Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
OTW


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Pagi ini cuaca terlihat tidak mendukung sama sekali sebab sejak subuh hujan rintik-rintik membasahi Kota Tarakan serta matahari yang biasanya memancarkan sinar indahnya telah tertutupi oleh awan gelap...


Seorang pria dengan tubuh atas yang tidak mengenakan sehelai benang saat ini masih terlelap di atas bed kamar hotel,nampaknya pria tersebut mulai menggeliatkan badannya membuat selimut yang dikenakannya melorot dan nampak badan kekar tersaji dengan begitu menggoda bagi kaum hawa...


Sepasang mata nampak mengerjapkan pelan guna untuk membuat pandangan semakin jelas, setelah beberapa detik mata bermata indah nan tajam tersebut terbuka sempurna dan dilihatnya sekitar masih nampak gelap dan hanya lampu tidur yang menyala, segera dirinya meraih ponsel yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya dan diusapnya layar ponsel tersebut untuk melihat jam, dan ternyata sudah pukul 6 pagi segera dirinya beranjak dari ranjangnya dan melangkahkan kakinya untuk menuju arah balkon dengan hanya menggunakan boxer untuk menyelimuti sang naga yang masih tertidur...



Dirinya berada di pintu kaca antara kamar dan balkon, dapat dilihat dari atas kamarnya bahwa cuaca sedang tidak baik...


"Ckkk....kalo cuaca tak juga reda bagaimana ini"...


Gumamnya pelan dan pandangannya tak lepas dari Kota yang baru pertama kali dirinya menginjakkan kakinya disini...


Serkhan kemudian membalikkan badan dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setengah jam kemudian serkhan keluar dari kamar mandi dengan tampilan yang sudah segar dan jangan lupakan handuk yang bertengger ditangannya untuk di gosokkan kerambut yang basah...


Tok...tok...tok...


Pintu kamar diketuk dan serkhan sejenak menghentikan aktifitasnya lalu berjalan ke arah pintu kamar...


Ceklek...


"Selamat pagi Tuan muda"...


Sapa seorang pria siapa lagi jika bukan Abbas dengan penampilan yang sudah rapi dan jangan lupa setelan serba hitam namun tak menggunakan baju formal atau setelan jas yang biasa dia kenakan...



Pesona si muka datar ya, sebelas dua belas sama mas duda😍😍😍


"Hmm...pagi, masuklah"...


ucapnya sambil berbalik arah dan berjalan duluan sambil tangannya melanjutkan kegiatan yang tertunda tadi...


Abbas masuk kedalam kamar Tuannya dan duduk disofa yang tersedia, sedangkan serkhan berjalan kedalam kamar untuk memakai pakaiannya...


30 menit kemudian, serkhan keluar dengan tampilan yang sudah rapi...

__ADS_1



Setelan Serkhan pagi ini, menggunakan baju lengan panjang berbahan rajut dan bawahan celana denim pendek senada dengan warna bajunya serta sepatu kets berwarna putih serta kacamata hitam yang bertengger diatas hidung mancungnya membuat dirinya semakin terlihat muda dan gagah dari umurnya yang sudah menginjak usia 39 tahun...


"Ayo"...


Serkhan berjalan duluan sambil membawa ponsel yang dimasukkan ke dalam saku celananya dan dibelakangnya diikuti oleh Abbas...


Mereka berdua memasuki lift dan menuju ke lantai dasar, tujuannya adalah restorant yang ada di dalam hotel untuk sarapan sebelum berangkat ketujuan sambil menunggu cuaca yang lebih baik lagi...


Selesai menyantap menu sarapan mereka berdua, Abbas memberikan informasi bahwa untuk sampai ke lokasi sudah ada sebuah helikopter yang tengah menunggu dan semuanya telah disiapkan oleh seorang siapa lagi jika bukan Abbas...


Dalam perjalanan kurleb 1 jam akhirnya mobil yang membawa Serkhan beserta Abbas telah sampai di sebuah lapangan khusus untuk penerbangan Heli...


Sedangkan anak buahnya yang lain ternyata mereka sebelum subuh sudah berangkat menggunakan transportasi yang dinamakan speed, ya Abbas merogoh kocek yang lumayan dari harga biasanya sebab pengemudi di sewa sebelum matahari terbit atau tepatnya masih dalam keadaan gelap, namun karena harga yang ditawarkan Abbas yang lumayan fantastis alhasil dirinya menerima untuk mengantarkan beberapa orang bertubuh kekar dan sangar ke tujuan...


Setelah berbicara dengan pilot yang akan menerbangkan Tuannya, Abbas mempersilahkan Tuannya untuk masuk kedalam heli yang sudah mulai dinyalakan mesinnya...


Ya ternyata alam berpihak kepadanya untuk segera menemukan calon istrinya tersebut, hampir 1 jam mereka mengudara dan saatnya pilot mulai menurunkan heli yang dibawanya dan akan mendarat disebuah lapangan yang ada di desa xx tersebut karena tak ada tempat lain untuk mendaratkan sebuah heli kecuali tanah lapang yang biasa warga desa gunakan untuk bermain sepak bola...


Warga pada heboh melihat sebuah helikopter mendarat di lapangan yang ada didesanya terlebih anak-anak sangat antusias untuk melihat lebih dekat benda yang mempunyai baling-baling panjang seperti yang mereka sering liat benda kecil terbang diatas awan jika dilihat dari bawah sini...


Namun keinginan mereka terkabul sebab sebuah helikopter telah mendarat sempurna ditanah lapang tersebut...



Setelah Serkhan masuk kedalam mobil,sang sopir mulai menjalankan mobil yang dikendarainya untuk menuju tempat dimana rumah Kepala Desa tinggal ya sesuai dengan instruksi dari pria bermuka datar tersebut...


Serkhan mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela, dapat dilihat rumah-rumah kecil nan sederhana dan tak lupa dengan jalanan yang berbatu membuat dahinya berkerut, ternyata masih ada desa yang tertinggal seperti desa yang dipijaknya kini, Serkhan mengetahuinya sebab semalam waktu masih didalam pesawat pribadi miliknyaAbbas telah menjelaskan semuanya...


Mobil berhenti tepat disebuah rumah yang menurut Serkhan masih terlihat kecil, hanya saja rumah tersebut sudah bertembok dan beda dari yang lainnya...


Ceklek...


Pintu mobil telah dibuka oleh Abbas dan Serkhan keluar dari dalam mobil untuk melihat area sekitarnya, sedangkan Abbas menunggu Tuannya tersebut...


"Silahkan Tuan muda, Kepala desa telah menunggu kedatangan kita"...


Ucapnya dengan sopan sambil menundukkan kepalanya...

__ADS_1


"Apa harus kita kesini dulu bas, kenapa nggak langsung ke lokasi saja?"...


Tanyanya dengan dahi mengerut...


"Maaf Tuan muda, kita tidak bisa seenaknya pergi kesana sebelum mendapat ijin dari kepala desa, atau kita bisa dibuat susah karena sudah pergi tanpa ijin dari beliau"...


Jawabnya panjang lebar dengan nada pelan supaya orang-orang tak mendengarnya...


"Ya...ya...terserah kau sajalah yang penting secepatnya nessa aku temukan"...


Ucapnya dengan malas...


"Selamat pagi"...


Sapa Abbas kepada pria paruh baya yang berwajah seram berada di teras miliknya...


"Ya selamat pagi, silahkan masuk Tuan-tuan"...


Jawabnya sambil mempersilahkan masuk tamu yang memang sudah ditunggunya tersebut, ternyata anak buah Abbas sudah dahulu bertemu dengan kepala desa tersebut untuk memberi tahukan tujuan dari bos besar mereka...


"Terima kasih pak"...


Ucapnya sambil membungkukkan sedikit badannya dan serkhan pun melakukan hal tersebut sambil tersenyum tipis...


Setelah melakukan pembicaraan serta tujuannya kedatangannya mereka, Kepala Desa menunjuk beberapa orang untuk menemani tamunya kelokasi tujuan dan lebih tak menyangka ternyata sudah beberapa bulan ada seorang yang disekap di lokasi yang memang lumayan jauh dari desa yang dipimpinnya itu, membuat sang kepala desa menjadi iba kepada laki-laki berparas tampan rupawan tersebut makanya dirinya memerintahkan beberapa laki-laki yang ada didesanya untuk membantu tamunya...


€€€


Prang....


Pecahan piring berserakan dilantai, sedangkan ditempat tidur seorang gadis tengah menangis dengan sesegukan sambil menutup kedua telinganya dan tak lupa badannya yang bergetar hebat akibat peristiwa yang barusan dialaminya...


HAY...HAY...


ASSALAMUALAIKUM READERS TERSAYANG...


MOM HANYA MINTA KESEDIAANNYA UNTUK MEMBERI LIKE SETIAP SELESAI BACA YA READERS SUPAYA MOM SEMAKIN SEMANGAT UNTUK MENCARI IDE DISELA KEGIATAN MOM SEBAGAI IBU BERUMAH TANGGA SERTA JANGAN LUPAKAN UNTUK MEMBERI GIFT SEBANYAK-BANYAKNYA...


SALAM SAYANG

__ADS_1


MOM OLLA


😘😘😘


__ADS_2