
Happy Readingπ€π€π€
Like.
Vote.
Gift.
Selama sepanjang perjalanan perasaan Feli diliputi kegelisahan yang mendalam, walau keadaannya saat ini sedang dalam mode lemas namun tak dipungkiri bahwa dia sangat takut akan hasil pemeriksaan nantinya, dia takut jika nanti akan ada penyakit aneh yang bersarang ditubuhnya, sungguh dia belum siap untuk mendengarnya karena pada kenyataannya dia sudah terlanjur jatuh cinta pada suami berondongnya.
Tak dipungkiri selama hidup beberapa bulan dengan sang suami, dia terenyuh saat melihat dan merasakan betapa tulus dan sayangnya sang suami terhadap dirinya dan putri kecilnya.
Hari-hari mereka jalani layaknya pasangan lainnya walau diawal pernikahan dirinya sering berbicara ketus namun ternyata sang suami selalu sabar menghadapi tingkahnya itu, namun walau dia berlaku demikian soal kebutuhan biologis sang suami dirinya tidak pernah menolak sejak malam pertama mereka.
Bahkan suaminya sangat memahami saat dirinya berterus terang jika dia belum bisa mencintai namun ternyata jawaban Dito membuatnya terenyuh "Tidak mengapa jika kamu belum bisa mencintai aku, tapi jangan tutup hatimu agar aku bisa masuk dan membuatmu untuk mencintaiku."
Usia memang tidak bisa menjadi sebuah patokan untuk seseorang itu bersikap dewasa terbukti dengan Dito yang selalu mampu membimbingnya untuk menjadi seorang istri seutuhnya bahkan Dito tidak pernah melarang ini dan itu namun yang dia minta hanya tanggung jawab sebagai seorang istri.
Grep.
Feli tersentak kaget dan seketika menoleh kearah samping saat merasakan tangan hangat menyentuh tangan dinginnya.
"Semua baik-baik saja mih, okey jangan pernah berfikir yang macam-macam, apapun hasilnya nanti yakinlah papi tidak akan pernah meninggalkan kalian berdua." Ucap Dito lembut sembari mengelus punggung tangannya sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk mengemudikan kendaraan roda 4 miliknya, hasil jerih payahnya selama dirinya bekerja.
"Mami takut pih." Ungkapnya dengan pandangan yang memang tersirat ketakutan tersendiri.
"It's okey honey, hal yang wajar jika mami memang takut tapi percayalah ada papi dan putri kita yang akan setia mendampingi mami nantinya." Ucapnya dengan bersungguh-sungguh dan hal tersebut mampu membuat Feli menganggukkan kepalanya pelan lalu mengukir senyuman dan dibalas dengan Dito mengecup punggung tangan Feli.
__ADS_1
"I Love You honey."
"Me too."
Tak butuh waktu lama kini kendaraan yang dikendarai oleh Dito sudah berada dipelataran rumah sakit dan dirinya segera memberhentikan mobil miliknya untuk segera turun dan membantu sang istri agar keluar dari dalam mobil.
Tubuh lemas Feli mengharuskan Dito menggendongnya dan dia segera diarahkan ke IGD untuk diperiksa terlebih dahulu.
"Maaf Tuan, sebaiknya Tuan membawa Nyonya untuk ke Poli Obgyn, agar lebih jelas untuk mengetahui hasilnya." Terang dokter wanita yang sudah memasuki usia setengah abad itu setelah selesai memeriksa Feli yang saat ini telah duduk kembali ke kursi yang bersebrangan dengan dokter jaga tersebut.
"Apa ada masalah serius dok?" Tanya Feli dengan keadaan cemas dan gelisah yang berlebihan pasalnya selama ini dia hanya sekali mengunjungi dokter kandungan dan itu sudah bertahun-tahun lalu.
Jika sang istri sednag dilanda kegelisahan yang berlebihan lain halnya dengan Dito, pria tersebut sedang menelaah kata demi kata yang keluar dari mulut wanita paruh baya tersebut, dia bukan type pria yang tidak mengerti tentang poli yang dimaksud dokter itu hingga tak lama matanya membulat sempurna saat memyadari akan satu hal, ya hampir tiap malam ular phyton miliknya masuk kesarang milik sang istri bahkan dia ingat bahwa bulan ini istrinya tidak kedatangan tamu bulanan sebab yang bulan-bulan lalu saat istrinya sedang kedatangan tamu dirinya merasakan dampak hingga harus puasa selama seminggu untuk tidak menyemburkan bisa miliknya.
"Baik dokter, terima kasih banyak." Sela Dito dengan wajah sumringah namun jika nanti hasilnya tidak sesuai dengan ekspetasinya ia tak akan terlalu kecewa sebab dari awal ia sudah mengetahui kondisi sang istri namun yang namanya manusia biasa pasti dia memiliki keinginan walau hal tersebut hanya dia ungkapkan dalam hati saja.
Feli seketika mengeryit namun dia juga pasrah saat sang suami membimbingnya untuk keluar dari ruangan tersebut.
"Dengar sayang, apapun nanti hasilnya papi akan tetap ada disamping mami, heum... percaya sama papi." Ungkapnya dengan serius.
Cup.
"Ayo, jangan lama-lama agar kita tahu hasilnya nanti." Ajak Dito langsung menggandengan tangan Feli dan merengkuh posesif pinggang ramping sang istri.
Feli hanya bisa pasrah, jika Dito menebak istrinya sedang mengandung buah hati mereka lain halnya dengan Feli yang masih gundah dan takut jika dirahimnya ada suatu penyakit yang bisa mengancam rumah tangganya kelak namun dia mencoba untuk tidak berfikir negatif dan akan menunggu hasilnya nanti.
Setelah menunggu antrian hingga memakan waktu hampir satu jam kini pasangan yang baru menikah beberapa bilan lalu akhirnya bisa masuk kedalam ruangan dokter obgyn.
__ADS_1
"Silahkan naik keatas ranjang nyonya, saya akan memeriksa terlebih dahulu." Ucapnya dengan ramah.
Feli segera menuruti apa kata dokter tersebut dan dibanyu oleh suami serta salah satu suster yang berada didalam ruangan itu.
Dokter wanita itu segera bangkit dari duduknya dan segera menuju ranjang dimana Feli sudah terbaring dengan selimut yang menutupi bagian bawahnya.
Perlahan suster tersebut menaikkan dress yang dipakai oleh Feli hingga kini perut rampingnya yang putih mulus terpampang nyata.
Dito yang berada disampingnya hanya mampu menelan salivanya dengan susah payah, ya area itu yang sering dijamah saat sedang menuju surga kenik matan.
Tak lama dokter wanita tersebut mengoleskan gel yang terasa dingin menembus kulit perut Feli membuat wanita itu sedikit tegang namun tak lama netranya bergulir menatap sang suami yang sedang tersenyum sembari mengusap pipinya seolah berkata bahwa semuanya baik-baik saja.
Sebuah alat telah berada dipermukaan perut rata Feli, dokter tersebut menggulir alat itu kesegala sisi perut yang masih rata tak lama bibirnya tertarik keatas ketika melihat sesuatu yang sesuai dengan prediksinya saat membaca catatan dari bagian IGD tadi.
"Tuan dan nyonya silahkan lihat kearah monitor." Dokter tersebut langsung menunjukkan sesuatu yang berada dilayar hitam putih itu.
"Selamat Tuan, nyonya positif hamil dan ini adalah calon baby yang masih sebesar biji kacang hijau, usia baby telah masuk 5 minggu, usahakan jangan terlalu lelah sebab kandungan di semester pertama sangat rentan akan keguguran dan jangan terlalu banyak fikiran hal tersebut dapat berefek pada kandungan anda nyonya." Terang dokter tersebut.
Feli sejak tadi mematung mendengar penuturan sang dokter bahkan rasanya dia sedang bermimpi namun lagi-lagi dia menepis kabar gembira tersebut seolah dia masih belum percaya dengan apa yang diucapkan dokter paruh baya itu.
Lain halnya dengan Dito, bibirnya melengkung keatas sempurna bahkan matanya berkaca-kaca saat melihat dilayar monitor yang terdapat sebuah titik yang tidak besar namun mampu membuatnya sangat bahagia.
Cup.
Cup.
Cup.
__ADS_1
"Terima kasih mami, terima kasih sayang." Ucapnya lirih bersamaan dengan itu air mata bahagianya tak bisa dibendung lagi hingga kini menetes mengenai kedua sudut mata sang istri yang masih terdiam seribu bahasa karena masih belum percaya dengan kabar yang paling membahagiakan ini namun air matanya ikut menetes saat sang suami tergugu didepan matanya.
Yei....calon baby DiFel sudah hadirππππ