Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Pendamping hidup selamanya


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Like.


Vote.


Gift.


Serkhan membuka pintu kamar mandi, dirinya keluar dengan wajah yang sudah segar dengan handuk putih yang melilit dipinggang seksinya dna jangan lupakan handuk kecil yang digunakan untuk mengusap rambut panjangnya yang masih basah.


Dirinya berhenti sejenak dan melebarkan senyum saat melihat keatas tempat tidur dimana bidadarinya masih memejamkan mata karena kelelahan akibat pertempuran 2 jam lalu.


Serkhan sungguh bahagia sekali, selama kehamilan sang istri, dirinya memang dibuat kualahan oleh permintaan istrinya namun hadiah yang diberikanpun sepadan karena hampir setiap malam dirinya dibuat melayang dengan sikap agresif istrinya.


Ya...Gai rah Nessa selama hamil semakin tinggi, mungkin itu pengaruh hormon kehamilannya yang tentu membuat simantan duda senang bukan main mendapatkan servisan setiap malam.


Setelah berpakaian rapi, kini dirinya berjalan dengan perlahan dan mendekati sang istri yang masih terlelap.


"Mas, kerja dulu"...


Lirihnya.


Cup.


Ciuman mendarat dikening sang istri dengan pelan hingga tidak akan membuat tidur istrinya terganggu, setelah itu Serkhan keluar dari kamar pribadinya dan langsung menuju meja untuk melanjutkan sisa pekerjaannya namun sebelum itu dirinya menekan tombok unlock agar pintu ruangannya mudah dibuka oleh asistennya atau yang lain.


Sudah satu jam dirinya berkutat dengan berkas-berkas bernilai ratusan milyaran itu dan dilihatnya pintu kamar pribadinya yang masih tertutup rapat.


Diambilnya gagang telfon dan menekan angka agar tersambung dengan seseorang.


"Antarkan makanan untuk kami"...


Titahnya dan langsung menaruh gagang telfon ditempat semula tanpa mendengar jawaban disebarang sana.


Dirapikannya berkas-berkas tersebut, setelah selesai dirinya lantas bangun dari duduknya dan berjalan menuju ruangan pribadinya.


Ceklek.


Dibukanya pintu dengan perlahan dan benar saja sang bidadari yang sedang hamil itu masih tidur dengan nyenyaknya diatas tempat tidur hingga membuatnya menggelengkan kepalanya pelan.


Cup.


"Sayang, bangun"...


Ucapnya setelah mengecup pelan bibir Nessa membuat si empu menggeliatkan badannya.


"Nessa cape mas"...


Lirihnya dengan mata masih terpejam, rasa lelahnya enggan untuk Nessa membuka matanya.


"Ayo...bangun sayang, apa perlu kita lanjutkan lagi"...


Godanya sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi raut wajah cantik alami sang istri.


Mata Nessa seketika terbuka dan pandangannya terjatuh pada sosok lelaki yang sudah mengenakan kemeja lain dengan tersenyum jahil.


Nessa mencebikkan bibirnya melihat senyuman sang suami.


"Ogah...Nessa cape, nggak inget apa udah 2 kali juga masih mau terus, kuat amat sih kamu mas"...

__ADS_1


Keluhnya sambil memegang selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya.


"Bukannya sayang suka, kalau nggak kuat nanti kamu nggak puas yang"...


Ucapnya santai membuat Nessa seketika melotot dengan wajah merona.


"Mas ih"...


Deliknya sambil menenggelamkan wajahnya didalam selimut.


Serkhan tergelak pelan lantas tangannya memegang selimut tebal itu.


Srak.


"Mas"...


Pekiknya saat selimut yang menutupi tubuh polosnya kini sudah melayang entah kemana.


Gleuk.


"Sudah, ayo mandi, kasian twins nanti kelaparan"....


Ucapnya setelah menelan saliva dengan susah payah saat melihat tubuh yang sangat menggai rahkan didepannya ini.


Hap.


Nessa terpekik kembali saat tubuhnya terasa melayang diudara dan ternyata sang suami sedang menggendong tubuh polosnya sehingga membuat Nessa seketika mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami.


Cup.


"Udah diam aja, mandi ya sayang"...


Cup.


"Mikirin apa sih, senyum-senyum gitu"...


Ucapnya setelah mengecup kening sang istri ketika menundukkan tubuhnya.


Nessa menggelengkan kepalanya pelan dan masih melebarkan senyumnya.


"I Love You"...


Ucapnya tulus.


Blush.


Wajah Serkhan seketika merona mendengar ungkapan cinta dari sang istri, layaknya remaja dirinya dibuat salting saat ini.


Nessa seketika terkekeh melihat wajah merah suaminya, ahh...dirinya jadi punya senjata untuk membalas segala yang dilakukan suaminya ini.


Hap.


"Sudah, jangan mandang mas seperti itu, mandi gih sepertinya ada orang"...


Ucapny setelah berhasil menguasai saltingnya dan meletakkan tubuh sang istri di dalam bathtube yang sudah diberi aroma kesukaan sang istri dan air hangat.


Nessa menganggukkan kepalanya didalam air hangat tersebut sedangkan Serkhan langaung keluar dari kamar mandi dan membiarkan sang istri untuk membersihkan diri.


Dan benar saja saat dirinya keluar dari kamar mandi, pintu ruangannya ada yang mengetuk dan Serkhan berjalan kearah pintu ruangannya untuk membuka pintu dan dilihat Asistennya lah yang mengetuk, segera dirinya mengambil paperbag yang diserahkan oleh Abbas kemudian menutup pintu kembali.

__ADS_1


Sambil menunggu sang istri selesai mandi, Serkhan menata makanan tersebut diatas meja tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka hingga Serkhan mengalihkan pandangannya dan senyumnya terbit saat sang bidadarinya keluar dengan tampilan yang selalu memukau.


Nessa yang sadar diperhatikan lantas menegakkan kepalanya dan benar saja suaminya saat ini sedang memandainya dengan intens hingga membuat Nessa tersipu lantas melanjutkan langkah kakinya dan saat sudah didekat sang suami pinggangnya ditarik dengan lembut hingga kini terduduk dipangkuan prianya.


"Cantik"...


Bisiknya sambil menyelipkan rambut panjang sang istri kebelakang telinga


Cup.


"Nakal yaaa"...


Ucapnya sambil mencubit pelan hidung mancung istrinya yang sudah memberikan kecupan singkat dibibirnya.


"Nakal sama suami sendiri kan nggak masalah"...


Balasnya sambil mengalungkan kedua tangannya dileher sang suami.


"Tentu nggak masalah, apalagi kalau nakalnya diatas ranjang"...


Ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Mas ih, Nessa lapar... yuk makan"...


Pintanya sambil melihat makanan diqtas meja yang begitu menggugah selera.


"Sini mas suapi"...


Serkhan dengan cepat mengambil sendok dan mengisinya lantas dirinya suapkan ke mulut sang istri yang sepertinya sudah tidak sabar untuk menyantap makanan.


Nessa dengan senang hati menerima suapan dari sang suami, mereka berdua makan saling bergantian dan sesekali bercanda.


Serkhan berharap rumah tangganya kelak dapat berjalan dengan yang diharapkan dan bisa melewati segala cobaan yang datang menerjang.


Belajar dari pengalaman, dirinya tak ingin rumah tangganya kali ini gagal seperti yang dulu walau pada kenyataannya dirinya tidak pernah salah dalam membina rumah tangga.


Begitu pula dengan Nessa, walau ingatannya belum pulih namun dirinya sangat bahagia saat ini bisa memiliki suami yang begitu mencintainya dan keluarga yang menyayanginya.


Memiliki suami tampan dan harta berlimpah baginya itu adalah bonus yang terpenting cinta sang suami hanya untuknya dan anak-anaknya kelak.


"I Love You mas"...


Bisiknya setelah mereka selesai menyantap makan siang yang romantis walau hanya diruang kerja.


"Love You Too sayang, jadilah pendamping hidupku selamanya, jadilah ratuku disinggahsana yang ku bangun... mas sangat-sangat mencintaimu, kini dan selamanya"...


Balasnya dengan mesra lantas menyatukan kedua bibir mereka, saling melu mat untuk mencurahkan segala rasa cinta mereka berdua.


Haloha selamat sore Readers...🀭🀭🀭


Maafkan mom yang telat up yaa✌✌✌


Like.


Vote.


Gift.


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2