
Happy Reading🤗🤗🤗
Cup..
Sesuatu yang kenyal nan basah menempel dibibir miliknya, membuat bella mematung seketika.
Ciuman ini, aroma ini, suara ini sangat familiar sekali, tapi kenapa aku tak dapat mengingat sama sekali... Batinnya dalam hati sambil memejamkan mata.
Serkhan hanya menempelkan bibir miliknya ke bibir bella sambil memejamkan mata tak ada pergerakan apapun yang dilakukannya, namun sepertinya keberuntungan berpihak kepadanya saat serkhan membuka mata perlahan namun masih saing menempel.
Dilihatnya mata bella terpejam dan tak menyiakan kesempatan yang ada sambil tersenyum tipis dirinya kemudian mencoba untuk memulai ******* bibir yang menjadi candu saat mereka masih bersama, tangan kekarnya merengkuh tubuh bella dan dibawanya keatas pangkuannya tanpa melepaskan ciuman kerinduan sedangkan bella yang tersentak saat tubuhnya diangkat hanya mampu diam tak berkutik seharusnya dia marah terhadap orang asing yang tengah menciumnya ini, namun semuanya bertolak belakang terhadap reaksi tubuh yang diberikan saat daging kenyal itu ******* bibir miliknya.
Hingga beberapa saat kemudian serkhan melepaskan tautan bibir tersebut kala dada bidangnya dipukul oleh tangan mungil yang berasal dari gadis yang sedang berada dipangkuannya ini.
Serkhan melepaskan ciumannya, dijauhkan wajahnya dan wajah bella untuk melihat bibir yang barusan diciumnya, serkhan dapat melihat bibir itu membengkak, diusapnya menggunakan jempol untuk membersihkan sisa-sisa saliva yang menempel di seputaran bibir yang membengkak itu hingga dirinya mengulum senyum.
Bella mengambil nafas sebanyak-banyaknya saat laki-laki yang menciumnya sudah melepaskan tautan bibir mereka dan bella merasakan bahwa bibir dan sekitarnya tengah diusap lembut oleh jari besar.
Bella melayangkan pukulan yang lumayan kuat dan tepat mengenai dada bidang milik laki-laki tersebut hingga berteriak kecil.
"Aawww....sakit sayang, kok dipukul sih?"...
Ringisnya sambil mengusap-ngusap dada yang habis dipukul bella.
"Rasain"...
Ucapnya kesal.
"Habis om juga main nyosor aja"...
"Hilang sudah keperawanan bibir bella padahal ini untuk suami bella"
Lirihnya dengan sendu.
Serkhan yang tadinya ingin tertawa saat mendengar kata keperawanan bibir diurungkan sebab melihat raut wajah bella yang sendu langsung panik seketika.
"Bella...maaf...maafin mas"...
Ucapnya dengan cemas apalagi air mata bella sampai menetes membuat dirinya semakin gelagepan.
"Hei...maaf...maaf, mas salah...sudah jangan nangis lagi"...
Ucapnya sambil menarik tubuh bella kedalam pelukannya dan diusap-usap belakang bella untuk menenangkan gadianya yang tengah menangis.
"Hei sudah ya diam, maaf mas nggak akan ngulanginya lagi"...
Tuturnya sambil meregangkan pelukannya dan dihapus lelehan air mata yang membasahi pipi bella.
"Om...apa ada yang mau menikah sama bella yang cacat ini?"...
Degh.
Sakit, itulah rasanya saat mendengar penuturan yang tengah bella ucapnya, ya serkhan sangat merasa bersalah dengan gadisnya, seandainya waktu itu dia tak memaksa bella untuk ikut ke bali, pasti saat ini bella baik-baik saja.
"Maafin mas bel, semuanya salah mas"...
Lirihnya sambil menitikkan air matanya seakan menyesali perbuatannya beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
"Kok om nangis?"...
Tanya bella saat merasakan setetes air yang mengenai punggung tangannya, ya bella sudah berhenti menangis tadi.
"Dari tadi om minta maaf terus sama bella, emangnya om punya salah apa sama bella lagian kan kita baru ketemu"...
Cerocosnya membuat serkhan terkekeh dalam tangisnya.
Ya gadisnya ini sangat berbeda saat baru-baru menjalin hubungan, jika dulu sifat bella yang pendiam berbanding terbalik dengan yang saat ini berada dipangkuannya yaitu cerewet.
"Kalo bella setuju, mas yang akan menjadi suami bella"...
Bella seketika terkekeh kecil saat mendengar penuturan laki-laki dewasa ini, apalagi ingin menjadi suaminya.
Laki-laki mana yang mau menjadi suami dari seorang wanita yang cacat dan tak bisa kemana-mana.
"Kok kamu ketawa?"...
Tanya serkhan saat melihat kekehan kecil keluar dari bibir bella.
"Ya jelaslah bella ketawa om, mana ada laki-laki yang mau menikah sama orang cacat seperti bella, orang itu akan seribu kali berfikir jika ingin menjadikan bella istrinya, istri yang hanya akan menjadi beban"...
Tuturnya panjang lebar sambil masih tertawa kecil.
"Mas serius dengan yang mas ucapkan bella"...
Ucapnya dwngan tegas.
Degh.
Bella seketika terdiam saat mendengar ucapan tegas dari laki-laki dewasa ini.
Tanyanya dengan nada bergetar.
Serkhan mengambil tangan kanan bella dan diletakkannya didada kirinya.
"Untuk apa mas malu, kan mas yang meminta bella untuk jadi istrinya mas"...
"Bella dengarkan detak jantung mas, jantung mas kembali berdetak saat mas berjumpa dengan bella dan mas serius ingin menjadikan bella istrinya mas"...
"Mas yang akan menjadi mata dan kaki bella"...
"Heum...bagaimana apa omongan mas masih kurang serius?"...
Tanya serkhan.
Sedangkan bella merasa sangat terharu akan penuturan laki-laki dewasa yang ada dihadapannya ini.
"Ckkk...melamar kok nggak romantis"...
Decaknya memanyunkan bibirnya sambil menarik tangannya kemudian bersedekap.
Tawa serkhan pecah seketika mendengar decakan gadis yang berada dipangkuannya ini apalagi bibir yang dibuat manyun.
Cup.
Dikecupnya singkat bibir yang menggodanya itu.
__ADS_1
"Ihhh mas, nyosor mulu deh dari tadi heran bella jadinya"...
Ucapnya sambil mendelikkan matanya.
"Habis bibir kamu menggoda terus"...
Bisiknya sambil merengkuh tubuh mungil bella untuk masuk kedalam pelukannya apalagi mendengar bella memanggil dirinya seperti yang dulu membuat serkhan mengembangkan senyuman sedangkan bella sambil tersipu malu bersandar didada bidang milik serkhan, ya dekapan hangat terasa sangat nyaman membuat dirinya betah masuk kedalam rengkuhan pria dewasa ini.
"Terima kasih sudah mau menerima mas"...
Ucapnya dengan lembut.
"Seharusnya bella yang ngucapin terima kasih, karena sudah sudi nerima bella yang nggak sempurna ini"...
Lirihnya sambil menikmati pelukan serkhan.
"Nanti kita akan berobat setelah kita sampai dikota"...
Ucapnya.
"Kalo bella nggak bisa sembuh?"...
Ucapnya pelan.
"Sembuh atau tidaknya, bella akan tetap menjadi istri mas, sampai maut memisahkan kita"...
"Percayalah sama mas, bella yang hanya akan jadi istrinya mas selamanya apapun yang terjadi"...
Ucapnya sambil mengecup mesra kening bella.
Bella semakin mengeratkan pelukannya saat mendengar penuturan serkhan, entahlah dirinya sendiri bingung kenapa reaksi badannya seperti ini seolah-olah sudah terbiasa menerima pelukan dari serkhan.
"I love you sayang"...
Ucapnya pelan sambil meregangkan pelukannya, dipandanginya wajah bella yang tersipu malu.
Diselipkannya anak rambut ke arah belakang telinga bella lalu tangan besarnya turun untuk memegang tengkuk bella.
Didekatkan wajahnya dan arah pandangannya kebibir milik bella, ya bibir yang menjadi candunya dulu hingga saat ini.
Dikecupnya pelan dan dilum*tnya lembut dengan mata yang terbuka hingga lum*tannya dibalas perlahan oleh bella dengan tertutupnya mata indah itu.
Seolah tak ingin kehilangan kesempatan, serkhan lalu menutup matanya sambil tersenyum dan melanjutkan kegiatannya seperti dulu jika sedang berdua dengan bella.
ASSALAMUALAIKUM READERS..
AAAAHHHH AKHIRNYA SI DUDA BULE BISA SOSOR MENYOSOR LAGI🤣🤣🤣
BOJO MANA BOJO🤣🤣🤣
JANGAN LUPA READERS SELALU LIKE SETELAH MEMBACA🤭🤭🤭
BERI GIFT SERTA SELALU SUPPORT KARYA AUTHOR YA
SALAM SAYANG
MOM OLLA
__ADS_1
😘😘😘