Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Istri posesif


__ADS_3

Terima kasih para readers yang masih setia dengan kisah Serkhan dan Nessa.


Kita masuk ke Season kedua yaπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Like.


Vote.


Gift.


Dalam menjalani biduk rumah tangga pasti ada yang namanya perselisihan, tergantung dari kita bagaimana cara menyikapinya yang pasti kita harus bisa menekan sedikit ego agar tidak terjadinya pertengkaran, seperti halnya jika suami sedang dalam mode api tentu kita harus bisa menjadi air begitu pula sebaiknya agar dalam berumah tangga sedikit terhindar dari yang namanya pertengkaran.


Karena pada dasarnya kita adalah 2 manusia yang berbeda sifat dan disatukan dalam ikatan tali pernikahan yang harus dibina sebaik mungkin agar bisa sehidup semati.


Saling percaya dan saling terbuka adalah kunci utama dalam membina rumah tangga yang baik, jika kita sekali berbohong akan seterusnya seperti itu dan jika sudah ketahuan akan sulit bagi pasangan kita untuk percaya kembali.


Usia pernikahan Serkhan dan Nessa sudah memasuki 6 bulan walau usia pernikahan masih mereka seumur jagung namun pribadi masing-masing ingin membawa pernikahan mereka hingga maut memisahkan


Sedangkan kandungan Nessa sudah memasuki trisemester kedua atau 17 minggu, Nessa rutin memeriksakan kehamilan setiap bulannya jika tidak dengan sang suami tentu mama mertuanya yang akan mendampingi sebab Serkhan tak ingin istri dan anak-anaknya nanti terjadi hal yang tidak diinginkan saat dirinya tidak bisa mendampingi sang istri untuk pemeriksaan rutin dan saat ini pasangan yang dikarunia anak kembar itu masih berada di Tanah kelahiran sang suami walau sebenarnya Nessa ingin tinggal di Indo namun dirinya harus sedikit mengurangi keinginannya demi anak-anak yang dikandungnya serta dirinya sendiri.


Walau sebenarnya Nessa masih bisa naik pesawat namun keluarga sang suami tidak mengijinkan karena takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.


Terkesan berlebihan memang, namun itulah bentuk kasih sayang dari sang suami serta kedua mertuanya yang sangat menjaga serta menyayanginya layaknya seperti putrinya sendiri.


"Sayang, maaf nanti sepertinya mas nggk bisa ngantar sayang kerumah sakit, nanti sama Anne ya"...


Ucap Serkhan saat sang istri sedang memakaikan dasi untuknya dan seketika aktifitas Nessa terhenti.


"Nessa bisa pergi sendiri mas, nanti..."...


Ucapannya terhenti saat jari sang suami berada dibibir seksi miliknya.


"Jangan membantah sayang, mas nggak mau terjadi apa-apa nanti sama kamu dan anak-anak kita"...


Nessa lantas mengangguk kepalanya pelan sambil tersenyum manis dan melanjutkan aktifitasnya yang sempat terhenti.


Serkhan merasa beruntung dapat memperistri seorang bidadari yang sangat pengertian sekali, walaupun dia paham akan keinginan sang istri namun Serkhan belum bisa mewujutkannya sebab dia ingin memberikan kejutan suatu hari nanti seperti sang istri yang memberikannya kado yang sungguh istimewa sekali beberapa bulan lalu.


"Sudah tampan"...

__ADS_1


Ucapnya sambil mengelus dada bidang sang suami, tempatnya untuk bersandar selama mereka menikah dan akan seterusnya menjadi tempat ternyamannya.


"Jangan genit, mata dijaga, udah punya istri dirumah kalau nggak lupa dan ada anak-anak didalam sini"...


Sambungnya sambil menunjuk perutnya yang besar karena memang dirinya mengandung anak kembar namun belum tau jenisnya sebab mereka berdua sepakat untuk tidak mengetahui jenis kelamin calon anak-anak mereka.


Serkhan lantas terkekeh senang melihat sikap posesif sang istri, ya...semenjak istrinya mengandung, Nessa menjadi sangat posesif bahkan dirinya akan ngambek jika saat menelfon tidak diangkatnya dan akan mengunci pintu kamar jika telat pulang tidak mengabari.


Sebagai seorang suami, Serkhan bisa memakluminya karena Anne sudah pernah berbicara tentang hormon ibu hamil dan cara untuk menyikapinya bagaimana.


Cup.


"Mas nggak akan lupa sayang, masa istri secantik gini mas lupa sih"...


Ucapnya setelah mencium kening sang istri dan melingkarkan ke pinggang Nessa yang saat ini sudah mulai berisi.


"Nessa gendut ya mas?"...


Tanya Nessa sambil menengadahkan kepalanya sambil melingkarkan tangannya yang hanya bisa memegang pinggang sang suami tanpa bisa melingkar dengan sempurna.


Serkhan lantas tersenyum namun menggelengkan kepalanya pelan.


Ucapnya lembut sambil membelai wajah chuby istrinya karena semenjak hamil sang istri suka ngemil namun memang cemilan sehat sebab Anne sudah memperkerjakan seorang chef yang memang ditugaskan untuk melayani makanan menantu tercintanya apa lagi ada calon cucu-cucunya yang memang sangat dinanti pasangan paruh baya tersebut.


Nessa lantas menganggukkan kepalanya dan menyandarkan kepalanya didada bidang sang suami, Serkhan langsung membelai dengan sayang istrinya, wanita yang sudah sudi untuk mengandung benihnya bukan cuma satu namun ada dua hasil dari buah cinta mereka.


"Okey...sekarang saatnya mas berangkat, sudah siang, heum..."...


Bisiknya lembut.


"Bolehkah nanti Nessa ke kantor?"...


Nessa berucap dan mendongakkan kepalanya sambil menampilkan wajah menggemaskan ala Nessa.


Cup.


Serkhan menganggukkan kepalanya setelah mengecup bibir sang istri yang sudah menjadi candu baginya.


Nessa seketika melebarkan senyumnya dan melepaskan pelukannya lalu menggandeng tangan sang suami dengan manja.


"Yuk, nanti mas telat, bisa dipotong baba uang gajian mas nanti"...

__ADS_1


Ucapnya sambil menarik pelan sang suami.


Serkhan seketika tergelak mendengar ucapan sang istrinya dan hanya menggarukkan kepalanya pelan sambil mengikuti langkah bumil didepannya ini.


Setelah mengantarkan suaminya hingga kedepan pintu utama dan memberikan vitamin rindu untuk si mantan duda, Nessa lantas segera bersiap karena Anne sudah menunggunya.


Hampir 1 jam, kedua wanita berbeda generasi itu sudah tiba di Lobby rumah sakit yang biasa di gunakan untuk memeriksa kandungannya.


Dalam pemeriksaan kandungan Nessa selalu dinyatakan sehat dan hal tersebut membuat wanita yang baru menginjak usia 19 tahun bahagia, begitu pula dengan wanita paruh baya yang masih sehat dan selalu menyayanginya.


Setelah keluar dari rumah sakit Anne mengantarkan menantu tersayangnya ke Kantor sang putra sebab bumil sudah mengatakan ingin pergi kesana dan sekarang waktu menunjukkan makan siang jadi Nessa memutuskan untuk mencari sesuatu yang akan mereka nikmati berdua nanti saat sampai dikantor.


"Hati-hati sayang, Anne langsung pulang ya"...


Ucapnya dengan lembut sambil membelai perut Nessa yang sudah membuncit.


"Terima kasih Anne sudah mau direpotkan kami"...


Ucapnya dengan tulus sambil tersenyum malu-malu.


Anne lantas membalas senyum menantunya.


"Sama-sama sayang, bagi Anne kalian tidak merepotkan sama sekali, ya sudah Anne pulang"...


Annne lalu mengecup sayang kening menantunya dan segera meninggalkan Nessa yang sedang menenteng paperbag yang berisi makanan dari restoran saat perjalanan menuju kantor putranya.


Anne melambaikan tangan saat mobil mama mertuanya sudah berjalan meninggalkan area kantor dan Nessa langsung ikut berlalu untuk masuk kedalam kantor sang suami.


Sedangkan tak jauh dari posisinya ada sepasang mata yang sejak tadi mengawasi kedua wanita berbeda generasi tersebut sambil mengepalkan kedua tangannya dengan wajah mendengus kesal.


Nah loooo sapose yaaa....


Haloha Readers, kembali lagi nih...


Like.


Vote.


Gift.


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2