Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Kenikmatan yang hakiki


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Dret...dret...dret...


Bunyi getaran ponsel seketika terdengar digendang telinga Nessa dengan perlahan dirinya membuka mata sambil mengerjapkan beberapa kali agar pandangannya terlihat jelas dan hal yang pertama kali dilihat adalah sebuah kamar yang nampak asing baginya lalu dirinya menengokkan kepala seketika senyumnya terbit saat melihat wajah tampan suaminya yang masih setia memejamkan mata dan nessa merasakan ada sesuatu yang menindih perut rampingnya.


Dret...dret...dret...


Suara getaran ponsel kembali bergetar dengan pelan nessa melepaskan belitan tangan yang nangkring manja diatas perutnya, beberapa saat kemudian nessa berhasil memindahkan tangan besar milik suaminya dan dengan perlahan mengambil ponsel yang diletakkan diatas nakas samping tidurnya.


📞Abbas Calling....


Nessa melihat ID yang menelfon diponsel milik suaminya, bukannya dia lancang sebagai istri namun serkhan memang sudah memberinya ijin untuk mengotak-atik ponselnya, karena bagi serkhan dengan saling terbuka dan percaya rumah tangga mereka akan selalu harmonis walau tak dipungkiri jika setiap rumah tangga pasti akan ada masanya tergoncang dan bagaimana caranya mereka dapat bertahan dalam goncangan baik ringan maupun berat.


Nessa menaikkan perlahan tubuhnya dan bersandar pada kepala ranjang perlahan nessa mengambil ponsel milik suaminya namun panggilan Abbas sudah tak terjawab.


"Mas...mas"...


Panggilnya pelan sambil menggoyang-goyangkan bahu telanjang suaminya.


"Eum..."...


Serkhan hanya melenguh sebentar namun matanya masih terpejam.


"Mas, bangun...nih barusan Abbas nelfon tapi keburu mati pas nessa mau angkat"...


Ucapnya sambil terus menggoyangkan bahu suaminya.


Serkhan perlahan membuka mata tajamnya seketika disuguhkan oleh sepasang gunung kembar yang masih terbungkus rapi dengan warna merah terang kesukaannya, serkhan seakan susah untuk menelan salivanya karena melihat benda kenyal nan besar itu.


Glugh...


Sedangkan sang empu masih belum sadar dengan penampilannya sekarang, nessa nampak mengeryit saat suaminya terdiam dengan mata tak berkedip seketika nessa mengikuti arah pandang suaminya.


"Aaccchhh mas...ihhh mas mesum banget sih"...


Teriaknya kemudian menarik cepat selimut yang hanya menutupi kakinya jangan lupakan dengan wajah nessa yang sudah memerah bak kepiting rebus, walaupun mereka sudah sering melakukannya namun nessa masih malu jika sang suami melihat tubuh polosnya, walau saat ini gunung kembarnya belum keluar dari wadahnya namun baju yang dikenakannya sudah tidak menutupi aset kembarnya karena baju dengan resreting didepan telah terbelah dan berada di sisi kanan dan kiri tubuh indahnya.


"Sayang"...

__ADS_1


Suara serkhan memberat dengan pandangan berubah menjadi tatapan penuh ga.rah.


"Eum...hmmffftt..."...


Bibir Nessa langsung di ***** dengan begitu rakus namun tetap lembut dan perlahan namun pasti ciuman serkhan berubah menjadi panas saat sang istri membalasoleh sang suami sedangkan nessa nampak pasrah berada dibawah kungkungannya, ya... serkhan sudah mengubah posisi duduk sang istri menjadi berbaring dan serkhan berada diatasnya dengan tangan sebagai penompang tubuh besarnya.


"Euummm mas...."...


Nessa melenguh ketika ciuman panas mereka terlepas dan sang suami langsung me.luma.t salah satu puncak gunung Fuji miliknya, entah sejak kapan pembungkus gunung kembar miliknya telah hilang dari tempatnya serta baju yang tadinya masih melekat pun sudah tidak ada lagi, karena keni.kmatan yang diberikan oleh sang suami membuatnya tak sadar jika kain yang masih melekat ditubuh atasnya sudah hilang, dibenamkannya kepala serkhan sambil *******-***** rambut panjang suaminya, rambut yang disukainya.


Serkhan terus me.luma.t dan me.rem.as secara bergantian gunung kembar yang kini semakin membesar hingga tangannya tak cukup untuk menangkup milik istrinya, ga.irahnya meningkat apalagi serkhan baru semalam berbuka puasa selain sang istri baru keluar dari rumah sakit tak lama kemudian tamu bulanan istrinya pun datang dan berakhirlah dia harus berpuasa hingga si tamu pergi dengan sendirinya.


Serkhan menurunkan sebelah tangannya menuju perut datar nessa, diusapnya dengan sensual membuat sang empu menggeliat seperti cacing kepanasan dan terus turun hingga kini tangannya tepat berada goa dimana naganya bisa merasakan kehangatan yang hakiki hingga bisa menyemburkan lava berwarna putih seperti fla pudding.


"Ougghhh maasss"....


Lenguhnya kembali ketika sesuatu tanpa permisi masuk kedalam goa miliknya yang sudah lembab dan basah karena rangsangan yang diberikan oleh sang suami begitu membuatnya tak berdaya.


Plopphh...


Serkhan melepaskan puncak gunung yang sudah mengeras itu, dipandanginya wajah sayu sang istri dan dirinya seketika tersenyum saat bisa membangkitkan ga.irah istrinya, dibawah sana jarinya tak berhenti bergerak dan sedikit cepat membuat nessa menggelinjang dan bergerak tak karuan.


Diturunkannya tubuh besar dan kini wajahnya sudah tepat berada didepan goa yang terus mengeluarkan cairan dan wangi khas tercium membuat bi.rahinya semakin meningkat dengan jari jemari yang tak berhenti mengobrak-abrik isi didalam goa tersebut.


Serkhan mengecup dan melu.mat goa yang semakin basah tersebut membuat nessa terpekik seketika akan sensasi yang diberikan oleh suaminya, walau bukan pertama kali suaminya melakukan hal ini namun sensasi itu terasa sangat nik.mat.


Serkhan yang sudah tak tahan perlahan mengangkat tubuh besarnya dan melepaskan kain satu-satunya yang melekat menutupi naga yang sedari tadi sudah mengamuk ingin dibebaskan dan masuk kedalam goa hangatnya.


Ditindihnya kembali dan mensejajarkan sinaga dan goa sang istri, kepala naga sengaja digesek-gesekkannya didepan mulut goa yang semakin basah karena ulahnya.


Perlahan namun pasti serkhan mendorong pinggulnya hingga kepala naga perlahan masuk dengan pelan dan lancar sebab goa tersebut sudah sangat basah dan licin.


Sleb...


"Eugghhh..."...


Mereka berdua melenguh bersamaan karena sinaga telah masuk kedalam goa dengan sempurna, rasa sempit dan mencengkeram membuat serkhan menutup mata menikmati pijatan pada naganya.


"Sempit yang...nikmat..."...

__ADS_1


Desahnya dengan perlahan serkhan menggerakkan pinggangnya dan langsung meraup bibir sang istri yang sudah mulai membengkak karena ulahnya.


Senja itu sepasang insan telah berbagi peluh dengan saling memberi dan menerima, serkhan selalu puas dengan yang dimiliki oleh istrinya, miliknya selama-lamanya dan dia berharap kelak semburan lava putih bisa menjadi calon penerusnya kelak, tak dipungkiri memang jika dia sangat menginginkan adanya tangisan ditengah keluarga kecilnya namun serkhan juga tak ingin menuntut sang istri apalagi soal anak, dirinya hanya bisa pasrah jika Sang Kuasa belum memberikan kepercayaan untuknya menjadi calon ayah, yang terpenting baginya wanita yang sedang melenguh dan men.de.sah dibawahnya ini selalu mendampinginya hingga mereka menua bersama.


"Lebih cepat mas..."...


Pintanya saat sesuatu dalam tubuhnya hendak keluar dan meledak.


"Tahan sayang...eunggghhh ohh"...


Desahnya saat dibawah sana naganya semakin dicengkeram oleh mulut goa menandakan puncak sang istri akan meledak.


Serkhan seketika menggerakkan pinggulnya dengan cepat dan semakin cepat saat miliknya juga berkedut ingin menyemburkan lava putih.


"Ohhh sayang...euuggghhh"...


Lenguhnya secara bersamaan saat mereka bersama-sama menyemburkan cairan kenik.matan.


Hosh...hosh...hosh...


Nafas mereka nampak memburu seperti habis berolah raga berat dengan keringat yang membasahi keduanya.


Cup.


"Terima kasih sayang, selalu terasa nikmat"...


Bisiknya didepan wajah sang istri yang kini wajahnya sudah memerah.


Serkhan melepaskan penyatuan mereka dengan pelan.


Ploph...


Direbahkan tubuhnya disamping sang istri dan serkhan menarik tubuh polos istrinya yang lemas karena ulahnya masuk kedalam pelukannya.


Bagaimana tidak lemas jika suaminya mengajak perang selama hampir 2 jam lamanya dan nessa sudah keluar berkali-kali sedangkan suaminya baru sekali.


Haloha readers...


LIKE.VOTE.GIFT

__ADS_1


Jangan lupa🤗🤗🤗


Salam cium😘😘🤩


__ADS_2