Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Wajah tampan


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Like.vote.gift


"Mas..."....


Panggilnya pelan sambil menikmati kepanikan diwajah sang suami.


"Gelap"...


Sambungnya dengan menahan senyumannya agar tak terlihat, ahhh...sekali-sekali menjahili suami tak apalah pikirnya.


Serkhan seketika terpaku dan mengarahkan wajahnya ke nessa.


"Yang..."...


Lirihnya sambil memegang kedua tangan istrinya.


"Dokter"...


Panggilnya sambil menengok kearah dokter yang tak jauh darinya.


Sedangkan sang dokter nampak mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan pasien yang mengatakan gelap, seharusnya operasi ini 100% berhasil.


Dokter lantas mengarahkan matanya dan melihat ke pasiennya.


Nessa yang melihat dokter mengarahkan pandangan ke dirinya seketika memberi kode, aku bisa lihat.


Huft.


Dokter seketika menghembuskan nafas lega dan sepertinya dia bisa membaca situasi sekarang.


"Maafkan saya Tuan muda, saya akan kembali keruangan saya dulu untuk melihat hasil CT sebelumnya"...


Ucapnya dibuat semenyesal mungkin.


"Apa istri saya tidak bisa melihat lagi?"....


Tanyanya pelan.


"Apa mas keberatan jika nessa nggak bisa melihat selamanya?"...


Nessa seketika menyela dengan menampilkan wajah sendunya, karena tak ingin sang suami lepas kendali hanya karena ulah jahilnya.


Serkhan seketika melihat istrinya, tatapan sendu sang istri itu membuatnya bersalah karena telah menanyakan hal tersebut ke dokter barusan.


"Dokter, tolong tinggalkan kami"...


Pintanya tanpa melihat ke arah dokter tersebut.


"Baik Tuan muda, sekali lagi saya mohon maaf jika hal ini terjadi diluar kendali saya"...


Sesalnya sambil menundukkan kepalanya dan langsung meninggalkan ruangan bersama yang lainnya sambil tersenyum tipis namun sayang serkhan tak melihatnya, Pasangan romantis bathinnya.


"Sayang"...


Ucapnya lembut sambil mendudukkan tubuhnya disisi ranjang sang istri


"Maafkan mas jika ucapan mas barusan melukaimu, apapun hasilnya bukankah mas sudah katakan semalam, mas tetap menerima sayang sebagai istri mas apapun hasilnya tentang operasi ini"...


Ucapnya dengan lembut dan menarik sang istri ke dalam dekapannya.


Nessa tersenyum dalam pelukan sang suami dan membalas pelukan tersebut, dirinya sungguh sangat beruntung bisa dicintai sebesar ini oleh suaminya dan nessa akan membalasnya dengan kesetiaan dan belajar mencintai dengan sepenuh hati.


"Terima kasih suami tampanku"...


Ucapnya sambil melebarkan senyum.


Serkhan seketika mengerutkan keningnya namun sedetik kemudian serkhan menggelengkan kepalanya


Nessa melepaskan pelukan sang suami dan menengadahkan wajahnya agar bisa melihat wajah tampan suaminya.


Diangkatnya tangan kanan dan diletakkannya dileher sang suami sedangkan serkhan hanya melihat apa yang akan dilakukan istrinya tersebut.


Ditariknya perlahan leher serkhan dan terus turun agar wajah mereka semakin mendekat.

__ADS_1


"Tampan, mata tajam, hidung mancung, rahang tegas dan bibir yang selalu mencium nessa"...


Bisiknya sambil tersenyum saat kening serta hidung mereka menempel sempurna dan jangan lupa dengan jari-jari yang menari diwajah tampan suaminya.


Serkhan seketika membulatkan matanya.


"Sayang...ka...kamu bisa lihat"...


Ucapnya kaget sambil terbata-bata.


"Hem"...


Dehemnya dengan terus menatap mata tajam sang suami yang membulat sempurna membuat dirinya terkekeh.


Serkhan seketika menjauhkan wajahnya.


"Nakal ya sekarang sama mas"...


Serkhan mencubit mesra hidung sang istri.


Grep.


"Mas bahagia banget sayang sudah bisa melihat, I love u"...


Ucapnya dengan bahagia saat memeluk sang istri dan tak hentinya menciumi puncak kepala istrinya.


"Mas nggak marah?"...


Tanya nessa heranmelihat sang suami yang tak marah sambil dirinya melerai pelukan serkhan.


Serkhan menggeleng dengan senyum tak luntur dari wajahnya.



Anggap aja rambutnya gondrong ya readers🀭🀭🀭


"Mas, nggak bisa marah ke sayang"...


Ucapnya jujur sambil terus memandang wajah nessa yang berubah-ubah ekpresinya membuatnya gemas sendiri.


Decaknya pelan setelah memutuskan pandangan ke arah sang suami.


"Hei...seharusnya senang dong mas nggak marah"...


Serkhan mengangkat dagu nessa dan seketika bibir nessa cemberut.


"Nessa kan mau lihat mas marah"...


Gerutunya dengan memanyunkan bibirnya.


"Hahahaha.."...


Tawa serkhan seketika pecah saat mendengar gerutuan sang istri.


"Ada-ada saja kamu nih yang"...


Cup.


Serkhan mengecup singkat bibir milik istrinya.


Nessa mengerjapkan matanya saat mendapat kecupan dari sang suami.


"I love u"...


Ucapnya sambil memandang wajah cantik istrinya walau masih terlihat sedikit pucat.


"I love u too"...


Bisiknya mesra.


Cup.


Nessa memberanikan diri mengecup singkat bibir sang suami, sedangkan serkhan dengan sigap menahan kepala nessa saat sang istri pertama kalinya menciumnya, dilumatnya pelan bibir sang istri dengan tangan satunya melingkar di pinggang ramping nessa.


Disesapnya perlahan dan nessa membalas ******* suaminya dengan penuh cinta, setelah dirinya membalas ungkapan cinta sang suami, mulai saat ini detik ini dirinya akan selalu mencintai suaminya, baik senang maupun susah sama seperti suaminya yang mencintai dirinya dengan segala kekurangan yang dia miliki.

__ADS_1


Dan nessa berharap benih-benih cinta mereka dapat berkembang di dalam rahimnya agar kelak memberi kebahagiaan bagi keluarga kecilnya.


Apapun rintangan didepan nanti, nessa akan siap untuk menghadapinya dan tentu dengan sang suami.


Mereka saling berperang lidah dengan mata tertutup, tak ada nafsu didalamnya yang ada hanya ciuman penuh cinta, ciuman ketulusan diantara keduanya.


Serkhan seketika menghentikan lumatannya saat sinaga dengan tak tau dirinya memberontak didalam sangkarnya.


"Huft"...


Serkhan menghembuskan nafas dengan pelan dan dirinya mengusap bibir sang istri yang tersisa saliva yang menempel diarea bibir seksi nessa.


"Mas harus menghentikannya"...


Ucapnya lembut.


Dahi nessa mengkerut saat mendengar ucapan sang suami.


"Kalau tidak, bisa jadi ada pertempuran dirumah sakit"...


Sambungnya sambil melirik kearah naga yang sedang mengembangkan dirinya didalam sangkar.


Nessa mengikuti arah pandang sang suami dan seketika dirinya membulat saat mengetahui dibawah sana.


"Mas mes*m"...


Pekiknya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Serkhan terkikik geli melihat ekpresi sang istri yang tengah memerah wajahnya dengan tertutup kedua tangan mungil tersebut namun jari-jarinya merenggang.


"Bukankah kamu sudah merasakannya"...


Bisiknya dengan sensual.


"Mas"...


Rengeknya sambil membuka kedua telapak tangannya dengan wajah yang masih memerah.


"Oohhhh terusss massss...ahhhh...."....


Godanya dengan sedikit menghayati ucapannya smabil terus menatap wajah istrinya yang semakin memerah.


"Maaassss"...


Rengeknya kembali dengan wajah yang sudah memerah sekali akibat godaan suaminya.


"hahahhaha"....


Tawa serkhan seketika pecah, ya dirinya sungguh bahagia bisa memiliki istri seperti nessa, wanita pelengkap kebahagiaannya.


"Apa siap untuk memiliki buah hati?"...


Tanya serkhan setelah menghentikan tawanya sambil memegang lembut perut sang istri.


Nessa seketika memandang wajah sang suami.


"Nessa siap mas, baik nanti ataupun sekarang nessa siap, sebab nessa sudah menjadi seorang istri dan kondratnya untuk mengandung"...


Balasnya sambil tersenyum.


Serkhan seketika membalas senyuman istrinya.


Cup.


Serkhan lantas menerjang kembali bibir sang istri dan nessa membalas ciuman suaminya, dirinya akan mulai belajar dari sekarang untuk sedikit agresif dan tak ingin menjadi pasif.


Ceklek....


SELAMAT MALAM... ASSALAMAMUALAIKUM READERS...


SEMANGAT...SEMANGAT...HADIAH MANA HADIAH...😁😁😁


KASIH SEMANGAT AUTHOR DONGπŸ€—πŸ€—πŸ€—


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2