Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Cinta yang besar


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Sebelumnya mom minta maaf readers jika mom belum bisa rutin buat up, dikarenakan beberapa hari ini mom sedang ada kesibukan dan demi kalian semua mom menyempatkan waktu agar bisa up part new dan mom mohon dukungannya semua.


Like.vote.gift jangan lupa follow meπŸ€—


Sebuah mobil mewah keluaran terbaru sedang membelah jalanan yang tidak ada putusnya dengan kendaraan yang hilir mudik berganti begitupun mobil berwarna hitam milik si Raja Bisnis siapa lagi jika bukan Serkhan Bassam Ozcivid.


Saat ini Serkhan sedang menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang bagian belakang dengan memejamkan kedua matanya sambil memijit pelan bahu serta lengannya yang sangat pegal, ya...seharian berkutat dengan tumpukan kertas yang berharga.


Hari ini Serkhan benar-benar sibuk hingga dirinya tidak ada waktu untuk menelfon sang istri bahkan untuk mengecek ponselnya.


Blam.


Seketika mata yang tadi terpejam langsung terbuka dengan sempurna saat mengingat sesuatu yang seharian ini dilupakannya, Serkhan kemudian merogoh ponsel yang berada dibalik saku jas mahal berwarna Navy tersebut dengan kemeja berwarna biru pucat menambah kadar ketampanannya, setelan pilihan sang istri tercinta yang sudah berada diatas tempat tidur setiap paginya saat hari-hari kerja dan jika kalian menanyakan bagaimana Nessa dapat mengambil gantungan baju yang berada didalam lemari yang agak tinggi apalagi dengan keadaan Nessa menggunakan kursi roda tentu dengan menggunakan tongkat yang memang Nessa pinta saat matanya sudah dapat melihat.


Tanpa tau sebentar lagi kejuatan demi kejutan akan didapatnya segera mungkin dan tentu saja dari istri tercintanya.


"Ahhh....Si*l.."....


Umpatnya sambil menyugar kebelakang rambut yang sudah tidak ada karetnya itu namun tetap saja ketampanan seorang mantan Cassanova tidak akan luntur bahkan jika dirinya tak mandi sekalipun.


Iiiuuwwww...si mantan duda J O R O K😝😝😝


Serkhan begitu kesal saat mendapati ponsel miliknya ternyata kehabisan daya karena memang seharian ini Serkhan tidak sempat untuk memegang ponsel miliknya.


"Percepat mobilnya"...


Ucapnya tegas sambil memegang kepalanya menggunakan kedua tangannya tanpa melepaskan ponsel mahal miliknya.


Sang supir hanya menganggukkan kepalanya dengan patuh dan tak ingin membuat majikannya bertambah kesal, dengan sedikit menambahkan laju kendaraannya namun tetap dengan berhati-hati karena mengingat malam ini kendaraan begitu ramai.


Ya...Serkhan hari ini terpaksa lembur namun tidak sampai larut karena dirinya harus menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu.


Dret...dret...dret...


Sopir menengokkan kepalanya sedikit untuk melihat ID penelfon di layar ponselnya yang memang diletakkan ditempat yang sudah djbuat khusus untuk menyimpan ponselnya.


Nyonya Besar is calling...


"Maaf Tuan muda, Nyonya besar menelfon"...


Beritahunya sedikit ragu sambil melirik ke arah Tuan mudanya yang sedang duduk dikursi belakang sambil memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


"Angkat saja"...


Jawabnya tanpa membuka kedua matanya.


"Hallo Nyonya besar"...


Jawabnya sambil menekan layar untuk mode pengeras suara.


"Dimana dia?"...


Tanya seorang wanita paruhbaya disebrang sana.


"Kami masih di perjalanan Nyonya besar"...


Beritahu sopir Serkhan.


"Bawa Tuanmu ke Hotel XXXX kami sedang menunggu disini dan istrinya juga ada disini"...


Ucapnya dan langsung menutup panggilan tersebut.


Serkhan mengeryitnya dahinya saat mendengar percakapan antara ibu dan sopirnya.


"Tuan muda"...


"Ya kita pergi kesana pak"...


Titahnya dan sopir tersebut menganggukkan kepalanya pelan lantas mengubah jalur untuk menuju hotel yang telah Nyonya besarnya katakan barusan.


Serkhan masih memikirkan untuk apa Anne membawa istrinya ke hotel tersebut namun dirinya mencoba berfikir positif.


Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai oleh Serkhan telah sampai dipelataran hotel yang dituju, dirinya langsung turun begitu mobil telah berhenti.


Serkhan berjalan dengan agak cepat dan sampai didalam ternyata sudah ada petugas hotel yang telah menunggunya untuk mengarahkan dimana dirinya hendak tuju namun baru beberapa langkah kaki hendak meninggalkan area lobby sebuah suara menghentikannya.


"Serkhan"....


Suara yang cukup familiar ditelinganya namun tak membuat seorang Serkhan menolehkan sedikit kepalanya pada sumber suara tersebut.


"Wahhh ternyata kita memang berjodoh ya"...


Ucap seseorang tersebut dengan nada senang serasa berjalan mendekati seorang pria yang tengah membelakanginya itu.


Dan Serkhan hanya diam tanpa menjawab ocehan wanita tersebut namun dirinya memutar bola mata dengan malas.

__ADS_1


Grep.


Serkhan terpaku untuk sesaat karena pelukan dadakan tersebut namun segera dirinya tersadar dan langsung melepaskan belitan tangan yang melingkar diperutnya dengan kasar tanpa memikirkan lagi bahwa itu adalah seorang perempuan, karena baginya hanya istrinya lah yang berhak memeluknya.


"Auuwww...kamu kok kasar banget sih sama aku"...


Ringis seorang wanita tersebut sambil mengusap pergelangan tangannya yang memerah karena tangan besar serkhan sang mantan suami.


Wanita yang baru saja memeluk Serkhan adalah Felisa sang mantan istri yang entah kenapa Serkhan harus bertemu dengannya disini.


Serkhan segera membalikkan tubuhnya lantas menatap tajam seorang wanita yang tak jauh darinya sambil mengusap pergelangan tangannya.


"Bukankah sudah pernah saya ucapkan jika kita bertemu tanpa sengaja jangan pernah untuk menegur atau bahkan melakukan kontak fisik dengan tubuh saya"...


Ucapnya tegas sambil melepas jas mahalnya dan dilempar begitu saja sebab dirinya tak ingin tubuhnya disentuh oleh wanita lain selain istrinya sedangkan Felisa nampak membelalakkan matanya melihat apa yang telah dilakukan oleh mantan suaminya menatap tak percaya dengan perilaku kasar sang mantan suami.


"Serk...."...


Ucapannya terhenti saat melihat serkhan mengangkat sebelah tangannya.


"Berhenti menyebut nama saya menggunakan mulut kotormu itu"...


Potongnya lantas dirinya membalikkan tubuh kekarnya dan berjalan meninggalkan mantan istrinya yang sedang mematung ditempatnya.


Serkhan mendengus kesal saat melihat sendiri betapa agresifnya sang mantan istri namun dirinya mencoba untuk meredam emosinya agar tak memuncak dan ingin segera berjumpa dengan sang istri, obat dari segala yang sedang dirasakannya.


Sedangkan dibalik dinding 2 pasang mata ternyata melihat kejadian tersebut dari awal hingga membuat keduanya mengembangkan senyuman terutama wanita yang masih nampak muda itu.


"Sudah lihat sendiri sayang, secantik apapun wanita tersebut diatak akan bisa masuk kedalam hati suamimu"...


Ucapnya lembut sambil mengelus pelan tangan menantunya.


Sang menantu hanya mengulas senyum kecil, segala yang dilakukan oleh sang suami memang tak luput dari penglihatannya namun dirinya sangat percaya bahwa cinta suaminya hanya untuknya walau sang suami tidak membeberkan tentang pernikahan sembunyi yang mereka lakukan sewaktu di Negaranya.


"Ayo"...


Ajak mama mertuanya sambil menarik lembut tangan sang menantu dan menantunya mengiyakan.


Mereka berjalan beriringan untuk menuju sebuah kamar yang memang khusus dipesan oleh mertuanya sebelum turun untuk memberi kejutan kepada suami tercintanya, sepanjang jalan wajah berbinar menghiasi setiap langkahnya sambil mengusap lembut perut yang masih terlihat datar.


Didalam sana, buah hatinya dengan sang suami walau dirinya belum bisa mengingat kenangan yang hilang namun dirinya merasa sangat nyaman dan takut jika suaminya meninggalkan dirinya.


Like.Vote.Gift

__ADS_1


Salam cium😘😘😘


__ADS_2