Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Jolly


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Like.


Vote.


Gift.


"AAAAAAA...."


Bugh.


Bugh.


Bugh.


"Mesum...mesum." Teriak Elly setelah pria asing itu menjauhkan wajahnya dan tangan mungilnya memukul dada pria tersebut berulang kali.


"Aaaa ciuman pertamaku, ambu bibir Elly udah nggak perawan...hiks...hiks..." Tangisnya seketika pecah dengan kedua tangan menutup wajahnya.


Jo terkesiap saat mendengar kenyataan bahwa dirinyalah yang pertama menyentuh bibir yang menggoda itu padahal dirinya tidak ada niat sama sekali untuk melecehkan gadis muda tersebut namun entah syeitan dari mana tiba-tiba dirinya ingin mengecup bibir yang dirasa sangat lembut itu.


"Maafkan saya Elly, maaf..." Ucapnya dengan tulus sambil tangan besarnya menyentuh tangan mungil Elly yang masih menutupi wajah gadis tersebut.


"Hiks...hiks...Tuan harus bertanggung jawab." Ucapnya sembari menangis sesegukan setelah tangannya menyingkir dari wajah sembabnya.


Jo seketika menggaruk tengkuknya yang tidak gatal namun saat akan berucap tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi.


"Sebentar ya saya angkat telfon dulu."


Setelah mengambil ponsel miliknya seketika dirinya menepuk jidatnya seakan lupa saat melihat ID penelpon yang ternyata sekretarisnya.


"Ya...sebentar sampai, tolong tahan dulu mereka." Ucapnya dengan terburu-buru tanpa mendengar jawaban dari sebrang sana, Jo segera mematikan ponselnya lalu dia lembar begitu saja riatas dasbor.


Jo menyalakan mesin mobilnya kembali tanpa menurunkan Elly terlebih dahulu.


"TUAN...saya mau turun." pekiknya kembali dengan panik saat mobil kembali melaju meninggalkan area stasiun.


"Nanti saya antar, saya ada kerjaan penting, bukankah kamu meminta saya untuk bertanggung jawab." Ucapnya tanpa melihat laean bicaranya sebab saat ini dia sedang fokus pada jalanan agar cepat sampai tujuan.


Elly seketika menoleh namun ternyata pria asing tersebut sedang fokus pada keadaan jalanan.


Elly mendengus sebal lalu memalingkan wajahnya kearah jendela menatap hiruk pikuk jalanan ibu kota yang ramai dengan berbagai kendaraan bahkan ini kali keduanya dia melihat suasana luar saat baru datang dan hari ini.


"Ayo masuk, kamu tunggu didalam dan jangan kemana-mana." Titahnya setelah memarkirkan mobil yang dikendarainya tepat ditempat parkir disalah satu restoran mewah.


Jo segera membuka pintu dan turun dari mobilnya nakun saat hendak masuk kedalam restoran langkah kakinya terhenti ketika menyadari sesuatu dan benar saja saat menoleh dia tidak mendapati gadis yang berada didalam mobil bersamanya itu.

__ADS_1


Klek.


"Ayo turun." Ucapnya dengan wajah masam.


Elly seketika mendongak dan tersenyum kikuk.


"Nggak bisa buka." Cicitnya polos serasa memegang seatbelt yang melilit tubuh mungilnya padahal sejak tadi dia sudah berusaha membuka namun dia tidak mengerti.


Ingin rasanya Jo tertawa keras namun sebisa mungkin ia tahan saat melihat wajah polos Elly, lalu Jo menundukkan tubuhnya untuk membantu gadis polos tersebut.


Klik.


Bunyi kunci seatbelt terdengar.


"Lain kali buka sendiri sudah tahu kan caranya." Ucapnya sambil menatap wajah manis Elly dari jarak dekat.


Elly mengedipkan matanya lucu dan langsung mengangguk pelan.


Cup.


Matanya kembali melotot saat pria mesum dihadapannya itu kembali mengambil ciu mannya.


"Ayo." Jo mengulurkan tangan besarnya dan dengan kesal Elly menerima uluran tangan Jo dengan wajah cemberutnya.


"Jangan digituin bibirnya, nanti saya bisa khilaf lagi." Ujarnya sembari melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam restoran tersebut.


Seorang pria tengah berlari tergopoh-gopoh ketika melihat sosok Tuannya.


"Mari Tuan." Ucapnya ketika dihadapan Jo.


"Lim, kamu pesankan meja untuk gadisku dan tanyakan apa yang diinginkannya setelahnya baru kamu boleh masuk kedalam." Titahnya dengan wajah datar pada sang asisten.


Pria berkaca mata yang dipanggil Lim itu langsung mengerutkan keningnya namun tak lama netranya membelalak ketika ada seorang gadis manis ada disamping Tuannya.


"Ba baik Tuan muda." Ucapnya dengan gugup apalagi saat ini Tuannya menatapnya dengan tajam.


"Ruang VIP Rose Tuan muda." Beritahunya.


"Ikutlah dengan Lim, tunggu saya sampai selesai dan jangan coba-coba pergi sendiri, mengerti." Titahnya dengan tegas ketika menghadap Elly.


Elly seketika menganggukkan kepalanya cepat dengan tangan meremas ujung kemeja yang digunakannya setelah Jo melepaskan tautan mereka.


"Saya pergi dulu." Pamitnya.


Cup.


Wajah Elly langsung merona saat Jo meninggalkan kecupan dikeningnya.

__ADS_1


"Mari Nona." Lim membuyarkan lamunan gadis yang diyakini olehnya mempunyai hubungan khusus dengan tuannya itu namun dia bersyukur akhirnya tuannya mau membuka hati setelah peristiwa kelam tersebut.


Elly seketika mengangguk malu dan mengikuti langkah Lim untuk menuju meja yang kosong.


"Silahkan Nona."


"Terima kasih uncle."


Mata Lim seketika melebar saat mendengar panggilan dari gadis manis tersebut namun tak lama dia hanya bisa pasrah saja dan tak mungkin dia berdebat dengan wanita tuannya.


Tak lama Lim meninggalkan Elly sendiri setelah pelayan mengantarkan pesanan yang diinginkan oleh Elly.


Minuman yang dipesannya telah tandas dan berpindah keperutnya, bahkan kini dirinya telah bosan menunggu bahkan kini sudah hampir 2 jam namun tuan me sum belum juga kembali.


Hoam.


Elly sejak tadi menguap bahkan kini matanya sangat mengantuk, biasanya dia akan tidur dijam segini saat baby twins yang dijaganya diambil alih oleh mommy nya dan itupun sang nyonya menyarankannya untuk tidur disaat baby twins tidak bersamanya.


"Lama sekali." lirihnya sambil menempelkan sisi wajahnya diatas meja setelah menyingkirkan gelas yang kosong.


Entah suasanya yang mendukung atau karena tempat yang dipilih Lim sedikit sepi dan karena mengantuk akhirnya matanya tak bisa lagi ditahan hingga dalam hitungan detik kini mata indah itu telah tertutup.


Jo mengedarkan pandangannya dan saat netranya sudah menangkap meja yang terdapat sosok yang dicarinya, dirinya menggelengkan kepalanya pelan.


"Elly." panggilnya dari belakang tubuh gadis tersebut namun dahinya mengkerut ketika sosok tersebut tidak bergerak sama sekali akhirnya dia mengikis jarak antara dia dan Elly.


Jo melongo ketika mendapati Elly telah terlelap dengan pulasnya.


"Pantas saja dia tidak bergerak." Gumamnya.


"Tuan muda."Panggil Lim membuat Jo menoleh lalu menaruh telunjuk tepat dibibirnya sendiri.


Lim akhirnya tak jadi berucap dan memperhatikan Tuannya.


Dengan pelan Jo mengangkat gadis yang baru beberapa jam dia bertemu dan membawanya untuk keluar dari restoran lalu menuju parkiran.


"Langsung pulang Lim." Titahnya setelah memposisikan tubuh mungil Elly agar tidur dengan nyaman didalam mobil.


Jo segera masuk kedalam mobil dan mengambil posisi dibelakang agar bisa menemani gadisnya.


Sedangkan Lim langsung masuk dan duduk dibelakang kemudi sebab dia tadi naik taksi untuk menuju ketempat janji temu.


"Cantik." Gumamnya sambil mengusap lembut pipi Elly yang kini ada dipangkuannya.


"Entah sihir apa yang kamu pakai, namun wajahmu mampu membuat saya berdebar, mungkin terdengar konyol jika saya telah jatuh cinta oada pandangan pertama." Lanjutnya kembali dan dia tersenyum tipis ketika melihat Elly menggeliat pelan.


Selamat malam semua, jangan lupa jarinay untuk klik like dan bagi hadiah๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2