
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Area 🔥🔥🔥 bagi bocil nyadar diri ya jangan dibaca tapi kalau kirim hadiah ya diterima🤣🤣
Abbas membuka pintu dengan kasar bahkan tangan satunya segera menarik sang istri agar cepat masuk kedalam kamar pernikahan, hadiah dari kedua orang tua angkatnya sedangkan sang kakak memberi hadiah mengunjungi Negara yang amat diinginkannya yaitu Amsterdam.
Blam.
Pintu tertutup dengan kencang namun tak lupa tangannya meraba untuk mengunci pintu kamar hotel president suith room yang berada dilantai teratas salah satu hotel termewah dinegara itu karena memang mereka mengadakan ijab kabul diball room namun tidak dengan resepsi sebab sang istri tidak menginginkan adanya pesta diatas penyakit sang mama dan tentu sebagai seorang suami dia mendukung apapun keputusan sang istri.
Bahkan malam ini juga mama mertuanya sudah berangkat menuju Negara gingseng untuk berobat disalah satu rumah sakit ternama dan terbesar dikota itu dan tentu semua atas campur tangan sang Baba.
Dengan tergesa-gesa Abbas melu cuti pakaian sang istri tanpa melepaskan pagu tannya bahkan mereka saat ini masih berada dibalik pintu.
Jeni mencoba mengimbangi cum buan sang suami bahkan tangannya pun tak tinggal diam untuk membantu sang suami membuka kain yang menempel ditubuh suaminya.
"Achhh"....
Abbas seketika melepaskan cum buannya saat merasakan sakit dibibirnya bahkan pria itu tak menyadari jika tersangka sudah kabur dari hadapannya.
Blam.
"Ohhh ****"...
Umpatnya saat mendengar pintu kamar mandi tertutup kencang namun dirinya hanya tersenyum saat melihat kelakuan nakal istrinya itu.
Dan dirinya sudah menyiapkan hukuman yang pastas untuk sang istri yang sudah berani menggigit bibirnya itu
Didalam kamar mandi Jeni mengatur nafasnya bahkan dirinya segera menyegarkan tubuhnya yang terasa lengket, dirinya segera mandi tanpa menghiraukan pintu kamar mandi yang digedor karena dia tahu jika itu adalah suaminya.
Beberapa saat kemudian dirinya sudah lebih fresh bahkan sentuhan make up sudah tidak ada yang ada hanya wajah polosnya serta tubuh yang tertutup oleh kimono putih dan jangan lupakan jika didalam handuk dirinya sudah mempersiapkan pakaian untuk menyambut malam pertamanya.
Jeni memang bukan gadis polos namun bukan berarti dirinya liar sebab selama ini dia tak pernah melepas satu-satunya mahkota yang hanya untuk sang suami.
Dan malam inilah dia akan menyerahkan segalanya walau cinta belum hadir namun sebisa mungkin dia akan menerima lelaki yang sudah menjadi suaminya itu.
__ADS_1
Ceklek.
Degh.
Jantung Jeni berdetak tak karuan saat melihat sang suami sedang menatap tajam kearahnya bahkan kini tatapan itu bukan tatapan tajam biasa melainkan tatapan mes yum.
Jeni tersenyum canggung hingga giginya terlihat semua dan dia segera keluar dari kamar mandi dan pasrah saat sang suami seakan ingin menerkamnya hingga dirinya terpekik saat diangkat dan digendong menyerupai koala seketika kedua kakinya melilit dipinggang sang suami dan kedua tangannya merengkuh leher suaminya.
Abbas perlahan melangkah dengan sebelah tangan merengkuh pinggang ramping sang istri sedangkan tangan satunya berada ditengkuk istrinya untuk memperdalam lu matannya.
Brugh.
Badan Jeni seketika terhempas diatas ranjang king size dengan kelopak bunga mawar bertaburan hingga jatuh kelantai akibat hantaman tubuh sek si Jeni.
"Mas, sebaiknya mas mandi dulu ya"...
Pintanya dengan nada gugup bahkan kini dirinya perlahan menggeser tubuhnya hingga kimono yang digunakannya tersingkap dan terlihatlah kain segitiga yang berwarna merah menyala itu sangat kontras dengan tubuh putihnya.
Gleuk.
Jakun Abbas naik turun saat melihat pemandangan yang sangat meng gai rahkan itu.
Ucapnya dengan nada serak sambil kedua tangannya melepaskan celana kain yang masih menempel ditubuhnya dan mata Jeni seketika melotot saat celana milik Abbas sudah terjun bebas kebawah menyisakan boxer berwarna putih yang sungguh membuat sang empu semakin sek si dimata sang istri.
Oh...tidak, jangan lupakan tonjolan besar yang berada ditengah-tengah membuat Jeni seakan sulit untuk menelan salivanya saat melihat betapa besarnya padahal itu masih berada didalam sangkar dan belum keluar.
"Tenang sayang, ini hanya milikmu"...
Seringainya mes yum sembari mengelus-elus burung raja wali miliknya yang sudah menggeliat hebat didalam sangkar seakan mengamuk ingin cepat keluar dari penjara untuk menuju sangkar yang lembab itu.
Perlahan Abbas naik keatas peraduan dan tatapan matanya tak lepas dari sang istri seperti mangsa yang siap diterkamnya.
"Aacchhh"...
Teriak Jeni saat tiba-tiba kedua kakinya ditarik secara bersamaan hingga kini sang suami berada diatas tubuhnya.
Cup.
Abbas seketika melabuhkan ciu mannya kembali saat sang istri hendak bersuara, di lu matnya dengan penuh gai rah bibir sang istri bahkan dirinya segera mengobrak-abrik isi didalam rongga Jeni.
Ciu mannya kini terlepas saat tahu sang istri akan kehabisan nafas namun kini bibir nac kal nya menyusuri leher jenjang yang sangat menggodanya dan dengan perlahan tangan satunya menarik salah satu simpul kimono yang dikenakan sang istri.
__ADS_1
"Acchh maass"...
De sahnya saat ciu man sang suami menyusuri salah satu bukitny yang entah kapan suaminya itu menurunkan penutup bukit sintalnya.
"So sexy"...
Gumamnya pelan saat mengangkat wajahnya dan melihat kedua bukit sintal milik istrinya yang sudah terkeluar dari penyanggahnya yang berada dibawa sebab dia menurunkan penyangga bukit sintal itu.
Hap.
Abbas kembali melahap salah satu bukit sintal sang istri hingga membuat sang empu bergerak tak karuan karena kenik matan yang siberikan oleh sang suami.
Dan perlahan bibirnya melepaskan bukit itu hingga menyusuri perut ramping sang istri dan kini bibirnya berhenti pada kain segitiga berwarna senada dengan penutup bukit istrinya.
Dihirupnya dalam-dalam kain yang menutupi goa tempat burungnya akan berteduh bahkan kini mulutnya mulai terbuka dan meng ecup goa yang masih terlindungi kain tipis yang sangat mengugah gai rahnya itu.
"Eeuucchhh"...
Leng uhnya saat dirinya merasakan hawa hangat hinggap di area sen sitifnya bahkan dirinya tak tahu sejak kapan kain itu sudah terlepas karena memang dirinya mengenakan penutup yang bermodel ikat disamping.
Abbas semakin bersemangat bermain-main didalam goa sang istri yang kini sudah lembab karena ulah lidah nac kalnya dan dieinya semakin mengobrak-abrik isi didalam goa hingga membuat sang empu semakin tak karuan bahkan kini dia merasakan rema san pada kepalanya saat dia bermain didalam goa dan tak lama tubuh sang istri menegang seolah tahu jika snag istri akan mencapai pele pasan hingga dia semakin menaikkan tempo tu sukannya dan.
Byur.
Nafas Jeni memburu saat merasakan sesuatu dalam tubuhnya sudah keluar dan dia merasakan tubuhnya seakan lemas padahal permainan sesungguhnya belum dimulai.
Abbas menye dot habis cai ran cinta sang istri hingga bersih tak tersisa dan dirinya segera bangun dan kembali merangkak hingga kini mereka sejajar.
Cup.
Dikecupnya kening sang istri dan tangannya terulir untuk mengusap peluh yang ada diwajah cantik istrinya.
"Permainan utama dimulai sayang"...
Ucapnya dengan suara serak.
Degh.
Nah lo...Jeni, bersiaplah untuk menjerit nik mat 🤣🤣🤣🤣
Othor kabur dulu ach....🤣🤣🤣
__ADS_1