Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Welcome Baby Twins


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Serkhan meringis sedih saat melihat sang istri tengah merasakan kesakitan bahkan keluar keringat membuat lelaki dewasa yang usia sudah sangat matang itu merasa tak tega.


"Maaafin mas, yang...maaf." Ucapnya dengan perasaan amat bersalah sembari memegang tangan istrinya sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk mengusap lembut wajah sang iatri yang dipenuhi peluh.


Nessa berusaha untuk memaksakan senyum, dirinya tahu jika sang suami saat ini sedang merasa bersalah namun itu semua bukan murni kesalahan suaminya sebab kandungannya memang sudah cukup umur untuk melahirkan walau maju beberapa hari namun hal itu wajar sebab ibunya selalu memberi pengetahuan mengenai persalinan.


Cup.


Serkhan mengecup pelipis sang istri dengan lembut bersamaan dengan itu air matanya pun tak tertahan lagi akhirnya luruh begitu saja membasahi pipi chuby sang istri.


Dirinya sudah tidak lagi memeikirkan keadaan sekitar bahkan dia tampak acuh ketika mengeluarkan air mata demi sang istri.


Dokter beserta yang lainnya nampak ikut merasakan haru melihat pasangan berbeda umur yang sangat jauh itu, namun selama mereka bertemu dengan pasangan harmonis ini, mereka jadi tahu bahwa umur tak menjadi patokan untuk saling melengkapi bahkan mereka bisa melihat betapa besar cinta antara keduanya.


Dokter segera melakukan tugasnya untuk menyayat perut agar bisa mengeluarkan bayi kembar tersebut, ya...Nessa harus menjalani operasi sesar karena disebabkan oleh beberapa faktor yang menyebabkan Nessa tak bisa melahirkan secara normal apa lagi Nessa mengandung bayi kembar.


Serkhan selalu memberi penyemangat kepada sang istri saat melihat kode yang diberikan oleh dokter, bahkan dirinya menceritakan bagaimana mereka berjumpa.


Ada rasa menggelitik didalam hatinya saat kenangan indah mereka terlupakan oleh sang istri namun dirinya mencoba dengan perlahan agar sang iatri dapat mengingat kenangan mereka.


Tak berselang berapa lama akhirnya yang dinantipun tiba, sebuah suara yang membuat pasangan itu menangis haru ketika mendwngar suara tangis seorang bayi.


Oek...oek...


Cup...cup...cup...


Serkhan memberikan kecupan diwajah sang istri dengan deraian air mata dan dia mengucapkan terima kasih terus.

__ADS_1


Oek...oek...oek...


Ahhh...lengkap sudah kebahagiannya menjelang usia 40 tahun, sebuah hadiah yang teramat istimewa tahun ini hadiah yang selalu ditunggunya dan kedua orang tuanya selama ini akhirnya dia dapatkan dari wanita muda yang menjadi istrinya, wanita yang selalu mendampinginya, wanita lemah lembut yang selalu mengusik hati dan fikirannya, wanita yang setia bahkan tidak pernah meminta ini dan itu seperti kebanyakan wanita diluar sana, wanita dengan segala kesederhanaannya, wanita muda namun usia tidak menjamin bahwa dia mampu bersikap dewasa, mampu menyeimbanginya dalam berbagai hal, wanita istimewa baginya dan keluarganya, wanita yang akan menjadi ratu dalam hati serta hidupnya.


Cup.


Cup.


Cup.


"Terima kasih...terima kasih istriku." Ucapnya dengan haru ketika memeluk tubuh sang istri setelah melabuhkan banyak kecupan diarea wajah istrinya, mereka menangis bahagia sebab kedua buah hati mereka lahir dengan selamat tanpa ada cacat.


"Tuan muda." Ucap seorang wanita paruh baya membuat Serkhan menengadahkan wajahnya dan melihat seorang wanita paruh baya menyerahkan bayi yang terbungkus kain berwarna biru.


Serkhan menegakkan badannya dengan tangan bergetar dirinya mengulurkan kedua tangannya untuk menyambut bayi yang dia sendiri belum tahu apa jenis kela minnya.


"Bayi pertama berjenis kela min laki-laki Tuan muda." Terang dokter tersebut.


Air mata Serkhan tak terbendung lagi saat melihat betapa tampannya wajah sang putra pertamanya, wajah perpaduan antara mereka berdua namun cenderung lebih ke wajah asia sang istri.


"Welcome my son Sagaara axelio ozcivid." Ucapnya dengan lirih sambil melabuhkan kecupan dikening sang putra dan suara lirihnya mampu didengar oleh sang istri yang sedang tersenyum bahagia.


Tak lama dirinya menggendong kembaran dari baby gaara yang berarti adiknya.


"Welcome my girl Syabilla alura ozcivid."


Cup.


Dirinya tersenyum haru setelah mengecup kening sang putri, wajah cantik baby Lala mampu membuatnya tertegun sejenak sebab dia bisa melihat gambaran sang istri pada baby mungil tersebut, karena baby lala wajahnya sangat menyerupai sang istri.


Nama yang memang sudah dipersiapkan jauh hari kini tersemat indah pada kedua putra putri mereka, walau awalnya mereka sepakat untuk tidak mengecek jenis kela minnya namun ternyata feeling sebagai orang tua terlalu kuat, hingga nama yang dipilih akhirnya terpakai semua.


Setelah beberapa saat akhirnya sang istri sudah dipindahkan ke ruang VVIP dirumah sakit tersebut untuk menjalani masa pemulihan akibat operasi sesar dan kini ruangan tersebut diisi oleh kedua mertua, dito dan keluarga.


Sedangkan kedua orang tuanya sendiri sedang dalam perjalanan begitu mendengar kabar bahwa menantu mereka telah melahirkan artinya calon penerus Bassam group telah lahir.

__ADS_1


Mereka semua menyambut dengan suka cita bahkan karena sangat bahagia, baba Sulthan memberi perintah untuk mencairkan bonus kepada seluruh karyawannya tanpa terkecuali dan hal tersebut disambut antusias oleh para karyawan-karyawati yang tersebar diseluruh penjuru dibawah naungan Bassam group.


"Mantu, kenapa wajah kedua cucuku cuma baby gaara saja yang mewarisi wajah bulemu, itupun cuma sedikit, wah...curiga bapak jangan-jangan kamu kurang gesit kalah sama putri bapak sewaktu ngadon." Celetuknya saat menatap kedua wajah cucunya.


Serkhan seketika matanya membulat sempurna, dia tidak terima jika dibilang kurang gesit dalam istilah peranjangan.


"Yang bener aja pak, justru mantu bapak ini yang selalu memegang kendali, masa dibilang kurang gesit, hampir tiap malam loo pak baby twins disuntik vitamin." Ucapnya tak terima dan hal tersebut mampu membuat orang yang ada didalam ruangan tersebut mengulum senyum namun berbeda dengan Nessa yang kini wajahnya nampak memerah menahan malu.


"Bapak ini, ngomong mbok yo jangan gitu, disaring dulu kalau mau nyeletuk, bikin malu aja." Omelnya sambil menatap tajam suaminya yamg kini sedang cengengesan sembari mengangkat kedua jarinya tanda V.


"Selamat ya Ness, akhirnya baby twins lahir." Ucapnya dengan tulus seraya menggenggam tangan istri dari mantan suami pertamanya ini.


"Terima kasih ya mbak sudah mau datang kemari." Ucapnya dengan tersenyum bahagia menatap wanita cantik yang kini terlihat sedang dalam keadaan tidak baik terlihat dari aura wajah yang terkesan pucat.


"Mbak sakit ya?" Tanyanya dengan pelan sambil memperhatikan wajah Feli yang memang sedikit pucat.


Feli menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum agar Nessa tidak bertanya lebih lanjut karena memang selama beberapa hari ini dirinya merasakan hal yang berbeda pada tubuhnya sendiri.


"Mami sakit?" Tanya Dito secara tiba-tiba saat tak sengaja mendengar pertanyaan dari Nyonya nya mengenai istrinya.


Feli menoleh dan tersenyum berikutnya ia menggelengkan kepalanya.


"Mami nggak papa pih, cuma pusing aja sedikit." Jawabnya sekenanya.


"Dito pulanglah, temani istrimu... ambillah cuti dua hari." Titahnya tak ingin dibantah dan Dito hanya mampu menganggukkan kepalanya sebab dirinya sudah paham dengan ucapan Tuan mudanya itu.


Keluarga kecil itu akhirnya pamit dan tak lama diikuti oleh mertuanya sebab hari sudah malam, Serkhan tak ingin kedua mertuanya terserang penyakit jika berlama-lama dirumah sakit ini.


Kini tinggallah sepasang orang tua baru beserta kedua anak mereka yang masih anteng sebab habis menyedot asupan makanan dari sumber bukit yang padat dan menantang.


"I Love U my wife, and thanks for gift baby twins." Bisiknya dengan mesra ambil menempelkan kedua kening mereka.


"I love u so much my husband." Balasnya dan perlahan dirinya memajukan bibirnya.


Cup.

__ADS_1


Sebuah benda kenyal saling menempel dan perlahan bergerak dengan lembut, saling menyalurkan perasaan bahagia atas karunia yang begitu istimewa.


Saaga ~ Lala


__ADS_2