Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Diyu_Ulat bulu


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Seorang wanita cantik turun dari mobil mewah setelah dibukakan pintu oleh pak satpam, dengan menggunakan gaun selutut berwarna maroon,rambut digerai membuat aura wanita cantik tersebut semakin terpancar apalagi dengan perut yang membesar dikarenakan adanya nyawa didalamnya yang kini tinggal menunggu hari menandakan bahwa sebentar lagi akan ada penghuni baru dikeluarga kecil mereka, hasil buah cinta mereka berdua.


"Selamat siang bu Ayu." Sapa pak satpan dengan ramah dan diiringi senyum lebar saat melihat salah satu istri dari para dokter yang sedang berkunjung dan siapa yang tidak mengenal wanita cantik milik sang mantan casanova itu, yang kebaikannya tentu tak diragukan lagi oleh sebab itu para penghuni rumah sakit tersebut sangat senang dengan sosok wanita cantik yang sedang mengandung.


Bahkan mereka salut sosok wanita cantik sesuai dengan namanya itu mampu membuat pria yang mendapat gelar akan rayuan mautnya sebelum melepas status dudanya itu jatuh sejatuh jatuhnya kepada sang istri bahkan desas desus mengenai kebucinan sang mantan cassanova tersebut sudah menyebar diarea rumah sakit dan tak jarang sang dokter selalu diolok dengan istilah suami takut istri.


"Selamat siang juga pak Ipang, saya masuk dulu ya pak." Ayu menipiskan senyumnya saat menyapa balik kepala keamanan itu.


"Ohhh silahkan ibu, Pak Dika pasti senang ibu berkunjung."


Ayu hanya melebarkan senyumnya dan menganggukkan kepalanya pelan.


Wanita yang kerap dipanggil Ayu langsung melangkahkan kakinya untuk segera menuju ruangan sang suami, namun kali ini dirinya tak memberitahukan soal keberadaannya pada sang suami sebab dia hendak memberikan surprise makan siang.


Ayu menyapa ramah para petugas rumah sakit yang berpapasan dengannya bahkan banyak yang suka dengan kepribadian Ayu yang humble dengan para pegawai biasa tanpa membedakan status sama sekali bahkan tak jarang mereka diajak berkumpul jika waktu istirahat tentunya untuk saling menggosip atau hanya bertukar cerita.


Suara langkah kaki Ayu tidak terlalu terdengar karena saat ini dirinya sedang memakai sepatu plat yang memang dibelikan oleh sang suami dimasa kehamilannya itu.


Bibirnya mengembang sempurna saat dirinya bisa melihat ruangan sang suami dalam hati dirinya tak sabar ingin membuat kejutan kali ini, apalagi memang hari ini adalah hari ulang tahun sang suami tercinta.


Dari jarak dekat dahinya mengeryit saat melihat pintu ruangan sang suami tidak tertutup rapat dan terdapat celah hingga membuatnya penasaran lalu dengan perlahan dirinya memelankan langkahnya dan menyentuh gagang pintu namun saat tubuhnya hendak menempel pada pintu sayup-sayup dia dapat mendengar bahwa didalam ruangan sang suami bukan hanya suara suaminya saja yang terdengar namun suara wanita yang cukup asing baginya pun ikut terdengar, dibukanya sedikit lebih lebar dan matanya membelalak dengan pandangan tak percaya bahkan mulutnya seketika ditutup dengan telapak tangan saat melihat apa yang ditangkap oleh mata bulatnya.


Disini dia melihat bahwa sang suami sedang dipeluk oleh seorang wanita berbalut gaun minim, matanya memanas saat melihat betapa sang suami tak berniat untuk melepaskan pelukan itu.


Seolah tak kuasa untuk menyaksikan pemandangan yang begitu menyesakkan dadanya, dirinya langsung berlalu begitu saja tanpa melihat kelanjutannya seperti apa namun baru beberapa langkah dirinya menghentikan langkah kakinya dan menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu membuangnya perlahan.


"Sabar yu, jangan langsung menyimpulkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya." Gumamnya dalam hati saat dirinya teringat kata-kata Nessa saat mereka berkumpul.


"Kita sebagai istri harus bisa percaya dengan suami kita, selidiki dulu jika sedang ada masalah jangan langsung main tuduh, jaga suami kita dari para ulat bulu diluaran sana, jangan takut kan status kita paling unggul karena kita adalah istri yang sah."

__ADS_1


Langkah kakinya seketika berbalik arah menuju kearah ruangan dimana sang suami berada dan tentu dia harus tahu bagaimana situasi yang sebenarnya, benarkah suaminya bermain api atau ulat bulu itu yang kegatalan.


Dihirupnya udara sebanyak-banyaknya untuk mengurangi segala rasa yang sedang berkecamuk didalam dadanya namun dalam hati dirinya tetap meyakini bahwa sang suami sudah bertobat dan tidak lagi bermain wanita sebab selama masa pernikahan mereka, sang suami terlihat sekali jika sangat mencintainya dan sang calon buah hati.


Tok....tok...tok....


Kriettt...


Tanpa menunggu seruan dari dalam ruangan suaminya, Ayu langsung membuka pintu dan tersenyum manis seperti diawal rencana.


"Surprise."


Suara Ayu mengagetkan kedua manusia yang berbeda jenis itu, bahkan ada yang nampak menegang kaku saat melihat sang istri yang tiba-tiba masuk kedalam ruangannya sambil tersenyum lebar dengan tangan mengangkat sebuah rantang.


Glek.


"Sa sayang."


Grep.


"Maaf mengganggu mas, Ayu nggak tau kalau mas ada tamu." Ucapnya dengan polos saat tubuhnya sudah berada dipelukan sang suami dan terciumlah aroma parfum yang diyakini milik si ulet bulu itu.


Cup.


"Nggak mengganggu sayang, mas bahkan senang kalian datang siang ini." Ujarnya setelah mencium pucuk kepala sang istri dengan penuh cinta bahkan sebelah tangannya mengelus lembut perut besar sang istri namun dalam hatinya masih tersimpan rasa was-was akan kehadiran wanita masalalunya itu.


"Mas belum makan?" Tanyanya sambil mendongakkan kepalanya keatas agar bisa melihat wajah tampan sang suami.


"Belum sayang." Jawabnya gemas sambil mencubit sayang hidung mungil sang istri lalu mereka nampak terkekeh bersama mengabaikan seseorang yang nampak tak senang melihat pemandangan tersebut.


"EKHEEEMMM."

__ADS_1


Suara deheman keras mengagetkan atensi sepasang suami istri yang sedang terkekeh bersama tersebut.


"Aduh....mati gue." Batinnya dalam hati dan melirik kearah sang istri yang kini sedang menatap kearah wanita yang pernah berbagi keringat dulu sebelum dirinya menemukan cinta yang dicarinya yaitu sang istri.


"Mas lanjutin aja deh...maaf ganggu, Ayu tunggu disitu." Tunjuk kearah sofa dengan dagunya saat pelukan mereka sedikit meregang.


Grep.


"Ada apa mas?" Tanyanya dengan wajah polos saat tangannya dicekal sang suami lalu matanya sedikit melirik kearah wanita yang kini memandang kearahnya dengan tatapan tak senang.


"Mas mohon, percaya sama mas, heum." Ucapnya lembut sambil mengelus wajah mulus sang istri.


Ayu tersenyum mengangguk pelan walau dalam hati paham apa maksud sang suami.


"Dia Sita, teman kencan masa lalu mas."


Penjelasan dari sang suami sedikit membuatnya terkejut namun tak lama dia menetralkan keterkejutannya dan menoleh kearah wanita yang bernama Sita dan saat ini sedang berjalan kearah mereka.


"Dia siapa honey?" Tanyanya dengan suara yang dibuat manja saat sudah berada didekat sepasang suami istri tersebut.


"Sita...berhenti manggil gue dengan sebutan itu, kenalkan ini istri gue." Ucapnya dengan kesal seraya merengkuh pinggang sang istri dengan posesif.


Wanita tersebut membelalak kaget namun tak lama dirinya tertawa terbahak-bahak.


"Dika....Dika...yang benar saja dia istri kamu, iiiiyyyuuuu...selera kamu kampungan banget." Ujarnya sambil bersedekap kedua tangannya didada dan memandang seolah jijik wanita mungil yang sedang hamil namun berpenampilan sederhana.


Degh.


Hai...hai...maafkan othor ya yang baru nongol...entah beberapa minggu ini mood othor lagi nggak bagus buat lanjutin cerita ini, tapi sekarang othor akan usahakan buat ngelanjutin hingga tamat...


Mohon dukungannya buat othor supaya selalu semangat ngetiknya🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2