Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Seperti pencuri


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Setelah melakukan makan siang bersama dan kejutan kedatangan sang suami, nessa menghabiskan waktu di mall tersebut bersama suami tercintanya sedangkan anne dan yang lainnya telah ijin pulang lebih dahulu termasuk dengan Jo.


Jadi saat ini mereka berdua sedang berjalan menikmati keramaian yang ada di dalam mall tersebut, sambil mendorong sang istri dan mengikuti arah kemana istrinya inginkan serkhan nampak menikmati kebersamaan mereka siang itu walau banyak pasang mata yang menatap kearahnya namun dia terkesan cuek saja walau sebagian suara bisik-bisik berhasil ditangkap oleh telinganya, sedangkan tak jauh dari mereka berdua ada perawat maria yang selalu mengekori majikannya sambil menenteng beberapa bag yang serkhan belikan untuk sang istri.


Serkhan bahkan tak malu atau risih sedikitpun dengan pandangan orang yang seakan menertawakannya karena sedang mendorong kursi roda.


Serkhan menghentikan langkahnya dan otomatis kursi rodapun ikut berhenti membuat nessa seketika mendongakkan kepalanya.


"Mau kemana lagi Tuan putri?"...


Tanya serkhan dengan lembut sambil menatap wanita yang sedang memandangnya dari bawah.


"Pulang mas, nessa ngantuk"...


Jawabnya sambil tersenyum manis.


Serkhan seketika menepuk jidatnya dengan pelan sambil terkekeh kecil, dirinya baru ingat jika sang istri tadi sehabis makan siang langsung mengkonsumsi obat yang maria bawakan dan efeknya memang akan merasakan kantuk jika sudah lewat dari satu jam setelah mengkonsumsi obat dari dokter tadi.


"Maaf mas lupa sayang"...


Ucapnya dengan lembut sambil mengelus pipi istrinya.


Cup.


Nessa nampak menutup matanya saat sebuah benda kenyal menempel dikeningnya jangan tanyakan lagi wajahnya nampak merona karena serangan tiba-tiba dari suaminya ini , sedangkan sang pelaku nampak cuek saja setelah melakukan hal tersebut toh mereka adalah pasangan halal bathinnya.


Serkhan lantas mendorong kursi roda sang istri untuk menuju kelantai dasar dan langsung membawa sang istri ke tempat dimana mobilnya berada.


Bip.


Serkhan menekan tombol dan seketika alarm mobil miliknya berbunyi sekali.


Ceklek.


Dibukanya perlahan pintu dimana sang istri akan duduk.


Serkhan menerbitkan senyum saat pandangan matanya bertemu dengan sang istri yang sedang tersenyum juga kearahnya.

__ADS_1


Serkhan lantas memposisikan tubuhnya untuk mengangkat tubuh sang istri dari kursi roda dan memindahkannya ke kursi penumpang.


Hap.


Cup.


"Mas...ih...dari tadi cium-cium terus"...


Gerutunya saat sang suami tiba-tiba mengecup singkat namun bukan keningnya seperti tadi malahan bibirnya yang kena kecupan.


Serkhan lantas terkekeh pelan saat sang istri nampak cemberut karena ulahnya, direbahkannya pelan tubuh istrinya dan memposisikan agar posisinya saat ini nyaman untuk sang istri.


Klik.


Sabuk pengaman sudah terkunci serkhan lantas masih diposisinya sambil memandang wajah sayu sang istri.


"Tidurlah istriku"...


Ucapnya lembut sambil mengelus pipi sang istrinya dengan penuh cinta.


Sedangkan nessa hanya mengulas senyum tipis dan matanya sudah nampak memberat menandakan bahwa efek obatnya sudah bekerja.


Maria mengangguk patuh pada perintah majikan laki-lakinya, Ya...wanita berusia hampir kepala 4 ini tidak terlalu banyak bicara namun jika sudah berdua dengan Nyonya mudanya, maria bisa menempatkan diri dengan ikut menimpali ucapan dari Nyonya muda dan mereka bisa akrab jika tak ada orang lain sebab itu atas permintaan dari maria sendiri walau awalnya nessa keberatan namun akhirnya nessa menyetujui sebab sudah nyaman dengan maria sebagai perawat sekaligus temannya jika sang suami sibuk bekerja.


Setelahnya serkhan mengitari mobil tersebut dan masuk kedalam kursi mengemudi, serkhan mengulas senyum tipis saat memandang wajah cantik istrinya yang kini sudah terlelap.


"Sebaiknya ke Hotel terdekat aja deh"...


Gumamnya pelan sambil tersenyum mesum saat melihat jam sudah menunjukkan sore hari.


Tak lupa serkhan mengirim pesan seseorang untuk memberitahukan jika mereka berdua tidak langsung pulang ke mansion dan mengetik pesan untuk satu orang lagi yang bisa diandalkannya selama dirinya berada di Negaranya sendiri.


Wah...roman-romanya ada udang dibalik bakwan ini...🀣🀣🀣🀣


Serkhan kemudian menjalankan mobilnya untuk menuju hotel terdekat dan sekalian juga dirinya ingin beristirahat.


Beberapa saat kemudian tibalah mobil yang dikendarai serkhan berada didepan hotel yang cukup mewah bagi kalangan atas.


Dimatikannya mesin mobil kemudian keluar dan berjalan menuju pintu penumpang untuk membuka dan menggendong pelan sang istri yang masih terlelap.

__ADS_1


Setelah sang istri sudah berada didalam gendongannya, serkhan lalu memberi kode kepada petugas hotel dan tentu saja petugas tersebut langsung sigap menjalankan tugasnya dari tamu hotel mereka.


Serkhan berjalan memasuki hotel dan terus melangkahkan kakinya tanpa harus berhenti apa lagi dia sudah diberi kode seseorang untuk langsung menuju unit dimana kamar untuk mereka beristirahat dan tentu dibantu oleh satu petugas yang sudah dipersiapkan untuk membimbingnya naik kelantai atas.


Ceklek.


Pintu dibukakan oleh petugas tersebut dan tanpa berbicara sepatah kata pun karena serkhan memberi kode agar tak bersuara dan petugas memahami hal itu karena dia dapat melihat seorang wanita telah terlelap didalam dekapan tamu istimewa di hotel tempatnya bertugas.


Tak ada yang tidak mengetahui akan sosok serkhan bassam ozcivid tersebut, karena wajahnya sudah wara-wiri di televisi bahkan dimajalah bisnis namun belum ada berita satu hal pun mengenai pernikahan sang cassanovanya Turki.


Serkhan merebahkan dengan pelan tubuh istrinya yang masih terlelap, kemudian serkhan menaikkan selimut agar sang istri nyaman dalam tidurnya namun setelah melepaskan sepatu kets yang menempel ditelapak kaki mungil istrinya.


Setelah itu serkhan menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri beberapa saat kemudian serkhan keluar dari kamar mandi sudah dalam keadaan fresh dengan hanya menggunakan sehelai handuk yang menutupi sang naga yang masih terlelap dan handuk kecil yang digunakan untuk mengeringkan rambut basahnya.


Dibukanya handuk yang melilit dipinggangnya setelah air dibadannya mengering, lantas serkhan perlahan naik keatas tempat tidur dalam keadaan sudah mengenakan boxer yang membungkus naganya.


Cup.


Dikecupnya kening sang istri yang masih terlelap dan sekarang terdengar dengkuran halus keluar dari mulut seksi istrinya.


Diusapnya dengan pelan wajah istrinya membuat dirinya tersenyum simpul perlahan namun pasti karena tak tahan dengan godaan yang ada didepan mata, serkhan memajukan wajahnya dan seketika kedua benda kenyal tersebut bersatu dan hanya melu.mat pelan namun lembut karena tak ingin membangunkan sang istri.


Dijauhkan wajahnya saat sudah mengecap bibir manis istrinya, serkhan menjulurkan tangannya.


"Mas mau en.n yang"...


Bisiknya pelan dengan tangan sudah mulai menurunkan resreting baju yang kebetulan berada dibagian depan yang tertutup oleh hiasan sedemikian rupa.


Setelah menurunkan sedikit resreting baju sang istri, nampaklah belahan gunung fuji yang sangat menggiurkan untuknya dengan susah payah serkhan menelan saliva karena pemandangan yang didepan matanya.


Diteruskannya menurunkan resreting hingga sampai ujung dan dibukanya belahan baju berwarna hitam tersebut.


Cup.


Dilabuhkannya sebuah kecupan tepat gunung yang masih terbungkus rapi, kecupan kecupan kecil mengitari area gunung yang tak terkena pembungkus karena sekarang gunung kembar sang istri semakin membesar hingga pembungkusnya tak lagi muat untuk menampung gunung kembarnya.


"Huft...berasa jadi pencuri yang"...


Lirihnya, lantas serkhan menaikkan kembali selimut sang istri dan segera dirinya bergabung untuk masuk kedalam mimpi sambil memeluk istrinya yang nampak tak terganggu.

__ADS_1


Like.vote.gift 😁😁😁


__ADS_2