JANGAN LUPA BERI LIKE, GIFT SERTA VOTE NYA...
BIAR AUTHOR SEMAKIN BERSEMANGAT LAGI...
SALAM SAYANG
MOM OLLA
__ADS_1
😘😘😘