Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Menuju pulang


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu mengagetkan keduanya dan tautan bibir dipaksa lepas sebab bella yang menyudahinya.


"Ckk...ganggu aja sih"...


Gerutunya pelan sedangkan bella mempout bibirnya namun tak ubah wajahnya yang kian memerah akibat gerutuan dari serkhan.


Cup...


Kecupan singkat mendarat dibibir bella menambah rona merah dipipinya.


Serkhan terkekeh kecil melihatnya, ya !!! Dia sungguh bahagia dapat melihat kembali wajah malu-malu milik gadisnya ini.


"Bel, sudah siap kah?"...


Tanya seseorang dibalik pintu.


"Su...sudah bang...sebentar bella keluar"...


Jawabnya gugup sedangkan serkhan hanya mengamatinya saja sambil tersenyum-senyum.


Setelah tak ada jawaban dari balik kamarnya, bella menetralkan deguban jantungnya.


"Ekhemm...Ayo kita keluar mas"...


Ajaknya sambil menunduk dan masih terlihat gugup...


"Kenapa gugup gitu sih...Heum...?"...


Ucapnya sambil mengangkat dagu bella menggunakan tangannya.


"Issshh...mas...ayooo...nanti abang mikir yang macem-macem lagi"...


Rengeknya manja.


Ahh...Rasanya serkhan seakan mau teriak yang kencang melihat tingkah manja dari gadisnya, membuat dirinya seakan mengubah planning jika sampai di Jakarta nanti.


"Macam-macam gimana, paling kita disuruh langsung nikah secepatnya"...


Ucapnya santai sambil terus-menerus memandang wajah gadisnya.


Bella membulatkan matanya mendengar ucapan santai dari serkhan.


"Isshhh....mas udah deh jangan ngelantur kemana-mana"...


Ucapnya sebal dan langsung mulai meraba sekitarnya untuk mencoba turun dari pangkuan serkhan.


Grep...


"Mau kemana?"...


Ucapnya sambil menahan tubuh bella yang akan mencoba untuk beranjak dari pangkuannya.


"Mau ambil tongkat mas, biasa bella simpen di sebelah tempat tidur"...


Jelasnya.


"Ehhh....mas turunin bella, bella masih bisa jalan"...


Pekiknya kala tubuhnya diangkat ala bridal style oleh serkhan dan secara reflek tangannya bertengger di leher serkhan membuat wajah mereka berdekatan.


Cup...


"Mulai sekarang mas yang akan menjadi kaki kamu, sampai nanti sembuh"...

__ADS_1


Ucapnya lembut setelah melabuhkan kecupan dibibir bella.


Bella merasa terharu oleh ucapan serkhan yang ternyata bukan hanya sekedar ucapan semata namun serkhan langsung membuktikannya.


Disandarkan kepalanya dan masuk ke ceruk leher serkhan sambil mempererat rangkulan tangannya, aroma maskulin tercium olehnya nembuat dirinya semakin ingin terus memeluk tubuh kokoh yang sedang menggendongnya.


Nyaman itulah kata yang keluar dari dalam hatinya, mampukah dirinya bisa bersanding dengan pria ini, pria yang diyakini mempunyai bentuk fisik yang sempurna.


"Yang, jangan macem-macem kita belum sah"...


Ucapnya dengan nada berat saat lehernya diendus-endus oleh bella membuat dirinya seakan tersengat listrik ratusan volt apalgi si naga yang sejak beberapa bulan sedang bersemedi terusik oleh tingkah laku dari gadis yang sedang di gendongnya ini.


"Macam-macam apa sih mas?"...


Tanya bella dengan polosnya sambil menegakkan kepalanya membuat serkhan menghembuskan nafas lega.


"Nggak apa-apa kok"...


Ucapnya sambil tersenyum tipis namun sayangnya bella tak dapat melihat senyuman itu.


"Isss...mas nih ngomong nggak jelas"...


Gerutunya sambil menyandarkan kembali kepalanya ketempat semula namun kali ini tak seperti tadi.


Serkhan melanjutkan langkah jalannya dan mencoba membuka pintu walau terlihat susah sebab dirinya sedang menggendong bella.


Ceklek...


Pintu dibuka olehnya dan langsung keluar dari kamar, sedangkan diluar mereka ternyata sudah siap semuanya.


Serkhan memberi kode ke abbas, sedangkan abbas yang sudah paham langsung bergegas untuk menuju kamar dimana nona tadi berada.


Apalagi jika bukan untuk memeriksa kamar tersebut untuk mencari barang yang dirasa penting bagi calon nonanya.


"Biar saya saja tuan, anda lebih baik mengikuti Tuan muda saja"...


Baron langsung menengok kearah sumber suara tersebut, karena tak ingin membuat keributan akhirnya baron menganggukkan kepalanya dan mengikuti ucapan dari pria berekpresi datar tersebut.


"Bang..."...


Panggilnya saat baron berjalan menuju keluar rumah.


"Hem..."...


Jawabnya.


"Jadi kita bakal kembali ke kota"...


Ucapnya dengan nada khawatir.


Baron seketika menghentikan langkahnya dan langsung berucap.


"Ya...kita akan terima segala resikonya"...


Ucapnya singkat sambil meneruskan langkah kakinya mengikuti Serkhan yang sudah berjalan duluan dengan beberapa orang yang diyakini oleh baron, itu adalah warga beserta anak buah serkhan.


Dedi yang mendengar ucapan dari baron hanya mampu terdiam sambil berjalan mengikuti langkah kaki baron, ya dia juga harus mempersiapkan diri jika sesampai disana akan masuk ke dalam sel.


Lama itulah yang dirasa bella saat dirinya didalam gendongan serkhan.


"Mas..."...


Panggilnya.


"Ya...apa sayang"...


Ucapnya pelan nan merdu membuat bella tersipu malu dibuatnya.

__ADS_1


"Mas nggak cape?"...


Tanyanya saat merasa berada didalam gendongan sudah lama.


"Mas nggak akan cape cuma gendong sayang"...


Ucapnya tulus sambil terus melangkahkan kakinya dan sebentar lagi akan sampai di mana mobil yang dikendarainya diparkir.


"Sebentar lagi kita sampai di mobil, sabar ya"...


Ucapnya lembut.


Bella hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan, namun baru beberapa detik wajahnya terkena tetesan air dan bella yakin jika itu adalah tetesan keringat.


Dilepasnya tangan kiri yang bertengger dileher serkhan, diraba-raba wajah pria yang sedang menggendongnya ini dan diusapnya lembut air yang mengalir diwajah serkhan, dapat dirasakannya rahang kokoh yang dilapisi oleh bulu-bulu kasar, dirabanya terus wajah itu untuk menghilangkan keringat yang menghiasi area wajah serkhan.


Sedangkan serkhan hanya mampu menarik kedua sudut bibirnya saat tangan mungil tersebut menari indah di wajahnya.


"Terima kasih"...


Ucapnya lembut sambil sesekali menatap wajah bella yang sedang mengarah ke wajahnya.


Cup...


"Ish mas main nyosor mulu deh"...


Deliknya sebal sambil bercampur malu karena mendapatkan kecupan diarea luar rumah, walau bella tak dapat melihat namun bella tadi mendengar suara-suara orang berada didepan maupun dibelakang mereka.


"Yaaa mau bagaimana lagi, bibir mu selalu membuat mas ketagihan"...


Ucapnya berbisik.


Bella semakin tersipu malu dibuatnya, ahhh...laki-laki ini pandai sekali membuat wajahnya selalu merona.


Beberapa saat kemudian sampailah para rombongan di jalanan yang sudah terparkir beberapa mobil yang membawa serkhan serta wata dan para pengawalnya.


Ya !!! semenjak kejadian dimana calon istrinya diculik, serkhan menambah beberapa orang untuk menjadi pengawalnya jika suatu saat calon istrinya ditemukan.


Ceklek...


Pintu mobil dibukakan oleh salah satu pengawalnya. diletakkan pelan-pelan tubuh bella di kursi belakang.


"Kita sampai mas?"...


Tanyanya saat mendengar suara pintu terbuka serta tubuhnya didudukkan diatas benda yang diyakininya itu adalah kursi.


"Ya, kita baru sampai dimobil, kita masih harus sampai didesa setelahnya kita akan pergi siang ini juga, sebelum hujan turun"....


Jelasnya saat sudah berada di samping bella dan melihat ke atas langit yang semakin gelap menandakan bahwa akan turun hujan.


Bella hanya menganggukkan kepalanya pelan dan tak lama kemudian terdengar suara mesin yang dinyalakan dan serasa bergerak.


Ditariknya tubuh bella untuk masuk kedalam dekapan hangat serkhan sambil terus menerus menciumi pucuk kepala bella.


Gadisnya, calon istrinya telah kembali kedalam pelukannya walaupun dirinya harus bersabar akan memori ingatan dari calon istrinya yang hilang namun cinta serta sayangnya tak pernah pudar oleh seorang gadis sederhana yang mampu memikat hatinya serta memenuhi seluruh relung jiwanya, ya jiwanya seakan mati beberapa bulan yang lalu namun kini hidup kembali sebab lentera cintanya telah ditemukan.


ASSALAMUALAIKUM READERS πŸ€—πŸ€—πŸ€—


TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR DAN MEMBERI DUKUNGAN TERHADAP KARYA AUTHOR...


DAN TETAP JANGAN LUPA YA UNTUK MEMBERI LIKE SERTA GIFT SEBANYAK-BANYAKNYA SETELAH MEMBACA...


SALAM SAYANG


MOM OLLA


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2