Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Ciuman pertama Elly


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Seorang pria tampan keturunan asli Korea keluar dari toilet rumah sahabatnya dengan tergesa-gesa sebab dirinya habis menerima notif yang berasal dari sang asisten yang mengingatkannya bahwa ada pertemuan pagi ini dan sialnya dia lupa karena ingin menjenguk baby twins milik sahabatnya.


"Looo Oppa kok dari dalam?" Tanya Nessa saat berpapasan dengan Jo ketika hendak masuk kedapur setelah mengantarkan Elly hingga depan pintu.


Walau ingatan Nessa belum pulih namun panggilan oppa tercetus begitu saja ketika melihat trman suaminya keturunan asli korea walaupun fasih dalam berbahasa indo namun logatnya tetap tak hilang dengan budaya pria bermata sipit tersebut.


"Ehhh...iya tadi saya sudah datang beberapa waktu lalu tapi karena panggilan alam jadi ya gitu." Jawabnya kikuk sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ohh ya saya tadi ada bawa bingkisan untuk sikembar dan saya kasih ke Dito, berhubung bertemu dengan kamu, saya mau langsung ijin karena ada pekerjaan penting yang saya lupakan, saya nitip salam ke mereka ya Nes." sambungnya panjang lebar dan langsung berlalu meninggalkan Nessa yang masih melongo melihat salah satu teman suaminya sudah berlalu pergi sambil menerima telfon tak lama dia mengangkat kedua bahunya tanda acuh sembari melanjutkan langkahnya untuk menuju dapur.


Brak.


Pintu mobil ditutup dengan sedikit kencang dan dirinya segera menyalakan mesin mobilnya.


Tin.


Suara klakson sengaja ia bunyikan setelah melewati pintu gerbang kediaman salah satu sahabatnya dengan kecepatan sedang dirinya melajukan mobilnya menuju lokasi yang hendak menjadi tujuannya.


Matanya seketika menyipit saat tak sengaja menangkap sosok gadis yang sednag berjalan kaki sembari menenteng sebuah tas berwarna hitam ditengah teriknya sinar matahari pagi itu.


Tin.


Elly seketika terlonjak kaget saat menolehkan wajahnya dan matanya menyipit ketika melihat mobil mewah berwarna hitam menghentikan laju mobilnya dan berhenti tepat disampingnya.


Kaca mobil sebelah seketika turun hingga dirinya bisa melihat sang pengemudi dan ternyata pria berwajah tampan dengan mata sipitnya.


"Mau kemana?" Tanya pria didalam mobil tersebut.

__ADS_1


"Mau ke stasiun Tuan." Jawabnya dengan menundukkan wajahnya.


"Ayo saya antar." Ajaknya dengan tiba-tiba membuat gadis berkemeja putih tulang tersebut terlonjak kaget saat mendapati pria tersebut sudah ada didekatnya bahkan dia tak menyadari sejak kapan pria tersebut turun dari mobil.


"Ti tidak usah Tuan, saya nggak mau merepotkan, saya permisi." Ucapnya dengan sedikit gugup dan langsung mengambil jalan disebelah pria yang sedang berdiri menghalangi jalannya itu.


"Ckk." Decak Jo dan langsung memutarkan tubuhnya saat gadis manis tersebut melewatinya begitu saja.


Hap.


"Aaaa." Pekik Elly ketika tiba-tiba tubuh mungilnya melayang diudara.


brugh.


Bahkan tas yang sedang dipegangnya langsung terjatuh diaspal panas saat tiba-tiba ada yang mengangkat tubuhnya bahkan kini kedua tangannya secara reflek langsung melingkar dileher pria yang dia tahu adalah tamu majikannya itu.


"Tuan turunkan saya." Elly meronta didalam gendongan pria dengan harum maskulin tersebut bahkan dirinya sempat merasakan nyaman saat penciumannya menghirup aroma maskulin dari pria berkemeja navi tersebut.


Jo tak mengindahkan rontaan dari gadis tersebut bahkan kekuatan gadis mungil itu tak ada apa-apanya ketika berada didalam gendongannya.


Klik.


"Jangan berontak, disini susah buat kamu cari kendaraan umum untuk sampai stasiun." Ucapnya dengan datar setelah memasangkan seatbelt ketubuh mungil gadis yang dia sendiri belum tahu namanya.


Elly seketika menahan nafas saat mencium aroma mint yang dihasilkan dari setiap ucapan pria yang baru kedua kali dilihatnya itu.


Brak.


Dengan pelan Jo menutup pintu mobil yang diduduki oleh Elly, setelahnya ia langsung berjalan untuk mengambil tas yang terjatuh tak jauh darinya itu dan dirinya mengitari mobil untuk masuk kedalam smebari menenteng tas hitam yang dia yakini berisi pakaian atau sejenisnya.


Mesin mobil telah Jo hidupkan dan langsung meninggalkan area komplek yang terasa sepi sebab kebanyakan mereka telah beraktifitas.


"Siapa nama mu?" Tanya Jo memecah keheningan didalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.


"Elly Tuan." Jawabnya dengan pelan sembari mengeratkan genggamannya pada tali pengaman yang terpasang ditubuh mungilnya.

__ADS_1


Jo menipiskan bibirnya saat tahu nama gadis manis yang duduk disampingnya itu.


Beruntung jalanan sedang renggang membuat mobil yang dikendarai oleh Jo melesat sempurna hingga tempat tujuan, tidak membutuhkan waktu lama sebab dia hanya bisa mencapai waktu selama 45 menit saja, bahkan dia sedikit heran dengan sikapnya yang peduli dengan seseorang padahal yang dia tahu dia adalah orang yang paling acuh diantara mereka bertiga apalagi dengan urusan orang lain namun hal tersebut ternyata tidak berlaku menyangkut gadis manis yang ditahunya bernama Elly itu.


Kawasan stasiun terlihat begitu ramai dengan aktifitas orang-orang yang kesana-kemari, walau Jo hanya tinggal beberapa minggu lalu kembali lagi ke LN namun dia telah menjelajahi seluk beluk kota yang dia tinggali dan yang pasti Dika lah yang dia ajak mengitari kota tersebut.


"Terima kasih Tuan." Ucapnya pelan dengan pandangan yang masih menunduk bahkan tangannya nampak dingin sebab dia tengah merasakan kegugupan yang luar biasa apa lagi selama ini dia tidak pernah akrab dengan lawan jenis.


"Heum."


Tangan mungil Elly perlahan menyentuh sisi bawahnya untuk membuka pengait sabuk pengaman namun karena dia belum pernah menaiki mobil semewah ini alhasil dirinya tidak tahu bagaimana cara untuk membukanya, mau bertanya namun lidahnya terasa kelu bahkan kini wajahnya nampak memerah lantaran malu apalagi dia tahu jika sejak tadi pria dewasa tersebut sedang memperhatikannya.


"Ckkk..."


Klik.


Jo melepas seatbelt miliknya sebab dia ingin membantu Elly untuk membuka seatbelt milik gadia tersebut.


"Kalau nggak bisa, kan bisa bicara." Ucapnya dengan lirih namun terdengar tegas.


Klik.


Elly seketika memutar lehernya saat mendengar suara tepat didekat telinganya.


Degh.


Matanya seketika terpaku saat wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja bahkan kini dirinya dapat melihat wajah yang teramat tampan dengan raut wajah yang putih mulus, walau ada sedikit bulu halus diarea rahang tegas pria tersebut dan hal tersebut semakin membuat lelaki didepan matanya itu nampak terlihat mempesona.


Jo memandang dalam raut wajah alami gadis yang masih terpaku itu, tak dipungkiri bahwa Elly memiliki kecantikan yang natural khas gadis asia, bulu mata lentik, bola mata berwarna cokelat, hidung mancung, pipi sedikit chuby disertai pewarna alami menambah daya tarik sendiri bahkan Jo merasa sangat gemas dengan gadis muda dihadapannya ini apalagi bibir berwarna pink cerry seolah menariknya untuk meng ecup serta melu mat nya.


Cup.


Tubuh Elly seketika menegang saat merasakan sebuah benda kenyal mendarat cantik dibibirnya.


Ciuman pertamaku. Jeritnya dalam hati.

__ADS_1


Sahur pagi diiringi dengan hujan turun disertai angin


__ADS_2