Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Si kembar


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Tidak terasa pasangan yang selalu harmonis dan dikaruniai sepasang anak kembar ini sudah setahun tinggal dinegeri sang istri.


Dan kini sikembar nampak semakin aktif walau badan mereka bisa dikatakan gembul namun tak mengurangi keaktifannya dalam merangkak kesana kemari hingga sang pengasuh yang irit bicara nampak menghela nafas berkali-kali dikarenakan sedang mengawasi sicentil Lala yang kini nampak tertawa kegirangan mengejar mainan ayam yang berjalan sendiri menggunakan bantuan batrai.


Ya, sikecil gembul nan menggemaskan yang bernama Syabilla atau lebih dikenal sebagai Baby Lala selalu asyik main walau tidak ditemani sang kakak yang hanya berbeda beberapa menit saja namun dengan begitu Baby Lala tidak merasa kesepian sebab ada pengasuh Maria walau hanya sendiri tanpa ditemani sebab pengasuh Baby Gaara telah menikah dan saat ini sedang berbadan dua.


Elly sang mantan pengasuh Baby Gaara saat ini sedang mengadakan acara tujuh bulanan tepatnya di desa kelahiran Elly dan tentu Serkhan serta Nessa turut hadir walau tanpa ditemani sikembar sebab jarak tempuh tak memungkinkan untuk membawa kedua buah hatinya.


Sedangkan Baby Gaara si pendiam saat ini sedang dibaringkan dikursi khusus bayi dan asyik memandang layar besar yang gambarnya adalah pesawat namun bukan berbentuk kartun melainkan sebuah penayangan khusus mengenai penerbangan dan anehnya Gaara akan menangis bila siaran TV diganti dengan siaran yang lainnya.


Kira-kira Baby Gaara besarnya nanti mau jadi apa ya????🤔🤔🤔


Ada yang tahu kira-kira????


"Maria, makanlah dulu... biar Lala saya yang pegang." Sebuah suara mengagetkan Maria yang saat ini sedang mengangkat Baby Lala yang akan masuk ke kolong meja.


"Baik Nyonya besar." Maria mengangguk kepalanya pelan lalu menyerahkan Bayi cantik berusia 8 bulan itu pada sang Nenek alias ibu dari majikan perempuan yang memang saat ini sedang berkunjung ke kediaman putrinya, kemudian dia berlalu karena memang belum mengisi amunisi untuk menjaga sikembar sebab kedua orang tua si bayi sedang tidak berada dirumah lantaran sedang bepergian keluar kota.


"Uluh...uluh...cucu nenek sampai basah begini bajunya." Ucapnya saat sang cucu sudah diangkatnya dan dilihat bahwa air liur si centil celemotan hingga mengenai baju dressnya.


"Ckk...Gaara anteng pisan ya dek, coba lihat si kakak kalau sudah nonton pesawat kita mah apa dicuekin, berasa didunianya sendiri, iya kan dek?" Tanyanya pada sibayi yang hanya tersenyum memamerkan gigi yang baru tumbuh 2 biji dengan air liur tak berhenti menetes.


"Si ibu, bayi ditanyain emang bisa jawab." Sebuah suara bariton terdengar dari belakang tubuh ibu hana membuat wanita paruh baya itu seketika menoleh dan cemberut.


"Ihhh aki ini nyambung bae, padahal nggak diajak ngomong." Ucapnya sewot lalu mendudukkan tubuhnya disofa tepat disamping cucu lelakinya yang tidak terusik sama sekali dengan suara lain.


Pak Adi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya menuju cucu lelakinya yang sedang anteng dikursi bayi.


Didudukkannya tubuh tuanya tepat disamping Gaara lalu menggelengkan kepalanya pelan saat melihat Gaara lalu beralih ke Televisi berukuran besar itu.


"Gaara...suka sama pesawat?" Tanya pak Adi sembari menoel pipi gembul Gaara membuat si empu menolehkan wajahnya dan langsung mengangkat kedua tangannya sembari tersenyum.


Pak Adi tentu tahu maksud sang cucu dan segera mengulurkan kedua tangan tuanya.

__ADS_1


"Bu, piye iki buka talinya?" Tanya Pak Adi saat melihat ada tali pengaman yang melingkar diperut dan area kedua paha Gaara.


Bu Hana lantas menundukkan tubuhnya setelah meletakkan Baby Lala pada salah satu kakinya agar dia bisa menjangkau kursi Gaara.


Klik.


"Oalah ngono too." Ucapnya sembari tersenyum malu karena tidak bisa membuka pengait kursi mahal itu.


Bu hana hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu kembali bercanda dengan Baby Lala sedangkan Pak Adi langsung mengangkat cucu laki-lakinya yang memang senang jika dia datang.


"Gantengnya cucu aki." Ucapnya lalu menggoda Gaara sampai bayi tersebut tertawa khas bayi sebab perut gembulnya diusap dengan kumis sedikit tebal milik sang Aki.


"Pak....sudah tooo, itu liat ketawanya keras sekali, nanti malam nangis nggak bisa tidur, nanti kita juga yang kalang kabut." Omelnya saat melihat cucu lelakinya tak berhenti ketawa jika sudah didalam dekapan sang aki.


Pak Adi lalu menghentikan gerakan kepalanya dan dipeluknya sang cucu yang masih tertawa.


Dan jika sudah begini baby Gaara akan terlelap dengan sendirinya sebab usapan tangan pria paruh baya yang hampir setiap bulan datang hanya untuk temu kangen dengan sikembar.


Beberapa menit kemudian hanya suara televisi yang terdengar menandakan bahwa sang cucu telah terlelap begitu pula dengan si centil yang ikut terlelap dalam dekapan sang nenek dengan jempol tangannya berada didalam mulut mungilnya sembari menyesap sedikit cepat.


Sedangkan kedua orang tua bayi saat ini sudah berada didesa tempat acara berlangsung.


"Yang, sudah sampai." Panggilnya dengan lembut, sembari jari besarnya mengusap penuh sayang pipi chuby sang istri yang saat ini masih terlelap.


"Eeuuunnggg." Suara erangan lirih terdengar dan perlahan kedua kelopak mata berkedut menandakan sang empu mulai terusik tidur nyenyaknya.


Serkhan tersenyum tipis kala melihat mata bulat sang istri perlahan terbuka walau belum sempurna.


"Kita sudah sampai dad?" Tanyanya dengan suara serak khas ornag bangun tidur.


"Sudah mom, yuk kita keluar." Ajaknya lalu membuka seat belt milik sang istri.


Klik.


Cup.

__ADS_1


"Dad." Deliknya saat sang suami masih sempat mengecup bibirnya.


"Vitamin mom, obat penghilang lelah." Ucapnya dengan wajah tak berdosa sembari memamerkan gigi putihnya.


Plugh.


"Kebiasaan." Ketusnya dan langsung keluar dari dalam mobil sebelum sang suami menerkam bibirnya dan mengakibatkan make upnya akan rusak.


Serkhan hanya tertawa geli melihat tingkah sang istri tercinta lalu ikut membuka pintu mobil dan keluar dari sana.


Rumah yang dulunya kecil dan sempit kini telah disulap menjadi besar dan nampak berbeda dengan rumah pada sekitarnya, tentu semua itu atas suruhan pria berkulit putih dan satu-satunya menantu berkebangsaan luar didesa tersebut.


Halaman yang tak luas itu, kini sudah pasang tenda dan dihias dengan model khas acara untuk 7 bulanan.


Kedua pasangan yang baru tiba itu lantas masuk kedalam saat salah satu sahabatnya menghampiri mereka.


"Lama banget sih kalian berdua, jangan-jangan ngamar dulu ya." Tudingnya dengan berkacak pinggang sebab merasa kesal karena jarak mereka terpaut 1 jam pasalnya dari kota mereka beriringian.


Serkhan mendelik sebal dengan tuduhan sang mantan duda tersebut.


Padahal sama-sama mantan duda ya permirsah🤣🤣🤣


"Ayo masuk,mau berdebat di pintu masuk." Omelnya dengan tertahan saat melihat sang suami hendak membuka mulut lalu segera menarik tangan kekar itu untuk menemui sipemilik acara.


"Ayo kamu juga masuk mas, ngapain sih disini...heran deh tiap ketemu pasti adu mulut juga." Ayu lantas menarik tangan sang suami setelah tadi cipika-cipiki dengan Nessa.


Wanita yang kini juga berbadan dua tersebut langsung membawa suami absurnya untuk masuk kedalam sebelum mengeluarkan segala macam ocehan.


Ya...semenjak istrinya hamil, kini Dika lebih cerewet dibandingkan dengan sang istri dan mungkin itu efek kehamilan yang baru diketahui sebulan yang lalu.


Hay...hay...para readers tercinta....maafkan othor jika sudah sebulan hiatus buat nulis sebab didunia nyata tidak lagi senggang.


Sekali lagi maafkan othor ya pemirsah....


Dan terima kasih yang masih setia membaca karya receh emak🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2