Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Jolly_Durasi 30 menit


__ADS_3

Happy reading🤗🤗🤗


Jo menggeliat pelan dan perlahan membuka mata untuk menyesuaikan pandangannya lalu dirinya tersentak kaget sambil memukul kepalanya pelan ketika jarum jam sudah pukul 2 siang namun tak lama dirinya terkekeh pelan sambil memandangi wajah lelah sang istri yang kini meringkuk dipelukannya.


Dikecupnya dengan lembut pucuk kepala istrinya lalu mengeratkan pelukannya dengan senyum yang masih menghiasi wajah tampannya ketika ingatannya melalang buana pada beberapa jam lalu dimana dia dapat melihat betapa nikmatnya keagresifan sang istri bahkan dia tak diperbolehkan untuk mengambil alih permainan hingga dia kalah telak oleh bumil kesayangannya itu.


"Wah sepertinya kamu kali ini dikalahkan oleh rumahmu sendiri jun." Gumamnya pelan sambil melirik aset berharganya yang sedang meringkuk dalam tidurnya sebab tumbang oleh goyangan maut bumil yang cuma bisa melumpuhkan dalam waktu 30 menit hingga memuntahkan larva berwarna putih kental kedalam rahim sang istri.


"Astaga, biasanya bisa bertahan satu jam lalu ini..." Jo masih tidak percaya jika dalam waktu singkat sijunior sudah bisa muntah padahal jika dalam 2 atau 3 hari tidak muntah itu akan bisa bertahan lama namun kali ini pemikirannya salah saat bumilnya yang memegang kendali.


"Ckkk rugi oppa jadinya, tahu gitu oppa yang ngambil alih permainan." Gerutunya dalam hati yang masih tak terima dia dikalahkan hanya dalam waktu singkat.


"Tiga hari puasa paling nggak dua jam kah, ini 30 menit astaga.... mudahan mereka (Serkhan dan Dika) nggak tahu kalo gue bisa dikalahkan dalam urusan ngadon ma bini yang cuma 30 menit."


Jo seakan menutup rapat soal urusan ranjang yang terbilang singkat sebab diwaktu mereka berkumpul pembahasan tiga sekawan itu tak jauh dari urusan ranjang dengan istri masing-masing bahkan mereka adu long time yang saat ini masih dipegang oleh pasangan Serkhan dan istrinya.


Para suami apa begitu yak kalo lagi ngumpul sama temannya🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️


Jo perlahan mengangkat tangan sang istri yang melingkar dipinggangnya, dengan hati-hati agar tak membangunkan sang istri yang sudah melayaninya hingga dia tumbang.


Jo segera menuju kamar mandi dengan tubuh yang masih volos bahkan dia tak malu sedikitpun sijunior nampak bergelantung dalam keadaan meringkuk seperti bayi.


Tak butuh waktu lama, Jo akhirnya keluar dengan paras yang sudah segar tak lupa dirinya segera berganti baju sebelum sang istri terbangun.


Ting.

__ADS_1


Bunyi pesan singkat diponselnya membuat kegiatannya terhenti saat sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil, disambarnya ponsel miliknya yang berada diatas nakas tepat samping tempat tidur.


Dahinya mengkerut saat melihat pesan dari wanita yang sempat membuat sang iatri cemburu lantas mengungkapkan balasan cintanya.


Jo menghembuskan nafasnya dengan kasar saat sang Asisten menanyai keberadaannya sebab Jo memang memberitahukan bahwa hari ini juga mereka akan kembali namun dirinya lupa untuk memberi tahu Lisa jika kepulangannya ditunda.


Ya, kali ini dia harus bersikap tegas terhadap sang Asisten sebab dia sudah tahu jika Lisa memang tertarik padanya bukan maksud untuk percaya diri namun begitulah kenyataannya yang selama ini dia dapat selama kehadiran Lisa beberapa bulan yang lalu menggantikan Emma ibu muda yang resign karena melahirkan.


Setelah membalas pesan singkat sang Asisten, Jo lalu meletakkan kembali ponselnya dan mendudukkan tubuhnya disisi ranjang sang istri.


Diusapnya dengan lembut pipi chuby istrinya itu dan benar saja Elly seketika menggeliat sebab tidurnya terusik.


Perlahan mata bulat dengan bulu mata lentik mengerjap hingga kini pandangannya jatuh pada seorang pria yang sedang tersenyum lembut kearahnya membuat Elly seketika membalas senyum itu namun tak butuh waktu lama wajahnya merona ketika mengingat betapa gilanya dia pada beberapa jam lalu saat dirinya bisa melayani sang suami sesuai dengan film dewasa yang pernah dilihat secara tak sengaja diponsel sang suami dan langsung saja ditariknya selimut agar menutupi sepuruh tubuhnya hingga ujung kepala membuat Jo tertawa lebar melihat betapa menggemaskannya sang istri dan dia tahu jika istrinya itu sedang dilanda malu.


Jo memegang ujung selimut agar bisa melihat wajah menggemaskan istrinya itu.


Hembusan nafas hangat berbau mint seketika menerpa wajah Elly membuat dirinya memejamkan mata menikmati aroma yang membuatnya meremang.


"Apa Oppa puas?" Sebuah pertanyaan mampu membuat Jo menatap intens sang istri bahkan bayangan 30menit seketika melintas dibenaknya membuat dirinya merengut dan hal tersebut dapat dilihat oleh Elly akan perubahan wajah suaminya dan berbagai pertanyaan bersarang dibenaknya.


"Oppa." Panggilnya lirih nan sendu, bahkan dia berfikir jika tingkahnya tadi membuat sang suami merasa tak nyaman padahal bukan hal karena itu yang membuat perubahan wajah Jo.


Jo mengeryitkan dahinya saat melihat wajah sendu sang istri dan seketika rasa panik menjalar dibenaknya.


"Ada apa honey? hey...kenapa menangis? apa perut honey sakit?" Tanya Jo beruntun dan langsung menyibak selimut yang menutupi tubuh volos sang istri apalagi saat dirinya melihat sang istri meneteskan airmatanya.

__ADS_1


Gleuk.


Dengan susah payah Jo menahan has ratnya saat melihat keindahan yang ada pada tubuh sang istri, terutama daerah kewa nitaan istrinya, dengan teliti dia memeriksa setiap inci bagian tubuh sang istri takut terjadi hal-hal yang tidaka diinginkan apalagi ketika dia mengingat betapa agresifnya istrinya tadi.


Sedangkan Elly seketika menghentikan tangisnya saat melihat respon sang suami yang jauh dari perkiraannya bahkan kini wajahnya memerah apalagi melihat sang suami memperhatikan setiap inci tubuh volosnya.


"Apa yang Oppa lakukan?"


Sebuah pertanyaan mampu membuat Jo menghentikan aktifitasnya untuk memeriksa tubuh sang istri.


Jo mendongak dan berucap "Memeriksa tubuh honey, kan tadi menangis, berarti ada yang sakit, apa ini sakit? apa perut honey sakit?." Jawabnya dengan jujur dengan pandangan kembali ke bagian tubuh sang istri dan menyentuh area inti yang hanya tertutupi bulu-bulu halus dan sebelah tangannya menyentuh perut besar sang istri.


"Tapi nggak merah dan bengkak Hon, jadi apanya yang sakit." Gumamnya namun dapat didengar oleh Elly, bahkan kini tangannya menguak untuk memastikan **** ********** sang istri baik-baik saja.


Glek.


Nafasnya memburu saat melihat lubang kenik matan sang istri yang berkedut manja seolah menarik dirinya agar "Sentuh aku...sentuh aku".


"Nggak ini nggak bener." Ucapnya dalam hati sambil memperhatikan lubang yang teramat kecil dan baru kali ini selama mereka menikah bisa dengan jelas melihat keindahan gua berselimut rumput liar yang berwarna hitam itu.


"Kenapa lubangnya kecil, punya Oppa besar masa iya bisa masuk kesini?" Tanyanya dengan volos sambip menengadahkan wajahnya agar bisa bertatap muka dengan sang istri.


Elly membulatkan matanya dan kini dia menelan salivanya dengan susah payah bahkan wajahnya kian memerah menahan malu yang teramat.


"OPPAAAAAAAA......"

__ADS_1


Hay...hay...hay....sekedar info ya semua, untuk Season 2 ini, ceritanya bukan amburadul ya, namun mom memang ingin menyiyipkan teman-teman sang tokoh pria, jadi jangan bosen... boleh skip jika tidak suka namum mom mohon jangan tinggalkan jejak yang bisa menyentil perasaan mom ya sebab mom orangnya baperan🤗🤗🤗


__ADS_2