Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Kebahagiaan dan Agresif


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Baca malam hari yaaaa sebagian ada 🔥🔥🔥


Sudah hampir seminggu Nessa beserta dengan kedua buah hatinya berada dirumah dan Serkhan menjadi suami yang siaga dalam membantu sang istri mengurus baby twins.


Walau ada Maria dan Elly baby sister baru namun mereka berdua tidak terlalu mengandalkan keberadaan kedua pengasuh anaknya sebab bagi Nessa dan juga Serkhan mereka ingin menikmati masa-masa dimana kedua anak mereka sedang tumbuh kembang dan Nessa tidak mau jika anak-anaknya akan lebih dekat pada baby sister mereka nantinya.


Curr....


Serkhan seketika menghentikan aksinya saat sesuatu mengenai kaos yang dipakai dan betapa syock nya saat melihat bahwa itu adalah ulah jagoannya yang sedang mengeluarkan air mancur mini ketika akan mengenakan pampers namun ternyata sang jagoan lebih dulu mengeluarkan hajatnya.


Perlahan dirinya menghembuskan nafas dengan pelan lalu mencoba tersenyum pada sang putra yang sedang menampilkan senyuman tanpa dosa kearahnya setelah menyemprotkan cairan dari burung kecilnya itu.


"Gaara, lihat daddy basahkan." keluhnya seraya mengambil tissu basah untuk mengelap burung kecil sang putra yang memang dia sudah mulai paham sebab beberapa kali melihat baik istri maupun ibu serta Anne membersihkan bayi mereka saat sedang membuang hajat.


"Lain kali tahan dulu dong, kalau sudah ada pampers mu baru boleh kencing, untung nggak kena muka daddy." Lanjutnya dengan tangan kembali melanjutkan aktifitasnya untuk memakaikan pampers dengan cepat.


Nessa yang mendengar serta melihatnya pun tak berani berkomentar namun mommy muda itu nampak mengulum senyumnya.


"Kalau mau ketawa-ketawa aja mom jangan ditahan." Cebiknya seraya menengok kebelakang dimana sang istri berada.


"Eh." Nessa tersenyum canggung saat sang suami ternyata tahu jika dia sedang menahan senyum.


"Putri mommy sudah cantik, saatnya berjemur." Nessa mencoba mengalihkan pandangannya pada sang putri yang sudah cantik.


Serkhan mengerucutkan bibirnya dengan sedikit kesal namun tak lama bibirnya tersenyum lebar saat sang putra sudah selesai ia dandani menjadi lebih tampan.


Tak lama kemudian dia segera menyusul sang istri untuk melakukan hal yang sama setiap pagi apalagi cuaca pagi ini sangat bagus.


Walau dia baru memiliki buah hati tak dipungkiri jika kini dia sudah ahli dalam menggendong kedua buah hatinya terlebih dia sangat mahir saat menimang baby Lala yang memang sangat lengket terhadapnya.


Oek...oek...oek...

__ADS_1


Nessa menghela nafas pelan dan melirik kearah sang suami.


Cup.


Seolah tahu maksud sang istri, Serkhan segera meletakkan baby Gaara diatas tempat yang sudah tersedia.


"Uluh-uluh... princess nya daddy." Serkhan segera menggendong baby Lala setelah menidurkan baby Gaara di sebelah baby Lala tadi.


Bayi yang belum genap dua minggu tersebut seketika terdiam saat tubuhnya diangkat oleh Serkhan seolah dia paham dengan siapa dia digendong apalagi mendengar suara maskulin dari sang daddy.


"Wah, sepertinya ada saingan mommy nih?" Goda Nessa setelah melihat interaksi antara putrinya dan sang suami.


Serkhan seketika tergelak dan memanfaatkan tangan kosongnya untuk mendekap sang istri.


Cup.


"Sepertinya begitu mom." Ujarnya setelah mengecup pelipis sang istri.


Nessa tersenyum bahagia sebab dia merasakan bahwa keluarga terasa sangat lengkap dengan adanya sepasang bayi serta suami yang sangat mencintainya.


☆☆☆


"Mami nggak mau pih, disini aja... peluk." Rengeknya dengan lemah namun terlihat sekali bahwa ia sedang ingin dimanja.


Dito menghela nafas dengan pelan lalu ikut naik keatas tempat tidur dan segera mendekap tubuh lemah istrinya.


"Buka pih bajunya." Titahnya saat sang suami masih mengenakan kaos rumahan.


Dito duduk kembali dan segera melepaskan kaos miliknya hingga memperlihatkan tubuh kekarnya padahal selama ini ia tidak pernah yang namanya nge gym.


Feli seketika tersenyum sumringah dan segera meringsekkan wajahnya ke arah ketiak suaminya, lalu dia menghirup aroma yang wah membuat siempu merasakan gelenyar aneh.


"Geli mih." Desisnya dengan nada berat bahkan tubuhnya terasa panas dingin saat tangan istrinya menyusuri permukaan dada hingga mempermainkan choco chip yang ada didada bidangnya.


"Eemmm." Lenguhnya saat merasakan kehangatan pada salah satu choco chip miliknya dihisap dan di lu mat.


Dito merasakan sesuatu yang terasa sesak pada celananya, bahkan kini gai rahnya seketika memburu saat sang istri dengan agresif mempermainkan tubuh setengah nakednya.


"Aahhh mihhh." De sahnya saat tangan mulus istrinya masuk kedalam celana kolor miliknya bahkan matanya seketika terpejam menikmati pijatan plus-plus didalam kain segitiga miliknya.

__ADS_1


Beruntung pagi itu mereka hanya berdua didalam apartemen sebab Asisten beserta mama mertua sedang berjalan-jalan ditaman tak jauh dari bangunan apartemen dengan membawa putri mereka.


Bahkan Dito sudah lebih dari 3 hari ijin pada Tuannya dan beruntungnya Tuan mudanya mengijinkan tanpa dipersulit sama sekali.


"Sukaa?" Tanya Feli dengan nada sen sual bahkan kini dirinya tidak merasakan lemas pada tubuhnya yang ada dia sedang bergai rah dan ingin terbang menuju lembah kenik matan bersama suami berondongnya itu


"Suuu...kkaa..." Ucapnya terbata-bata bahkan kini dia menik mati apa yang dilakukan oleh istrinya seakan dia lupa jika sang istri sedang lemas.


Sret.


Dengan sekali tarik celana kolor yang dipakai oleh suaminya telah terlepas dari pemiliknya berikut kain segitiga yang menutupi ular phiton hingga terlihatlah sesuatu yang tegak dan menantang.


Gleuk.


Feli menelan ludah dengan sedikit susah saat melihat betapa long big milik sang suami dan dia baru kali ini memperhatikan selama mereka menikah.


"Mih." Ucapnya dengan berat dengan mata berkabut gai rah namun dia juga tak ingin memulai sebab dia ingin melihat aksi sang istri yang baru kali ini menggoda dirinya.


"Oouuuuggghhh..." Leng uhnya saat miliknya terasa hangat dan basah.


Feli melu mat dan men ji lat milik suaminya seperti sedang memakan es krim bahkan dia tak lagi merasa sangat ber has rat sekali.


Dito memegang kepala sang istri dan sedikit membantu untuk bergerak dibawah sana, sungguh ini terasa sangat nik mat sebab baru kali ini dia merasakannya.


Ploph.


Feli melepaskan dengan cepat milik sang suami dari mulutnya dan segera berlalu meninggalkan Dito yang kini langsung membuka mata saat merasakan sang istri berhenti meng ulum miliknya.


Brak.


Pintu terbuka dengan sedikit kasar dan tak lama terdengar suara.


Hoek...hoek...


Dito tercengang seketika bahkan gai rahnya yang sudah diubun-ubun menguap begitu saja saat mendengar suara sang istri seperti muntah.


Dengan secepat kilat dia bangun dari tidurnya dan segera menuju kamar mandi tanpa menghiraukan tubuhnya yang full naked bahkan miliknya yang bergoyang kesana kemari tidak dia hiraukan.


Sabar ya dito🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2