
Happy Reading🤗🤗🤗
Siang itu Serkhan kembali sendiri menjaga sang istri yang belum sadar, setelah kedatangan sahabat sang istri yang bernama ayu dan kedatangan kedua lelaki paruh baya kini dirinya kembali sendiri sebab Serkhan menyuruh mereka agar istirahat lebih cukup apalagi ini kali pertama mertuanya bepergian terlalu jauh, serkhan tak ingin mertuanya jatuh sakit saat istrinya sudah siuman nantinya.
Hingga mau tak mau mereka menurut ucapan serkhan, sebab apa yang diucapkan serkhan ada benarnya lagian jarak antara mansion dan rumah sakit tidak terlalu jauh.
"Sayang... kapan kamu sadar?"...
Dielusnya wajah halus sang istri, wajah yang meneduhkan bagi dirinya apalagi sekarang baik siang maupun malam serkhan bisa bersama yang istri sebelum dirinya aktif diperusahaan.
Tak lama kemudian jari-jari nessa bergerak hingga serkhan merasakan gerakan jari sang istri sebab saat ini serkhan sedang menggenggam tangan istrinya menggunakan tangan yang sebelahnya.
"Sayang...kamu sudah sadar"...
Ucapnya senang lantas segera dirinya memencet tombol yang terletak diatas kepala ranjang nessa.
Cup...
Sebuah kecupan serkhan berikan ke sang istri, betapa bahagianya dia saat istrinya sebentar lagi akan sadar.
"Mas"...
Ucapnya lirih karena tadi dia samar-samar mendengar suara suaminya.
"Ya...mas disini sayang, mau apa...hem?"...
Tanyanya sambil tangannya tak henti mengusap wajah cantik nessa dan kecupan-kecupan kecil diberikan dipunggung tangan nessa.
"Haus"...
Ucapnya lirih.
Serkhan dengan perlahan melepaskan tangan yang menggenggam tangan nessa dan segera meraih gelas yang berada di meja samping tempat tidur sang istri.
"Ini..."...
Serkhan menempelkan sedotan kebibir kering nessa.
"Pelan-pelan yang"...
Ucapnya lembut saat melihat sang istri menyedot minuman didalam gelas tersebut.
Nessa melepaskan sedotan saat dirasa sudah cukup untuk membasahi kerongkongannya yang kering.
Tok...tok...tok...
Ceklek...
Pintu terbuka masuklah seorang pria paruh baya memakai seragam berwarna putih dan beberapa suster yang mengekorinya, serkhan langsung berdiri dari duduknya saat dokter yang menangani sang istri sudah datang.
"günaydın genç efendi"...
(Selamat siang Tuan muda)
Sapa yang dokter dengan menampilkan senyum walau tertutup oleh masker sambil mengulurkan tangannya.
"iyi günler doktor"...
(Siang juga dokter)
Sambutnya tak kalah ramah sambil menerima uluran tangan dokter tersebut.
__ADS_1
"Ben, bir anlığına kontrol ediyorum Genç efendi, karısı"...
(Saya, periksa sebentar ya Tuan muda, istrinya)
Ucapnya meminta ijin kepada pria yang menjaga pasien yang ditanganinya, ya... siapa yang tak mengenal sosok pengusaha terkenal seperti Serkhan bassam ozcivid, seorang pengusaha yang langsung terkenal karena kepintarannya dalam mengembangkan perusahaan besar Bassam Group bahkan perusahaan itu sudah tersebar diberbagai Negara termasuk Indonesia namun dari semua kesuksesannya, pria campuran Indonesia tersebut juga terkenal akan pemain wanita.
Dan dirinya sangat syock, saat mengetahui pasien yang ditangani tersebut merupakan istri dari serkhan saat memeriksa data pasiennya.
Sedangkan serkhan nampak tersenyum dan mengangguk lantas dirinya sedikit menjauh setelah berpesan ke sang istri jika dirinya ingin menelfon keluarga mereka dan nessa hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Dokter dan suster melihat interaksi mereka berdua, pasangan yang sungguh romantis bathin mereka apalagi saat sang suami tak segan-segan melabuhkan ciuman dikening sang istrinya, mereka bisa menebak jika serkhan sangat mencintai istrinya dari tingkah laku lelaki tersebut.
"Halo anne"...
........
"Nessa sudah sadar, bisa kemari...emm...sama mertua boy juga"...
Beritahunya sambil mengucapkan hal tersebut dengan sedikit ragu, ya...takut mengganggu istirahat mertuanya.
.......
"Terima kasih anne, Assalamualaikum"...
Salamnya ketika mengakhiri panggilan ke anne.
"nasıl doktor?"
(Bagaimana dok)
Tanya serkhan saat sudah didekat ranjang rawat sang istri.
(Semuanya bagus, kita tinggal menunggu perbannya dibuka)
Jawab sang dokter sambil tersenyum.
"Sayang, mau dibuka sekarang atau nunggu mereka?"...
Tanya serkhan dengan lembut sambil menggenggam tangan sang istri.
"Buka sekarang saja mas, boleh"...
Pintanya sedikit memohon.
"Aih...istrinya mas sudah nggak sabar ya ingin melihat wajah tampan suaminya"...
Godanya sambil menjawil lembut hidung sang istri.
Nessa seketika bersemu merah mendengar godaan dari sang suami, selain dirinya ingin segera bisa melihat kembali, nessa juga ingin sekali melihat wajah suaminya, wajah orang yang membuatnya nyaman dan wajah yang katanya sangat mencintainya itu.
Dengan malu-malu nessa menganggukkan kepalanya pelan dengan wajah yang masih merona.
Serkhan terkekeh melihat kepolosan sang istri, namun dirinya juga senang istrinya bisa mengutarakan apa yang ada didalam hatinya walau tidak bersuara.
Cup.
Serkhan lantas menoleh ke arah dokter sambil mengangguk sedangkan dokter tersebut langsung bertindak saat mendapat persetujuan dari serkhan.
"Tuan muda, bisa bantu istrinya agar bisa duduk"...
Ucapnya kepada serkhan.
__ADS_1
"Tentu"...
"Bangun ya, mas bantu"...
Ucapnya lembut sambil perlahan membantu sang istri agar bisa duduk dan masih tetap berada diatas ranjang rumah sakit.
"Sudah siap Nyonya muda, untuk melihat suami tampannya"...
Goda sang dokter dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Nessa dengan malu-malu menganggukkan kepalanya karena memang sang suamilah yang ingin pertama kali dilihatnya.
Dokter tersebut nampak tersenyum dibalik maskernya lantas perlahan menggunting ujung kain kasa yang terletak disamping kepala pasien spesialnya itu.
Serkhan hanya melihat sang istri yang saat ini tengah dibuka lilitan kain kasa yang menutupi area matanya.
"Tuan muda"...
Panggil dokter tersebut dan memberi kode agar mereka dapat bertukar posisi setelah dirinya selesai membuka kain kasa yang melilit dikepala pasiennya, sebab dokter tersebut paham akan keinginan pasiennya yang akan melihat sang suami untuk pertama kalinya.
Serkhan tak perlu lama segera melangkah kakinya agar bisa bertukar posisi hingga dirinya tepat berada didepan sang suami.
"Nyonya muda, bisa sekarang membuka perlahan matanya, jangan terburu-buru ya Nyonya muda, suami Nyonya sudah ada didepan anda"...
Godanya sambil memperhatikan pasiennya yang akan membuka mata pasca operasi yang dilakukannya.
Nessa nampak mengulum senyum malu karena dokter tersebut terus melemparkan godaan.
"Ayo sayang"...
Ucapnya dengan tak sabar ingin melihat sang istri membuka matanya sambil memegang kedua tangan istrinya yang agak dingin.
"Jangan gugup"...
Nessa menganggukkan kepalanya pelan dan mulai dengan perlahan membuka matanya, sedikit demi sedikit dirinya bisa melihat cahaya walau masih sedikit kabur, mungkin efek dari operasi pikirnya.
Perlahan namun pasti nessa dapat melihat wajah seorang pria walau masih sedikit buram, dikedipkannya sekali agar matanya bisa melihat dengan jelas.
Blam.
Seketika pandangannya menjadi jelas, wajah pria bule tampan seperti orang arab sedang berada tepat didepannya, mata tajam, hidung mancung, bibir seksi yang selalu menciumnya disetiap waktu, rahang tegas jangan lupakan dengan bulu-bulu tipis yang mengitari area rahang pria tersebut hingga membuatnya merasa geli ketika bersentuhan.
Ahhh sungguh tampannya makhluk ciptaan Tuhan didepan matanya ini, nessa masih terpaku mengagumi sosok yang ada dihadapannya ini dan belum sedikitpun mengeluarkan suaranya.
"Yang"...
Panggilnya lembut.
Suara itu, suara suaminya, suara yang beberapa hari menemani hari-harinya, bahkan suara tersebut yang mengerang nikm*t ketika mereka merengkuh kenikm*tan surga dunia, suara sensual saat mereka sedang memadu kasih ternyata mempunyai wajah tampan yang tak pernah ada difikirannya.
Mengingat hal tersebut muka nessa seketika memanas.
"Yang, bagaimana?"...
Tanya serkhan dengan nada panik saat tak melihat reaksi apapun dari sang istri, sedangkan nessa saat ini sedang memandangi wajah yang diyakini adalah suaminya sebab dirinya sangat hafal suara serta wangi tubuh sang suami.
"Mas...."....
Selamat malam readers, 🙏🙏🙏 jika author lambat up part baru serkhan dan nessa, sebab princess author sedang sakit😔😔
Mohon doanya semua ya readers agar my princess cepat sehat🤲🤲
__ADS_1