Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Kedatangan tamu


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Sejak keluar dari rumah sakit dimana dia memeriksakan sang istri, bibirnya terus saja tersungging keatas menampilkan bahwa dia sangat bahagia atas kehadiran anggota baru dikeluarga kecilnya, sungguh keajaiban yang begitu nyata terlebih dia tahu jika sang istri kesulitan untuk mendapatkan momongan namun bukan berarti tak bisa mengandung terbukti bahwa saat ini didalam rahim sang istri terdapat calon buah hati mereka, saat ini dia tak sabar ingin memberitahu pada sang putri bahwa sebentar lagi gadis kecil yang masih dalam fase menggemaskan itu akan menjadi seorang kakak.


Feli pun merasa demikian namun sosok mungil yang berada diapartemen terlupakan olehnya sejak dinyatakan bahwa dirinya positif hamil, saat mendengar kabar bahwa dirahimnya telah tumbuh sebuah nyawa dia amat sangat bahagia dan mematahkan presepsinya bahwa dia sebenarnya tidaklah mandul hanya saja sebagai manusia diharuskan banyak lebih bersabar.


Bahkan kini tangannya terus berada diatas perut yang masih rata dengan sesekali dia mengusap lembut.


Selama dalam perjalanan Dito membawa mobilnya dengan penuh hati-hati takut sesuatu terjadi pada sang istri yang saat ini telah mengandung hasil tembakan bisanya disetiap malam.


"Bahagia?" Tanya Dito dengan tiba-tiba.


Feli menengok kearah samping lantas mengukir senyuman.


"Heum...sangat." Jawabnya singkat namun bernada sumringah.


"Aya pasti akan senang sebab dia sekarang akan menjadi seorang kakak." Ucap Dito setelah mematikan mesin mobilnya sebab saat ini mereka sudah tiba di loby parkir bangunan apartemen mereka.


Deg.


Jantung Feli seolah berhenti berdetak saat menyadari bahwa mereka saat ini mempunyai seorang putri yang sedang menunggu di unit apartemen mereka, bahkan ingatannya bergulir beberapa saat lalu ketika sang putri menangis histeris saat Dito akan membawanya kerumah sakit, hingga butuh beberapa menit baru bocah gembul itu melepaskan dekapan darinya.


Tak terasa air matanya mengalir deras, perasaan bersalah meliputi hatinya dan dalam hati dirinya mengumpat sikapnya yang telah melupakan putrinya sendiri, beribu ucapan maaf dia lontarkan dalam hati bahwa dia tak akan mengulangi kesalahan seperti ini, sungguh dia sangat menyesal dan tak akan sanggup bila suatu hari nanti kesalahan seperti ini akan terulang kembali dan berdampak buruk pada sang putri ketika anak kandungnya lahir.

__ADS_1


"Hei...sayang, mami kenapa menangis?" Tanyanya dengan panik ketika dia mendapati sang istri telah tergugu dikursi penumpang.


Grep.


"Mami bodoh pih, mami melupakan putri kita." Ucapnya dengan terbata-bata bahkan air matanya kian deras saat sang suami mendekapnya dengan erat.


Dito menghela nafas pelan, kini dia baru paham kenapa sang istri menangis, pasti istrinya merasa sangat bersalah pada putrinya yang saat ini sedang menunggu mereka.


"Ssttt...sudah jangan menangis lagi mih, kasihan baby nantinya kalau mami menangis terus, lain kali jangan sampai terulang kembali okey, walau Aya bukan darah daging kita namun jangan pernah memberatkan sebelah kasih sayang kita sebagai orang tua, yang dipunya Aya adalah kita jadi harus saling mengingat bahwa kita memiliki seorang putri yang sangat cantik." Hiburnya sembari mengelus lembut punggung sang istri dengan penuh cinta.


Setelah merasa lebih baik, mereka segera meninggalkan area parkir untuk menuju unit apartemen Feli, ya...mereka masih tinggal disana sebab rumah yang sedang dipersiapkan Dito sebelum menikah hingga saat ini belum selesai dan masih dalam tahap pembangunan, bisa saja Feli membantu keuangan suaminya untuk segera menjadikan rumah tersebut namun dia urungkan sebab tak ingin menyinggung sang suami dengan maksud memberi bantuan walau Feli tak pernah berfikir kearah sana namun sebisa mungkin dirinya untuk tidak memancing diair yang keruh.


Feli segera menuju kamarnya dan dia yakin bahwa sang putri saat ini sedang berada disana, sungguh dirinya sangat ingin berjumpa dengan bocah yang baru memasuki usia 6 bulan tersebut.


Dan benar saja ketika membuka pintu kamar miliknya dia melihat sang putri sedang tertidur di ranjangnya sendiri sedangkan tak jauh dari ranjang sang putri Nunung sedang melipat baju-baju disana.


"Sudah dari tadi nung putriku tidur?" Tanyanya dengan suara serak khas orang seperti sehabis menangis.


"Belum lama nyonya, oh ya madam nyonya tadi bilang ke Nunung jika beliau sedang berbelanja." Terang Nunung dan segera beranjak dari lantai sebab dia melihat suami majikannya telah memasuki kamar yang dihuni keluarga kecil tersebut.


"Nunung permisi dulu nya." Ucapnya dan segera berlalu meninggalkan kamar tersebut walau pekerjaannya masih berhamburan namun dia tak akan kuat jika melihat kemesraan yang terjalin antara majikannya itu.


"Ahhh bang Tejo lama banget kita nikahnya." Teriaknya dalam hati jika dia tak sengaja melihat kemesraan majikannya tersebut.


Mata Feli mengembun saat melihat sosok mungil yang sedang terlelap dengan wajah menggemaskan sungguh perasaan bersalahnya menghantui kembali.


"Maafin mami sayang, maafin mami." Ucapnya dengan sendu dan diiringi air mata yang menetes dipipi mulusnya saat dirinya mengusap lembut pipi sang putri.


Grep.

__ADS_1


"Jangan bersedih terus mih, ingat disini ada adiknya Aya." Bisiknya dengan lembut sembari mengusap pelan perut sang istri dari belakang.


Feli seketika menganggukkan kepalanya pelan dan memegang tangan sang suami yang masih berada diperutnya.


Sungguh dia merasakan perasaan bahagia saat ini, dinyatakan positif hamil, punya putri yang menggemaskan dan suami yang sangat sabar dalam menghadapi tingkahnya.


Dan dia akan berusaha untuk menjadi seorang istri dan ibu yang baik bagi keluarga kecil mereka nantinya.


☆☆☆


"YUHUUUU....TWINS UNCLE DATANG SAYANG." Suara menggelegar saat baru memasuki rumah sahabatnya itu bahkan ditangannya sudah ada beberapa bingkisan yang memang dia persiapkan saat berada di LN ketika mendengar istri dari sahabatnya sudah melahirkan.


"Kak ihh...jangan teriak-teriak kenapa sih, nanti baby twins nangis lagi karena denger suara kakak." Gerutu seorang gadis cantik yang berada dibelakang tubuh pria tampan yang saat ini sedang menampilkan gigi putihnya.


"Iya...maaf honey, habis nggak sabar pengen lihat sikembar, apa kita buat sendiri aja." Godanya dengan menaik turunkan alisnya.


Plak.


"Ngomong lagi sembarangan, enak aja mau DP... OGAH." Sungutnya setelah menggeplak punggung prianya dengan kuat hingga siempu meringis lalu mengusap punggungnya yang terasa sakit.


"Yang...TUNGGUUU." teriaknya kembali saat melihat sang pujaan hati mendahului langkahnya dengan bibir yang memberengut.


"Kalian sudah datang." Suara seseorang menghentikan langkah mereka berdua.


"NESSA...AHHH RINDU." Pekiknya dan langsung menerjang sahabat baiknya yang muncul entah dari mana.


"Perasaan tadi nggak boleh teriak laaa dia sendiri suaranya lebih nyaring, heum...wanita memang selalu benar." Gerutunya dan langsung menggulirkan matanya kesana-kemari mencari sosok yang memang menjadi tujuan mereka datang.


Alhamdulillah bisa up dipagi hari🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2