
Happy Readingπ€π€π€
Seminggu sudah sepasang pengantin baru berada di Negara Turki, sehari setelah mereka beristirahat akibat perjalanan jauh serta adanya pertempuran dahsyat yang akan menjadi calon penerus yang sudah ditunggu kehadirannya.
Padahal baru on prosesπ€π€
Serkhan selalu mendampingi sang istri keluar masuk rumah sakit yang terbesar dan terkenal dinegaranya, ya demi sang istri tercinta Serkhan akan melakukan apapun agar istrinya dapat melihat kembali seperti semula dan bisa berjalan kembali.
Namun semua itu sudah dia serahkan kepada Sang Pemilik sebenarnya, mau sembuh atau tidak Nessa akan tetap menjadi miliknya selamanya dan tak akan pernah berniat untuk meninggalkannya seandainya sang istri tak bisa sembuh.
Tapi bolehkah dirinya memohon Kepada Sang Pencipta, satu permohonan dari lubuk hati yang terdalam agar sang istri dapat melihat keindahan dunia ini.
"Yang, besok mas nggak bisa nemani sayang ke rumah sakit, karena ada pertemuan penting dan nggak bisa diwakilkan oleh Malik (Asisten Baba), emmm...sayang nggak papa kan kalau besok pergi sama Maryam (Perawat baru)"...
Ucapnya dengan lembut sambil memeluk tubuh mungil sang istri yang saat ini sedang kelelahan akibat terapi kaki yang baru dilakukan hari ini sambil menunggu jadwal operasi mata 3 hari lagi.
Nessa nampak terdiam sebentar, ya...dirinya tak boleh egois untuk menahan sang suami agar selalu berada didekatnya sedangnya sekarang dia mengetahui bahwa suaminya bukan hanya orang biasa namun seorang yang besar, ribuan karyawan bergantung pada sang suami dan akan sangat egois jika dia menahan hanya untuk satu orang saja.
"Emmm...pergilah, biar nessa sama perawat Mar saja mas"...
Ucapnya lembut sambil menganggukkan kepalanya.
Cup...
"Terima kasih sudah mau mengerti, nanti mas sempatkan kerumah sakit jika cepat selesai"...
Ujarnya dengan tangan mengelus penuh kasih sayang kepada sang istri tercintanya.
"Mas ngantuk"...
Ucapnya lirih sambil menguap dan menutup mulutnya menggunakan punggung tangannya.
"Sini mas peluk"...
Serkhan lantas memperbaiki posisi tidur nyaman sang istri dan dirinya ikut merebahkan badan besarnya agar bisa memeluk nessa.
Beberapa hari ini nessa memang kelelahan apalagi setelah pulang dari rumah sakit dan meminum obat, dirinya pasti akan mudah mengantuk dan itu membuat nessa semakin manja terhadap sang suami.
Dengkuran halus terdengar ditelinganya serta hembusan hangat nafas sang istri terasa di lehernya membuat serkhan kegelian namun sebisa mungkin dirinya ikut menutup matanya agar otaknya tidak bertraveling kemana-mana apalagi sedang memeluk sang istri.
βββ
"Sudah beberapa hari ini mereka keluar masuk rumah sakit Nyonya, namun saat kami ingin bertanya dengan detail, pihak rumah sakit tidak mau membocorkan informasi apapun kepada kami"....
Ucap salah satu seorang pria bertubuh besar itu.
__ADS_1
"Rumah sakit"...
Gumamnya sambil bertanya dalam hati siapa kah yang sakit?
"Terus awasi mereka berdua jangan sampai ketahuan sedikitpun"...
Ucapnya tegas samb tersenyum misterius.
"Baik Nyonya"...
"Kami permisi"...
Pamitnya lantas berlalu dari hadapan wanita dewasa itu.
Setelah orang suruhannya menghilang dari ruangannya, wanita tersebut nampak termenung sambil memperhatikan foto-foto yang berada diatas meja.
Diambilnya selembar foto yang berisikan sepasang manusi dengan posisi dimana lelakinya menggendong seorang gadis yang masih belia dengan tersenyum.
Senyum bahagia nampak terlihat diwajah lelaki tersebut dan tak lupa wajah gadis belia itu nampak tersipu malu.
"Maafkan aku, andai aku tak mengkhianatimu mungkin saat ini kita sudah bahagia bersama anak-anak yang sudah beranjak besar, andai aku tak termakan dengan gombalan manisnya mungkin senyum itu selalu aku lihat setiap harinya, apakah aku bisa masuk kedalam hatimu kembali?"...
Lirihnya sambil mengelus wajah lelaki yang berada didalam foto tersebut.
Ya semua itu hanya "Andai", Namun sudah terjadi segala perbuatan pasti akan ada konsekuensinya, sedangkan dirinya tak memikitkan masa depan sebab saat itu dirinya masih dibutakan oleh cinta palsu seseorang.
"Tunggulah sayang, aku akan datang kembali kesisimu, maafkan aku jika dulu tak pernah menghargai pernikahan kita dan aku akan memperbaiki kesalahanku agar kita bisa hidup bahagia"...
Ucapnya sambil tersenyum manis dan mengelus wajah tampan dan dewasa tersebut.
Dirinya hanya berfikir bagaimana bisa bahagia tanpa memikirkan sebab akibat rumah tangga seseorang dan wanita dari pria masalalunya jika sampai dia masuk menjadi duri yang siap akan melukai seseorang nantinya.
βββ
"Apa kalian sudah menemukannya?"...
Tanya Abbas kepada anak buahnya.
"Belum Tuan, Sepertinya mereka sudah mempersiapkan serapih mungkin karena hampir semua tempat yang berdekatan dengan lokasi kejadian CCTV mengalami kerusakan"...
Terang seseorang yang tak lain adalah Yuda.
"Telusuri terus, aku rasa masih ada celah untuk kita bisa menemukan petunjuk"...
Ucapnya dengan datar.
__ADS_1
"Baik Tuan"...
Yuda lalu menganggukkan kepalanya pelan.
"Kau lanjutkan pencarian, besok aku akan ke Jakarta dulu, Danu sudah menerorku terus-terusan"...
Gerutunya namun tetap dengan ekspresi datarnya dan setelahnya bangkit dari duduknya untuk segera keluar dari restoran tersebut.
Setelah melihat Atasannya menghilang, yuda sedikit bisa bernafas lega saat ini, sungguh kerja dibawah sang atasan berwajah minim ekspresi sungguh menyiksanya sebab dirinya tak bisa bercanda sedikitpun.
Kring...kring...
Yuda nampak sumringah saat melihat ID penelfon dari ponsel miliknya.
"Halo honey bunny sweety Assalamualaikum..."...
Ucapnya dengan senyum lebarnya saat wajah sang pujaan hati terpampang di layar ponselnya.
π Waalaikum salam mas, mas lagi dimana ini kok kayaknya direstoran?"...
Tanya seseorang saat melihat latar belakang lelakinya.
"Iya, mas lagi direstoran tadi baru ketemuan sama Tuan Abbas, Sayang masih di Turki?"...
Tanya Yuda kala melihat wanita tercintanya berada ditempat yang asing sebagai latar belakangnya dan ya dia mengetahui bahwa wanita yang sedang melakukan Video call bersamanya sedang berada di Turki.
π Ya mas, Rara masih diTurki kemungkinan esok hari Rara ke Indo, menurut jadwal 3 hari lagi Tuan Besar Dan Nyonya besar bakal kembali bersama besannya"...
Jelas Rara dengan mengubah posisinya menjadi rebahan.
"Ya sayang sekali, mas masih dibali Ra"...
Keluhnya ketika mereka tak dapat berjumpa untuk sekedar melepas rindu dengan berjalan-jalan.
"Sabar sayang"...
Cengirnya.
Hubungan mereka sudah lama terjalin namun baru beberapa bulan yang lalu diresmikan dengan bertunangan dan akan menunggu hari dimana mereka sah menjadi sepasang suami istri dan Rara akan mengundurkan diri sebagai seorang pramugari.
Berat memang rasanya, namun Rara sudah bertekad ketika dirinya menemukan pendamping hidup kelak untuk fokus sebagai ibu rumah tangga, sebab dia tak ingin rumah tangganya berantakan ketika dia masih bekerja dan sang suamipun demikian.
Apalagi saat nanti ketika sudah memiliki anak, dengan adanya dia dirumah nantinya, anaknya kelak tak akan kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya jika dirinya nantinya masih bekerja, cukup waktu suaminya yang berkurang untuk menemani sang anak namun tidak dengannya.
HALOHA....YANG MASIH NUNGGUIN KELANJUTAN MANTAN DUDA, MARI MERAPAT SEMUA...
__ADS_1
RAMAIKAN DENGAN SELALU LIKE, VOTE DAN GIFT
YANG BANYAK YAAAπ€π€π€