Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Titik terang


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Maafkan author ya readers yang lambat update part baru dikarenakan ada sesuatu hal...


Insyaallah author akan kembali rutin untuk mengupload part selanjutnya...


β˜†β˜†β˜†β˜†


Tok...tok...tok...


Ceklek...


Pintu kamar terbuka setelah ada seruan dari dalam dan masuklah laki-laki tampan dengan membawa parcel buah serta makanan ditangannya sedangkan disamping bed yang ternyata berada disebuah rumah sakit seorang paruh baya tengah memegang tangan pasangannya yang sedang berbaring dengan nyenyak akibat pengaruh obat yang dikonsumsinya tadi....


"Bagaimana kondisi ibu pak?"....


Tanya laki-laki tersebut sambil berjalan mendekat dan mencium tangan dengan takzim lalu menyimpan parcel yang dibawanya itu di atas nakas samping bed tempat ibu terbaring...


"Alhamdulillah tadi ibu sudah sadar dan sekarang sedang tertidur mungkin efek obat yang diminumnya, looo nak serkhan kok sudah berada disini? bukankah kemarin ijin mau ke Bali?"...


Tanya bapak kepada laki-laki yang ternyata serkhan yang seharusnya sudah menjadi anak menantunya itu beberapa bulan yang lalu sebelum kejadian menimpa putrinya hingga membuat sang istri langsung drop seketika...


"Iya, saya baru datang dari bali tadi"...


Jawabnya...


"Ayo kita makan pak, tadi bilang yanti bapak belum makan apa-apa dari tadi?"...


Ajak serkhan dan langsung mendapati gelengan pelan oleh pria paruh baya itu...


"Kalo bapak nggak makan, nanti bagaimana dengan ibu dan bagaimana dengan...?"...


Ucapnya terputus saat tangannya disentuh oleh tangan keriput itu pertanda supaya dirinya menghentikan ucapannya...


"Iya, mari kita makan"...


ucapnya sambil beranjak berdiri dari duduknya dan sebelum itu dirinya melabuhkan ciuman dikening sang istri, dipandanginya sebentar wajah pucat nan tirus itu membuat hatinya kian teriris akan kondisi sang istri yang kian menurun...


Serkhan mengikuti langkah calon mertuanya itu untuk menuju meja yang sudah tersedia makanan yang baru dibawanya tadi, dapat dilihat tubuh pria tua itu kian menyusut dan membuatnya kelihatan kurus...


Mereka makan dalam diam dan sesekali serkhan bertanya supaya calon mertuanya itu dapat mengalihkan sebentar pikirannya...


Beberapa menit kemudian mereka selasai menyantap makan malam walau dirinya tau calon mertuanya itu susah untuk menelan makanan yang ada...


"Nak serkhan"....


Panggil pak adi saat dia sudah menegak air mineral yang ada diatas meja...


"Iya pak". jawabnya sambil melihat wajah letih dihadapannya itu dan menunggu ucapan apa yang akan dilontarkan oleh calon bapak mertuanya...

__ADS_1


Pak adi belum berbicara kembali sebab dirinya merasakan sakit teramat dalam akan situasi yang dihadapinya sekarang, sang istri tercinta yang mulanya segar bugar namun kini harus bolak-balik kerumah sakit sebab turunnya kesehatan sang istri sedangkan putrinya satu-satunya hingga kini belum juga diketemukan entah masih dalam keadaan hidup ataukah sudah....


"Nak serkhan, maafkan kami yang hingga detik ini masih saja merepotkan nak serkhan dan bila nak serkhan menemukan wanita yang bisa membuat nak serkhan nyaman atau mencintainya selain putri kami, bapak terima dan bapak ikhlas... nak serkhan harus tetap melanjutkan hidup dan menikah walau bukan dengan putri kami"...


Deg...


Jantung serkhan seakan terhenti rasanya mendengar penuturan pak adi calon mertuanya itu yang sekarang sedang terisak lirih....


Diambilnya tangan keriput itu dan digenggamnya...


"Pak, jangan memikirkan tentang keadaan saya, saya yakin nessa akan kembali secepatnya... bapak cukup bantu saya untuk berdoa supaya saya dapat menemukan nessa dan membawanya pulang.... dan jangan lagi berbicara seperti itu karena sampai kapanpun yang akan mendampingi saya adalah nessa, putri bapak karena saya sangat mencintainya"...


ucapnya lirih panjang lebar dengan mata berkaca-kaca mengingat karenanya lah dia beserta orang tua nessa harus kehilangan sosok nessa...


"Maafkan saya pak, yang nggak bisa menjaga nessa dengan baik... maafkan saya"...


Sambungnya lagi dengan lelehan air mata yang sudah berjatuhan dipipinya....


Ya semenjak nessa menghilang dirinya seakan menjadi rapuh serta bisa dibilang cengeng jika mengingat sosok gadis yang baru sehari menjadi tunangannya itu, ya serkhan sekarang berpenampilan menyeramkan bagi anak-anak kecil yang melihatnya bagaimana tidak menyeramkan jika sekarang mukanya berjenggot dan tak lupa rambut gondrongnya yang tak terurus itu, dulu sebelum kejadian itu serkhan selalu mengikat rapi rambut panjangnya serta tak memiliki jenggot tebal...


"Tak perlu meminta maaf terus nak, karena ini adalah suratan yang di atas..."...


ucapan pak adi terhenti karena ada ketukan pintu terdengar...


Tok...tok...tok...


"Ya masuk"...


"Maaf mengganggu Tuan, Tuan muda bisakah kita berbicara?"....


Ucap seseorang berwajah tampan tak kalah tampan dengan calon menantunya ini...


"Iya, kita bicara diluar"...


"Pak, saya keluar dulu, bapak cepatlah istirahat karena hari sudah larut malam"...


Ucapnya sambil menyeka air mata yang tiba-tiba keluar dan beranjak dari duduknya serta mengambil boks sisa makanan mereka barusan...


"Ya sudah"...


ujarnya sambil menganggukkan pelan kepalanya...


Serkhan berjalan keluar ruangan untuk menyusul siapa lagi jika bukan abbas...


"Ada apa bas?"...


Tanyanya to the point saat pintu kamar rawat inap tertutup rapat...


"Maaf Tuan muda, Yuda barusan memberi info bahwa dirinya menemukan jejak keberadaan nona nessa"...

__ADS_1


Ucapnya dengan tenang dan seperti biasa bermuka datar...


"Hah...benarkah? lalu dimana keberadaan calon istriku bas?"....


Ucapnya antusias dan bertanya saat mendengar nama nessa disebut...


"Iya Tuan muda, sebaiknya kita berangkat sekarang Tuan, pesawat sudah menunggu"...


Ucapnya sambil menundukkan sedikit kepalanya...


"Ya sudah ayo? Ehhh tunggu dulu, aku belum pamitan sama bapak mertuaku"...


Ujarnya sambil membuka pintu kamar rawat...


Serkhan berjalan mendekat untuk berpamitan...


"Sudah tidur ternyata"...


Ucapnya lirih saat melihat bapak mertuanya telah berbaring disofa panjang dalam keadaan tak berselimut, serkhan lalu berjalan kearah penyimpanan untuk mengambil sebuah selimut dan di pakaikan untuk menutupi tubuh ringkih pria paruh baya yang sedang tertidur...


"Mohon doanya pak, semoga saya dapat membawa nessa secepatnya"....


gumamnya dengan pelan kemudian berjalan menuju bed untuk membetulkan selimut calon ibu mertuanya serta mengecilkan suhu AC supaya kedua calon mertuanya dapat beristirahat dengan nyenyak...


Serkhan lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan menutup pintu dengan pelan agar tak mengusik tidur calon mertuanya...


"Kalian, jaga kedua calon mertuaku, jika ada apa-apa cepat kabari"...


Titahnya kepada salah satu anak buahnya yang ternyata sang asisten abbas yang memanggil bawahannya, ya abbas memang sangat bisa diandalkan...


"Baik Tuan muda"...


Ucapnya mereka secara serempak dan pelan namun tak mengurai akan ketegasan dari jawaban yang dilontarkan karena mereka sadar bahwa ini dirumah sakit...


"Silahkan Tuan muda"...


Ucap abbas dan serkhan langsung berjalan menuju keluar rumah sakit dan di ikuti oleh abbas dibelakangnya...


"Tunggu mas, sayang.... mas Rindu"...


Ucapnya dalam hati sambil menampakkan wajah bahagia walau dirinya tersenyum tipis dan sangat tipis hingga orang lain tak bisa melihat senyuman itu berbulan-bulan lamanya semenjak kejadian itu...


HY...HY....READERS...


Yang kangen sama mas duda mana nih...


TETAP BERI DUKUNGAN YA READERS...


SALAM SAYANG

__ADS_1


MOM OLLA


😘😘😘


__ADS_2